Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, July 5, 2021

Setelah Siswa, Kini Giliran Perpustakaan MAN 1 Lotim Boyong Juara

PRESTASI: Jajaran MAN 1 Selong meraih juara lomba perpustakaan tingkat provinsi.

SELONG
-- Sederet prestasi terus-menerus diraih Madrasan Aliah Negri (MAN) 1 Selong. Setelah siswanya memboyong prestasi, kini giliran perpustakaan madrasah ini raih juara 3 lomba perpustakaan tingkat provinsi. 

Lomba tersebut diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi NTB. Gelaran itu dilaksanakan sejak Februari sampai dengan Mei 2021 yang selanjutnya diumumkan pemenangnya pada tanggal 7 Juni. 

Pengumuman tersebut selanjutnya diedarkan melalui surat keputusan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan nomor: 87/DEKON/DPKP/NTB/2021.

"Alhamdulillah perpustakaan MAN 1 Lotim sukses meraih juara 3 tingkat provinsi," ungkap Kepala MAN 1 Lotim, Nurul Wathani, Selasa (6/7).

Dia menjelaskan, maksud diadakannya lomba perpustakaan tersebut untuk meningkatkan layanan, mutu dan kapasitas perpustakaan Provinsi NTB. Karena itu, tak ingin ketinggalan MAN 1 Lotim mengikuti ajang lomba tersebut. 

Selanjutnya, Nurul Wathani menyebut juara tiga provinsi diboyong dengan angka penilaian 822 poin. Poin tersebut diraih dari 6 katagori penilaian yaitu organisasi perpustakaan,  gedung perpustakaan, anggaran perpustakaan, tenaga pengelola perpustakaan dan koleksi serta promosi perpustakaan.

"Dari penilaian 6 komponen ini MAN 1 Lotim sukses meraih nilai 822 poin," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), Ali Fikri, mengungkapkan pentingnya menilai dan evaluasi terhadap perpustakaan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kualitas perpustakaan didalamnya. 

Tidak hanya itu, program perpustakaan yang baik, jelasnya, kedepan dapat memperkuat literasi di sekolah. Tak heran jika ia mengapresiasi prestasi yang disematkan kepada para pemenang lomba, termasuk MAN 1 Lotim. 

Ali Fikri berharap, kedepan pelayanan dan sistem kerja tim perpustakaan MAN 1 Lotim dapat menjadi percontohan bagi madrasah lainnya. Selain itu, kedepan ia berjanji akan mendorong madrasah agar dapat meningkatkan mutu layanan perpustakaan. 

"Ini harus dapat dicontoh oleh madrasah lainnya, kedepan pihak Penmad akan mendorong madrasah untuk bisa meningkatkan mutu layanan perpustakaannya tegas kabid termuda di kanwil kemenag NTB ini," tutupnya. (hs)

Wednesday, June 23, 2021

Datangi Kantor DPRD, MKKS Ungkap 3 Tuntutan

GEDOR: MKKS sekolah swasta mendatangi Kantor DPRD Lotim menyampaikan keluhan mereka.

SELONG
-- Persoalan pendidikan di Lombok Timur seperti benang kusut yang sampai saat ini belum bisa terurai.

Salah satu masalah itu berupa insentif bagi guru swasta. Khususnya bagi pengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Lantaran itu, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta, menggelar hearing atau dengar pendapat di Kantor DPRD Lotim. Agenda itu menuntut insentif kepala sekolah dan guru di lingkungan pendidikan tersebut.

Ketua MKKS SMP swasta Lotim, Mashar menjelaskan, jika persoalan insentif tersebut merupakan persoalan yang sudah lama. Bahkan hal itu disebutnya sebagai janji oleh pemerintah daerah. Hanya saja, hingga saat ini insentif tersebut belum terealisasi.

Dirinya menyebut hal itu sebagai harapan palsu terhadap pahlawan tanpa jasa di dunia pendidikan.

"Insentif ini kita di-PHP, dari dulu sejak kita pengukuhan kepala SMP swasta kita dijanjikan," ucap Mashar, kepada awak media, Rabu (23/6).

Kedatangannya ke kantor dewan, bebernya, setidaknya ada tiga tuntutan. Yakni pertama, soal insentif yang tak kunjung terealisasi. 

Namun sebaliknya, justru pihaknya dibuat layaknya bola, hanya dioper ke kiri dan ke kanan. 

Kedua, soal dana alokasi khusus (DAK) yang dinilainya banyak bermasalah. Ungkapan ini cukup berdasar lantaran sampai saat ini,  dari sejak pengusulan, ia mengakui dirinya belum mengetahui secara utuh prosesnya.

Ketiga, pihaknya juga menuntut pemerintah daerah terkait beasiswa bahasa Inggris. Beasiswa ini diperuntukkan bagi yang ingin belajar di Kampung Inggris Tete Batu Selatan (TBS).

Program itu, disebutnya hanya melibatkan sekolah negeri saja. Dirinya menilai ada diskriminasi akan hal itu, antara SMP yang ada di negeri dan swasta dalam perekrutan siswa yang hendak mengikuti agenda itu.

"Semoga tahun depan sekolah Swasta bisa direkrut agar tidak terkesan kita didiskriminasi," harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi menerangkan, persolan itu diakuinya sebagai persolan klasik. Sejauh ini, pihaknya sudah memberikan insentif kepada guru di SMP swasta. 

Namun demikian, diakuinya, khusus untuk insentif kepala sekolah belum pernah ada.

"Kalau guru sekitar 847 guru dibayar setiap empat bulan sekali," bebernya.

Ia menjelaskan, tak diberikannya insentif kepada kepala sekolah negeri lantaran jumlah anggaran sedikit jika dibandingkan dengan di SMP swasta.

Ia membeberkan, jumlah SMP swasta di Lotim mencapai 156 sekolah. Angka itu juga mengikuti banyaknya kepala sekolah di lembaga tersebut. 

Jumlah ini ditambah lagi dengan adanya wakil kepala sekolah. Jumlah itu jika ditotal mencapai 350 orang.

Jika berikan insentif dengan nominal yang sama, misalnya ke 350 orang kali dua sama dengan 700 ribu. 

"Kali 12 per bulan, itu kan angka yang cukup signifikan. Tentu itu yang menjadi pertimbangan kenapa sampai sekarang kita belum berikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya pemerintah daerah tetap memperhatikan insentif kepala sekolah lembaga swasta. Tapi dia menyebut persoalannya pada anggaran yang tersedia.

Ia berjanji pada pembahasan anggaran tahun 2022 mendatang, pihaknya akan melakukan penghitungan dan membahas teknisnya. Seberapa banyak Kepala sekolah yang akan diberikan serta berapa besarannya, tergantung pada pembahasan tersebut.

"Pada prinsipnya pemerintah daerah memperhatikan berapapun kemampuan kita, pasti kita akan berikan," tutupnya. (kin)

Thursday, June 17, 2021

Berlatih 3 Tahun, Marissa Jadi Wakil NTB di FLS2N

Marissa Aulia

SELONG
-- Namanya Marissa Aulia. Dara asal desa Masbagik Timur ini berhasil mencatatkan namanya sebagai peserta lomba tingkat nasional bernama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) pada Juni 2021. 

Kepada JEJAK LOMBOK, Marisa menuturkan perjuangannya menuju tingkat nasional. Ia menempuh perjuangan yang tidak mudah. 

Ia mengaku berlatih selama tiga tahun lamanya. Itu dilakukan sejak kelas IX SMP hingga menginjak kelas XI di SMA Muhammadiyah Selong. 

Dari sekolah tersebut, kata Marisa, dirinya mulai menemukan dua orang tutor yang membantu mengembangkan bakatnya. Kini dia terdaftar sebagai peserta lomba membaca monolog tingkat nasional.

"Saya memulai berlatih membaca monolog sejak kelas 3 SMP," singkatnya.

Guru pembimbing Marissa, Unwanul Hutbi mengungkapkan, Marissa merupakan siswi pertama yang dilepas sekolahnya mengikuti ajang lomba tingkat nasional. Ia optimis dengan ketekunan dan bakat yang dimiliki, bakal mampu bersaing dengan peserta lainnya.

Unwanul mengungkapkan, saat ini peserta yang mendaftar sejak bulan Juni mencapai 6 ribu lebih dari sekolah di seluruh penjuru negeri. Meski demikian, dirinya tetap optimis dengan kemampuan yang dimiliki Marissa. 

Festival dan Lomba Seni secara online itu, kata Unwanul, akan dilaksanakan pada 14 Juli mendatang hingga Agustus 2021. Saat ini dirinya sedang mempersiapkan video seni membaca monolog oleh Marissa.

Tak ragu, Unwanul menyebut, untuk sementara kepesertaan Marissa didukung penuh oleh pihak sekolah.

Ia berharap, siswi bimbingannya itu dapat bersaing dan memboyong juara untuk sekolahnya dan Lombok Timur.

"Saat ini kita sedang persiapkan videonya untuk dikirim mengikuti lomba seni membaca monolog. Kita berharap Marisa mampu bersaing dan membawa juara," tutupnya. (hs)

Thursday, June 3, 2021

Aksi Corat-coret Kelulusan SMA Dijaga Ketat

AWASI: Sejumlah siswa yang bakal merayakan kelulusan diawasi ketat pihak kepolisian.

GERUNG
-- Hari ini ditetapkan sebagai hari kelulusan siswa jenjang SMA. Biasanya setiap momen kelulusan ini selalu digelar konvoi dan aksi corat-coret.

Mengantisipasi itu, jajaran Polres Lombok Barat memperketat pengawasan kelulusan siswa tersebut terlebih kondisi saat ini masa pandemi masih terus mengepung.

Kasi Humas Polres Lombok Barat, AKP Agus Pujianto mengatakan, mengantisipasi perayaan kelulusan siswa SMA ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah. Langkah ini diambil demi mencegah munculnya klaster baru.

“Sebagai langkah preventif, kita berkomunikasi dengan pihak sekolah. Salah satunya yang dilakukan oleh Jajaran Polsek Senggigi di SMKN 1 Batulayar,” ungkapnya, Jumat (4/6).

Personel kepolisian memastikan tidak ada perayaan kelulusan. Jika ada siswa yang melanggar, dipastikan bakal ditindak.

Adapun potensi kerawanan yang terjadi diantaranya konvoi di jalan dan corat- coret fasilitas umum. Aksi ini tidak saja mengganggu ketertiban umum, tapi juga melanggar protokol kesehatan.

“Langkah yang kita ambil, melakukan patroli di sekolah-sekolah yang ada di wilayah jukum Polres Lombo Barat,” katanya.

Diharapkan juga kepedulian semua pihak melakukan pengawasan terutama wali murid atau orang tua dan serta para guru.

Namun demikian, Agus menegasakan, dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan sisi humanis. Kepolisian juga memaksimalkan edukasi. (jl)

Wednesday, May 26, 2021

Kisah Miq Jaya, 27 Tahun Mengabdi Berharap Lolos P3K

Lalu Wirajaya S.Pd

SELONG
-- Jam sudah menunjukan pukul 11.00 Wita. Di ruang pengap udara itu, sejumlah orang tengah berdialog serius. Dialog itu melibatkan para guru honorer dan anggota DPRD Lombok Timur.

Sepanjang dialog, nyaris semua keluh kesah ditumpahkan oleh para honorer. Mereka mengiba bisa diakomodir sebagai guru dengan status P3K dalam rekrutmen CPNS tahun ini.

Nampak di salah satu ruangan di lantai dua itu, mereka duduk berjejer rapi. Pria di depan, sedangkan para perempuan berada di belakang.

Sesekali suara aplaus mengisi selurus ruangan. Aplaus itu sebagai bentuk dukungan akan nasib mereka yang tengah diperbincangkan.

Sejam sudah berlalu, angka waktu di ponsel menunjukan pukul 12.15 WITA. Mereka keluar dengan penuh harapan. Padahal, sepanjang dialog, nyaris tak ada jawaban sesuai tuntutan yang mereka layangkan.

Dari puluhan mereka, para guru honorer yang hadir itu rata-rata berstatus kategori 2 (K2). Dari mereka ini, ada satu sosok yang cukup mencuri perhatian.

Sosok itu mengenakan sepatu lusuh berwarna hitam. Celana panjangnya juga sudah pudar warna. 

Dipadu kemeja lengan pendek, ia memikul tas punggung. Sosok ini tak lain adalah Lalu Wirajaya S.Pd.

Honorer K2 yang satu ini merupakan saksi hidup betapa getirnya menjadi seorang pendidik. Selama 27 tahun lebih ia mengabadikan diri sebagai seorang guru, tapi tak kunjung terangkat statusnya sebagai PNS.

Sosok ini tampak lesu. Rambutnya yang telah berubah warna itu menghiasi muka yang tengah redup. 

Kepada JEJAK LOMBOK, Pria yang karib dipanggil Miq Jaya ini mengaku berasal dari Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Ia mengabdikan dirinya sebagai guru tercatat sejak tahun 1994 lalu.

"Saya awalnya ngajar di SMA 1 Parya Timur, tepatnya di Mujur, Loteng," ucapnya lirih.

Pria 53 tahun ini, menuturkan, dirinya di sekolah itu hanya satu tahun. Jauh dari rumah dirinya mengontrak di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Namun aktivitasnya di sekolah itu terhenti lantaran gaji yang tak cukup untuk melanjutkan hidup. Waktu itu, dia digaji hanya Rp 50 ribu saja.

Tahun 1997 dirinya melanjutkan pengabdiannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Masbagik.

Dirinya harus rela berangkat pagi buta, menaiki sepeda motor lantaran perjalanan ke tempat mengajar memakan waktu sampai setengah jam lebih. Aktivitas itu rutin dilakukan setiap hari dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer. 

Jarak tempuh yang begitu jauh tersebut, tanpa berhitung berapa rupiah yang dikeluarkannya untuk hanya sekedar membeli bensin.

Pengabdian itu dirinya lakoni sampai saat ini, tanpa mengenal lelah. Ia tak peduli dengan kondisi cuaca.

Delapan tahun lamanya ia harus berjalan dengan bayaran gaji yang pas-pasan. Tak jarang ia harus merogoh kantongnya untuk menutupi biaya perjalanan setiap harinya. 

Belum lagi pada waktu itu dirinya harus menghidupi keluarganya. Perjuangan yang cukup panjang itu, sedikit terbayar ketika dirinya lolos sertifikasi pada tahun 2007.

"Alhamdulillah tahun 2007 sertifikasi dan sekarang gaji saya Rp 1,5 juta," tuturnya.

Namun demikian, gaji yang berasal dari APBN itu tak cukup menafkahi keluarganya. Terlebih gaji itu keluar per triwulan, kadang juga dirinya menerima lima bulan sekali.

Tak menentunya pembayaran gaji itu, membuatnya harus memutar otak agar dapat mencukupi kebutuhan.

Ia memaparkan, dirinya memiliki tiga anak. Yang paling kecil, akan masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ini.

"Jika ditanya cukup, ya tidak cukup, tapi kita cukup-cukupkan," sebutnya. 

Dia menuturkan sempat ada gaji dari sekolah. Namun lantaran terbentur aturan yang menyebutkan sumbernya hal tersebut tidak boleh berasal dari dua sumber untuk dua mata penggajian.

Untuk menanggulangi kebutuhannya, i menjadi penjaga kantin di sekolah sembari berdagang. Tak jarang pula dirinya harus beralih profesi sebagai tukang ojek.

Meski hal itu disebutnya cukup membuat pikirannya buyar lantaran konsentrasinya pecah. Di lain sisi, harus mencukupi kebutuhan keluarga, sementara tanggung jawabnya sebagai guru juga harus terpenuhi.

Dari perjalanan panjang selama 27 tahun mengabdi itu, ia berharap pemerintah harus tuntaskan SK kategori dua itu tanpa melalui tes.

Sebab, kata dia, meski ada tiga tahapan seleksi dalam tes CPNS tetap saja akan kalah. Jika hal itu didapatinya lantaran bersaing dengan sesama K2 disebutnya tidak masalah.

Tapi yang jadi problemnya, ujarnya, harus bersaing dengan yang ada tercantum di Dapodik. Tahap kedua dari ujian itu lebih sulit lagi, karena persaingan dengan yang mengabdi di swasta. Lalu tahap ketiganya dengan lintas zonasi atau kabupaten.

"Akan semakin sulit dia. Mau kami yang di K2, harga mati tanpa tes sudah kalau Pemda mau memperjuangkan nasib kami ini," jelasnya.

Menurutnya, jika tes itu dilakukan dengan anak sekarang jelas sudah akan ketinggalan. Baik itu dari kemampuan penguasaan teknologi, belum lagi para "pendatang baru" disebutnya tak memiliki beban terlalu banyak yang membuatnya kalah fokus.

Malahan, kata dia, siswa yang diajarnya waktu SMPN 1 kelas tujuh, sekarang sudah PNS dari K2, dan hal itu disebutnya miris.

Ia mengatakan, kayaknya Pemda setengah hati memperjuangan nasi SK kategori dua ini.

Dirinya dari dulu menunggu adanya formasi Mipa agar bisa ikut seleksi PNS. Namum tak pernah ada. Begitu muncul, sudah terbentur usia lantaran persyaratan umur untuk dapat ikut maksimal 35 tahun.

"Mipa sekarang ada tiga formasi, semoga bisa dapatlah. Do'akan ya," pintanya. (kin)

Tuesday, May 25, 2021

Merasa Tak Diakomodir, Guru Honorer K2 Datangi Dewan

MENGELUH: Para guru honorer K2 di Lombok Timur mendatangi kantor DPRD setempat mengeluhkan nasib mereka.

SELONG
-- Puluhan guru tenaga honorer kategori 2 (K2) mendatangi kantor DPRD Lombok Timur. Kedatangan mereka untuk mengadukan nasibnya.

Mereka meminta agar pemerintah menambah jumlah formasi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021. Permintaan ini untuk menampung guru K2 yang belum diangkat.

Salah satu perwakilan guru honorer K2, Lalu Ahmad Munir menerangkan, kedatangannya untuk meminta agar pemerintah menambah formasi P3K. Karena, kata dia, jumlah yang telah ditetapkan tidak sebanding dengan kebutuhan yang ada pada saat ini.

"Artinya, ketika Lotim menambah formasinya barang kali untuk K2 tidak ada masalah lagi," ujarnya.

Dia mempersoalkan tidak adanya khusus formasi K2 yang dibuka. Pihaknya tentu akan bersaing dengan kategori umum untuk merebut 200 lebih pendaftar. Sememtara jumlahnya sampai dengan ribuan.

Ia mengatakan, untuk guru K2 sendiri tak semua bisa mengikuti seleksi. Penyebabnya karena terganjal oleh formasi yang dibuka.

"Formasi Lotim 509 tapi termasuk CPNS di sana," sebutnya.

Untuk keguruan, jelasnya, hanya 200 lebih. Sementara jumlah guru yang belum diangkat menjadi K2 sebanyak 678 orang. Dia merincikan, jumlah itu termasuk yakni guru, tenaga administrasi, Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan lain sebagainya.

Untuk dapat diangkat menjadi P3K, paparnya, minimal mengabdi di atas 15 tahun. Sementara dari sisi umur, mereka yang kini terdaftar K2  rata-rata sudah 40 tahunan.

Pada tahun 2019 misalnya, untuk dapat menjadi P3K dikhususkan untuk K2 saja. Namun saat ini pihaknya harus bersaing lebih ketat lagi.

Persoalan linieritas juga diklaim bukan jadi masalah. Sebab, kata dia, itu urusan aplikasi pendaftaran. Jika nantinya, tak bisa masuk ke aplikasi tak ada alasan untuk menuntut lagi.

"Tuntun kami untuk formasi di Lombok Timur agar ditambah," ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman menerangkan, memperjuangkan nasib itu hal yang manusia. Ditambah lagi dengan semakin bertambahnya usia, persaingan yang semakin ketat, dan dengan sistem yang saat ini peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tertutup rapat.

Namun begitu, sambungnya, penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun P3K menjadi kewenangan pusat. Mereka harus mendaftar dan tes secara online.

"Sebenarnya apa yang dirasakan oleh mereka sedang kita perjuangkan," ucapnya.

Inti tuntutan itu, kata Salmun, kesimpulan hearing ini bagaimna bisa lulus semua. Meski demikian Pemkab tak bisa menentukan prioritas untuk meluluskan.

Salmun mengatakan, tugas Pemkab menyampaikan kepada pemerintah pusat apa yang menjadi aspirasi di bawah. Khusus aspirasi K2 ini disebutnya sudah disampaikan. 

CASN ink kata dia, dibuka untuk seluruh rakyat Indonesia. Namun bagi K2 memiliki nilai bonus sebesar 10 poin, dibandingkan dengan yang belum.

"Mereka sudah beberapa kali tes tidak lulus," ucapnya.

Sebenarnya, lanjutnya, persoalan ini sudah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis ke institusi terkait. Dengan begitu, semua harus tetap melalui prosedur.

Ia merincikan, sampai saat ini data K2 678, jumlah tersebut tak hanya guru. Lahirnya K2, dari K1 dan ada sisa dari pendaftaran CPNS.

"Kenapa ada sisa karena tidak bisa bawa bukti dokumen bahwa dia berkerja di instansi pemerintah," tandasnya.

Ketua DPRD Lotim, Murnan mengatakan, Pemkab harus serius mengawal hal tersebut. Terlebih apa yang disampaikan para K2 bukan beban daerah, melainkan sudah menjadi kebutuhan daerah. 

Ia merincikan, Lotim kekurangan guru sampai 8 ribu lebih.

"Kan yang bayar mereka, pemerintah pusat bukan daerah," ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk pembayaran honor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 23 miliar. Melihat hal ini, terangnya, tak ada alasan bagi daerah tidak memperjuangkannya.

Jika secara umur sudah melampaui untuk jadi PNS, paling tidak dapat P3K. Terlebih kondisi ini menurutnya sangat memungkinkan.

Dia tak menafikan jika formasi tersebut sangat sedikit dan itu sangat disayangkan. "Apakah datanya yang belum lengkap, akibatnya tidak bisa diajukan semuanya," pungkasnya.

Dari Kantor Regional (Kanreg) memberikan kesempatan dengan melalui tiga tahapan. Jadi, sebutnya, harus dimaksimalkan hal itu dalam waktu yang sempit ini.

Sebanyak 680 ini yang harus diselesaikan dulu. Yang lainnya masih memungkinkan, sebab baru job dan muda. Mereka masih bisa ikut yang lain.

Dirinya mengatakan, hal ini harus dibicarakan dengan Bupati Lotim. K2 yang tidak lulus kemarin yang jumlahnya 153 plus 600 lebih. 

Dirinya kembali menegaskan, kebutuhan guru saja misalnya yang mencapai 8 ribuan. Sementara yang pensiun dalam satu tahun lebih dari ratusan orang.

Langkah pertama, kata dia, yang harus ditempuh ialah perbaikan data dulu. Mulai dari berijazah masih SMA, Diploma, S1, dan S2.

Yang memiliki kebijakan ini, lanjutnya, adalah pemerintah pusat bukan daerah. Maka harus dikembalikan ke sumbernya.

Jika belum memenuhi persyaratan itu, pihaknya mengaku tidak bisa perjuangkan. Kecuali pemerintah pusat membuka ruang untuk itu.

"Pertama harus melengkapi data dari SK K2 ini. Kedua kami berharap ada kebijakan dari bupati. Nanti kita bicarakan sama Pak Bupati," tandasnya. (kin)

Friday, May 7, 2021

TGB Bicara Pariwisata Halal di Acara Dies Natalis ke-5 Poltekpar Lombok

DIES NATALIS: Jajaran Poltekpar Lombok saat memperingati does natalis ke-5 kampus itu.

PRAYA
-- Politeknik Pariwisata Lombok merayakan hari jadi ke-5, Jum'at (7/5). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung Amphi Theater, Rektorat Poltekpar Lombok. 

Ketua Senat Poltekpar Lombok, Ramdan membuka resmi kegiatan tersebut dengan mengetuk palu sidang.

"Sidang terbuka Dies Natalis ke-5 Poltekpar Lombok resmi saya buka," ungkapnya.

Gubernur NTB diwakili Asisten II Setda NTB, Ir H Ridwan Syah menyampaikan, keberadaan kampus Poltekpar Lombok ini bisa dibilang masih muda. Namun telah mampu sejajarkan diri dengan kampus terkemuka di Indonesia. 

"Ini menjadi kebahagiaan masyarakat NTB dan kami dari Pemerintah Provinsi selalu mendukung langkah Poltekpar Lombok untuk mencetak generasi siap kerja," kata dia.

Gubernur berharap supaya jadikan kesempatan ini sebagai momen evaluasi keberhasilan yang telah diraih. Karena Lombok khususnya, NTB pada umumnya memiliki kelebihan dan ada multiplier efek bisa dirasakan kedepan.

Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan ke Poltekpar Lombok agar mengambil peran terhadap pembangunan daerah semakin baik kedepan.

Sementara itu, Plt Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja menegaskan, sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi di bawah Kemenparekraf, akan terus membuat inovasi akan kemajuan kampus.

Ini karena, Poltekpar Lombok merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang kepariwisataan di lingkungan Kementerian Pariwisata. Kampus ini berada di bawah dan bertanggung jawab kepada menteri melalui deputi yang membidangi keembagaan kepariwisataan.

"Sebenarnya acaranya tanggal 9 Mei tapi, disepakati tanggal 7 Mei karena dianggap hari berkah. Terlebih di bulan Ramadan sehingga diselenggarakan dengan kedepan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.

Ia memaparkan, sebagian prodi sudah terakreditasi baik, dan tahun ini akan diusahakan akreditasi perguruan tinggi. "Jumlah mahasiswa sebanyak 1.359 orang,  yang sudah wisuda perdana 314 orang dari targetkan 340 mahasiswa, dan lulusan siap kerja," tegasnya.

Herry mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perkembangan Poltekpar Lombok.

Pada Dies Natalis itu, dihadiri juga oleh Mantan Gubernur periode 2003 sampai 2018, TGH M Zainul Majdi.

Dalam orasi ilmiah secara virtual, sapaan TGB itu memaparkan makna pariwisata halal. "Pariwisata itu sebenarnya sikap rileks, dan paling pokok yaitu ramah-tamah," paparnya.

TGB mengajak semua pihak untuk mendukung kemajuan pariwisata dan terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) handal, memiliki adaptasi, kreativitas dan inovasi. 

"Orientasi pembangunan itu, harus melekat dengan perspektif lingkungan atau budaya. Ini adalah tumpuan masa akan datang," kata TGB.

TGB mempertegas soal pariwisata halal, untuk meluruskan persepsi kurang tepat tentang pariwisata halal. Yakni salah satu syarat pembangunan yang baik, ketika mampu menyerap tatanan lokal yang berkembang ditempat itu.

TGB mencontohkan pariwisata di Bali, kenapa bisa berkembang? karena mampu menyerap nilai-nilai agama setempat, kemudian adat dan budaya di sana. 

Artinya di NTB, jelasnya,tidak perlu mempertentangkan nilai Islami dan konvensional. Akan tetapi, mengajak semua pihak saling menghargai perbedaan satu sama lainnya.

"Berikan kesempatan pelayanan sesuai tuntunan syariat Islam bagi wisatawan muslim, pariwisata halal ini hadir untuk melengkapi. Begitu halnya dengan pariwisata konvensional," tutupnya. (jl)

Tuesday, May 4, 2021

Pendidikan ABK, Dikbud dan Kemenag Harus Bersinergi

AUDIENSI: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah saat menerima audiensi FPMNI terkait pendidikan inklusi di NTB.

MATARAM
-- Aksesibilitas pendidikan khususnya bagi anak didik berkebutuhan khusus (disabilitas) sangat penting menjadi perhatian. Tugas ini harus dikolaborasikan antara Kemenag NTB dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Gubernur NTB, H Zulieflimansyah, mengingatkan agar tidak terjadi adanya garis batas tugas antara Dikbud dan Kemenag. Garis batas ini terutama dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di NTB.

“Apapun persoalan-persoalan terkait dengan pendidikan madrasah yang ditemukan di wilayah kabupaten kota se-NTB bukan hanya tanggung jawab induknya berada di Kementerian Agama," ucapnya, Selasa (4/5).

Persoalan tersebut, lanjutnya, bisa diatasi dengan baik jika berkoordinasi dan bersinergi lebih intens dengan Dikbud. Baik yang ada di provinsi maupun kabupaten kota.

Lontaran ini disampaikan orang nomor satu di NTB ini saat menerima kepengurusan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi NTB. Forum ini dipimpin Dr. Mira Mareta, MA.

Gubernur yang didampingi Asisten II Setda NTB, Ridwansyah dan Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqon menginginkan agar tidak menjadi tanggung jawab satu institusi saja. Namun urusan pendidikan termasuk pendidikan inkulusi bagi penyandang disabilitas juga menjadi tugas bersama.

“Jadi sewaktu-waktu Dikbud tidak hanya mengunjungi sekolah-sekolah negeri di bawah tanggung jawabnya saja. Namun juga sewaktu-waktu bisa mengunjungi madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Begitu pula sebaliknya. Jadi saling koordinasi di sini sangat penting,” ujarnya.

Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusi Provinsi NTB diwakili Dr. Mira Mareta, MA di hadapan Gubernur NTB menjelaskan, organisasi profesi pendidik inklusif yang tergabung dalam FPMI bertujuan mewujudkan tercapainya profesionalitas para pendidik pada madrasah inklusif. Tanggung jawab ini tidak saja di Indonesia, tapi di Indonesia secara keseluruhan.

“Kehadiran negara untuk memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan yang tepat merupakan wujud kewajiban. Terbentuknya FPMI ini dilatarbelakangi oleh kegilsahan yang dirasakan di Kementerian Agama khususnya di NTB,” ujarnya.

Ditambahkan, di NTB sendiri terdapat 2.700 madrasah. Sementara yang negeri hanya 78 madrasah saja, sisanya madrasah swasta. FPMNI Pusat menghendaki kami di NTB walaupun tidak menyandang dirinya sebagai madrasah inklusif tapi rata-rata di madrasah tersebut memiliki atau menerima anak-anak berkebutuhan khusus. 

Karena itu, FPMNI merasa perlu mengembangkan kelembagaan tersebut. Langkah ini penting sebelum betul-betul siap sebagai madrasah inklusif maka perlu diberikan pemberdayaan. 

Pemberdayaan dimaksud yakni baik kepada guru maupun sebagai kelembagaan pada madrasah itu sendiri. Karena itu, NTB oleh Kemenag menjadi percontohan dari lima provinsi se Indonesia.

Mira mencontohkan di NTB baru 4 madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas. Diantaranya MI NW Tanak Beak, Narmada, Lombok Barat. Di madrasah ini jumlah siswa sebanyak 41 orang.

Lalu di  MI NW Lingsar, MTs Alfaqiah dan MTs Darul Ansyor di Lombok Tengah. 

Pola pelaksanaan pembelajaran inklusi madrasah di NTB ini, jelasnya, bisa menjadi contoh tingkat nasional. Ini karena di Indonesia terdapat 22 madrasah yang sudah di-SK-kan untuk penyelenggaraan pendidikan inklusi termasuk diantaranya ada di NTB. 

Output pendidikan inklusi ini, terangnya, setiap anak diharapkan bisa memiliki hak pendidikan yang sama. Termasuk guru-guruya juga berhak mendapatkan pendapatan yang layak. (jl)

Wednesday, April 7, 2021

Rp 7,5 Miliar Bansos Pendidikan Sasar 42 Ponpes di Lotim

Hj. Farida

SELONG
-- Bantuan sosial pendidikan senilai Rp 7,5 miliar di Lombok Timur bakal sasar 42 pondok pesantren (Ponpes). 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Hj. Farida, di ruang kerjanya, Rabu (7/4).

Dia menjelaskan dari 42 ponpes tersebut, sebanyak seribu siswa dan siswi bakal menerima bantuan. Namun, calon penerima tentu merupakan siswa dan siswi yang masuk dalam katagori yang telah ditentukan melalui tahap evaluasi. 

Farida menyebut, kategori calon penerima beasiswa tersebut ialah siswa miskin dan siswa cendikia berprestasi.

"Calon penerima nantinya akan dievaluasi oleh tim, dari ponpes ada dan dari cendikiawan juga ada," ucapnya.

Selanjutnya, Farida mengungkap rincian jumlah siswa yang akan menerima beasiswa tersebut. Sebelumnya, sebanyak Rp 5 miliar akan menyasar seribu siswa. Namun kali ini akan ditambah sesuai dengan penambahan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Belum diketahui berapa jumlah penambahan yang akan diperoleh. Namun dipastikan tim evaluasi akan turun verifikasi data calon penerima beasiswa tersebut. 

Saat ini, lanjutnya, bantuan sosial berupa beasiswa itu sedang berjalan.

"Jika menjadi program pimpinan, penerima beasiswa akan bertambah selama masa kepemimpinan," tutupnya. (hs)

Thursday, April 1, 2021

SMPN 1 Selong Simulasi Sistem Daring Terawasi

SIAP UN: Jajaran SMPN 1 Selong siap melaksanakan UN dengan sistem daring terawasi.

SELONG
-- Ujian Nasional (UN) bagi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bakal segera digelar. Ujian dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT).

Menyambut agenda tahunan wajib di dunia pendidikan ini, tentunya harus didukung kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMPN 1 Selong, Suhaedi mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan semua bentuk perangkat untuk menyambut agenda tersebut. 

Dia mengjelaskan, didalam jadwal simulasi, pihaknya akan melaksanakan kegiatan tersebut melalui sistem bekerja dari rumah (BDR). Ini dilaksanakan mulai Jumat besok (2/4).

"Karena besok libur, akan kita mulaikan hari Sabtu sampai Senin untuk simulasinya," terang Waka Kurikulum SMPN 1 Selong, Suhaedi, Kamis (1/4).

Dirinya mengatakan, sebenarnya kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui daring. Lantaran pihaknya telah memiliki google class room.

Tapi pihaknya memilih untuk melakukan tatap muka. Meski demikian, metode ini juga disebutnya tetap sebagai daring dengan mengistilahkan daring terawasi.

Dengan begitu, lanjutnya, siswa yang hendak melaksanakan ujian, tetap masuk secara offline. Mereka yang ujian ini nantinya anak akan difasilitasi tab.

"Kita di sini memiliki 250 tab," ujarnya.

Jika merujuk dari dinas, untuk melaksanakan kegiatan itu, sekolah dibebaskan menggunakan sistem yang diinginkan. Seperti PTS atau pun melalui google class room.

Namun jika hanya melalui sistem itu disebutnya masih meragukan. Seperti siapa yang jawab soal, menyontek dan lain sebagainya.

Lain halnya jika siswa terawasi secara langsung. Dengan metode ini pihaknya akan dapat meyakini jawaban dari siswa.

Dia menjelaskan, menggunakan sistem PTS atau PAS, pihaknya harus menunggu 24 jam. Bahkan bisa sampai pagi.

Namum kata dia, dengan sistem itu proses yang ditempuh oleh siswa tak diketahui. Yang penting ada jawaban dan nilai semata. Lantaran itu pihaknya akan melaksanakan sistem tersebut.

"Besok Sabtu hanya uji cobanya dan itu (sistem) ini akan dilaksanakan pada saat US dari tanggal 26 sampai 7 Mei," ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Sarana SMPN 1 Selong, M Nazri mengatakan, sarpras khususnya berupa jaringan telah terpasang di masing-masing kelas, berupa accses point. Sebab untuk menghadapi USBN, siswa direncanakan menggunakan tab. 

"Kita coba tadi di masing-masing ruangan itu 20 tab alhamdulillah hasilnya lancar," ucapnya.

Ia menjelaskan, nantinya di setiap ruangan akan diisi oleh 15 siswa. Jika dilihat dari spek alat tersebut dapat menampung sampai dengan empat pulu buah perangkat.

Dia menerangkan, nantinya anak akan masuk ujian secara bersamaan sebanyak 241 siswa di sekolah tersebut. Dari segi sarpras pihaknya sebut dapat tercover secara keseluruhan.

Ia mengakui, jika pihaknya belum mengujicoba penggunaan 241 perangkat secara bersamaan. Namun, jika dilihat tadinya ada 50 perangkat yang tersambung. 

"Ada sekitar 160 tab secara bersamaan yang tersambung dan kami minta buka aplikasi youtobe alhamdulillah normal," ucapnya.

Untuk ujian yang menggunakan CBT ini, bebernya, pihaknya menggunakan local arean (lan). Jadi tak butuh akses internet.

Yang dibutuhkan itu, apakah nantinya akan mampu menampung 250 perangkat. Itulah yang saat tengah diuji coba.

Lantaran accses ponit standar saja itu sampai 20 perangkat yang dapat terkoneksi. Untuk penggunaan perangkat sendiri, dirinya yakin siswa bisa mngoperasikannya.

"Justru teman-teman guru yang banyak kita latih. Kalau siswa tinggal kirimin link mereka bisa lansung masuk," tandasnya. (kin)

Wednesday, March 17, 2021

Di Depan Kader PMII, Jokowi: Harus Jadi Navigator Perubahan

Ir. H. Joko Widodo

SELONG
-- Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dituntut menjadi navigator bagi perubahan bangsa yang lebih positif. Terlebih perubahan dunia yang begitu cepat.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, dalam sambutannya secara virtual dari istana negara pada pembukaan Kongres PMII ke XX yang digelar dengan sistem hybird.

Jokowi mengatakan, PMII selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. Teguh membela NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. 

Menurutnya, organisasi berlogo perisai bintang sembilan itu, konsisten menebarkan toleransi dan kesejukan kehidupan berbangsa.  Ini penting di tengah masyarakat yang majemuk dan beragam. 

"Saya mengapresiasi kader-kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan  yang kuat, Hubbul Wathon Minal Iman," terang Jokowi, Rabu (17/3).

Kader PMII, lanjutnya, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama. Bersikap kritis, solutif demi perbaikan bangsa, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan ke-Indonesiaan.

Dirinya menjelaskan, perubahan dunia yang cepat melahirkan disrupsi pada semua sektor. Hal ini, kata Jokowi, kerap kali tidak ramah bagi mereka yang tak siap dan berhenti belajar.

Menurut Presiden kedelapan ini, banyak organisasi harus rela digilas oleh perubahan tersebut. Penyebabnya lantaran tak sigap beradaptasi.

Karena itu, dirinya berharap kepada kader berlambang perisai itu, harus bisa menjadi navigasi perubahan. "Sekali lagi saya katakan, kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan," ujarnya.

Dia menekan agar organisasi itu harus terus tumbuh, berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif.  Caranya dengan membuka diri terhadap hal-hal yang baru.

Di lain sisi, PMII diminta menguasai teknologi. Hal itu, sebutnya, sifatnya Fardhu Ain (mutlak). Ini penting karena kader organisasi itu merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam.

Dari rahim organisasi ini kedepan diharap hendak ikut menentukan maju atau mundurnya negara di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyinggung kondisi saat ini. Menurutnya pemerintah masih terus bekerja keras memulihkan kesehatan masyarakat serta membangkitkan ekonomi nasional. 

Menurutnya, berbagai kebijakan telah dilakukan. Banyak program telah diluncurkan yang bertujuan menolong ekonomi rakyat agar bisa bertahan.

Langkah itu, beber mantan Wali Kota Solo itu, ekonomi menunjukkan trend yang positif. Kendati demikian, ia mengakui masih belum maksimal. 

"Tapi tidak ada kata lelah dalam kamus saya apalagi di masa krisis pandemi yang melanda dunia seperti sekarang ini," tegasnya. 

Dia meminta dukungan dan partisipasi, khususnya seluruh kader organisasi tersebut menjadi bagian dari jihad kebangsaan. Jihad tersebut bisa dilakukan dengan ikut berkontribusi melalui ide, gagasan dan bekerja nyata.

Aksi lain yang bisa dilakukan dengan membantu persoalan-persoalan besar bangsa. Minimal dimulai dari lingkungan masing-masing. 

Ia percaya, dalam pesta dua tahunan organisasi itu, akan menghasilkan program-program strategis. Program itu nantinya diharap bisa menjawab persoalan kemahasiswaan,  kemasyarakatan dan kebangsaan.

"Untuk mewujudkan kemajuan PMII di masa depan, agar tetap tegak berdiri dan disegani serta memberikan makna penting bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia," tutupnya. (kin)

Tuesday, March 16, 2021

Kongres PMII Zona V Dijamin Taati Prokes

KOORDINASI: Ketua PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim kala berkoordinasi terkait Kongres PMII bersama Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio.

SELONG
-- H-1 persiapan kongres PMII Zona V kini telah steril. Tidak hanya itu, peserta pun akan disterilkan oleh panitia guna meminimalisir penyebaran virus corona. 

Terhadap kegiatan itu, Ketua Umum PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim menyatakan, pihaknya memastikan Kongres XX PMII Zona V berjalan lancar. Aktivitas kongres juga memenuhi standar protokol  kesehatan sebagaimana instruksi pengurus besar (PB) PMII.

Kepastian ini disampaikan Aziz Muslim saat berkoordinasi dengan aparat keamanan. Saat itu, Aziz bertemu langsung dengan Kapolres Lombok Timur. 

"Jadi nanti kita tetapkan standar ketat. Selain peserta yang telah terdaftar, dilarang memasuki forum," ucapnya, Selasa (16/3).

Sementara itu, pelaksanaan kongres yang menggunakan sistem online telah disederhanakan. Sistem registrasi dengan menggunakan scan QR Code.

Sistem ini, jelasnya, akan mempermudah panitia mengidentifikasi mana peserta yang sudah terdaftar dan mana yang bukan.

"Dengan menggunakan QR Code itu akan mempermudah panitia mendeteksi mana yang sudah terdaftar dan yang belum," ucapnya.

Selanjutnya Aziz Muslim berharap dengan fasiltas tersebut acara kongres PB PMII berjalan lancar dan aman terutama di Zona V Kabupaten Lombok Timur. (hs)

SMK Menjamur, Guru Produktif Masih Minim

APEL: Siswa-siswa di salah satu SMK Lombok Timur sedang apel bendera.

SELONG
-- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khusus di Kabupaten Lombok Timur sedang menjamur. Namun hal itu tak sebanding dengan keberadaan guru produktif.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Mashun saat ditemui disela mengisi acara mengakui jika persoalan itu masih manjadi masalah, khususnya di SMK. 

"Terkait guru produktif kita masih dalam situasi dan kondisi sangat terbatas," kata H Mashun, Selasa (16/3).

Tetapi, lanjutnya, bagi guru produktif di jurusan tertentu seperti perhotelan misalnya sudah ada, berupa praktisi. Di jurusan lainnya, seperti di Teknik Sepeda Motor (TSM) pun sudah ada. Jika dulu di bidang tersebut sangat kurang, namun sekarang sudah dapat teratasi.

Hal ini, ujarnya, sebagai salah satu cara mengatasi infrastruktur kekurangan tetnaga tersebut.


Kemudian, untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) baru selesai melakukan pelatihan atau workshop. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas guru.

Yang hendak melakukan pelatihan kepada siswa nantinya. Sehingga guru telah memegang sertifikat uji kopentsi sesuai ddngan jurusan.

"Kemarin kita adakan di SMKN 1 Selong, ada 13 guru yang ikut," ujarnya.

Ketiga belas guru itu yakni masing-masing satu orang dari Jakarta, Sumbawa, dan KSB. Tiga orang dari Mataram dan Lombok Tengah, dab sisanya dari Lombok Timur.

Ia mengatakan, adapun kekurangan guru produktif dapat dibilang merata di jurusan masing-masing. Namun jumlahnya yang kebutuhannya yang berbeda.

Guru produktif, ujarnya masih banyak dari kalangan swasta jika dibandingkan dengan yang PNS. 

"Lebih banyak berasal dari non PNS," bebernya.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan guru produktif dari kalangan PNS, pemerintah telah melakukan setidaknya tiga langkah. Yakni pertama, pemerintah telah memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengangkat guru produktif, sesuai dengan jurusan yang dibutuhkan oleh sekolah. 

Kedua, pemerintah mengangkat guru non PNS bagi sekolah yang bersangkutan. Ketiga, melalui pengangkatan P3K.

"Terakhir mengangkat PNS, namun jumlahnya sungguh sangat terbatas," ujarnya

Di kesempatan itu, Mashun juga menyinggung soal kenaikan Biaya Operasional Sekolah (BOS). Untuk SMK, bebernya, ada kenaikan yang awalnya Rp. 1,5 juta saat ini menjadi Rp. 1,590.

"Ada kenaikan Rp 90 ribu," terangnya.

Kendati naik hanya Rp 90 ribu, ujarnya  namun jika dikali dengan jumlah siswa akan menjadi banyak.

SMKN 1 Pringgabaya misalnya, dengan siswa yang berjumlah 1.300 maka akan mendapatkan dana sekitar Rp 2 miliar. Itu berarti memiliki perkembangan yang cukup signifikan.

Alasan kenaikan sendiri, ujarnya, lantaran pandemi perlunya penambahan. Selanjutnya, penambahan infrastruktur seperti sarpras.

"Semuanya naik SMK Rp 1,590 ribu namun SMA itu Rp 1,540 ribu persiswa dari kelas X sampai kelas XII," tandasnya. (kin)

Sunday, March 14, 2021

Lombok Timur Menawan, tapi Perhotelan Berkembang Lamban

WAWANCARA: Kepala UPT Dikbud NTB Lombok Timur, H Mahsun saat diwawancara wartawan.

SELONG
-- Bicara pariwisata tak hanya soal keindahan tapi juga harus penyiapan infrastruktur lainnya. Yang tidak kalah penting salah satunya yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Di Lombok Timur misalnya. Pariwisata sudah masuk ke dunia pendidikan. Buktinya banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri dan swasta telah menyiapkan jurusan itu, bahkan sudah sampai dengan perguruan tinggi.

Kepala Cabang Dinas Kebudayaan Nusa Tenggara Barat, H Mahsun, menerangkan sudah banyak SMK yang menawarkan jurusan tersebut. Setidaknya sudah ada tiga di sekolah negeri ditambah dengan swasta.

Menurutnya, bumi Lombok Timur sangat kaya dengan potensi pariwisata. Potensi ini terhampar dari ujung utara sampai dengan selatan dan keberadaan jurusan di sekolah sangat dapat dimanfaatkan.

"Jika dimaksimalkan sumberdaya ini, sangat potensial dan menjanjikan sebab di daerah kita ini potensinya kaya akan pariwisata tetutama dipantai selatan," terang H Mahsun, kepada awak media, Senin (15/3).

Beberrapa potensi destinasi yang menawan itu seperti Pantai Pink, Sungkun, Gili Lunjer dan yang lainnya. Menurutnya, keberadaan destinasi itu sangat menjanjikan.

Namun demikian ia mengakui jika di beberapa sisi perkembangannya sangat lamban. Kondisi ini terutama ditemukan di sektor perhotelan. Karena itu, pihaknya memfokuskan kepada penambahan core jurusan tersebut, khususnya di SMK.

Langkah ini diambil lantaran pihaknya memiliki harapan besar kepada siswa lulusan pariwisata. Lewat tangan mereka diharap bisa mengembangkan keahliannya. 

"Begitu tamat di SMK, kita berharap mereka siap kerja sesuai dengan keahliannya. Siap juga terjun ke masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya," ujarnya.

Jika hal itu dapat tercapai, terangnya, akan mempu mengangkat beberapa potensi wisata baik wilayah utara maupun selatan.

Dalam dunia pendidikan, terangnya, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur bagi sekolah yang ingin meng-upgrade kemampuan di bidang tersebut. 

Segala kebutuhan sekolah, ucapnya, dapat dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Begitu juga dengan rencana lainnya agar dibuatkan usalan.

"Kita terbuka soal itu, terkait dengan perkembangan infrastruktur yang lain termasuk alat, gedung, dan segala macam itu, kita minta dibuatkan usulan, tinggal dituangkan di RKAS," tandasnya. (kin)

Saturday, March 13, 2021

Di Mekar Sari, Asosiasi Kepariwisataan Hadiri Penarikan Mahasiswa KKN Unizar

SIMBOLIS: Rektor Unizar Mataram Dr. Ir. Muh Ansyar, MP memberikan kunci homestay secara simbolis kepada Kades Mekar Sari.

GERUNG
-- Desa wisata Mekar Sari, Kecamatan Narmada Lombok Barat menjadi salah satu tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Azhar (Unizar).

Sabtu (13/3), para mahasiswa KKN ini ditarik pihak kampus karena telah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Ada yang menarik dari proses penarikan mahasiswa KKN Unizar tersebut. Kala penarikan para asosiasi kepariwisataan dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB turut hadir.

Rektor Unizar Mataram, Dr. Ir. Muh Ansyar, MP menyampaikan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau KKN sudah berakhir. Alasan itulah yang membuat pihak rektorat menarik mereka.

"Kami akan tarik mahasiswa KKN, dan menyerahkan apa yang pernah dikerjakan oleh mahasiswa selama satu bulan di desa ini. Mohon maaf jika ada kekurangan," ungkapnya.

Ansyar menjelaskan, kegiatan pembinaan Desa Wisata Mekarsari ini berawal tahun 2020 lalu. Saat itu, pihak civitas Unizar dipanggil Kemenparekraf RI memberikan pembinaan desa wisata di NTB, salah satunya yakni Desa Mekarsari.

Adanya kepercayaan itu lanjutnya, bidang LPPM Unizar Mataram merancang desain desa wisata. Di desa itu awalnya membangun kolam renang, homestay dan area berkuda. 

Namun, dari tiga rencana itu, hanya area berkuda belum direalisasikan. Malah para mahasiswa membuat spot memanah untuk wisatawan.

"Apa yang dilakukan ini tidak lepas dari kolaborasi Pemerintah Desa Mekarsari," kata dia.

Ansyar berjanji, apa yang pernah diperbuat itu supaya dijadikan wadah mempererat silaturahim. Dengan begitu, kedepan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami serahkan kunci homestay secara simbolis kepada pemerintah desa, semoga bermanfaat sebagai pendukung desa wisata," tutupnya.

Kepala Desa Mekarsari, Sapinah, berterima kasih kepada Unizar yang telah mewujudkan desanya sebagai desa wisata. 

Sapinah mengaku, pandemi Covid-19 menjadi kendala kelancaran pembangunan desa wisata. Namun adanya dukungan dari masyarakat dan Unizar, apa yang menjadi cita-cita peningkatan perekonomian masyarakat melalui keberadaan desa wisata ini cepat terealisasi kendati belum 100 persen.

"Kali ini, kami meminta dukungan Dinas Pariwisata baik Lombok Bara tmaupun Provinsi NTB, karena Desa Mekarsari masuk desa pariwisata super prioritas penyangga Mandalika," ujarnya.

Terkait hal itu, Sekertaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, L Hasbulwadi menyampaikan program unggulan Dispar adalah desa wisata, sehingga akan berusaha membuat desa wisata yang di rindukan wisatawan.

"Kita ingin wisatawan merindukan destinasi wisata yang ada di NTB ini, sehingga harus membuat konsep yang bagus," kata dia.

Dia mengajak semua pihak bersama-sama tingkatkan kualitas dan kuantitas destinasi wisata khususnya di desa wisata Mekarsari.

"Tahun 2021 ini, kita punya target kunjungan 4,6 juta wisatawan, mudahan target itu bisa tercapai atas keberadaan desa Mekarsari. Kami juga apresiasi langkah Desa Mekarsari yang bangun kerjasama dengan Unizar sehingga berdiri Desa Wisata, diharapkan bisa di rindukan wisatawan," terangnya.

Sementara itu, Ketua BPPD NTB, Ari Garmono menegaskan, keberadaan desa wisata merupakan pilihan berwisata bagi wisatawan. Dengan begitu, masyarakat setempat harus siap menerima wisatawan dengan pelayanan terbaik. (jl)

Wednesday, March 10, 2021

Agar PGRI Maju, Ini Pesan Bupati Sukiman

RAKER: Jajaran pengurus PGRI Lombok Timur menggelar rapat kerja.

SELONG
-- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Timur, menggelar rapat kerja, Rabu kemarin (10/3). Kegiatan ini dilaksanakan di ballroom kantor bupati setempat.

Di hadapan jajaran pengurus PGRI, Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan lima pesan. Kelima pesan tersebut demi kemajuan organisasi guru tersebut.

Pertama, PGRI diingatkan harus meningkatkan eksistensinya. Dengan begitu, kehadirannya dapat benar-benar dirasakan masyarakat. 

Kedua, ia  meminta memantapkan kembali organisasi tersebut. Caranya, dengan memberikan batas waktu yang jelas bagi pelaksanaan musyawarah cabang.

Saran ini tujuannya agar dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dengan harapan organisasi tersebut dapat terbentuk bahkan sampai ke tingkat desa. 

Orang nomor satu di Kabupaten Lombok  Timur itu, mengatakan, Pemkab Lombok Timur siap mendukung pemantapan organisasi itu. Bentuk dukungannya dengan menyediakan sekertariat.

“Eksistensi kemantapan organisasi ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan sekertariat," ucapnya.

Memantapkan PGRI, lanjutnya, dengan cara memaksimalkan aktivitas dan menghidupkan suasana organisasi. Ia meminta, agar organisai guru tetsebut memilih orang yang benar dan berkompeten sebagai pengurus.

Yaitu orang-orang yang ingin, memiliki kemampuan dan punya waktu untuk mengkosolidasikan dengan sebaiknya. Menurutnya, kunci dari pemantapan personil ini adalah profesional. 

Ketiga, dirinya meminta agar PGRI memantapkan program kerja. Dimana program kerja itu harus memiliki target pencapaian, sehingga terlaksananya agenda yang bertahap, bertingkat, dan berlanjut. 

''Saya berharap PGRI dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan IPM Lombok Timur," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukiman menyinggung soal masih tingginya kasus pernikahan dini. Lantaran itu, ia meminta guru tak langsung memberhentikan atau memutus pendidikan bagi anak yang sudah terlanjur menikah.

Guru diminta bisa membimbing dan mengakomodir siswa yang sudah terlanjur menikah. Jangan karena menikah, mereka tidak mendapat ijazah.

Keempat, PGRI diminta memantapkan konsolidasi yang menyangkut internal organisasi. PGRI harus mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan sehingga tidak ada lagi organisasi serupa. 

Ia berharap, dengan adanya konsolidasi maka faksi yang ada bisa terakomodir dan dapat mempermudah pemerintah dalam memfasilitasi organisasi tersebut.

Kelima, ia meminta organisasi untuk memantapkan koordinasi bukan hanya internal, namun juga dengan eksternal. Sebut saja seperti lembaga kemasyarakatan lainnya.

"Kelima saran ini jika dipraktikkan dengan serius, akan menghasilkan sesuatu di luar dugaan. Dengannya, suatu organisasi akan mampu melaksanakan tugas, fungsi, dan kewajiban yang diamanatkan oleh organisasi kepada pengurus," tandasnya. (kin)

Friday, March 5, 2021

Hebat! Mahasiswa Unizar Ubah Sampah Jadi Eco-Enzyme

INOVASI: Mahasiswa KKN Unizar saat mengolah sampah organik jadi eco-enzyme.

GERUNG
- Mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Azhar Mataram periode 2021 punya inovasi membanggakan. Mereka mampu menyulap sampah organik menjadi eco-enzyme (EE) cairan ajaib multiguna.

Kegiatan menyulap sampah sekaligus penyuluhan kepada masyarakat, berlangsung di Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu (6/3).

Salah satu mahasiswa KKN Unizar juga ketua Kelompok II yang mencetuskan ide membuat eco-enzyme yakni, Hindami Hayyan Anwar.

Kepada media, ia menjelaskan, alasannya membuat cairan ajaib multiguna karena melihat kegiatan masyarakat di Dusun Karang Kates. Dimana kegiatan tersebut di dominasi pengupas kulit bawang dan produk kripik pisang.

Ia melihat kulit sampah itu bisa digunakan. Begitu jug dengan sampah buah di pasar Bertais Mataram, termasuk memanfaatkan Jerami.

"Daripada jerami di bakar, dapat menimbulkan pemanasan global, kami manfaatkan saja buat eco-enzyme yang lebih bermanfaat di masyarakat," ujarnya.

Yang jelas lanjutnya, bahan eco-enzyme ini  melimpah di Dusun Karang Kates. Karena itu, ia berpikir merubahnya menjadi bahan lebih berguna bagi masyarakat.  

Sementara itu, Kepala Prodi Agro Bisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Al-Azhar, Ir Baiq Fauziah M.Si, mengapresiasi inovasi mahasiswanya. Mereka membuat exo-enzym melalui langkah permentasi sampah organik menjadi cairan ajaib multiguna.

Untuk membuat cairan tersebut, lanjutnya, membutuhkan waktu selama tiga bulan. Durasi ini berlaku di daerah beriklim tropis. Berbeda dengan di daerah non tropis yang membutuhkan waktu enam bulan.

"Cairan multiguna ini hasil fermentasi gula merah, sampah sisa buah atau sayuran dan air. Cairan inj bukan sisa sampah yang sudah dimasak, membusuk dan mengandung minyak," ungkapnya.

Dia menyampaikan, ide itu timbul karena melihat keberadaan sampah setiap hari semakin menumpuk. Selain itu, ia jenis sampah lebih didominasi organik.

Fauziah memaparkan, manfaat eco-enzyme bisa untuk pembersih alami. Termasuk pembersih rumah tangga dan bisa jadi hand sanitizer tanpa alkohol.

Selain itu, bisa menyuburkan tanaman, selanjutnya manfaat medis. Bisa pula untuk basmi kuman seperti gatal, jantungan, mengobati luka goresan, tingkatkan daya tahan tubuh, membuat rambut lebih kuat dan lembut dan lain sebagainya.

Langkah mahasiswa KKN Unizar itu mendapat apresiasi dari salah seorang anggota DPRD Lombok Barat, Ir H Jumahir dari Fraksi Golkar. Ia mengatakan, dalam kondisi pemerintah mengurangi jatah pupuk anorganik kepada petani, inovasi eco-enzyme dinilai dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk yang sudah difermentasi dari bahan organik.

"Sangat kami apresiasi, selain bisa membantu petani penuhi kebutuhan pupuk, bisa juga menjaga lingkungan dalam kurangi sampah kaitan program Zero Waste," ujarnya.

Bagi politisi Golkar asal Dusun Karang Kates ini menyampaikan, bahan baku dari eco-enzyme sangat tersedia di masyarakat dan sangat mudah didapat. Karenanya, dia akan mendorong pemerintah daerah memberikan anggaran untuk memproduksi lebih banyak. 

"Saya juga akan dorong Dinas Pertanian bangun koordinasi dengan UNIZAR, begitu halnya dengan OPD lainnya supaya berkolaborasi. Kita ingin potensi segera disikapi juta oleh pemerintah desa, karena tidak membutuhkan biaya banyak namun manfaatnya sangat banyak," tegasnya. (jl)

Tuesday, February 23, 2021

Karena Sepucuk Surat Wali Murid, SMPN 1 Selong Tutup

DITUTUP: Aktivitas belajar daring di SMPN 1 Selong ditutup akibat salah satu siswa diduga terkonfirmasi Covid-19.

SELONG
--Aktivitas belajar di SMPN 1 Selong Lombok Timur dihentikan. Sekolah ini sebelumnya melaksanakan aktivitas belajar secara daring.

Dalam sistem belajar dari itu, pihak sekolah melaksanakan pembelajaran menggunakan pola ganjil-genap. Dimana durasi waktu belajarnya selama sepekan secara bergantian.

Wakil Kepala SMPN 1 Selong Bidang Kurikulum, Nasrudin Efendi megungkapkan, sekolah tempat ia bertugas dinyatakan tutup sementara. Pasalnya, penutupan itu dilakukan setelah menerima sepucuk surat dari wali siswanya. 

Dalam surat itu salah seorang siswa terkonfirmasi positif covid-19. Akibatnya sekolah ternama di Lotim itu dinyatakan tutup selama 14 hari.

"Ada surat dari orang tua wali, anak kita yang kelas 9 terkonfirmasi positif Covid-19," ucapnya, Selasa (24/2).

Sebelumnya SMPN 1 Selong belajar dengan sistem daring dengan urutan ganjil-ganjil-genap. Namun, di tengah perjalanan sistem itu mendadak surat edaran menyatakan SMP ternama itu ditutup sementara lantaran satu orang siswa kelas 9C terjangkit Covid-19.

Menurutnya, setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak dinas, siswa tersebut tidak ada masalah. Ia dinyatakan hanya sekedar batuk flu biasa. 

Namun, oleh orang tua siswa anaknya dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Oleh pihak puskesmas, siswa tersebut dinyatakan terjangkit virus menular tersebut. 

Mendengar hasil pemeriksaan tersebut, pihak sekolah mengaku kaget. Tak lama setelah itu, Dikbud Timur SMPN 1 Selong tutup sementara.

"Kita kaget jangan-jangan ada tindak lanjut dari puskesmas, tak lama stelah itu surat edaran dinas menyatakan SMPN 1 ditutup sementara," tutupnya. (jl)

Sunday, February 21, 2021

Adinda Herdina Raih Piala Bergilir untuk MAN 1 Lotim

JUARA: Prestasi juara kembali ditunjukkan siswi MAN 1 Selong dalam kompetisi debat tingkat nasional di Universitas Hamzanwadi.

SELONG
--Torehan prestasi seakan tiada henti disematkan jajaran MAN 1 Lombok Timur. Baik prestasi yang diraih para guru dan siswanya seolah terus mengalir seperti air. 

Kali ini kembali seorang siswi cantik bernama Bq Adinda Hardina. Siswi ini menyumbang piala bergilir dan menjadi piala tetap setelah menaklukkan rival pada kompetisi debat di Universitas Hamzanwadi. 

Ia kembali merebut juara 1 di ajang lomba debat tersebut.

"Bq Adinda Hardina ini berhasil membuat piala bergilir menjadi piala tetap untuk MAN 1 Lotim,'' ucap mentor Adinda, Surodiana, Minggu (21/2).

Bukan hanya itu, sebelumnya sederet kompetisi berhasil dijuarai sejak menginjak kelas X. Usut punya usut, ternyata siswi kelas XII IPS 1 ini setiap tahun memboyong tiga piala untuk sekolahnya.

Bq. Adinda Hardina mengakui tiga tahun bersekolah di MAN 1 Lotim dirinya telah mengikuti ajang lomba berkali-kali hingga tingkat nasional. Sebelum menjuarai debat, dari Surabaya Jatim, ia berhasil memboyong piala untuk sekolahnya.

Untuk mencapai prestasinya, Adinda mengaku telah bekerja keras dengan meningkatkan waktu belajar serta bimbingan rutin. Hal itu dilakukan semata untuk menguasai materi. Selain penguasaan materi, bimbingan rutin juga ia tingkatkan.

"Untuk dapat mempertahankan prestasi tentunya dengan kerja keras," terang Adinda.

Di balik kerja kerasnya, Adinda tidak menafikkan dukungan dan dorongan dari kepala sekolah adalah salah satu penyebabnya. Ia mengaku, hal itu menjadi motivasi tersendiri untuk terus semangat meningkatkan prestasinya.

Perasaan bangga tak dapat dipungkiri oleh siswa pemborong prestasi ini. Ia mengaku keberhasilannya kali ini diharapkan menjadi motivasi untuk adik-adiknya di kemudian hari.

Diiringi harapan, Adinda saat ini sedang mempersiapkan beberapa adik kelasnya melanjutkan prestasinya tersebut. Namun, tentu ia tidak sendiri, ia menyebut persiapan itu dilakukan bersama dengan kedua mentornya, Bukhori Muslim dan Surodiana.

"Untuk mempertahankan prestasi ini, kita sedang persiapkan beberapa adik kelas bersama dengan kedua mentor," tutupnya. (hs)

Wednesday, February 17, 2021

Majukan Pendidikan Swasta, Tenaga Kependidikan Harus Bisa Berkreasi dan Berinovasi

AUDIENSI: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah saat menerima kunjungan audiensi para kepala SMA se-Lombok Timur di ruang kerjanya.

MATARAM
--Tenaga kependidikan baik kepala sekolah, guru ataupun perangkat kependidikan lainnya dituntut berdaya saing kompetitif. Tenaga kependidikan harus bisa berinovasi, berkreasi dan melakukan lompatan-lompatan yang berdampak signifikan bagi pengembangan dan kemajuan pendidikan.

“Dengan kreasi dan inovasi yang berkesinambungan dengan visi dan misi yang jelas untuk memajukan pendidikan di sekolah persoalan-persoalan intern semisal sarana-prasarana ataupun persoalan anggaran sekolah bisa dicarikan solusinya,” kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, pada penerimaan para kepala SMA swasta se Kabupaten Lombok Timur, Rabu (17/2) di ruang kerja Gubernur NTB.

Gubernur juga memberikan penekanan kepada Dikbud NTB agar mendorong para kepala sekolah ataupun guru-guru di sekolah swasta agar lebih kreatif dalam hal mencari bantuan agar kreatif dengan menjemput bolah ke pusat. Bagi Gubernur, kreativitas dan sikap pro aktif seperti ini juga sangat diperlukan agar sekolah menjadi lebih maju dan berkembang di masa-masa yang akan datang.

Berkenaan dengan kesejahteraan guru, mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyarankan agar sekolah swasta itu lebih berkreasi agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Gubernur memberi contoh sekolah bisa punya usaha sendiri. Yang mana dari usaha itu diharapkan ada tambahan pendapatan untuk menambah honor guru di sekolah swasta. 

“Karena itu sekolah swasta diharapkan bisa bekerjasama ke instansi atau dinas terkait untuk bisa mengembangkan usaha sekolah seperti di bidang pertanian ataupun peternakan,” ujarnya.

Meski demikian Gubernur mengakui pengelolaan sekolah swasta itu tidak gampang. Kaitan dengan itu, ia menyarankan agar para pengelola pendidikan bisa membuka sekolah walaupun sedikit berbiaya mahal, tapi berkualitas dan output dari sekolah itu bisa memberi harapan kepada lulusannya. 

“Sekolah  berbiaya mahal itu bisa dibandingkan hasilnya dari sisi kualitas. Namun fakta sekarang ini kan masyarakat inginnya sekolah berbiaya sedikit, namun  kualitas kelulusannya bagus. Ini tentu jadi kendala besar bagi pengurus sekolah swasta.

Terkait dengan usulan sarana dan prasarana sekolah swasta agar bisa disamakan dengan sekolah negeri ataupun tambahan tunjangan jam mengajar mengajar para guru, Kadis Dikbud  NTB melalui Kabid SMA/SMK Lalu M Hidir menjelaskan, untuk sarana dan prasarana itu terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tergantung dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di masing-masing sekolah. Karena penentuan DAK itu merupakan kebijakan pusat.

“Karena itu kami sarankan agar masing-masing sekolah bisa memberikan data yang akurat sekaligus melakukan perbaikan terhadap Dapodik yang masih kurang lengkap. Jika Dapodik sudah lengkap kemungkinan besar DAK bisa diperoleh meski diberikan secara bergiliran, karena begitu banyaknya permintaan serupa di Kementerian Dikbud,” ujar L Hidir.

Selanjutnya terkait dengan tunjangan jam mengajar guru yang perlu ditambah, Hidir mengungkapkan, seperti yang disarankan oleh Gubernur Zulkieflimansyah agar sekolah punya inovasi. Sebut saja seperti membuka usaha sekolah bekerjasama dengan instansi terkait juga bisa memberikan solusi terhadap tambahan honor mengajar para guru. 

Usulan lainnya agar para guru swasta bisa diberikan kesempatan diangkat menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Terhadap hal ini, L Hidir menjelaskan, bahwa penerimaan guru tahun ini bisa melalui jalur P3K. 

Guru-guru swastapun bisa mengikuti tes P3K dan kuota tahun ini cukup tersedia banyak. Guru swasta diharapkan juga turut berkompetisi dalam penermaan P3K ini. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567