Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, July 22, 2021

Hamili Anak Bawah Umur, Pemuda Asal Ampenan Diringkus

KETERANGAN PERS: Jajaran Polda NTB memberi keterangan pers terkait sejumlah kejahatan yang ditangani, termasuk kasus hamil anak di bawah umur.

MATARAM
-- AS kini harus merasakan diri mendekam di balik jeruji besi tahanan. Pemuda asal Ampenan Kota Mataram ini diringkus lantaran menghamili anak bawah umur.

Korban aksi bejatnya yakni AZ. Anak dibawah umur ini indekos di sekitar rumahnya. AS dan AZ belakangan terlibat asmara karena saling mencintai.

Lalu sekitar bulan Juni 2020 lalu, AS mengajak korban berhubungan badan. Karena kejadian itu tidak menimbulkan masalah, maka AS sering mengajak sang pacar mengulangi kelakuan intim itu.

"Sekitar bulan November 2020  orang tua korban AZ mengetahui anaknya hamil kurang lebih 5 bulan. Saat itulah AZ langsung melaporkan tersangka AS," ujar Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Kamis (22/7).

Berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat serta surat perintah penyidikan Ditreskrimum Polda NTB tertanggal 07/6/2021, kasus ini langsung ditangani. Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menyampaikan, pada awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun ketika dilakukan tes DNA, hasilnya benar AS adalah ayah biologi dari anak yang dikandung AZ.

Dari tes DNA itu, tim Ditreskrimum polda NTB, Rabu (21/7), langsung mengamankan AS. Ia diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Selain pelaku, tim juga mengamankan 1 lembar akte lahir atau nama korban, 1 lembar fotocopy KK dan 1 buah celana leging panjang warna coklat. Ada juga 1 buah celana dalam warna abu-abu, serta 1 lembar bukti hasil tes DNA dari Puslabfor polri tertanggal 16/07/2021.

Atas perbuatan pelaku disangkakan melanggar pasal 81 ayat (1) atau (2), junto pasal 76D atau pasal 82 ayat (1) jo 76E, UU 17 tahun 2016 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (jl)

Wednesday, July 21, 2021

Asyik Pesta Sabu, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

DIRINGKUS: Pemuda berinisial AP diringkus karena kedapatan mengonsumsi narkoba.

KOTA BIMA
-- Pemuda pengangguran berinisial AP (25) akhirnya berurusan dengan pihak berwajib. Ia diringkus setelah kedapatan mengonsumsi sabu di rumahnya.

Pemuda asal Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima ini saat ditangkap baru saja mengisap sabu. Ia ditangkap Rabu (22/7).

Kasi Humas Polres Kota Bima Iptu Jufrin Rama mengatakan, saat AP digerebek tidak berkutik. Ini karena yang bersangkutan berada di bawah pengaruh barang haram tersebut.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 18 plastik klip kosong, bong, korek api gas. Ada juga tabung kaca, potongan pipet plastik,  sumbu, tas selempang warna abu-abu dan uang sebanyak Rp 117 ribu.

Proses terhadap AP akan ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku. (jl)

Pabrik Rumahan Obat Oplosan Terbongkar di Lingsar

OPLOSAN: Pabrik rumahan obat oplosan tanpa ijin edar diungkap jajaran Polda NTB di salah satu perumahan di Lingsar.

MATARAM
-- Waspadalah terhadap peredaran obat-obatan yang beredar saat ini. Beberapa dari jenis obat-obatan tersebut bukan tidak mungkin merupakan produk oplosan.

Seperti yang terjadi di salah satu perumahan di wilayah Lingsar, Kecamatan Lingsar Lombok Barat misalnya. Dia hari lalu, Selasa (20/7), polisi membongkar pabrik rumahan obat oplosan.

Keberadaan obat oplosan tanpa ijin edar ini diungkap Tim II Ops Direktorat Narkoba Polda NTB. Dari peristiwa ini diamankan dua tersangka pengedar obat-obatan berbahaya masing-masing RJ dan TW.

Keduanya tercatat sebagai warga asal Desa Pengenjek, kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. 

Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas pada Kamis (15/7). Dari informasi itu menyebutkan bahwa di salah satu rumah di perumahan BTN di wilayah Lingsar sering terjadi penyalahgunaan narkotika.

"Diduga juga di rumah itu sebagai tempat memproduksi, menyimpan dan mengedarkan barang farmasi atau obat yang tidak memiliki izin edar," ucap Wadir Resnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah, Rabu (21/7).

Sejak menerima informasi biru, jelasnya, timnya turun menyelidiki lokasi tersebut. Setelah mendapatkan informasi valid, timnya langsung menangkap kedua tersangka dan menggeledahnya.

Dari hasil penggeledahan petugas, ditemukan 1buah pipet kaca berisi kristal putih yang diduga sabu. Ada juga 2 buah bong lengkap plus pijet, satu buah korek api gas plus kompor.

Barang bukti lain yang turut ditemukan berupa 2 buah HP android, satu buah dompet dan satu buah buku tabungan BRI. Ada pula 1 buah kotak hitam.

Mengejutkannya lagi, temuan yang didapati berupa 1 buah cetakan untuk oplosan obat-obatan. Lalu ada satu buah dus besar berisi obat Tremadol tablet 7.500 biji.

Tak hanya itu, ada juga Tremadol kapsul 2.500 biji, Trihexyphenidil 20.000 butir. Selain itu, ada 3000 butir cangkang kapsul kosong berwarna hijau kuning serta satu buah plastik hitam.

"Barang hasil penggeledahan tersebut telah kami amankan untuk dijadikan sebagai barang bukti,".

Kepada kedua pelaku dijerat dengan pasal 196 ancaman hukuman 10 tahun dan Pasal 197 ancamannya 15 tahun. (jl)

Ini 2 Kasus Korupsi yang Disorot Kejari Selong

JUMPA PERS: Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan bersama jajarannya saat memberikan keterangan pers terkait kasus korupsi yang sedang ditangani pihaknya.

JUMPA PERS: Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan bersama jajarannya saat memberikan keterangan pers terkait kasus korupsi yang sedang ditangani pihaknya.


SELONG
-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong Lombok Timur kini tengah memelototi dua kasus korupsi. Kedua kasus itu dengan lokus berbeda.

Kasus pertama yakni dugaan korupsi yang dilakukan oknum Kades Banjarsari, Kecamatan Labuan Haji. Progres kasus itu dinyatakan sudah P21.

"Kasus ini yang tengah kita tangani dan dilalukan oleh oknum kades berinisial Z," ucap Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan, Rabu (21/7).

Kasus yang melibatkan Z ini dipastikan segera dilimpahkan ke pengadilan. Ini karena semua berkas perkara sudah dinyatakan lengkap.

Kasus kedua yakni dugaan penyalahgunaan kredit di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Lotim. Buntut penyalahgunaan kredit tersebut telah mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 1 miliar.

Untuk kasus yang kedua ini, Kejari Selong masih terus melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan. Untuk melengkapi berkas itu, pihaknya bakal memanggil sejumlah saksi dan calon tersangka.

Selain itu, Irwan juga menyebut akan memanggil ahli kerugian negara sebagai pembantu.

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah tersangka yang terseret dalam kasus penyalahgunaan kredit ini. Pihak kejaksaan akan memberi informasi setelah proses penyidikan usai.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Lotim, L Rasyidi mengakui, sejumlah alat bukti kasus penyalahgunaan kredit telah dikantongi pihaknya. Barang bukti tersebut berupa beberapa dokumen dan keterangan dari pihak terkait. 

Ia menyebut, sebanyak 30 orang akan dipanggil dalam waktu dekat. 

Rasyidi menyebut modus yang dilakukan pelaku ialah menjalankan kredit fiktif. Karena itu, ia mengingatkan agar pihak perbankan tidak menyalahgunakan pemberian kredit.

"Warning untuk para bank kalau menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan kredit tidak jelas akan kita proses," tutupnya. (hs)

Monday, July 19, 2021

Varietas Mangrove Lotim Terbanyak Kedua di Indonesia

KAYA: Lombok Timur memiliki varietas mangrove terbanyak kedua di Indonesia.

SELONG
-- Laut Lombok Timur tak hanya menawarkan keindahan, tapi juga kekayaan. Salah satu kekayaan itu yakni varietas mangrove yang tumbuh di daerah ini.

Pohon mangrove di laut Lombok Timur dikabarkan telah banyak kedua di Indonesia. Setidaknya terdapat enam jenis varietas pohon bakau yang sampai saat ini masih dapat ditemukan.

Keberadaan pohon ini bisa masuk melalui Pulau Lampu, di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Pasalnya varietas tersebut tersebar di beberapa gili yang ada di wilayah itu.

Lokasi satu ini merupakan wisata kawasan pantai tertua setelah Labuan Haji. Namanya cukup populer sejak tahun 1991 silam.

Sekretaris Pokmaswas Peterando, Herman Alinasyah menuturkan, jenis pohon bakau di wilayah itu nomor dua terbanyak di Indonesia.

"Jenis yang paling banyak Rhizopora, tersebar di dua gili, yaitu Petagan dan Kondo," beber pria yang akrab disapa Herman, kepada JEJAK LOMBOK, Senin (19/7).

Selain Rhizopora, paparnya, varietas lainnya yakni Rhizopora Racemosa, Avicennia, Laguna Polaria, Api-api dan Conocarpus Erectus.

Dia menjelaskan, Rhizopora Racemosa masih satu marga dengan Rhizopora. Keduanya berasal dari genetik yang sama yakni Rhizoporaceae.

Varietas ini memiliki ciri yang sangat mencolok, berupa akar tunjang besar dan berkayu. Pucuk tertutup daun penumpu runcing, buah berkecambah dan berakar jika masih di pohon.

Jenis ini, kata dia, paling banyak jika dibandingkan dengan varietas lain di kawasan ini. Jenis ini juga di setiap daerah bisa ditemukan dengan penyebutan yang berbeda-beda.

Avicennia jelasnya, merupakan satu marga dengan Api-api. Varietas ini disebut juga bakau sejati.

Pasalnya varietas satu ini banyak ditemukan di Indonesia yang merupakan daerah tropis. Jenis ini dapat dikatakan tersebar merata dari Sabang sampai Marauke.

Dengan ciri-ciri, akar yang berbentuk pensil, menonjol di atas permukaan air yang berfungsi sebagai akar nafas.

Bahkan, jenis ini tak hanya berfungsi sebagai penahan gelombang dan abrasi. Namun tak jarang bijinya diolah menjadi produk oleh masyarakat pesisir.

"Dan dua jenis lainnya, masih bisa ditemukan," ujarnya.

Keenam jenis pohon bakau ini dapat ditemukan di Gili Sulat Lawang. Wilayah ini juga merupakan kawasan dengan konservasi terbesar yang mencapai 10 ribu hektar.

Sebab kata dia, jika dibandingkan dengan gili Petagan hanya mencapai 12 hektare, dan Kondo 9 hektare, dan Bidara 7 hektare lebih.

Selain enam jenis pohon bakau itu, di sekitar perairan itu terdapat 380 spesies karang. Selain itu, ada 15 famili ikan dengan 48 genre yang tersebar di wilayah Gili Lampu.

Dari jumlah itu, kata dia, Lotim memiliki kekayaan biota laut yang luar biasa. Kekayaan ini harus dijaga oleh semua elemen.

Sebab kata dia, penjagaan ini bukan hanya untuk pelestarian, tapi agar alam tetap seimbang, khususnya bagi laut di Lombok Timur.

Lantaran itu, kata dia, pihaknya secara rutin melalukan pengawasan, dengan mengelilingi pantai di wilayah perairan tersebut. Langkah ini diambil hanya untuk memastikan kelestarian alam.

"Kekayaan laut kita tidak kalah dengan daerah lain, dan ini harus kita jaga bersama," tandas Herman. (kin)

Sunday, July 18, 2021

Melihat Naskah Khutbah Kuno Idul Adha di Desa Songak

UTUH: Naskah kuno khutbah Idul Adha di Desa Songak masih nampak utuh.

SELONG
-- Sejarah Pulau Lombok menempatkan Desa Songak, Kecamatan Sakra Lombok Timur menjadi salah satu desa dengan dengan latar belakang kekayaan sejarah. Di desa ini, masih terdapat situs sejarah yang bisa ditemukan.

Situs-situs itu lebih banyak merujuk pada peninggalan penyebaran agama Islam. Buktinya di desa ini masih ditemukannya masjid tua yang masih berdiri kokoh.

Tapi ternyata tak hanya berupa bangunan, namun juga sebuah naskah kuno yang berisi khutbah Hari Raya Idul Adha. 

"Di dalam naskah itu, menjelaskan tentang berkurban lengkap dengan rukun khotbahnya," terang seorang tokoh setempat, Murdiyah, saat ditemui JEJAK LOMBOK di kediamannya, Minggu (18/7).

Naskah kuno ini, lanjutnya, bertuliskan tangan, berupa huruf Arab Melayu. Tulisan itu dilengkapi dengan ayat quran sebagai penguat perintah berqurban tesebut. 

Dalam naskah ini, kata dia, dimulai dari niat sampai dengan khutbah ke dua.

Awal mula ditemukan naskah khotbah ini pada saat Masjid Bengan (Masjid Tua) di desa itu direhab.  Pada waktu itu, dirinya diberikan oleh seseorang yang sampai saat ini belum ia ketahui keberadaannya. 

Pada saat itu, ia hanya mendengarkan suara dan diberikan naskah tersebut.

"Saya tidak perhatikan, dan sudah saya tanya semua orang yang ada di sana, semua menjawab bukan saya," ucapnya.

Naskah ini berangka tahun berkisar 1300 Masehi atau abad ke 13, pasca Samalas meletus. Pendapat lain menyebut jika naskah tersebut berasal pada abad sekitar 1500 M, atau abad ke 15. 


Angka tahun itu, jelas Murdiyah, diketahui dari jenis kertas pada naskah itu. Biasanya kertas sejenis itu lazim digunakan saat penyebaran Islam.

Di Lombok sendiri, Islam di awal mula disebarkan para pedagang asal Magrhibi (Maroko). Mereka ini mendarat di Lombok, abad ke 13.

Naskah ini, ucapnya, menjadi salah satu peninggalan bersejarah selain masjid dan benda pusaka lainnya di Desa Songak. Naskah dan peninggalan tersebut masih terpelihara sampai saat ini.

Panjang naskah ini, bebernya, berkisar 170 sentimeter atau setinggi badan manusia pada saat ini. Sementara lebarnya hanya 20 sentimeter.

Dengan begitu, imbuhnya, masyarakat Lombok pada masa itu telah mengenal Islam. Bahkan disebutnya dari sejak lama.

"Kami masih pegang sebagai bukti kesejarahan di desa ini, dan tetap akan kami pelihara," ucapnya. (jl)

Friday, July 16, 2021

Truk Roda 6 Terguling, 2 Rumah Warga Diseruduk

TERGULING: Trik roda 6 ini terguling setelah mencoba menghindar dari sepeda motor yang melintas di depannya.

SELONG
-- Diduga karena rem blong, sebuah truk bermuatan onderdil terguling di jalan raya Masbagik menuju Pancor, Jum'at (16/7). Akibatnya, dua buah rumah warga yang tak jauh dari lokasi mengalami kerusakan. 

Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Rita Sorcha Yuliana mengungkapkan, tergulingnya truk tersebut diduga karena mengalami rem blong. Sementara, untuk menghindari kendaraan yang melintas di depannya, sopir truk spontan membanting stir ke arah kiri sehingga mengakibatkan kecelakaan. 

Sebelum menerpa rumah warga, kata Rita, truk tersebut sempat menyerempet tiang listrik hingga mengakibatkan kabel listrik kendor. 

"Betul, rem truk oblong hingga sopir dengan langsung membanting stir ke arah kiri guna menghindari kecelakaan dengan kendaraan yang lain," ucapnya.

Saat ini kendaraan tersebut ditangani Satlantas Lotim guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk sementara kendaraan tersebut kami tangani," pungkasnya. (hs)

Bukit Batu Gendang, Sensasi Halimun dan Matahari Terbit Dalam Satu Waktu

MENAWAN: Pemandangan hijau menawan terhampar lewat salah satu spot view di Bukit Batu Gendang.

GERUNG
-- Pernah dengar nama Bukit Batu Gendang? Bukit yang satu ini berada Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Bukit yang satu ini tercatat sebagai salah satu destinasi terdekat dari ibukota Lombok Barat, Gerung. Hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk sampai ke destinasi ini dari pusat pemerintahan Lombok Barat tersebut.

Disini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam Gunung Sasak dengan yang hijau terhampar. Selain itu juga ada lembah dan perbukitan serta persawahan yang menjadi daya tarik spot wisata ini.

Di spot wisata ini juga tersedia homestay dan vila. Fasilitas ini disediakan bagi para pengunjung yang ingin bermalam dan merasakan dinginnya suasana pegunungan.

Untuk ke lokasi wisata ini, pengunjung bisa melalui beberapa jalur. Pengunjung yang tiba dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bisa langsung mengikuti jalur ke Lobar-Mataram. Setiba di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, ambil jalur kanan langsung menuju lokasi.

Bisa juga melalui jalur Kantor Bupati Lombok Barat. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Aik Ampat terus ke Tempos. 

Alternatif akses jalan yang lumayan bagus bagi penghobi sepeda, bisa melalui jalur Jembatan Gantung Lembar. Setelah itu bisa menuju Giri Tembesi menelusuri jalan aspal mulus sepajang 2 atau 3 kilometer. 

"Jalan ini melewati persawahan warga yang bisa memanjakan mata pengunjung," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam, Jum'at (17/7), di sela-sela kegiatan bersih-bersih di destinasi ini.

Tak hanya persawahan, pengunjung bisa mengetes adrenalin melalui jalur menanjak perbukitan menuju lokasi. Jalur ini sudah pasti bakal memanjakan pandangan dengan keindahannya.

Setelah melewati rute itu, pengunjung bakal tiba di daerah dataran rendah. Di sini, pengunjung kembali disuguhkan persawahan warga yang hijau menghampar.

Pengunjung dari Lombok Tengah juga mudah ke lokasi wisata ini lantaran lokasinya dekat dengan perbatasan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani mengatakan, ada sensasi yang belum banyak diketahui khalayak di destinasi ini. Sensasi itu berupa halimun dan keindahan matahari terbit di pagi hari.

Biasanya pada waktu pagi, bukit ini akan diselimuti halimun atau kabut. Perlahan sembari menanti matahari terbit menyingsing, kabut akan pergi saat disapu sinar bola api itu.

"Pemandangannya sangat luar biasa saat pagi. Ini pemandangan yang mewah," ucapnya.

Sebenarnya bukan saja pada saat pagi hari. Di tempat ini pengunjung juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam. 

Pemandangan senja di tempat ini disebutnya tak kalah menawan dibanding pagi hari. Tak heran jika di destinasi ini disebutnya ada magis halimun dan bola api sekaligus yang bisa dinikmati.

Sedianya destinasi ini dirintis sejak 2019 lalu. Destinasi ini dirintis oleh pemerintah desa bersama Pokdarwis dan warga.

Saat awal dirintis, semua elemen ini bahu-membahu menata kawasan itu dengan menyiapkan jalur tracking dan spot swafoto.

Kawasan wisata ini sangat ramai dikunjungi. Di akhir pekan, pengunjung yang datang antara 300-400 orang.

Sejak destinasi ini dibuka, pengunjung terus berdatangan. Mereka tidak saja dari Lombok Barat, tapi juga dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan keberadaan destinasi ini. Destinasi ini disebutnya sebagai salah satu aset yang bisa mendatangkan pendapatan bagi desa.

"Untuk saat ini, kita hanya tarik tarif parkir untuk kendaraan yang menuju lokasi," ucapnya.

Saat ini ada beberapa spot swafoto yang ada di lokasi ini. Di Bukit Batu Gendang ada 10 berugak. Fasilitas ini tentunya selain homestay, vila dan spot swafoto. (jl)

Thursday, July 15, 2021

Gegara PPKM, 1.439 Kendaraan Diputar Balik Petugas

PENYEKATAN: Petugas saat melakukan penyekatan di tengah situasi PPKM yang diberlakukan di Kota Mataram.

MATARAM
-- Tercatat selama 3 hari berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mataram berdampak serius. Setidaknya ribuan kendaraan diputar balik oleh petugas.

Dari data yang dirilis Polda NTB, ada sebanyak 1.439 kendaraan diputar balik. Jumlah ini terdiri dari roda dua sebanyak 998 kendaraan, roda empat sebanyak 354 kendaraan, bus 40 dan mini bus 47 kendaraan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto menyampaikan, kendaraan-kendaraan tersebut diputar balik di pos penyekatan PPKM darurat. Penyekatan tersebut dilakukan pihak Polresta Mataram bersama TNI, Satpol PP, dan beberapa stakeholder yang lainnya.

"Jumlah tersebut merupakan hasil penyekatan di empat lokasi yang menjadi pintu keluar masuk ke Kota Mataram. Yakni di Gerimak Narmada, Dasan Cermen, Bundaran Jempong dan Bintaro Ampenan," jelasnya, Jum'at (16/7).

Ia juga membeberkan jumlah kendaraan yang diperiksa. Jumlahnya sebanyak 6.605 kendaraan.

Begitu juga dengan warga yang mempunyai surat vaksin juga mengalami peningkatan, jumlahnya 4.478  dan petugas melakukan swab acak kepada 575 orang. Dari 575 orang tersebut 18 diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Artanto menegaskan, kegiatan penyekatan itu akan terus dilakukan hingga pemberlakuan PPKM Darurat dicabut atau dihentikan oleh pemerintah.

"Tugas kami menjalankan aturan yang dibuat pemerintah baik pusat atau daerah. Mudah-mudahan bencana Covid ini cepat selesai dan segala aktivitas normal kembali," pungkasnya. (jl)

1000 Lampion Terbang Bakal Hipnotis Malam Akhir Pekan di Gunung Jae, Kapan?

INDAH: Beginilah keindahan pemandangan yang tersaji di destinasi wisata Gunung Jae.

GERUNG
-- Bayangkan seribu lampion beterbangan di udara menghiasi malam akhir pekan Anda. Indah bukan?

Pemandangan itulah yang bakal disajikan di arena camping ground destinasi wisata Gunung Jae, Desa Sedau Kecamatan Narmada Lombok Barat. Pemandangan itu bakal tersaji di bulan Agustus nanti.

"Rencana kegiatan ini akan kita gelar Agustus nanti. Tapi secara spesifik waktu pelaksanaan masih sedang dikoordinasikan bersama pihak desa," ucap Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani, Jum'at (16/7).

Kegigihan Desa Sedau mempromosikan Gunung Jae sebagai destinasi wisata, ucap Dani (penggilan akrabnya, Red), patut diacungi jempol. Desa yang mengandalkan pemandangan muara sungai ini tak henti-hentinya berinovasi menggaet pengunjung.

Dalam malam akhir pekan itu, jelasnya, camping ground tersebut melibatkan komunitas mobil off road. Ada juga para pengusaha agen travel.

1000 lampion terbang di udara disebutnya sebagai pemandangan langka. Terlebih lokasi kegiatan ini berada di destinasi wisata.

Berada di Gunung Jae, jelasnya, pemandangan ini bakal tampak lebih semarak. Terlebih di lokasi itu merupakan muara sungai berbentuk danau yang minim penerangan.

Praktis, minimnya penerangan bakal membuat cahaya yang keluar dari lampion-lampion itu bakal terlihat istimewa.

Bukan hanya seremoni itu yang bakal digelar. Hal esensial dari camping ground itu yakni kehadiran para pengusaha travel agent.

"Ada sekitar 2 bus pengusaha travel agent yang akan hadir juga di sana," ucapnya.

Kehadiran para travel agent ini disebutnya sebagai bagian dari konsolidasi kepariwisataan di Lombok Barat. Rencananya mereka akan dipertemukan dengan pihak manajemen hotel-hotel yang ada di Lobar.

Pertemuan antaran travel agent dan manajemen hotel diniatkan untuk menyamakan persepsi soal paket harga. Mengingat sejauh ini ada kesenjangan harga yang berlaku di sejumlah daerah dengan di Lombok Barat.

"Kita kan berbeda. Di Lobar, khususnya di Senggigi tidak saja jual kamar, tapi juga resort dan pemandangan alam. Ini yang perlu dikomunikasikan," terangnya.

Tak hanya itu, keterlibatan para pengusaha travel agent ini juga tidak lain untuk berbagi kiat selama pandemi. Mengingat ada sejumlah perusahaan travel agent yang masih beroperasi saat pandemi.

Bagi Dhani, kemampuan adaptif pengusaha travel ini beroperasi saat pandemi sangat luar biasa. Pengalaman mereka setidaknya bisa ditularkan sebagai pemantik motivasi bagi pelaku usaha yang lain.

Kendati melibatkan para pengusaha travel agent, mereka dipastikan akan diinapkan di tempat berbeda. Para pengusaha bakal menginap di sejumlah homestay di Desa Suranadi.

Tujuannya, kata Dhani, untuk mengikis kesan buruk terhadap homestay yang ada di desa itu. Selama ini, homestay yang ada di Suranadi kerap diidentikkan sebagai titik hitam rawan tempat maksiat.

Terpisah, Kades Sedau Amir Syarifuddin mengatakan, finalisasi rencana ini masih terus dikoordinasikan dengan Dispar Lombok Barat. Yang jelas, segala urusan teknis penyelenggaraan kegiatan dilimpahkan ke Bumdes dan Pokdarwis setempat.

"Termasuk berapa jumlah tenda yang bakal disiapkan. Semuanya kita limpahkan pada Bumdes dan Pokdarwis," tandasnya. (jl)

Pelaku Penebasan Organ Tunggal Serahkan Diri

Bondo

KOTA BIMA
-- AN alias Bondo (26) terduga pelaku pembacokan di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima akhirnya menyerahkan diri. Ia melakukan aksiny itu saat hiburan organ tunggal Rabu malam kemarin.

Kasi Humas Iptu Jufrin Rama mengatakan, Bondo menyerahkan diri Kamis (15/7), siang kemarin di Mapolsek Ambalawi. Korbannya yakni Haerun (27) yang jari telunjuknya dibuat putus.

Seperti berita sebelumnya, kronologis kejadian berawal ketika mereka menonton organ tunggal pada perayaan ulang tahun. Saat itu korban terlibat cekcok dengan seseorang bernama Ade, hingga berujung perkelahian.

Sejurus kemudian, Bondo langsung menebas korban. Arah tebasan tepat di kepala itu ditangkis dengan kedua tangannya hingga membuat jarinya putus.

“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Ambalawi guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya. (jl)

Tahun Ini 13 Rumah Relokasi Terdampak Banjir Rampung

Ir. Sahri

SELONG
-- Banjir rob yang terjadi di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur beberapa waktu lalu telah merendam sejumlah rumah warga. Diperkirakan, rumah terdampak banjir tersebut kurang lebih berjumlah 70 unit. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Timur, Ir. Sahri, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/7).

Dia menjelaSkan, target yang paling mendesak dari jumlah 70 unit ialah sekitar 33 rumah. Namun, karena anggaran tidak mencukupi, tahun ini hanya dapat memastikan 13 unit relokasi rumah dapat diselesaikan. 

"Selebihnya akan dirampungkan pada tahun berikutnya," ucapnya.

Alasan penataan rumah tersebut untuk mengamankan beberapa rumah dari hantaman banjir rob. Selain itu, bangunan rumah warga sebelumnya dinyatakan telah melanggar aturan. 

Hal itu lantaran rumah warga terlalu mepet dengan bibir pantai. Tak heran jika pimpinan daerah melalui Dinas Perkim Lotim ingin melakukan penataan.

Alasan lainnya, kata Sahri, sebagian besar rumah yang berdiri di bibir pantai tersebut tergolong dalam kategori rumah tidak layak huni. Meskipun, terdapat beberapa rumah tergolong layak huni. 

Selanjutnya, Sahri mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan seluruh rumah akan rampung dibangun. Namun dipastikan masyarakat akan dibangunkan rumah hingga siap ditempati. 

Jika sudah rampung, jelasnya, masyarakat dapat menempatinya.

Adapun model penataan rumah masyarakat tersebut, akan mirip dengan BTN. Saat ini, progres projek tersebut masih dalam tahap persiapan.

Kedepan pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Saya tidak berani janji tahun berapa, namun secara bertahap akan dibangun," tutupnya. (hs)

Wednesday, July 14, 2021

Cekcok Organ Tunggal Berujung Penebasan

TERKAPAR: Haerun terkapar dalam proses perawatan setelah mendapat tebasan dalam insiden organ tunggal.

KOTA BIMA
– Hiburan organ tunggal Rabu (14/7) malam, berakhir ricuh. Para penikmat hiburan yang lepas kontrol emosi dan adu mulut. Ujungnya, jatuh korban karena dibacok.

Peristiwa pembacokan ini terjadi di wilayah hukum Polsek Ambalawi, tepatnya di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima.

Kasi Humas Polres Kota Bima Iptu Jufrin Rama mengabarkan, dalam peristiwa itu, telunjuk jari kiri Haerun (27) putus. Telunjuknya putus akibat menahan serangan bacokan dari Bondo (26) terduga pembacokan.

Kronologis insiden ini berawal saat nonton organ tunggal perayaan ulang tahun. Haerun terlibat cekcok dengan seseorang bernama Ade, hingga berujung perkelahian.

Sejurus kemudian, Bondo langsung membacok korban. Arah bacokan tepat di kepala tapi ditangkis dengan kedua tangannya. Tak urung, jari Haerun pun putus.

“Korban langsung dilarikan ke puskesmas Ambalawi guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Terduga pelaku sambungnya, masih dalam pengejaran petugas. (jl)

Pencuri Sakti Ini Diringkus Berkat GPS

TAK BERKUTIK: Hambali nampak tak berkutik setelah diringkus polisi dan memperlihatkan ajimat miliknya.

MATARAM
-- Hambali di mata para korban aksi pencurian yang dilakukannnya terbilang sakti. Tapi kesaktian pria asal Pringgabaya, Lombok Tengah ini tidak berlaku di mata kepolisian.

Dalam setiap aksi pencuriannya, Hambali senantiasa menyertakan ajimat miliknya. Ajimat itu tak lain untuk melindungi diri.

"Terakhir, pelaku ini mencuri sepeda motor di Perumahan Mahkota, Bertais," kata Kapolsek Cakranegara Kompol Nasrullah, Kamis (15/7).

Hambali tercatat sebagai pencuri yang licin. Namun kepiawaiannya itu berakhir berkat sebuah sepeda motor yang dilengkapi GPS.

Berkat GPS itu keberadaan Hambali diketahui. Kala itu, ia hendak membawa sepeda motor yang dicurinya ke wilayah Lombok Timur.

Saat hendak masuk ke tempat persembunyiannya, Hambali diringkus. Ajimat sakti miliknya tak kuasa menolong. Bahkan saat ditangkap, sosok ini tak sedikit pun memberi perlawanan.

Dari pengakuannya, Hambali beraksi bersama dua orang rekannya, berinisial AS dan MN. Keduanya, masih dalam proses pengejaran. 

”Kita masih buru dua orang rekannya. Kami tetap satroni rumahnya tetapi tidak ada,” kata Nasrullah.

Dari hasil pengembangan, pelaku sudah mencuri sepeda motor di empat lokasi. Ada di wilayah hukum Polresta Mataram dan Polres Lombok Barat (Lobar). 

Sejauh ini Polsek Cakranegara masih berkoordinasi dengan penyidik Polres untuk proses pengembangan.

Kini Hambali mendekam di sel tahanan Mapolsek Cakranegara. Dia dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sementara itu, Hambali mengaku ajimat itu didapatkan dari seseorang. Ajimat miliknya dipercaya memberikan kekuatan saat akan beraksi. 

”Kalau gunakan bebadong (ajimat) bisa lebih kuat dan kalau ada pukulan tidak merasakan sakit,” kata Hambali saat diinterogasi.

Dari pengakuannya, setiap beraksi dia selalu berjalan dengan dua orang rekannya, AS dan MN. Ia bertindak mengambil sepeda motor, sedangkan dua temannya hanya menunggu di luar.

Di depan Kapolsek, Hambali berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dia mencuri karena tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

”Pekerjaan tidak punya. Penghasilan juga begitu. Ini terakhir, kali saya bakal mencuri,” tandasnya. (jl)

NW Dibekuk Polisi Diduga Pengedar Sabu

RINGKUS: Pria berinisial NW asal Dusun Lengkok,Suryawangi ini diringkus karena diduga pengedar sabu.

SELONG
-- Polres Lombok Timur membekuk salah seorang terduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu. 

Sosok itu adalah NW. Sosok ini merupakan warga Dusun Lengkok, Desa Surayawangi, Kecamatan Labuhan Haji,  Lombok Timur. 

Pria 48 tahun ini ditangkap di jalan Raya Gelang-Selong, Kelurahan Rakam Kecamatan Selong, sekitar pukul 17.00 Wita, Selasa kemarin (13/7).

Kasat Resnarkoba Polres Lombok Timur, IPTI I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, penangkapan NW berawal dari informasi yang didapatinya dari masyarakat. Informasi itu menyebut bahwa mobil berwarna putih dengan nomor polisi DR 1309 KF, diduga sering membawa narkotika jenis sabu.

"Berdasarkan informasi itu kami melakukan penyelidikan terhadap NW," katanya, Rabu (14/7).

Untuk menelusuri informasi itu, dirinya memerintahkan anggota Opsnal. Pada keesokan harinya, Rabu, 14 Juli 2021 pukul 03.00 Wita, tim yang dipimpin Kanit Lidik bersama anggota membuntuti mobil terduga pelaku.

Tak lama berselang, dilakukan pencegatan terhadap mobil Daihatsu Sigra berwarna Putih dengan nopol DR 1309 KF. Selanjutnya tim menangkap serta menggeledahnya.

Saat dilakukan pengeledahan badan dan pakaian, bebernya, ditemukan 1 buah dompet berwarna coklat berisi uang Rp 200 ribu.

Dari penggeledahan itu ditemukan 1 buah ACCU yang diletakan di bawah jok tengah. Di dalam ACCU itu terdapat 1 bungkusan plastik berukuran besar. 

"Di dalam plastik itu terdapat bubuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 25,60 gram," ucapnya. 

NW pun mengakui bahwa barang bukti tersebut miliknya. Selanjutnya barang bukti dibawa ke Polres Lombok Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (kin)

Lotim Mulai Terapkan PPKM

JUMPA PERS: Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik bersama kepolisian menggelar jumpa pers terkait pemberlakuan PPKM.

SELONG
-- Terhitung hari ini, Rabu (14/8), Pemkab Lombok Timur mulai melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di daerah itu.

Diberlakukannya PPKM ini ditandai dengan terbitnya surat edaran Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik mengatakan, pihaknya memberlakukan PPKM Darurat Imbang. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran gubernur NTB.

PPKM darurat imbang ini disebutnya mulai berlaku tanggal 14 sampai dengan 20 Juli 2020. Dari kebijakan ini setidaknya ada 15 poin ketentuan yang harus ditaati selama diterapkan.

Kata Taofik, ada perbedaan antara penerapan PPKM darurat imbang dengan apa yang diberlakukan di Kota Mataram. Perbedaan yang mencolok yakni pada akses masyarakat pada layanan publik. 

"Seperti di pusat perbelanjaan dan cafe. Jika di Kota Mataram semua fasilitas publik tidak dapat diakses lagi. Namun di Lotim tak berlaku hal serupa," ucapnya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya mengatur tentang pembatasan jumlah pengunjung dan waktu buka. Untuk pengunjung dibatasi 25 persen dan buka sampai pukul 20.00 Wita.

Pemberlakuan lainnya yakni melakukan penyekatan pada tiap pintu masuk. Seperti di Pelabuan Kayangan, Sukaraja Kecamatan Jerowaru, dan Jengggik, Terara.

Di lokasi itu nantinya akan diterapkan sistem screening dengan menempat petugas sejumlah 250 orang. Pemerikasaan itu berlaku bagi warga luar yang ingin masuk ke Lotim dengan menunjukan sertifikat vaksinasi dan hasil tes swab PCR.

Namun demikian, jika yang tak memiliki syarat tersebut pihaknya menyiapkan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan. 

"Tapi jika ada yang menolak maka tidak boleh masuk ke Lotim. Ini untuk menekan mobilitas warga, khususnya bagi warga luar Lotim," ujarnya.

Meski demikian, bagi aktivitas yang sifatnya esensial dan kritikal dapat masuk ke Lotim. Yakni seperti pengangkut logistik dan bahan konstruksi. 

Dia menjelaskan, pemberlakuan serupa juga berlaku bagi yang hendak berkunjung ke lokasi wisata. Bagi wisatawan harus menunjukan kartu telah melakukan vaksin dan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari jumlah yang biasanya.

"Bagi yang melanggar dikenakan sanksi sesuai Perda nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama dirinya menyinggung prihal pelaksanaan Idul Adha. Momentum hari besar umat Islam itu tetap boleh dilaksanakan dengan catatan menerapkan protokol kesehatan.

"Hari Raya Idul Adha boleh, tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Bila perlu dilaksanakan di lapangan terbuka," ujarnya. (kin)

Tuesday, July 13, 2021

Hilang Saat Menyelam, Wawan Ditemukan Tak Bernyawa

EVAKUASI: Mayat Wawan dievakuasi tim gabungan bersama warga sekitar.

TANJUNG
-- Sehari pasca dinyatakan hilang, Wawan akhirnya ditemukan tim gabungan TNI, polisi dan SAR.

Pemuda berusia 20 tahun yang beralamat di Dusun Gili Trawangan Lombok Utara itu dinyatakan hilang sejak Senin (12/7) kemarin. Ia hilang kala menyelam di perairan Utara Gili Trawangan (Shark Point).

Lokasi ini berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Lombok Utara, IPDA Mulyadi membenarkan telah ditemukan korban yang hilang. Mayat Wawan ditemukan Selasa (13/7).

Dari keterangan saksi mata, Wawan sebelumnya pergi untuk memanah ikan. Namun pada saat sudah berada di tengah laut saksi dan korban berpisah mencari ikan.

Setelah beberapa jam kemudian, saksi khawatir akan keselamatan Wawan yang tidak kunjung pulang. Ia akhirnya melaporkan peristiwa itu ke pihak keluarga dan diteruskan ke kantor polisi terdekat untuk dilakukan pencarian.

Selanjutnya setelah mayat korban ditemukan oleh tim gabungan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. (jl)

Tidak Laksanakan Kurban, Ini Alasan Baznas Lotim

Abdul Hayyi

SELONG
-- Tahun ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur tidak melaksanakan kurban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selalu tampil memfasilitasi masyarakat untuk berkurban. 

"Baznas tidak ada menyalurkan hewan kurban," ucap Sekertaris Baznas Lotim, Abdul Hayi, Rabu (14/7).

Dia menjelaskan, keterlambatan mendapat informasi dari Baznas pusat merupakan hal utama kendala rekrutmen penyaluran kurban dari masyarakat. Selain itu, ia menilai penyaluran hewan kurban tidak terlalu mendesak bagi Baznas. 

Hal itu, terangnya, karena masyarakat dianggap sudah memiliki kesadaran diri yang cukup tinggi terhadap kurban.

Hayi juga menyebut ada hal yang lebih krusial dari penyaluran hewan kurban yang harus dikejar. Target yang diberikan pimpinan daerah disebutnya lebih krusial dibanding hewan kurban. 

Ia menyebut, target sebesar Rp 25 miliar diberikan kepadanya. Angka tersebut bukanlah jumlah kecil dalam hal pengumpulan zakat. 

Karena itu, pihaknya memilih fokus dalam program pengumpulan zakat untuk mengejar target tersebut.

"Untuk tahun ini, karena target Baznas cukup tinggi maka kota fokus pada pengumpulan zakat,'' ucapnya.

Lebih lanjut, Hayi mengungkapkan imbauan menggalang kurban memang sudah diberikan oleh Baznas pusat. Namun begitu, alasan keterlambatan informasi dan hal krusial tersebut menjadi kendala. 

Meski demikian, Baznas Lotim telah melakukan sosialisasi pengumpulan zakat melalui sosial media Baznas Lotim. Namun, hingga saat ini belum ada masyarakat yang menyalurkan kurbannya.

Dia berharap, tahun depan Baznas Lotim dapat melakukan penggalangan hewan kurban. Hal itu dipastikan sembari menunggu kondisi normal dari pandemi. 

"Kita menunggu kondisi normal daripada kita tidak maksimal," ungkapnya. (hs)

Ingat! Pemotongan Hewan Kurban Harus Terapkan Prokes

Hultatang

SELONG
-- Hari Raya Idhul Adha seminggu lagi. Seiring itu, banyak masyarakat bakal memotong hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Lombok Timur, Hultatang mengingatkan, pentingnya penerapan prokes saat pemotongan hewan kurban. Hal itu dinilai penting untuk menjaga diri dari penularan covid-19.

Ia mengingatkan potensi kerumunan setiap saat pemotongan hewan kurban. Kerumunan disebabkan lantaran masyarakat menyaksikan pemotongan hewan kurban.

"Ini yang kerap kali menjadi potensi kerumunan dan tidak bisa dibendung," ucapnya, Selasa (13/7).

Ia pun mengimbau panitia kurban di setiap lokasi pemotongan hewan agar menyediakan APD berupa masker. Hal itu untuk meminimalisir penularan wabah covid-19.

Untuk memaksimalkan imbauan tersebut, Hultatang mengaku akan melakukan edukasi di beberapa titik yang biasanya dilakukan pemotongan hewan kurban. Salah satunya di masjid Attaqwa Pancor Lombok Timur. 

Kegiatan tersebut, jelasnya, selain sosialisasi bahaya covid, juga akan disosialisasikan pentingnya kesehatan hewan yang akan dipotongnya.

Hultatang mengaku telah mempercayakan kepada UPT peternakan tingkat kecamatan mengecek kesehatan hewan kurban. Hal itu untuk memastikan hewan kurban yang dipotong masyarakat benar-benar sehat.

Tidak sampai di sana, kata Hutatang, setelah dilakukan pemotongan, hewan kurban akan diperiksa kembali kesehatan organ dalam agar layak konsumsi. 

Menurut pengalaman sebelumnya, pada organ dalam hewan biasanya terdapat cacing. Pada bagian itu nantinya akan dipotong dan dibuang guna menghindari penyakit.

"Setelah dipotong nantinya kita cek kembali kesehatannya (posmortem)," singkatnya. (hs)

Monday, July 12, 2021

Keren! Lotim Punya Spot Kite Surfing Terbaik Indonesia

KOORDINASI: Pengurus BPPD Lombok Timur kala berkoordinasi dengan CEO Play Ground, Samuel beberapa waktu lalu terkait festival Kite Surfing.

SELONG
-- Siapa sangka jika Lombok Timur memiliki kite surfing terbaik di Indonesia. Pengakuan ini datang dari CEO Play Ground, Samuel.

Sosok yang diketahui sebagai kite surfer profesional Eropa ini melontarkan itu dalam rapat koordinasi bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur.

Rencananya, kite surfer ini bakal diadakan di pantai Kaliantan dan Pantai Ekas. Dari koordinasi itu diketahui rencana tersebut bakal terselenggara pada Juni-Juli 2022 mendatang.

Ketua BPPD Lotim, Muhammad Nursandi menerangkan, Samuel merupakan seorang kite surfer profesional kelahiran Italia. Sosok ini belakangan tinggal di Prancis.

‘’Kami sudah mulai berkoordinasi sejak pekan lalu, dan masih terus-menerus berkoordinasi dengan CEO Play Ground,’’ kata Nursandi, Senin (12/7).

Sementara itu, anggota BPPD Lotim Busran Ekamayadi mengatakan, kompetisi kite surfing internasional akan dilaksanakan di Kaliantan dan Ekas pada Juni-Juli tahun 2022 nanti. 

‘’Pra kegiatan dimulai bulan Agustus ini, yaitu festival kite surfing secara virtual bagi pengunjung," ucapnya.

Gelaran ini dilaksanakan virtual mengingat protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang harus berjalan.

Ia juga membeberkan ihwal ketertarikan CEO Play Ground melaksanakan kegiatan ini di Kalimantan dan Ekas. Kedua pantai itu disebutnya mempunyai spot wisata olahraga kite surfing terbaik di Indonesia. 

Di daerah ini disebutnya memiliki kecepatan angin sampai 27 knot. Spesifikasi ini diklaim tidak dimiliki oleh destinasi wisata pantai daerah lainnya.

Kegiatan tersebut bakal digandeng dengan sejumlah kompetisi seperti High Jumping dan Trick Jumping, Twin Tip Race . Kegiatan ini bisa dilakukan sampai 16 orang dalam 1 grup layaknya MotoGP.   

Dari perbedaan dan posisi segmen pasar premium yang dimiliki oleh pesisir selatan Lombok Timur ini, dinilai sangat layak diajukan sebagai event nasional. 

Karena itu, BPPD Lombok Timur dengan Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Timur serta organisasi kepariwisataan lainnya sepakat menyiapkan berkas pengajuan event ini ke level pusat.

‘’Pantai Kaliantan nantinya tidak hanya dijadikan sebagai ruang pelaksanaan adat tradisi Bau Nyale semata, tetapi kita berharap event-event yang akan dilaksanakan ke depan akan menghidupkan berbagai sektor ekonomi," tandasnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567