Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Lombok Barat. Show all posts
Showing posts with label Lombok Barat. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Bukit Batu Gendang, Sensasi Halimun dan Matahari Terbit Dalam Satu Waktu

MENAWAN: Pemandangan hijau menawan terhampar lewat salah satu spot view di Bukit Batu Gendang.

GERUNG
-- Pernah dengar nama Bukit Batu Gendang? Bukit yang satu ini berada Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Bukit yang satu ini tercatat sebagai salah satu destinasi terdekat dari ibukota Lombok Barat, Gerung. Hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk sampai ke destinasi ini dari pusat pemerintahan Lombok Barat tersebut.

Disini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam Gunung Sasak dengan yang hijau terhampar. Selain itu juga ada lembah dan perbukitan serta persawahan yang menjadi daya tarik spot wisata ini.

Di spot wisata ini juga tersedia homestay dan vila. Fasilitas ini disediakan bagi para pengunjung yang ingin bermalam dan merasakan dinginnya suasana pegunungan.

Untuk ke lokasi wisata ini, pengunjung bisa melalui beberapa jalur. Pengunjung yang tiba dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bisa langsung mengikuti jalur ke Lobar-Mataram. Setiba di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, ambil jalur kanan langsung menuju lokasi.

Bisa juga melalui jalur Kantor Bupati Lombok Barat. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Aik Ampat terus ke Tempos. 

Alternatif akses jalan yang lumayan bagus bagi penghobi sepeda, bisa melalui jalur Jembatan Gantung Lembar. Setelah itu bisa menuju Giri Tembesi menelusuri jalan aspal mulus sepajang 2 atau 3 kilometer. 

"Jalan ini melewati persawahan warga yang bisa memanjakan mata pengunjung," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam, Jum'at (17/7), di sela-sela kegiatan bersih-bersih di destinasi ini.

Tak hanya persawahan, pengunjung bisa mengetes adrenalin melalui jalur menanjak perbukitan menuju lokasi. Jalur ini sudah pasti bakal memanjakan pandangan dengan keindahannya.

Setelah melewati rute itu, pengunjung bakal tiba di daerah dataran rendah. Di sini, pengunjung kembali disuguhkan persawahan warga yang hijau menghampar.

Pengunjung dari Lombok Tengah juga mudah ke lokasi wisata ini lantaran lokasinya dekat dengan perbatasan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani mengatakan, ada sensasi yang belum banyak diketahui khalayak di destinasi ini. Sensasi itu berupa halimun dan keindahan matahari terbit di pagi hari.

Biasanya pada waktu pagi, bukit ini akan diselimuti halimun atau kabut. Perlahan sembari menanti matahari terbit menyingsing, kabut akan pergi saat disapu sinar bola api itu.

"Pemandangannya sangat luar biasa saat pagi. Ini pemandangan yang mewah," ucapnya.

Sebenarnya bukan saja pada saat pagi hari. Di tempat ini pengunjung juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam. 

Pemandangan senja di tempat ini disebutnya tak kalah menawan dibanding pagi hari. Tak heran jika di destinasi ini disebutnya ada magis halimun dan bola api sekaligus yang bisa dinikmati.

Sedianya destinasi ini dirintis sejak 2019 lalu. Destinasi ini dirintis oleh pemerintah desa bersama Pokdarwis dan warga.

Saat awal dirintis, semua elemen ini bahu-membahu menata kawasan itu dengan menyiapkan jalur tracking dan spot swafoto.

Kawasan wisata ini sangat ramai dikunjungi. Di akhir pekan, pengunjung yang datang antara 300-400 orang.

Sejak destinasi ini dibuka, pengunjung terus berdatangan. Mereka tidak saja dari Lombok Barat, tapi juga dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan keberadaan destinasi ini. Destinasi ini disebutnya sebagai salah satu aset yang bisa mendatangkan pendapatan bagi desa.

"Untuk saat ini, kita hanya tarik tarif parkir untuk kendaraan yang menuju lokasi," ucapnya.

Saat ini ada beberapa spot swafoto yang ada di lokasi ini. Di Bukit Batu Gendang ada 10 berugak. Fasilitas ini tentunya selain homestay, vila dan spot swafoto. (jl)

Thursday, July 15, 2021

1000 Lampion Terbang Bakal Hipnotis Malam Akhir Pekan di Gunung Jae, Kapan?

INDAH: Beginilah keindahan pemandangan yang tersaji di destinasi wisata Gunung Jae.

GERUNG
-- Bayangkan seribu lampion beterbangan di udara menghiasi malam akhir pekan Anda. Indah bukan?

Pemandangan itulah yang bakal disajikan di arena camping ground destinasi wisata Gunung Jae, Desa Sedau Kecamatan Narmada Lombok Barat. Pemandangan itu bakal tersaji di bulan Agustus nanti.

"Rencana kegiatan ini akan kita gelar Agustus nanti. Tapi secara spesifik waktu pelaksanaan masih sedang dikoordinasikan bersama pihak desa," ucap Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani, Jum'at (16/7).

Kegigihan Desa Sedau mempromosikan Gunung Jae sebagai destinasi wisata, ucap Dani (penggilan akrabnya, Red), patut diacungi jempol. Desa yang mengandalkan pemandangan muara sungai ini tak henti-hentinya berinovasi menggaet pengunjung.

Dalam malam akhir pekan itu, jelasnya, camping ground tersebut melibatkan komunitas mobil off road. Ada juga para pengusaha agen travel.

1000 lampion terbang di udara disebutnya sebagai pemandangan langka. Terlebih lokasi kegiatan ini berada di destinasi wisata.

Berada di Gunung Jae, jelasnya, pemandangan ini bakal tampak lebih semarak. Terlebih di lokasi itu merupakan muara sungai berbentuk danau yang minim penerangan.

Praktis, minimnya penerangan bakal membuat cahaya yang keluar dari lampion-lampion itu bakal terlihat istimewa.

Bukan hanya seremoni itu yang bakal digelar. Hal esensial dari camping ground itu yakni kehadiran para pengusaha travel agent.

"Ada sekitar 2 bus pengusaha travel agent yang akan hadir juga di sana," ucapnya.

Kehadiran para travel agent ini disebutnya sebagai bagian dari konsolidasi kepariwisataan di Lombok Barat. Rencananya mereka akan dipertemukan dengan pihak manajemen hotel-hotel yang ada di Lobar.

Pertemuan antaran travel agent dan manajemen hotel diniatkan untuk menyamakan persepsi soal paket harga. Mengingat sejauh ini ada kesenjangan harga yang berlaku di sejumlah daerah dengan di Lombok Barat.

"Kita kan berbeda. Di Lobar, khususnya di Senggigi tidak saja jual kamar, tapi juga resort dan pemandangan alam. Ini yang perlu dikomunikasikan," terangnya.

Tak hanya itu, keterlibatan para pengusaha travel agent ini juga tidak lain untuk berbagi kiat selama pandemi. Mengingat ada sejumlah perusahaan travel agent yang masih beroperasi saat pandemi.

Bagi Dhani, kemampuan adaptif pengusaha travel ini beroperasi saat pandemi sangat luar biasa. Pengalaman mereka setidaknya bisa ditularkan sebagai pemantik motivasi bagi pelaku usaha yang lain.

Kendati melibatkan para pengusaha travel agent, mereka dipastikan akan diinapkan di tempat berbeda. Para pengusaha bakal menginap di sejumlah homestay di Desa Suranadi.

Tujuannya, kata Dhani, untuk mengikis kesan buruk terhadap homestay yang ada di desa itu. Selama ini, homestay yang ada di Suranadi kerap diidentikkan sebagai titik hitam rawan tempat maksiat.

Terpisah, Kades Sedau Amir Syarifuddin mengatakan, finalisasi rencana ini masih terus dikoordinasikan dengan Dispar Lombok Barat. Yang jelas, segala urusan teknis penyelenggaraan kegiatan dilimpahkan ke Bumdes dan Pokdarwis setempat.

"Termasuk berapa jumlah tenda yang bakal disiapkan. Semuanya kita limpahkan pada Bumdes dan Pokdarwis," tandasnya. (jl)

Wednesday, July 7, 2021

Demi Keamanan Destinasi, Balawista Lombok Barat Dapat Pelatihan

PRAKTEK: Anggota Balawista Lombok Barat ketika praktikum langkah penyelamatan bagi wisatawan yang tenggelam.

GERUNG
-- Untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan kegiatan pelatihan. 

Kegiatan kali ini dikhususkan bagi Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang ada di daerah ini.

Balawista sendiri dibutuhkan untuk melindungi, mengawasi, dan menyelamatkan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata bahari dan tirta yang ada di Lobar.

“Pelatihan ini saya kira sangat strategis dan akan sangat membantu kondisi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Lombok Barat," kata Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Rabu (7/7), di Montana Premiere Senggigi.

Lontaran itu disampaikan mengingat banyak sekali destinasi wisata di Lombok Barat yang memang sengaja mengedepankan wisata pantai.

Fauzan tak lupa melontarkan kebanggaannya terhadap para Balawista. Ia mengaku bangga lantaran mereka berasal dari masyarakat dan Pokdarwis.

Fauzan berharap melalui pelatihan ini, para Balawista memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap keselamatan para wisatawan.

Senada, Kepala Dispar Lobar Saipul Ahkam, juga mengungkapkan pentingnya pelatihan pemandu wisata alam Balawista ini.

Seperti diketahui, Lobar mempunyai banyak sekali objek wisata bahari dan tirta yang tersebar hampir di semua kecamatan yang ada. Maka untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada para wisatawan saat berkunjung, pelatihan Balawista ini sangat diperlukan bagi masyarakat maupun perangkat pemerintah yang ada di kawasan wisata tersebut.

“Kita punya lebih dari 30 spot pantai di Kabupaten Lombok Barat. Alhamdulillah kita disupport oleh teman-teman Pokdarwis yang menghadirkan kepada kita rekan-rekan yang siap membantu kita menjadi volunteer di tempat-tempat wisata pantai,” ucap Ahkam.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan dilatih bagaimana melakukan mitigasi. Mulai dari melakukan pemetaan pantai yang aman, lokasi yang aman, kemudian sampai ke tahap penyelamatan bila terjadi kecelakaan.

Tercatat 45 orang dari hampir semua destinasi wisata bahari yang ada di Lobar hadir menghadiri pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan hingga empat hari ke depan ini.

Di hari pertama pelatihan, narasumber dari Tim Basarnas NTB dan Tim Central Diving Indonesia memberikan materi tentang tindakan pertolongan pertama pada korban sampai ke proses eksekusi penyelamatan korban kecelakaan pada medan air. Selain itu juga ada materi tentang pengenalan biota laut berbahaya serta green tourism. 

Selanjutnya di hari ke-2, pelatihan dilanjutkan dengan praktek penyelamatan korban kecelakaan di kolam. Di hari ke-3 dan ke-4 akan dilanjutkan dengan praktek penyelamatan korban kecelakaan di laut. (jl)

Monday, July 5, 2021

Setelah Hotel, Giliran Tempat Hiburan Divaksin

VAKSIN: Para pelaku bisnis hiburan di kawasan Senggigi diberikan vaksin.

GERUNG
-- Upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akibat pandemi Covid-19 terus digencarkan. Salah satu caranya dengan vaksinasi pelaku pariwisata.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sendiri sejak Maret lalu, pemerintah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat sudah memvaksin sekitar 1.800-an pelaku pariwisata.

Dengan begitu sejumlah hotel yang ada di Lobar telah dinyatakan 100 persen pegawainya telah tervaksin.

Melanjutkan misi menuju 100 persen pelaku parekraf tervaksinasi, Senin (5/7) siang tadi Dispar bersama Dinas Kesehatan menggelar kegiatan vaksinasi. Kegiatan itu dilaksanakan di Metropolis Club & Karaoke Senggigi.

Tercatat ada 196 orang karyawan dari enam tempat hiburan yang ada di Senggigi mengikuti vaksinasi. Keenam tempat hiburan itu yakni Metropolis, Star Cafe, New Surya, Sahara, Paragon, dan Marina Cafe.

“Saat ini kita mengejar kepada yang relatif mendapat kunjungan ramai dan Alhamdulillah pada hari ini dapat kita kejar dan seratus persen beberapa cafe besar,” terang Kepala Dispar Lobar, Saiful Ahkam.

Untuk tempat hiburan yang relatif kecil, Ahkam mengaku masih sedang mencari skema, waktu serta ketersediaan vaksin.

“Kalau vaksin tersedia dan para vaksinator ini tidak diberikan beban lagi untuk menyasar sasaran yang lain, kita akan sasar agar bisa seratus persen keseluruhan di kawasan Senggigi,” katanya.

Walaupun daerah pariwisata di Senggigi yang cakupan areanya sudah tervaksinasi mendekati seratus persen, Ahkam mengakui masih mempunyai pekerjaan rumah vaksinasi yang segera harus diselesaikan.

“Artinya memang masih ada PR kita di cafe-cafe kecil, kemudian di hotel-hotel yang relatif belum beroperasi," ucapnya.

Cafe-cafe kecil dan hotel yang belum beroperasi ini diharap segera mendaftarkan para pegawai dan keluarganya untuk vaksin. Pihaknya siap memfasilitasi hal tersebut.

Program vaksinasi untuk parekraf ini juga mendapat apresiasi dari Fransiscus selaku Manager Metropolis Club & Karaoke.

“Kami dari pengusaha jasa hiburan mengucapkan terima kasih untuk support dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan teman-teman kepolisian, TNI dan aparatur terkait dengan terlaksananya vaksinasi hari ini, tujuan kita baik, terutama dengan pandemi yang lagi luar biasa PPKM Jawa-Bali,” ucap Frans.

Ia berharap dengan gencarnya program vaksinasi untuk parekraf ini, Lombok, khususnya Lombok Barat tidak harus memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang diberlakukan di Jawa dan Bali. 

Hal itu menurutnya dapat  mempersulit pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

“Harapan kita selanjutnya adalah semoga dengan adanya garansi vaksinasi ini, bisa menepis segala keraguan bahwa memang kita sudah layak dan pantas untuk bekerja dengan standarisasi yang sudah ditentukan,” tegas Frans. (jl)

Friday, July 2, 2021

Clean Up Senggigi, Kebersihan Harus Jadi Kesadaran Universal

CLEAN UP: Para relawan aksi bersih-bersih Dispar Lombok Barat di destinasi wisata tampak sedang memungut sampah di Pantai Senggigi.

GERUNG
-- Seolah tak bosan menunjukkan konsistensi, Dinas Pariwisata Lombok Barat kembali menggelar aksi bersih-bersih.

Kali ini, aksi yang sama dengan sebelumnya dikemas dengan sedikit berbeda. Jajaran Dispar bergabung dalam kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata Senggigi yang dinamakan Senggigi Clean Up.

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup bersama Lombok Ocean Care (LOC). Berpartisipasi dalam kegiatan itu sejumlah perangkat daerah Pemkab Lobar dan beberapa komunitas.

Beberapa komunitas yang terlibat seperti Rotary Club Mataram Lombok, Lombok Box dan Velo Girls. Ada juga Green Valley Community, Portir Indonesia Internasional, BEM Universitas Mataram (UNRAM) dan Pokdarwis Pesona Senggigi. 

Tidak hanya komunitas, perwakilan Putri Indonesia NTB juga turut serta dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita, Jumat (2/7), pagi tadi. 

Kepala Dispar Lobar Saiful Ahkam sangat mengapresiasi antusias banyak pihak dalam Senggigi Cleanup kali ini. 

Menurutnya, aksi ini membuktikan bahwa kesadaran tentang kebersihan telah menjadi kebutuhan banyak pihak. Kesadaran ini bukan hanya satu atau dua pihak terkait saja.

“Isu tentang kebersihan, isu tentang keindahan tidak menjadi kesadaran yang sifatnya parsial lagi, tapi sudah menjadi kesadaran yang universal," ujarnya.

Ia berharap lewat kegiatan ini tidak saja demi pariwisata. Lebih dari itu, untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Baiq Indah dari Rotary Club Mataram saat ditemui di tengah aksi bersih-bersih juga menaruh harapan yang sama agar kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin. Dengan begitu, kesadaran dari semua pihak mampu terbangun.

"Pada akhirnya mewujudkan suatu daerah dengan lingkungan yang bersih, indah dan mampu memberikan kenangan," ucapnya.

Secara kebetulan, lanjutnya, Rotary juga mempunyai konsen dan area fokus tentang lingkungan hidup. Tak heran jika kegiatan ini dianggap sangat positif.

Ia berharap kepariwisataan Lobar yang sedang berusaha bangkit di tengah pandemi Covid-19 bisa secepatnya pulih. Terlebih dengan adanya semangat yang kuat serta kerjasama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah yang ada. (jl)

Wednesday, June 30, 2021

Ini Komitmen Dispar Lobar dan Pelaku Industri Pariwisata

DISKUSI: Kepala Dispar Lombok Barat H Saiful Ahkam saat berdiskusi bersama para pelaku industri pariwisata, Senin (28/6) lalu.

GERUNG
-- Dinas Pariwisata Lombok Barat bersama sejumlah pelaku industri pariwisata di daerah itu berkomitmen saling bersinergi. Komitmen ini tidak lain untuk membangun kembali pariwisata di Lombok Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saiful Ahkam mengatakan, membangun pariwisata dalam kondisi pandemi Covid-19 tidak cukup hanya dengan menggandeng atau melibatkan sejumlah pihak saja. Perlu keterlibatan secara menyeluruh dari setiap aspek yang ada.

Semua aspek itu meliputi masyarakat, pelaku wisata hingga aspek industri seperti hotel dan akomodasi lainnya.

“Salah satu aspek hulu dan sangat penting dalam industri kepariwisataan adalah agen perjalanan yang merupakan ujung tombak dalam mempromosikan kepariwisataan suatu daerah,” katanya, Senin (28/6) lalu.

Lontaran ini disampaikan Ahkam dalam pertemuan diskusi bersama para pelaku pariwisata di bidang perhotelan dan travel agen. Pertemuan itu terselenggara di Supermarket Oleh-oleh Sasaku Senggigi, Batulayar Lombok Barat.

Gathering travel dan hotel ini, lanjut Ahkam, pihaknya ingin mendapat masukan banyak terkait bagaimana sebenarnya membangun sinergi kepariwisataan, khusunya di Lombok Barat.

Selain itu, juga agar kepariwisataan dapat berimbas tidak hanya ke destinasi atau tujuan wisata saja. Melainkan juga berdampak pada sektor akomodasi.

Ahkam berharap, melalui pertemuan yang akan digelar secara rutin ini nantinya mampu menghasilkan kesepahaman tentang pembangunan kepariwisataan berkelanjutan.

“Itulah kenapa kita memfasilitasi mereka bertemu. Tujuan lainnya juga agar teman-teman travel agen tidak hanya menjadikan kawasan Senggigi secara khusus hanya sebagai destinasi, tetapi untuk menjadi tempat untuk stay,” ujarnya. (jl)

Nenek Ini Kecanduan Sabu, Nekat Curi Sepeda Motor

DIRINGKUS: Akibat kecanduan sabu, nenek ESW diringkus setelah mencuri sepeda motor.

GERUNG
-- Ada-ada saja ulah seorang nenek berinisial ESW. Lantaran tak punya uang, ia nekat mencuri sepeda motor.

Aksi nenek berusia 50 tahun ini terjadi di perumahan Gunungsari Indah, Lombok Barat. Ia menjalankan aksinya Minggu (20/6) lalu.

Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana mengatakan, modus ESW saat mencuri sepeda motor dengan berpura-pura bertamu.

Setiba di rumah korban, nenek asal Sumbawa itu sempat memanggil. Namun, tidak ada balasan sahutan.

”Karena rumah sepi dijadikan kesempatan bagi ESW mencuri,” ujarnya, Rabu (30/6).

ESW lalu masuk ke rumah. Ia mengambil kunci sepeda motor yang diletakkan di meja ruang tamu. 

Nenek ini mengambil sepeda motor yang disimpan di garasi dalam keadaan terkunci stang.

Ihwal pencurian perempuan bau tanah ini pertama kali diketahui anak korban. Ia menyadari sepeda motor sudah tidak ada di garasi, lalu melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Polisi melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV ternyata pelakunya adalah ESW. Nenek ini diringkus di rumahnya, BTN Griya Asri, Senteluk, Batulayar. 

Dari hasil interogasi, sepeda motor yang dicurinya digadai ke temannya, berinisial M. Sepeda motor itu digadai dengan harga Rp 2,5 juta.

Barang bukti sepeda motor merek Mio J yang dikuasai M sudah disita. M juga diamankan karena bertindak sebagai penadah.

Eka mengatakan, dari pengakuan ESW uang hasil gadai digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu juga digunakan untuk membeli sabu dan mengirimkan uang pacarnya. 

”Uang hasil gadai sudah habis digunakan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, nenek ESW dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 

Sementara M dijerat pasal 480 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara.

Terpisah, ESW mengaku tidak ada niat mencuri. Tujuannya, hanya meminjam.

”Saya tidak mencuri. Sepeda motor itu saya pinjam,” kelit ESW.

Saat dipertegas mengenai sepeda motor digadai, ESW tidak bisa memberikan alasan. Ia berdalih tidak ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (jl)

Sunday, June 27, 2021

Seribu Vaksin Kembali Disiapkan untuk Warga Senggigi

VAKSINASI: Warga dan pelaku usaha wisata di kawasan Senggigi diberikan vaksin Covid-19.

GERUNG
-- Dalam rangka giat HUT Bhayangkara yang ke-75, Polres Lombok Barat (Lobar) mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Kegiatan dilakukan untuk menggenjot percepatan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia ini digelar di sejumlah tempat dan puskesmas yang ada di Lobar.

Dengan syarat berusia 18 tahun ke atas dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan vaksinasi gratis di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

"Yang umur 18 plus, bisa langsung datang ke puskesmas terdekat, atau tempat-tempat lain yang sudah ditentukan. Cukup dengan menunjukkan KTP atau KK saja itu sudah bisa langsung divaksin. Kebetulan untuk wilayah Senggigi dipusatkan di sini," terang Kapolsek Senggigi, Priyo Suhartono saat ditemui di tengah kegiatan vaksinasi yang berlokasi di Aruna Sea View Senggigi, Batu Layar, Lobar, Sabtu (26/6).

Dijelaskan Priyo, khusus untuk di wilayah Senggigi saja, pihaknya sudah menyiapkan 1.000 vaksin.

Selain di Aruna Sea View Senggigi, titik vaksinasi massal di Lobar juga tersebar di beberapa tempat seperti Pos Polisi Bundaran Giri Menang Square Gerung, Pelabuhan Lembar, dan Puskesmas Gerung. 

Berikutnya juga di Puskesmas Perampuan, Puskesmas Labuapi, Puskesmas Sekotong, Puskesmas Kuripan, Puskesmas Narmada, Puskesmas Lingsar dan Puskesmas Gunungsari.

"Buat masyarakat Senggigi sendiri yang notabene kawasan wisata yang selalu dikunjungi banyak orang, ini bisa menjadi jaminan secara tidak langsung bagi para pengunjung untuk memberikan rasa aman terhadap penularan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar Saidul Ahkam mengaku sangat mengapresiasi dukungan Polres Lobar yang menjadi inisiator vaksinasi kali ini. Hingga hari ini, tercatat sudah lebih dari 1.800 pelaku pariwisata di Lobar sudah tervaksin.

Dengan begitu sudah ada tiga hotel yang berhasil memenuhi target 100 persen angka pegawai yang sudah tervaksinasi tahap 2. Yakni ada hotel Aruna Senggigi Resort and Convention, Coconut Boutique Resort, dan Jeeva Santai Villas.

Sedangkan 11 hotel yang angka pegawainya sudah tervaksin 100 persen pada tahap 1, yakni The Jayakarta Lombok, Sheraton Senggigi Beach Resort, Kila Senggigi Beach Lombok dan Puri Saron Senggigi.

Berikutnya Svarga Resort Lombok, Puri Mas Resort Lombok, Holiday Resort Lombok, Montana Premier Senggigi, Puri Bunga Senggigi, Grand Senggigi Hotel, dan Cocotinos Hotel and Resort di Sekotong.

Ahkam berharap, hotel-hotel lain yang masih beroperasi di Lobar dapat tervaksin seluruhnya.

Vaksinasi ini akan sangat mendukung upaya kita memulihkan ekonomi secara khusus di kepariwisataan di era new normal. Ia berharap dengan vaksin dan prokes yang ketat, kredibilitas para pelaku usaha akan semakin terekspose sehingga menjadi materi promosi penting buat pariwisata. (jl)

Friday, June 25, 2021

Giliran Aik Nyet Jadi Lokasi Bersih-bersih Dispar Lobar

Wisata Aik Nyet

GERUNG
-- Seperti pekan sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan kegiatan bersih-bersih tempat wisata. Kali ini kegiatan dipusatkan di Kawasan Wisata Alam Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada. 

Kegiatan mingguan Dispar Lombok Barat ini ramai diikuti oleh masyarakat setempat dan lembaga desa yang ada.

Kegiatan ini selain sebagai sarana edukasi juga bisa digunakan untuk promosi destinasi wisata yang ada di Lobar.

Hal tersebut disampaikan Kadispar Lobar, H Saiful Ahkam di tengah-tengah kegiatan bersih-bersih.

"Insyaallah kita akan keliling ke destinasi wisata lainnya. Tentu diharapkan sebagai edukasi, bisa juga jadi sarana promosi destinasi wisata kita. Bayangkan saja setiap orang yang ikut kegiatan nanti share foto mereka di sosmed, itu jadi promosi sederhana tapi bisa menjangkau luas," kata Ahkam," ucapnya, Jum'at (25/6).

Wisata alam Aik Nyet merupakan destinasi wisata berupa pemandian umum yang airnya langsung dari sumber mata air yang terletak di hutan Narmada, Lombok Barat.

Sejak puluhan tahun lalu, Aik Nyet sudah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan maupun masyarakat Lombok pada umumnya.

"Dari sejak saya kecil Aik Nyet ini sudah ada, itu sekitar tahun 70an. Namun sejak 2015 mengalami penataan oleh Dispar NTB, dan Alhamdulillah selalu ramai sampai sekarang," tutur Kepala Desa Buwun Sejati, Muhidin.

Destinasi ini tak hanya kolam pemandian umum dan alam yang sudah tidak diragukan lagi keindahan dan keasriannya. Destinasi wisata ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti berugak-berugak di pinggir pemandian. 

Fasilitas seperti berugak ini cocok sekali sebagai tempat berkumpul dengan sanak keluarga sambil menikmati sajian kuliner. Destinasi memiliki luas sekitar 10 hektare.

Di sejumlah sudut kawasan pemandian ini juga dihiasi dengan wahana-wahana swafoto. Obyek swafoto ini dipastikan sanggup memanjakan mata.

Terlebih lagi akses menuju lokasi pemandian Aik Nyet ini bisa dikatakan sudah sangat bagus. Tidak ada lagi jalan tanah berbatu sepanjang jalan menuju lokasi.

"Selain kolam pemandian ini, kita juga ada homestay yang sudah kita bangun, di atas juga ada camping ground," kata Muhidin.

"Alhamdulillah masyarakat sadar dan punya peran penting dalam membangun dan pemeliharaan pariwisata di Buwun Sejati khususnya di Aik Nyet ini. Seperti hari ini kita lihat sendiri jika ada kegiatan gotong royong sepeti ini mereka sambut dengan baik," tandasnya. (jl)

Destinasi Gunung Jae Bakal Ditata Pemkab Lobar

DISKUSI: Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait penataan Gunung Jae.

GERUNG
-- Pemkab Lobar akan melakukan pengembangan dan penataan kawasan wisata Gunung Jae yang berada di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. 

Penataan ini melalui hibah khusus yang dianggarkan pemerintah pusat. Dimana lewat hibah itu Lobar akan dibuatkan akses jalan yang berkualitas. 

Hal itu dikatakan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat meninjau objek wisata Gunung Jae, Kamis (24/6).

“Akses jalan sudah menjadi prioritas. Lombok Barat Insyaallah Juli ini ada kepastian kapan akan dilaksanakan," ucapnya.

Sumber dana penataan kawasan ini disebutnya berasal dari APBN. Jalan akan dibangun sepanjang Sesaot menuju Gunung Jae.

Untuk pengembangan, rencananya akan diusulkan ke sejumlah lembaga kementerian. Sebut saja seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian PUTR, dan Kementerian Desa.

Selain dari dana pusat, pengembangan kawasan wisata nantinya juga akan dianggarkan lewat APBD. Ini mengemuka dalam diskusi bersama OPD terkait.

Lewat APBD itu sejumlah sarana akan dibangun. Seperti pengadaan pipa yang nanti bisa melalui swakelola, listrik dan yang lainnya.

"Tidak ada anggaran khusus, makanya nanti kita upayakan pendanaan dari berbagai sumber, " tegasnya.

Wisata alam Gunung Jae sendiri merupakan sebuah area wisata yang sebenarnya bukanlah sebuah gunung. Kawasan ini merupakan sebuah area yang dikelilingi perbukitan dan persawahan yang mengitari sebuah muara sungai berbentuk danau kecil yang tenang, jernih dan indah. 

Danau inilah yang menjadi objek utama wisata di kawasan wisata yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Saiful Ahkam saat mendampingi bupati mengatakan, pihaknya sudah memiliki skema untuk pengembangan wisata Gunung Jae. Skema tersebut yaitu pendampingan dengan desa-desa wisata, melalui kerjasama pelaku asosiasi wisata. 

Dari 60 desa wisata yang ada telah diklaster menjadi tiga kategori. Desa wisata dengan kategori rintisan akan diutamakan untuk mendapat pendampingan bekerjasama dengan para pelaku wisata.

"Sudah ada komunikasi kita dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang akan menjadikan beberapa desa wisata di daerah kita menjadi laboratorium pendampingan," kata Ahkam.

Ahkam menambahkan, selain dengan pelaku wisata, saat ini banyak perguruan tinggi yang melakukan kuliah merdeka. Melalui KKN tematik, KKN partisipatori, dan kuliah merdeka, desa-desa ini bisa menjadi sasaran kegiatan tersebut untuk mereka belajar dan bekerja.

Khusus untuk Gunung Jae, Ahkam mengatakan, target jangka pendek pemerintah agar kawasan ini semakin tertunjang oleh infrastruktur, aksesibilitas, dan amenitas yang lain.

“Jika melihat perencanaan dan masterplan dari Pemerintah Desa Sedau itu luar biasa. Tinggal bagaimana membantu dari aspek SDM-nya," ujarnya.

Tugas ini disebutnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Dari alasan itu pihaknya menggandeng asosiasi, komunitas para pelaku dalam konteks pembangunan SDM berkepanjangan dan berkelanjutan.

Desa wisata menurut Ahkam sedianya ada menjadi pelengkap dari destinasi-destinasi yang sudah ada di Lombok Barat dan NTB secara umum. Di bulan Agustus nanti, Dinas Pariwisata sedang menginisiasi parade desa wisata dengan tajuk “Pesona Lombok Barat” yang nantinya diisi atraksi setiap desa, eksibisi produk-produk ekraf, dan lainnya. (jl)

Wednesday, June 23, 2021

Tertarik Aplikasi Ayo Ke Lombok, Pemkab Bogor Belajar di Lobar

BELAJAR: Rombongan Pemkab Bogor saat belajar pariwisata di Lombok Barat.

GERUNG
-- Rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV Pemkab Bogor melakukan studi lapangan di Lombok Barat, Rabu (23/6).

Usai diterima Asisten III Setda Lombok Barat H Ilham di Aula Bupati, sebagian rombongan mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata. Rombongan diterima Kepala Dispar Saiful Ahkam didampingi Kepala Bidang Pemasaran Lalu Rifhandani dan jajaran.

Kunjungan dilanjutkan dengan diskusi seputar isu strategis dan inovasi yang dilakukan Dispar Lobar.

Usai diskusi, Dadan Nurdiansyah mewakili rombongan mengaku puas dengan hasil kunjungan tadi. Walaupun singkat, Dadan merasa ilmu yang didapat sudah cukup banyak.

"Alhamdulilah telah diterima Dispar Lombok Barat dan di sini kami banyak sekali mendapat ilmu dan pengetahuan yang berbeda dari yang lain," ucapnya.

Dadan mengaku sangat tertarik dengan aplikasi Ayo Ke Lombok. Nantinya sejumlah ilmu yang didapat bakal diaplikasikan sepulangnya dari Lombok.

Kehadiran aplikasi Ayo Ke Lombok sebagai Tourism Information Center (TIC) online ini bertujuan melayani semua pihak. Layanan itu untuk mendapat banyak informasi dan diharapkan mampu mempermudah komunikasi antar pelaku usaha pariwisata dengan stakeholder terkait. 

Selain itu, juga untuk mempermudah informasi tentang produk pariwisata yang ada di Lombok Barat. Dengan demikian, mempermudah para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan produk mereka.

Ada tiga hal yang mendasari munculnya inovasi ini. Pertama, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada stakeholder yakni para pelaku pariwisata.

Kedua, untuk memberi kemudahan bagi para pelaku pariwisata mempromosikan produk pariwisata mereka, terutama pada konteks digital marketing. 

Untuk itu, dalam kesempatan lain juga diparalelkan dengan pembangunan kapasitas SDM pariwisata. 

Ketiga, untuk memudahkan para wisatawan memperoleh informasi tentang destinasi, atraksi, amenitas akomodasi, kuliner, dan produk ekraf yang ada di Lobar.

Hingga hari ini baru ada 123 pelaku usaha jasa pariwisata dan 217 produk usaha pariwisata yang termuat dalam aplikasi Ayo Ke Lombok. Diharapakan dalam waktu dekat, seluruh pelaku usaha yang ada di Lombok Barat dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan maksimal.

Bagi pengguna Android, aplikasi Ayo Ke Lombok tersedia dan dapat diunduh di Playstore. Ke depan aplikasi ini juga akan dikembangkan untuk para pengguna iOS. (jl)

Tuesday, June 22, 2021

Hujan Terus-menerus Sebabkan Longsor di Patung Sapi Narmada

LONGSOR: Tanah dan material lainnya menutupi badan jalan di Patung Sapi Dusun Tanak Tepong, Persak, Narmada akibat longsor.

GERUNG
-- Intensitas hujan beberapa hari belakangan ini sangat rutin. Nyaris semua daerah di Lombok terus diguyur.

Buntut hujan yang intens itu rupanya menyebabkan longsor di jalan raya jalur provinsi di Jalan Ahmad Yani Tanak Tepong Desa Peresak, Kecamatan Narmada  Lombok Barat. Longsor ini tepatnya di Jalan Tanjakan Patung Sapi, Selasa (22/6).

Terpantau di lokasi, material longsor itu menimpa setengah badan jalan. Hujan yang lebat kemarin menyebabkan bertambahnya debit air pada sawah yang berada tepat di atas jalan.

Tak sanggup menahan debit air yang banyak, tanah dan talud warga yang ada di bawahnya mengalami longsor.

Akibatnya, kemacetan di ruas badan jalan sebelah barat macet. Pengendara dari arah barat menuju timur terhalang material. 

Praktis, mau tak mau, pengendara dari arah timur harus berbagi jalan dengan pengendara dari arah barat. Lalu lalang kendaraan pun dibuat melambat dan menyebabkan kemacetan.

Mengantisipasi kemacetan tersebut, anggota SPKT Polsek Narmada yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Narmada selaku Pawas Ipda Ahmad Taufik turun ke lokasi. Polisi dibantu warga sekitar mengangkat batu dan membersihkan tanah yang berserakan di jalan raya tersebut.

“Anggota sudah kami turunkan untuk mengecek langsung situasi dan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian," ucapnya.

Beruntung pada saat longsor terjadi, tidak ada korban jiwa ataupun kerugian secara materil.

Kapolsek Narmada, Kompol Nyoman Nursana mengingatkan, intensitas hujan yang cukup tinggi hendaknya membuat pengendara lebih berhati-hati. Bukan saja terhadap potensi longsor, tapi juga pohon tumbang dan bahaya lainnya. (jl)

Sunday, June 20, 2021

Pekan Ini, Dua Lokasi Wisata Dibersihkan Dispar Lobar

BERSIH: Beginilah suasana pemandangan bersih setelah aksi gotong royong yang dilakukan Dispar Lobar di Sekotong Barat.

GERUNG
-- Pekan ini, jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan aksi bersih-bersih kawasan wisata. Kali ini giliran Pantai Kuranji, Kecamatan Labuapi yang dibersihkan.

Usai melaksanakan aksi bersih-bersih, pada Jumat (18/6) lalu, pagi tadi (20/6), jajaran Dispar melaksanakan aksi bersih-bersih di sepanjang garis Pantai Dermaga Tawun Desa Sekotong Barat. 

Aksi bersih-bersih kali ini merupakan inisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sekotong Barat.

Selain jajaran Dispar Lobar dan anggota pokdarwis, kegiatan yang dimulai sejak pukul 8 pagi itu juga diikuti puluhan orang dari Pemerintah Desa Sekotong Barat. Terlibat pula para pegiat dan pengelola wisata sekitar, anggota klub sepakbola Molek FC, dan masyarakat sekitar.

"Kami merasa bangga dan termotivasi dengan keikutsertaan berbagai komunitas dalam kegiatan bersih pantai kali ini. Walaupun kami tidak pakai undangan," ungkap Ketua Pokdarwis Sekotong Barat, Yon.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan kenyamanan bagi para pengunjung di berbagai destinasi wisata yang ada di desa Sekotong Barat. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan tiap pekan oleh sekitar para anggota pokdarwis Desa Sekotong Barat di beberapa lokasi terpisah.

Komitmen anggota Pokdarwis dan Pemerintah Desa Sekotong Barat mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dispar Lobar, Saiful Ahkam. Ia berharap kegiatan semacam ini menjamur di seluruh kawasan wisata yang ada di Lobar.

"Dispar Lobar sangat mengapresiasi keterlibatan komunitas-komunitas yang ada di Sekotong pada kegiatan seperti ini. Jika Pokdarwis punya kegiatan, Dispar Lobar siap mendukung dan turun bersama-sama pada setiap kegiatan yang di adakan," ujarnya.

Bukan tanpa arti, aksi bersih-bersih kawasan wisata diharapkan mampu mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat. Edukasi ini khususnya masyarakat di kawasan wisata di Lobar agar dapat lebih peduli terhadap kebersihan. 

Di samping itu, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan diskusi pengembangan pariwisata. 

"Esensinya itu pemberdayaan dan ruang interaksi partisipatori antar pelaku dengan dinas. Gotong royong bersih-bersih, dan sesudahnya itu diskusi seputar pariwisata. Value nya di sana. Selain itu adalah untuk penguatan destinasi," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki agenda besar dalam Calendar of Event Lombok Barat tahun 2021. Khusus di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat, pemerintah melalui Dinas Pariwisata menyiapkan beberapa event, yakni Lombok Barat Adventure, dan Festival Air "The South Land Dance". Kedua event ini rencananya akan digelar pada bulan Oktober.

Festival Air sendiri rencananya akan digelar di dua lokasi. Yakni kawasan Sekotong dan Kawasan Pantai Cemare Lembar. 

Dalam event ini akan ada aneka kegiatan mulai dari bazar dan kuliner makanan laut, island family trip, fun snorkling dan diving. Ada pula aneka lomba seperti lomba mancing ngampar, lomba perahu hias, dan lainnya. 

Untuk hiburan rencananya akan dimeriahkan dengan hiburan musik tengah laut, fire dance, dan festival layang-layang.

"Sedianya 14 event kita siapkan. Namun dengan kondisi saat ini, kita harus cermat membaca situasi. Beberapa terpaksa kita batalkan akibat Covid-19 yang masih tinggi, sisanya kita harus memikirkan strategi dan pola untuk menyesuaikan dengan protokol," pungkas Ahkam. (jl)

Thursday, June 17, 2021

Residivis Ini Bobol Konter HP, Kotak Amal Juga Diembat

RINGKUS: FS diringkus setelah diketahui sebagai aktor pembobolan konter HP di Rumak.

GERUNG
-- Sebuah konter HP di kompleks pertokoan Dusun Rumak Barat Utara Desa Rumak Kecamatan Kediri Lombok Barat, dibobol maling. Alhasil barang-barang berharga di dalamnya ludes digasak.

Modus pencurian ini dengan membuka rolling door konter tersebut. Rolling door dibuka dengan menggunakan anak kunci palsu.

Kapolsek Kediri, Iptu Heri Santoso mengatakan, tersangka yang berhasil diamankan berinisial FS (19). Remaja ini merupakan warga setempat.

“FS merupakan seorang pengangguran dan residivis dalam kasus serupa, yaitu pencurian dengan pemberatan,” ungkapnya, Kamis (17/6).

Bukan hanya residivis, FS juga diduga merupakan pecandu narkoba. Dimana saat ditangkap ditemukan alat-alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba.

Lantaran dugaan ini, kepolisian bakal mengembangkan kasus ini lebih jauh.

Pembobolan konter HP ini, menimpa Zaenal (45), warga Pagesangan Barat  Kota Mataram. Aksi tersebut diberitahukan oleh pegawainya, bahwa konter HP+nya telah dibobol maling, Jumat (4/6) lalu.

“Korban sedang berada di rumahnya, ditelepon oleh pegawainya bahwa konter miliknya di Rumak Kediri telah dibobol dan segera bergegas memeriksa,” jelasnya.

Setelah diperiksa, ternyata benar  rolling door dalam keadaan sudah rusak. Dimana kunci rolling door dan etalase terdapat bekas dipotong.

“Setelah dicek, diketahui bahwa satu unit HP, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 1,8 juta, dan uang yang ada di dalam kotak amal Laz Dasi NTB dicuri oleh oleh pelaku,” bebernya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar Rp 2,8 dan melaporkan ke Polsek Kediri.

Kemudian jajaran Tim Dukep Unit Reskrim Polsek Kediri, melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan. Ini dilakukan untuk mengungkap pelaku pencurian dengan pemberatan ini.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku pencurian ini mengarah kepada FS, kemudian langsung mencari keberadaan terduga pelaku di rumah temannya, tempat biasa ia nongkrong,” imbuhnya.

Atas informasi yang berhasil dikumpulkan, Tim Dukep Polsek Kediri berhasil mengamankan FS tanpa perlawanan. Saat itu ia sedang menonton TV di sebuah rumah milik temannya, Minggu (6/6).

“FS mengakui melakukan pencurian ini pada malam hari sendirian, dengan menggunakan alat berupa kunci rolling dor palsu, dan tang besi dalam menjalankan aksinya,” ucapnya.

Berhasil membuka rolling door, FS memotong pengait gembok serta kunci etalase dengan tang besi. Ia kemudian masuk mengambil barang-barang yang ada di dalam etalase.

“Setelah berhasil mengambil barang milik korban, lalu pelaku keluar dan menutup kembali rolling door konter tersebut,” ucapnya.

Dari pengakuan FS, uang hasil pencurian tersebut digunakan membeli baju dan kebutuhan hidup sehari-hari. 

Namun dari hasil penggeledahan di rumahnya, selain ditemukan alat yang digunakan mencuri, ada juga alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu. (jl)

Giliran 300 Pelaku Usaha Divaksin di Lobar

Pelaku wisata di Lombok Barat divaksin untuk gelombang ketiga.

GERUNG
-- Demi membantu mendorong pencegahan penyebaran Covid-19 serta mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Lombok Barat (Lobar), sedikitnya 300 pelaku wisata divaksin tadi pagi, Kamis (17/6).

Vaksinasi ini kerjasama dari Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar. Mereka yang divaksin masuk dalam gelombang ketiga bagi pegawai hotel.

Vaksinasi kali ini bertempat di Sheraton Senggigi Beach Resort.

Sampai saat ini Dikes Lobar bersama Dispar Lobar telah melakukan vaksinasi kepada seribu lebih pelaku wisata. Kabar itu disampaikan Kepala Dikes Lobar Hj. Ni Made Ambaryati saat melakukan pemantauan di lokasi kegiatan.

“Selain 2.350 nakes yang sudah kami vaksinasi sejak Januari 2021, setelah itu pelayanan publik, kemudian dari pelaku wisata kami sudah bisa memvaksin 1.322 yang sudah dapat dosis ke-2," ucapnya.

Jumlah tersebut belum termasuk hari ini. Dari 300 orang peserta yang divaksin, pihaknya menyiapkan 400 dosis.

Menurutnya, pelaku wisata merupakan salah satu target prioritas untuk mendapatkan vaksinasi. Ini tidak lepas dari perannya dalam sehari-hari, yaitu bertemu dengan banyak orang dari dalam dan luar negeri.

Ia tak menampik jika semua yang mau masuk ke hotel sudah diantisipasi dengan persyaratan rapid antigen. Namun untuk pelaku perjalanan hanya berlaku dua hari saja, dan tidak ada jaminan untuk tidak terpapar.

Ia kemudian berpesan kepada semua peserta vaksinasi yang hadir agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan walaupun sudah tervaksin. Pesan ini dispaikan karena kemungkinan untuk terpapar covid-19 tetap masih ada.

Sampai saat ini, sudah ada satu hotel di Lobar yakni Aruna Senggigi Resort & Convention yang telah mencapai seratus persen angka pegawai yang sudah tervaksinasi. Direncanakan sembilan hotel lainnya dalam dua minggu ke depan akan menyusul.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Weny Kristanti mengatakan, vaksinasi kepada pelaku wisata merupakan kampanye bahwa destinasi wisata yang ada di lobar sudah siap menerima tamu. Destinasi di Lobar siap menawarkan keamanan dari kemungkinan terpapar covid-19. 

Senada, General Manager The Jayakarta Resort & Spa Lombok Cherry Abdul Hakim juga menyampaikan, vaksinasi bisa menjadi media promosi pariwisata khususnya Lobar. Dengan adanya predikat seratus persen karyawan sudah tervaksin, akan menjadi nilai plus bagi sebuah destinasi memperoleh pengunjung.

Begitu juga dengan General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Teezar Mirza. Ia menyampaikan tujuan vaksinasi  juga sebagai nilai kredibilitas suatu hotel kepada para pengunjungnya. Dengan status vaksinasi dan penerapan CHSE yang ketat di lingkungan hotel, akan memberikan jaminan tersendiri bagi para tamu yang datang.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan perhatian dan prioritas kepada para pelaku pariwisata. Ia berharap dengan adanya program vaksinasi, pemulihan pariwisata dan pemulihan ekonomi di Lobar maupun nasional bisa dipercepat. (jl)

Wednesday, June 16, 2021

Viral Berebut Lubang Tambang Emas di Sekotong, Polisi Tutup Lokasi

GARIS POLISI: Kepolisian memasang garis pembatas sebagai tanda larangan aktivitas penambangan.

GERUNG
-- Perselisihan warga berebut lubang tambang emas di Sekotong beberapa hari lalu terekam dalam sebuah video. Tak butuh waktu lama, vide itu menyebar dengan cepat.

Usut punya usut, video yang viral itu rupanya terjadi di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di tambang rakyat Bunut kantor, Dusun Makam Kendari, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong Lombok Barat. PETI ini ditutup, Selasa (15/6).

Langkah penutupan PETI ini bukan tanpa alasan. Saat kericuhan menyeruak, sekitar ratusan warga mengerubungi lokasi. Parahnya, tidak sedikit dari mereka menyertakan senjata tajam.

Sadar dengan potensi bahaya dari PETI ini, kepolisian bersama tokoh masyarakat setempat turun ke lokasi. Mereka terjun ke lokasi demi keselamatan warga.

Di lain sisi, PETI di lokasi dinilai sangat berpotensi merusak lingkungan. Termasuk juga potensi perselisihan yang kemungkinan muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Kita ambil langkah penutupan agar ini tidak terjadi lagi. Langkah yang kita ambil harus tegas, tapi tetap humanis," ucap, Kapolsek Sekotong, IPTU I Kadek Sumerta, Rabu (16/6).

Penertiban dan penutupan tambang emas yang dilalukan jajaran Polsek Sekotong ini tidak sendiri. Ada juga tokoh masyarakat Sekotong, yakni HL Daryadi atau yang biasa disapa dengan Mamiq Dar, H Sahwan dan H Mustafa.

Saat di lokasi, polisi dan tokoh masyarakat ini menjelaskan, kegiatan penambangan tanpa izin itu sangat berpotensi memicu terjadinya gejolak antar para penambang. Pihaknya tidak ingin gejolak itu berujung perselisihan.

Selepas menutup lokasi, polisi memasang garis pembatas sebagai tanda larangan (police line, Red). Masyarakat tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas penambangan.

demi memastikan tidak ada aktivitas penambangan lagi, polisi dan tokoh masyarakat diimbau meninggalkan lokasi. 

"Kita minta mereka pulang dan tidak boleh ada di lokasi," tandasnya. (jl)

Friday, June 11, 2021

Giliran Gunung Jae Jadi Lokasi Bersih-bersih Dispar Lobar

NYAMAN: Kawasan wisata Gunung Jae kian nyaman dikunjungi seiring bertambahnya sejumlah fasilitas pendukung.

GERUNG
-- Kegiatan rutin “Ayo Berwisata Sambil Bersih-Bersih Kawasan Wisata” yang digelar Dinas Pariwisata Lombok Barat terus berlanjut. 

Jum'at (11/6) pagi, kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Gunung Jae. Obyek yang satu ini terletak di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lobar, Lalu Rifandhani mengatakan, sejak awal, aksi yang digelar tiap pekan ini diharapkan mampu mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat. Hajatan itu khususnya bagi masyarakat di kawasan wisata di Lombok Barat agar dapat lebih peduli terhadap kebersihan. 

“Melalui aksi ini kita juga harapkan dapat sharing informasi, bertukar pikiran, dan berdiskusi perihal kepariwisataan dengan pelaku serta masyarakat sekitar kawasan wisata di Lombok Barat,” terangnya.

Selain jajaran Dinas Pariwisata, kegiatan diikuti perangkat pemerintah desa setempat. Ada juga anggota pokdarwis, Bumdes dan masyarakat sekitar kawasan wisata alam Gunung Jae.

Kepala Desa Sedau, Amir Syarifudin menjelaskan, pengembangan kawasan wisata Gunung Jae ini berawal dari pelatihan dan diskusi yang diadakan Dinas Pariwisata Lombok Barat beberapa waktu lalu. Dari proses itu tercetus ide mengembangkan kawasan ini Bukan hanya sekedar area perkemahan biasa.

“Pengelolaan kawasan ini kami mulai dari Oktober 2020 lalu," ucapnya.

Di kawasan Gunung Jae sendiri saat ini sudah tersedia area camping ground. Ada juga fasilitas lain seperti trek bambu yang melintasi area persawahan yang cocok untuk spot foto.

Fasilitas lainnya berupa penyewaan perahu yang relatif murah untuk mengelilingi danau. Termasuk pula, lapak-lapak yang menyediakan makanan dan minuman sehingga para pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah.

Di kawasan yang memiliki luas tidak kurang dari 10 hektare ini tiap pekan selalu ramai didatangi pengunjung untuk berkemah. Bahkan ada juga pengunjung yang menghabiskan waktu berkemah hingga sepekan lamanya.

Di lokasi, pengelola tempat wisata kawasan ini juga menyediakan peralatan kemah dengan aneka paket menarik. 

Ke depan, Pemdes Sedau juga akan melengkapi fasilitas pendukung lain seperti musala, ruang rapat, restoran serta penambahan jumlah perahu.

"Itu yang akan kita benahi di tempat ini," tandasnya. (jl)

Malam dan Kunang-kunang, Magis yang Terkenang di Gunung Jae

SYAHDU: Suasana malam terasa syahdu dan khidmat di perkemahan Gunung Jae.

GERUNG
-- Senja baru saja pamit. Langit merah tembaga yang berjelaga di ufuk barat mulai meredup berganti warna pekat.

Siur angin yang sejuk pelan berganti menjadi lebih dingin. Lamat terdengar nun jauh di perkampungan warga, suara azan Magrib berkumandang.

Satu demi satu tenda yang berdiri di tepi danau mulai menyalakan penerang mengusir gelap. Malam mulai terasa lebih khidmat diselingi percakapan dan senda gurau dari tenda ke tenda.

Danau itu memiliki tepi dataran yang cukup luas. Ratusan kemah bisa berdiri menampung para pengunjung yang hendak nge-camp.

Begitulah suasana dan pemandangan yang disajikan di Gunung Jae. Sebuah muara sungai yang dikitari perbukitan dan persawahan warga di Desa Sedau, Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Sejak dulu, tempat ini tak asing bagi warga Lombok. Tempat ini dikenal sebagai bumi perkemahan dengan spot view andalan yakni muara sungai berbentuk danau yang cukup luas.

Namun karena lanskap pemandangan yang disajikan cukup indah, membuat area ini menjadi salah satu spot wisata. Keindahan tempat ini ditambah lagi dengan kondisi air danau yang bersih dan jernih.

Bukan saja keindahan, kejernihan air danau dan suasana alami saja yang bisa dinikmati pengunjung ditempat ini. Kesan magis luar biasa akan tercipta ketika pengunjung menjumpai sejumlah kunang-kunang.

Serangga yang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya ingin biasanya dijumpai di semak-semak pada aliran sungai yang tak jauh dari lokasi perkemahan. Jika tidak percaya, cobalah berwudhu di sungai saat waktu salat Isya tiba.

Biasanya serangga bercahaya ini keluar dari semak-semak tepi sungai yang relatif agak jauh dari sekitar perkemahan. Kendati demikian, keamanan di lokasi ini sangat terjamin.

Perkemahan Gunung Jae

Awalnya tempat ini merupakan sebuah kawasan perkemahan biasa. Namun belakangan ini kawasan Gunung Jae berubah menjadi tempat rekreasi yang lebih menarik dengan adanya fasilitas-fasilitas dan wahana baru yang disediakan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Sedau, Amir Syarifudin menjelaskan, pengembangan kawasan wisata Gunung Jae ini berawal dari pelatihan dan diskusi yang diadakan Dinas Pariwisata Lombok Barat beberapa waktu lalu.

Dari proses itu tercetus ide mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan yang bukan hanya sekedar area perkemahan biasa.

“Pengelolaan kawasan ini kami mulai dari Oktober 2020 lalu setelah pelatihan dari Dinas Pariwisata. Sekarang di sini, selain camping ground kami juga menyediakan fasilitas lain seperti trek bambu yang melintasi area persawahan yang cocok untuk spot foto," ujarnya, Jumat (11/6).

Bukan hanya itu di area wisata ini ada juga penyewaan perahu yang relatif murah untuk mengelilingi danau. Tersedia pula lapak-lapak yang menyediakan makanan dan minuman sehingga para pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah.

Fasilitas dan wahana itu tak cukup. Ada juga lokasi pemancingan hingga fasilitas pendukung lainnya. Sebut saja seperti berugak dan ayunan bawah pohon di tepi danau yang tentunya akan memberikan sensasi tenang dan nyaman. 

Fasilitas ini ditambah dengan suasana sejuk di lokasi ini. Pengunjung dijamin akan semakin betah berlama-lama menikmati kawasan wisata yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini.

Tiap pekannya, kawasan wisata Gunung Jae selalu ramai didatangi pengunjung berkemah. Bahkan ada juga pengunjung yang menghabiskan waktu berkemah hingga sepekan lamanya.

Pengelola tempat wisata ini juga menyediakan peralatan kemah dengan aneka paket menarik. Pengunjung dapat memesan paket secara langsung di lokasi atau secara online melalui aplikasi AYOKELOMBOK yang dapat diunduh di Playstore. 

Amir kemudian menjelaskan, semua kegiatan yang ada di kawasan wisata Gunung Jae ini pelaksanaannya diawali dari masterplan. Semua penganggaran pembangunan wisata saat ini bersumber dari Dana Desa melalui penyertaan modal ke Bumdes.

“Pertama kami membuat masterplan berdasarkan masukan dan petunjuk yang kami dapat dari Dinas Pariwisata," terangnya. 

Selanjutnya pihak desa memberikan tugas tersebut kepada Bumdes mengelola wisata alam Gunung Jae. Di lain sisi, Bumdes menindaklanjutinya dengan membentuk unit usaha di bidang pariwisata yang dikelola oleh Pokdarwis.

Ke depan, Pemdes Sedau juga akan melengkapi fasilitas pendukung lain seperti musala, meeting room, restoran serta penambahan jumlah perahu. 

Saat ini, dari proses pembenahan yang telah dilakukan, pengunjung bisa menikmati perubahan pemandangan Gunung Jae "tempo doloe" dengan sekarang. Ada perbandingan pemandangan luar biasa yang bisa.dijumpai di tempat ini. (jl)

Thursday, June 10, 2021

4 Desa Wisata di Lobar Dapat Dampingan Asosiasi Pelaku

RAKOR: Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam (kanan) saat mengikuti rakor Teknis Pendampingan Desa Wisata.

GERUNG
-- Ada empat desa wisata di Lombok Barat mendapat pendampingan dari asosiasi pelaku pariwisata untuk mampu mengembangkan diri. Keempat desa wisata itu yakni, Sekotong Tengah, Banyumulek, Sesaot dan Mekar Sari.

Desa Sekotong Tengah di  Kecamatan Sekotong akan didampingi oleh INDECON, Desa Banyumulek di  Kecamatan Kediri oleh ASPPI atau INDECON. Berikutnya Desa Sesaot dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Narmada oleh ASPPI atau INDECON.

Empat desa tersebut termasuk dalam 17 desa se-Provinsi NTB dan tergabung dalam 67 desa se-Indonesia yang didampingi oleh asosiasi dan komunitas pelaku pariwisata.

Selain 67 desa itu, masih ada 20 desa wisata lainnya juga didampingi oleh perguruan tinggi.

Desa-desa tersebut dipastikan mendapatkan pendampingan oleh Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata. Kepastian itu setelah digelar Rapat Koordinator Teknis Pendampingan Desa Wisata yang dilaksanakan di Avenzel Hotel and Convention Cibubur, Kamis-Jumat (10-11/6).

"Kita di Dinas Pariwisata Lombok Barat cukup antusias dengan program pendampingan yang dibuat kementerian. Walaupun cuma empat, tapi kita bisa menjadikan pola pendampingan itu sebagai role model buat kita di Pemkab untuk bisa menggenjot 56 desa lainnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saepul Akhkam, yang hadir dalam rapat tersebut.

Plt. Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Adelia Raung menyampaikan pentingnya rakor tersebut. Baginya rakor ini untuk penyamaan persepsi antara kementerian dengan asosiasi dan komunitas serta perguruan tinggi.

"Kegiatan rakor ini ditujukan untuk kesesuaian antara visi dan misi kementerian dengan asosiasi dan komunitas dalam mengembangkan desa wisata," papar Plt. Adelia Raung.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diisi dengan paparan rencana aksi dari berbagai asosiasi dan komunitas pelaku pariwisata. Demikian pula halnya dengan perguruan tinggi, di mana untuk NTB akan dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

Dalam kesempatan berbeda, Sadewa dari Panorama Foundation mengingatkan agar seluruh pendamping tidak hanya mendampingi desa untuk mengembangkan potensi dirinya saja.

"Pendamping harus juga  memperhatikan potensi pasar, tidak hanya potensi alam dan budaya. Pendamping pun harus peka terhadap berbagai Isyu atau masalah kelembagaan yang ada di desa wisata," terang Sadewa selaku narasumber pertama kegiatan ini. (jl)

Thursday, June 3, 2021

Aksi Corat-coret Kelulusan SMA Dijaga Ketat

AWASI: Sejumlah siswa yang bakal merayakan kelulusan diawasi ketat pihak kepolisian.

GERUNG
-- Hari ini ditetapkan sebagai hari kelulusan siswa jenjang SMA. Biasanya setiap momen kelulusan ini selalu digelar konvoi dan aksi corat-coret.

Mengantisipasi itu, jajaran Polres Lombok Barat memperketat pengawasan kelulusan siswa tersebut terlebih kondisi saat ini masa pandemi masih terus mengepung.

Kasi Humas Polres Lombok Barat, AKP Agus Pujianto mengatakan, mengantisipasi perayaan kelulusan siswa SMA ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah. Langkah ini diambil demi mencegah munculnya klaster baru.

“Sebagai langkah preventif, kita berkomunikasi dengan pihak sekolah. Salah satunya yang dilakukan oleh Jajaran Polsek Senggigi di SMKN 1 Batulayar,” ungkapnya, Jumat (4/6).

Personel kepolisian memastikan tidak ada perayaan kelulusan. Jika ada siswa yang melanggar, dipastikan bakal ditindak.

Adapun potensi kerawanan yang terjadi diantaranya konvoi di jalan dan corat- coret fasilitas umum. Aksi ini tidak saja mengganggu ketertiban umum, tapi juga melanggar protokol kesehatan.

“Langkah yang kita ambil, melakukan patroli di sekolah-sekolah yang ada di wilayah jukum Polres Lombo Barat,” katanya.

Diharapkan juga kepedulian semua pihak melakukan pengawasan terutama wali murid atau orang tua dan serta para guru.

Namun demikian, Agus menegasakan, dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan sisi humanis. Kepolisian juga memaksimalkan edukasi. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567