Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts
Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts

Wednesday, July 21, 2021

Ini 2 Kasus Korupsi yang Disorot Kejari Selong

JUMPA PERS: Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan bersama jajarannya saat memberikan keterangan pers terkait kasus korupsi yang sedang ditangani pihaknya.

JUMPA PERS: Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan bersama jajarannya saat memberikan keterangan pers terkait kasus korupsi yang sedang ditangani pihaknya.


SELONG
-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong Lombok Timur kini tengah memelototi dua kasus korupsi. Kedua kasus itu dengan lokus berbeda.

Kasus pertama yakni dugaan korupsi yang dilakukan oknum Kades Banjarsari, Kecamatan Labuan Haji. Progres kasus itu dinyatakan sudah P21.

"Kasus ini yang tengah kita tangani dan dilalukan oleh oknum kades berinisial Z," ucap Kepala Kejari Selong, Irwan Setiawan, Rabu (21/7).

Kasus yang melibatkan Z ini dipastikan segera dilimpahkan ke pengadilan. Ini karena semua berkas perkara sudah dinyatakan lengkap.

Kasus kedua yakni dugaan penyalahgunaan kredit di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Lotim. Buntut penyalahgunaan kredit tersebut telah mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 1 miliar.

Untuk kasus yang kedua ini, Kejari Selong masih terus melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan. Untuk melengkapi berkas itu, pihaknya bakal memanggil sejumlah saksi dan calon tersangka.

Selain itu, Irwan juga menyebut akan memanggil ahli kerugian negara sebagai pembantu.

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah tersangka yang terseret dalam kasus penyalahgunaan kredit ini. Pihak kejaksaan akan memberi informasi setelah proses penyidikan usai.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Lotim, L Rasyidi mengakui, sejumlah alat bukti kasus penyalahgunaan kredit telah dikantongi pihaknya. Barang bukti tersebut berupa beberapa dokumen dan keterangan dari pihak terkait. 

Ia menyebut, sebanyak 30 orang akan dipanggil dalam waktu dekat. 

Rasyidi menyebut modus yang dilakukan pelaku ialah menjalankan kredit fiktif. Karena itu, ia mengingatkan agar pihak perbankan tidak menyalahgunakan pemberian kredit.

"Warning untuk para bank kalau menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan kredit tidak jelas akan kita proses," tutupnya. (hs)

Monday, July 19, 2021

Varietas Mangrove Lotim Terbanyak Kedua di Indonesia

KAYA: Lombok Timur memiliki varietas mangrove terbanyak kedua di Indonesia.

SELONG
-- Laut Lombok Timur tak hanya menawarkan keindahan, tapi juga kekayaan. Salah satu kekayaan itu yakni varietas mangrove yang tumbuh di daerah ini.

Pohon mangrove di laut Lombok Timur dikabarkan telah banyak kedua di Indonesia. Setidaknya terdapat enam jenis varietas pohon bakau yang sampai saat ini masih dapat ditemukan.

Keberadaan pohon ini bisa masuk melalui Pulau Lampu, di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Pasalnya varietas tersebut tersebar di beberapa gili yang ada di wilayah itu.

Lokasi satu ini merupakan wisata kawasan pantai tertua setelah Labuan Haji. Namanya cukup populer sejak tahun 1991 silam.

Sekretaris Pokmaswas Peterando, Herman Alinasyah menuturkan, jenis pohon bakau di wilayah itu nomor dua terbanyak di Indonesia.

"Jenis yang paling banyak Rhizopora, tersebar di dua gili, yaitu Petagan dan Kondo," beber pria yang akrab disapa Herman, kepada JEJAK LOMBOK, Senin (19/7).

Selain Rhizopora, paparnya, varietas lainnya yakni Rhizopora Racemosa, Avicennia, Laguna Polaria, Api-api dan Conocarpus Erectus.

Dia menjelaskan, Rhizopora Racemosa masih satu marga dengan Rhizopora. Keduanya berasal dari genetik yang sama yakni Rhizoporaceae.

Varietas ini memiliki ciri yang sangat mencolok, berupa akar tunjang besar dan berkayu. Pucuk tertutup daun penumpu runcing, buah berkecambah dan berakar jika masih di pohon.

Jenis ini, kata dia, paling banyak jika dibandingkan dengan varietas lain di kawasan ini. Jenis ini juga di setiap daerah bisa ditemukan dengan penyebutan yang berbeda-beda.

Avicennia jelasnya, merupakan satu marga dengan Api-api. Varietas ini disebut juga bakau sejati.

Pasalnya varietas satu ini banyak ditemukan di Indonesia yang merupakan daerah tropis. Jenis ini dapat dikatakan tersebar merata dari Sabang sampai Marauke.

Dengan ciri-ciri, akar yang berbentuk pensil, menonjol di atas permukaan air yang berfungsi sebagai akar nafas.

Bahkan, jenis ini tak hanya berfungsi sebagai penahan gelombang dan abrasi. Namun tak jarang bijinya diolah menjadi produk oleh masyarakat pesisir.

"Dan dua jenis lainnya, masih bisa ditemukan," ujarnya.

Keenam jenis pohon bakau ini dapat ditemukan di Gili Sulat Lawang. Wilayah ini juga merupakan kawasan dengan konservasi terbesar yang mencapai 10 ribu hektar.

Sebab kata dia, jika dibandingkan dengan gili Petagan hanya mencapai 12 hektare, dan Kondo 9 hektare, dan Bidara 7 hektare lebih.

Selain enam jenis pohon bakau itu, di sekitar perairan itu terdapat 380 spesies karang. Selain itu, ada 15 famili ikan dengan 48 genre yang tersebar di wilayah Gili Lampu.

Dari jumlah itu, kata dia, Lotim memiliki kekayaan biota laut yang luar biasa. Kekayaan ini harus dijaga oleh semua elemen.

Sebab kata dia, penjagaan ini bukan hanya untuk pelestarian, tapi agar alam tetap seimbang, khususnya bagi laut di Lombok Timur.

Lantaran itu, kata dia, pihaknya secara rutin melalukan pengawasan, dengan mengelilingi pantai di wilayah perairan tersebut. Langkah ini diambil hanya untuk memastikan kelestarian alam.

"Kekayaan laut kita tidak kalah dengan daerah lain, dan ini harus kita jaga bersama," tandas Herman. (kin)

Sunday, July 18, 2021

Melihat Naskah Khutbah Kuno Idul Adha di Desa Songak

UTUH: Naskah kuno khutbah Idul Adha di Desa Songak masih nampak utuh.

SELONG
-- Sejarah Pulau Lombok menempatkan Desa Songak, Kecamatan Sakra Lombok Timur menjadi salah satu desa dengan dengan latar belakang kekayaan sejarah. Di desa ini, masih terdapat situs sejarah yang bisa ditemukan.

Situs-situs itu lebih banyak merujuk pada peninggalan penyebaran agama Islam. Buktinya di desa ini masih ditemukannya masjid tua yang masih berdiri kokoh.

Tapi ternyata tak hanya berupa bangunan, namun juga sebuah naskah kuno yang berisi khutbah Hari Raya Idul Adha. 

"Di dalam naskah itu, menjelaskan tentang berkurban lengkap dengan rukun khotbahnya," terang seorang tokoh setempat, Murdiyah, saat ditemui JEJAK LOMBOK di kediamannya, Minggu (18/7).

Naskah kuno ini, lanjutnya, bertuliskan tangan, berupa huruf Arab Melayu. Tulisan itu dilengkapi dengan ayat quran sebagai penguat perintah berqurban tesebut. 

Dalam naskah ini, kata dia, dimulai dari niat sampai dengan khutbah ke dua.

Awal mula ditemukan naskah khotbah ini pada saat Masjid Bengan (Masjid Tua) di desa itu direhab.  Pada waktu itu, dirinya diberikan oleh seseorang yang sampai saat ini belum ia ketahui keberadaannya. 

Pada saat itu, ia hanya mendengarkan suara dan diberikan naskah tersebut.

"Saya tidak perhatikan, dan sudah saya tanya semua orang yang ada di sana, semua menjawab bukan saya," ucapnya.

Naskah ini berangka tahun berkisar 1300 Masehi atau abad ke 13, pasca Samalas meletus. Pendapat lain menyebut jika naskah tersebut berasal pada abad sekitar 1500 M, atau abad ke 15. 


Angka tahun itu, jelas Murdiyah, diketahui dari jenis kertas pada naskah itu. Biasanya kertas sejenis itu lazim digunakan saat penyebaran Islam.

Di Lombok sendiri, Islam di awal mula disebarkan para pedagang asal Magrhibi (Maroko). Mereka ini mendarat di Lombok, abad ke 13.

Naskah ini, ucapnya, menjadi salah satu peninggalan bersejarah selain masjid dan benda pusaka lainnya di Desa Songak. Naskah dan peninggalan tersebut masih terpelihara sampai saat ini.

Panjang naskah ini, bebernya, berkisar 170 sentimeter atau setinggi badan manusia pada saat ini. Sementara lebarnya hanya 20 sentimeter.

Dengan begitu, imbuhnya, masyarakat Lombok pada masa itu telah mengenal Islam. Bahkan disebutnya dari sejak lama.

"Kami masih pegang sebagai bukti kesejarahan di desa ini, dan tetap akan kami pelihara," ucapnya. (jl)

Friday, July 16, 2021

Truk Roda 6 Terguling, 2 Rumah Warga Diseruduk

TERGULING: Trik roda 6 ini terguling setelah mencoba menghindar dari sepeda motor yang melintas di depannya.

SELONG
-- Diduga karena rem blong, sebuah truk bermuatan onderdil terguling di jalan raya Masbagik menuju Pancor, Jum'at (16/7). Akibatnya, dua buah rumah warga yang tak jauh dari lokasi mengalami kerusakan. 

Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Rita Sorcha Yuliana mengungkapkan, tergulingnya truk tersebut diduga karena mengalami rem blong. Sementara, untuk menghindari kendaraan yang melintas di depannya, sopir truk spontan membanting stir ke arah kiri sehingga mengakibatkan kecelakaan. 

Sebelum menerpa rumah warga, kata Rita, truk tersebut sempat menyerempet tiang listrik hingga mengakibatkan kabel listrik kendor. 

"Betul, rem truk oblong hingga sopir dengan langsung membanting stir ke arah kiri guna menghindari kecelakaan dengan kendaraan yang lain," ucapnya.

Saat ini kendaraan tersebut ditangani Satlantas Lotim guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk sementara kendaraan tersebut kami tangani," pungkasnya. (hs)

Thursday, July 15, 2021

Tahun Ini 13 Rumah Relokasi Terdampak Banjir Rampung

Ir. Sahri

SELONG
-- Banjir rob yang terjadi di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur beberapa waktu lalu telah merendam sejumlah rumah warga. Diperkirakan, rumah terdampak banjir tersebut kurang lebih berjumlah 70 unit. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Timur, Ir. Sahri, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/7).

Dia menjelaSkan, target yang paling mendesak dari jumlah 70 unit ialah sekitar 33 rumah. Namun, karena anggaran tidak mencukupi, tahun ini hanya dapat memastikan 13 unit relokasi rumah dapat diselesaikan. 

"Selebihnya akan dirampungkan pada tahun berikutnya," ucapnya.

Alasan penataan rumah tersebut untuk mengamankan beberapa rumah dari hantaman banjir rob. Selain itu, bangunan rumah warga sebelumnya dinyatakan telah melanggar aturan. 

Hal itu lantaran rumah warga terlalu mepet dengan bibir pantai. Tak heran jika pimpinan daerah melalui Dinas Perkim Lotim ingin melakukan penataan.

Alasan lainnya, kata Sahri, sebagian besar rumah yang berdiri di bibir pantai tersebut tergolong dalam kategori rumah tidak layak huni. Meskipun, terdapat beberapa rumah tergolong layak huni. 

Selanjutnya, Sahri mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan seluruh rumah akan rampung dibangun. Namun dipastikan masyarakat akan dibangunkan rumah hingga siap ditempati. 

Jika sudah rampung, jelasnya, masyarakat dapat menempatinya.

Adapun model penataan rumah masyarakat tersebut, akan mirip dengan BTN. Saat ini, progres projek tersebut masih dalam tahap persiapan.

Kedepan pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Saya tidak berani janji tahun berapa, namun secara bertahap akan dibangun," tutupnya. (hs)

Wednesday, July 14, 2021

NW Dibekuk Polisi Diduga Pengedar Sabu

RINGKUS: Pria berinisial NW asal Dusun Lengkok,Suryawangi ini diringkus karena diduga pengedar sabu.

SELONG
-- Polres Lombok Timur membekuk salah seorang terduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu. 

Sosok itu adalah NW. Sosok ini merupakan warga Dusun Lengkok, Desa Surayawangi, Kecamatan Labuhan Haji,  Lombok Timur. 

Pria 48 tahun ini ditangkap di jalan Raya Gelang-Selong, Kelurahan Rakam Kecamatan Selong, sekitar pukul 17.00 Wita, Selasa kemarin (13/7).

Kasat Resnarkoba Polres Lombok Timur, IPTI I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, penangkapan NW berawal dari informasi yang didapatinya dari masyarakat. Informasi itu menyebut bahwa mobil berwarna putih dengan nomor polisi DR 1309 KF, diduga sering membawa narkotika jenis sabu.

"Berdasarkan informasi itu kami melakukan penyelidikan terhadap NW," katanya, Rabu (14/7).

Untuk menelusuri informasi itu, dirinya memerintahkan anggota Opsnal. Pada keesokan harinya, Rabu, 14 Juli 2021 pukul 03.00 Wita, tim yang dipimpin Kanit Lidik bersama anggota membuntuti mobil terduga pelaku.

Tak lama berselang, dilakukan pencegatan terhadap mobil Daihatsu Sigra berwarna Putih dengan nopol DR 1309 KF. Selanjutnya tim menangkap serta menggeledahnya.

Saat dilakukan pengeledahan badan dan pakaian, bebernya, ditemukan 1 buah dompet berwarna coklat berisi uang Rp 200 ribu.

Dari penggeledahan itu ditemukan 1 buah ACCU yang diletakan di bawah jok tengah. Di dalam ACCU itu terdapat 1 bungkusan plastik berukuran besar. 

"Di dalam plastik itu terdapat bubuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 25,60 gram," ucapnya. 

NW pun mengakui bahwa barang bukti tersebut miliknya. Selanjutnya barang bukti dibawa ke Polres Lombok Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (kin)

Lotim Mulai Terapkan PPKM

JUMPA PERS: Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik bersama kepolisian menggelar jumpa pers terkait pemberlakuan PPKM.

SELONG
-- Terhitung hari ini, Rabu (14/8), Pemkab Lombok Timur mulai melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di daerah itu.

Diberlakukannya PPKM ini ditandai dengan terbitnya surat edaran Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik mengatakan, pihaknya memberlakukan PPKM Darurat Imbang. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran gubernur NTB.

PPKM darurat imbang ini disebutnya mulai berlaku tanggal 14 sampai dengan 20 Juli 2020. Dari kebijakan ini setidaknya ada 15 poin ketentuan yang harus ditaati selama diterapkan.

Kata Taofik, ada perbedaan antara penerapan PPKM darurat imbang dengan apa yang diberlakukan di Kota Mataram. Perbedaan yang mencolok yakni pada akses masyarakat pada layanan publik. 

"Seperti di pusat perbelanjaan dan cafe. Jika di Kota Mataram semua fasilitas publik tidak dapat diakses lagi. Namun di Lotim tak berlaku hal serupa," ucapnya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya mengatur tentang pembatasan jumlah pengunjung dan waktu buka. Untuk pengunjung dibatasi 25 persen dan buka sampai pukul 20.00 Wita.

Pemberlakuan lainnya yakni melakukan penyekatan pada tiap pintu masuk. Seperti di Pelabuan Kayangan, Sukaraja Kecamatan Jerowaru, dan Jengggik, Terara.

Di lokasi itu nantinya akan diterapkan sistem screening dengan menempat petugas sejumlah 250 orang. Pemerikasaan itu berlaku bagi warga luar yang ingin masuk ke Lotim dengan menunjukan sertifikat vaksinasi dan hasil tes swab PCR.

Namun demikian, jika yang tak memiliki syarat tersebut pihaknya menyiapkan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan. 

"Tapi jika ada yang menolak maka tidak boleh masuk ke Lotim. Ini untuk menekan mobilitas warga, khususnya bagi warga luar Lotim," ujarnya.

Meski demikian, bagi aktivitas yang sifatnya esensial dan kritikal dapat masuk ke Lotim. Yakni seperti pengangkut logistik dan bahan konstruksi. 

Dia menjelaskan, pemberlakuan serupa juga berlaku bagi yang hendak berkunjung ke lokasi wisata. Bagi wisatawan harus menunjukan kartu telah melakukan vaksin dan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari jumlah yang biasanya.

"Bagi yang melanggar dikenakan sanksi sesuai Perda nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama dirinya menyinggung prihal pelaksanaan Idul Adha. Momentum hari besar umat Islam itu tetap boleh dilaksanakan dengan catatan menerapkan protokol kesehatan.

"Hari Raya Idul Adha boleh, tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Bila perlu dilaksanakan di lapangan terbuka," ujarnya. (kin)

Tuesday, July 13, 2021

Tidak Laksanakan Kurban, Ini Alasan Baznas Lotim

Abdul Hayyi

SELONG
-- Tahun ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur tidak melaksanakan kurban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selalu tampil memfasilitasi masyarakat untuk berkurban. 

"Baznas tidak ada menyalurkan hewan kurban," ucap Sekertaris Baznas Lotim, Abdul Hayi, Rabu (14/7).

Dia menjelaskan, keterlambatan mendapat informasi dari Baznas pusat merupakan hal utama kendala rekrutmen penyaluran kurban dari masyarakat. Selain itu, ia menilai penyaluran hewan kurban tidak terlalu mendesak bagi Baznas. 

Hal itu, terangnya, karena masyarakat dianggap sudah memiliki kesadaran diri yang cukup tinggi terhadap kurban.

Hayi juga menyebut ada hal yang lebih krusial dari penyaluran hewan kurban yang harus dikejar. Target yang diberikan pimpinan daerah disebutnya lebih krusial dibanding hewan kurban. 

Ia menyebut, target sebesar Rp 25 miliar diberikan kepadanya. Angka tersebut bukanlah jumlah kecil dalam hal pengumpulan zakat. 

Karena itu, pihaknya memilih fokus dalam program pengumpulan zakat untuk mengejar target tersebut.

"Untuk tahun ini, karena target Baznas cukup tinggi maka kota fokus pada pengumpulan zakat,'' ucapnya.

Lebih lanjut, Hayi mengungkapkan imbauan menggalang kurban memang sudah diberikan oleh Baznas pusat. Namun begitu, alasan keterlambatan informasi dan hal krusial tersebut menjadi kendala. 

Meski demikian, Baznas Lotim telah melakukan sosialisasi pengumpulan zakat melalui sosial media Baznas Lotim. Namun, hingga saat ini belum ada masyarakat yang menyalurkan kurbannya.

Dia berharap, tahun depan Baznas Lotim dapat melakukan penggalangan hewan kurban. Hal itu dipastikan sembari menunggu kondisi normal dari pandemi. 

"Kita menunggu kondisi normal daripada kita tidak maksimal," ungkapnya. (hs)

Ingat! Pemotongan Hewan Kurban Harus Terapkan Prokes

Hultatang

SELONG
-- Hari Raya Idhul Adha seminggu lagi. Seiring itu, banyak masyarakat bakal memotong hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Lombok Timur, Hultatang mengingatkan, pentingnya penerapan prokes saat pemotongan hewan kurban. Hal itu dinilai penting untuk menjaga diri dari penularan covid-19.

Ia mengingatkan potensi kerumunan setiap saat pemotongan hewan kurban. Kerumunan disebabkan lantaran masyarakat menyaksikan pemotongan hewan kurban.

"Ini yang kerap kali menjadi potensi kerumunan dan tidak bisa dibendung," ucapnya, Selasa (13/7).

Ia pun mengimbau panitia kurban di setiap lokasi pemotongan hewan agar menyediakan APD berupa masker. Hal itu untuk meminimalisir penularan wabah covid-19.

Untuk memaksimalkan imbauan tersebut, Hultatang mengaku akan melakukan edukasi di beberapa titik yang biasanya dilakukan pemotongan hewan kurban. Salah satunya di masjid Attaqwa Pancor Lombok Timur. 

Kegiatan tersebut, jelasnya, selain sosialisasi bahaya covid, juga akan disosialisasikan pentingnya kesehatan hewan yang akan dipotongnya.

Hultatang mengaku telah mempercayakan kepada UPT peternakan tingkat kecamatan mengecek kesehatan hewan kurban. Hal itu untuk memastikan hewan kurban yang dipotong masyarakat benar-benar sehat.

Tidak sampai di sana, kata Hutatang, setelah dilakukan pemotongan, hewan kurban akan diperiksa kembali kesehatan organ dalam agar layak konsumsi. 

Menurut pengalaman sebelumnya, pada organ dalam hewan biasanya terdapat cacing. Pada bagian itu nantinya akan dipotong dan dibuang guna menghindari penyakit.

"Setelah dipotong nantinya kita cek kembali kesehatannya (posmortem)," singkatnya. (hs)

Monday, July 12, 2021

Keren! Lotim Punya Spot Kite Surfing Terbaik Indonesia

KOORDINASI: Pengurus BPPD Lombok Timur kala berkoordinasi dengan CEO Play Ground, Samuel beberapa waktu lalu terkait festival Kite Surfing.

SELONG
-- Siapa sangka jika Lombok Timur memiliki kite surfing terbaik di Indonesia. Pengakuan ini datang dari CEO Play Ground, Samuel.

Sosok yang diketahui sebagai kite surfer profesional Eropa ini melontarkan itu dalam rapat koordinasi bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur.

Rencananya, kite surfer ini bakal diadakan di pantai Kaliantan dan Pantai Ekas. Dari koordinasi itu diketahui rencana tersebut bakal terselenggara pada Juni-Juli 2022 mendatang.

Ketua BPPD Lotim, Muhammad Nursandi menerangkan, Samuel merupakan seorang kite surfer profesional kelahiran Italia. Sosok ini belakangan tinggal di Prancis.

‘’Kami sudah mulai berkoordinasi sejak pekan lalu, dan masih terus-menerus berkoordinasi dengan CEO Play Ground,’’ kata Nursandi, Senin (12/7).

Sementara itu, anggota BPPD Lotim Busran Ekamayadi mengatakan, kompetisi kite surfing internasional akan dilaksanakan di Kaliantan dan Ekas pada Juni-Juli tahun 2022 nanti. 

‘’Pra kegiatan dimulai bulan Agustus ini, yaitu festival kite surfing secara virtual bagi pengunjung," ucapnya.

Gelaran ini dilaksanakan virtual mengingat protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang harus berjalan.

Ia juga membeberkan ihwal ketertarikan CEO Play Ground melaksanakan kegiatan ini di Kalimantan dan Ekas. Kedua pantai itu disebutnya mempunyai spot wisata olahraga kite surfing terbaik di Indonesia. 

Di daerah ini disebutnya memiliki kecepatan angin sampai 27 knot. Spesifikasi ini diklaim tidak dimiliki oleh destinasi wisata pantai daerah lainnya.

Kegiatan tersebut bakal digandeng dengan sejumlah kompetisi seperti High Jumping dan Trick Jumping, Twin Tip Race . Kegiatan ini bisa dilakukan sampai 16 orang dalam 1 grup layaknya MotoGP.   

Dari perbedaan dan posisi segmen pasar premium yang dimiliki oleh pesisir selatan Lombok Timur ini, dinilai sangat layak diajukan sebagai event nasional. 

Karena itu, BPPD Lombok Timur dengan Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Timur serta organisasi kepariwisataan lainnya sepakat menyiapkan berkas pengajuan event ini ke level pusat.

‘’Pantai Kaliantan nantinya tidak hanya dijadikan sebagai ruang pelaksanaan adat tradisi Bau Nyale semata, tetapi kita berharap event-event yang akan dilaksanakan ke depan akan menghidupkan berbagai sektor ekonomi," tandasnya. (jl)

4 Titik Lokasi Penumpukan Sampah di Selong Belum Tertangani

Dedy Sutarmin

SELONG
-- Sampah selalu menjadi persoalan serius yang harus segera tertangani. Selain membuat kumuh lingkungan, sampah juga merupakan salah satu sumber penyakit. 

Di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, terdapat 4 titik lokasi penumpukan sampah yang sulit tertangani hingga saat ini. 

Hal itu diakui Kepala Bidang Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lombok Timur, Dedy Sutarmin, Selasa (12/7).

Dia menjelaskan, perilaku masyarakat masih menjadi PR besar pihak dinas menangani permasalahan sampah di Selong. Pasalnya, hingga saat ini pada titik tersebut masyarakat masih membuang sampah tidak tepat waktu sesuai jadwal dari dinas. 

"Satu jam setelah diangkut, sampah kembali menumpuk," ucapnya.

Selanjutnya, Dedy mengungkapkan pihak dinas telah melakukan pendekatan baru dalam mengentaskan sampah di ibukota Lotim ini. Ia menyebut, mendekati kepala lingkungan dan pemuda setempat merupakan salah satunya. 

Alhasil, beberapa titik lokasi tempat ditumpuknya sampah oleh masyarakat kini dapat tertangani. Salah satunya lokasi pembuangan sampah di depan SDN 1 Pancor. 

Sebelum dilakukan pendekatan tersebut, kata Dedy, di depan SDN 1 Pancor tersebut masih terlihat kumuh. Padahal, lanjutnya, di lokasi tersebut tidak layak sebagai lokasi pembuangan sampah lantaran terlalu dekat dengan anak sekolah. 

Namun begitu, setelah dilakukan edukasi dan kerjasama dengan pemuda setempat, tumpukan sampah berhasil dihilangkan.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan, berkaca dari keberhasilan tersebut. Hal yang sama akan dilakukan kepada 4 titik lokasi penumpukan sampah yang ada.

Ia mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan edukasi dan kerjasama dengan pemuda terkait. Hal itu dinilai penting untuk menciptakan Lombok Timur bebas sampah.

"Belajar dari SDN 1 Pancor, kita akan lakukan pendekatan kepada kepala lingkungan dan pemuda setempat," jelasnya.

Ia berharap, kedepan kedisiplinan masyarakat dalam mengeluarkan sampah dapat ditingkatkan. Selain itu, ia juga berharap masyarakat mulai memilah sampah untuk membantu meminimalisir jumlah sampah.

"Kita berharap masyarakat mulai disiplin mengeluarkan sampah sesuai jadwal pengangkutan, yang paling utama masyarakat mau memilah sampah agar sampah yang keluar lebih sedikit," pungkasnya. (hs)

Bule Prancis Ini Pecahkan Sejarah Terbesar Clean Up Rinjani

LUAR BIASA: Bule Prancis, Benjamin Ortega berpose dengan latar belakang sampah yang sukses dikumpulkan di Gunung Rinjani.

SELONG
-- Gunung sangat rentan dengan sampah. keberadaan sampah ini tidak lain karena ditinggalkan para pendaki.

Seperti Gunung Rinjani misalnya. Minimnya kesadaran para pendaki telah menodai kebersihan gunung yang disebut-sebut sebagai tandon air raksasa Pulau Lombok ini.

Beragam sampah seperti kategori organik dan non organik kerap dijumpai di gunung ini. Buntutnya, tak hanya menyebabkan gunung kotor, tapi juga membuat petugas harus ekstra keras membersihkan sampah-sampah tersebut.

Sebenarnya, sudah kerap kali Gunung Rinjani di-clean up. Tak hanya oleh petugas, banyak pula komunitas-komunitas lain yang peduli turut terjun membersihkan sampah-sampah tersebut.

Di Rinjani, dalam sejarah clean up yang pernah ada, rupanya aksi terbesar dilakukan oleh bule asal Prancis. Bule itu bernama Benjamin Ortega.

Bayangkan saja, dalam tempo 3 hari, pria ini mampu mengumpulkan 1.603 ton sampah dari gunung tertinggi ketiga di Indonesia tersebut. Jumlah itu tentu angka yang sangat fantastis.

“72 jam dan 1.603 ton sampah diambil kemudian kami kembali turun dari ekspedisi kecil kami!," tulis Ortega dalam unggahan akun Instagram miliknya dua hari lalu.

Jumlah sampah yang sangat besar yang dikumpulkannya itu rupanya membuat Ortega sedikit tak percaya. Namun begitu, ia merasa bangga bercampur senang dengan sukses yang diraihnya itu.

Ortega sedianya tidak bekerja sendiri. Aksinya ini dibantu pula oleh Green Rinjani, sebuah perusahaan trekking.

Dalam unggahannya, Ortega menyebut Green Rinjani sangat luar biasa. Bersama perusahaan ini ia merencanakan bersama tindakan luar biasa yang baru saja dituntaskannya itu.

“Dari ide kecil tentang gunung berapi yang lebih bersih, hingga bertemu @greenrinjani. yang luar biasa, merencanakan bersama pembersihan terbesar yang pernah dilakukan di sana," tulis penggalan status pria ini.

Sembari merencanakan aksi clean up itu, kedua belah pihak mengumpulkan uang dengan menjual baguette virtual. Hasil penjualan ini kemudian digunakan membayar 50 porter untuk terlibat.

Seperti tak percaya dengan apa yang ia lakukan, Ortega kembali menulis bahwa dirinya tidak pernah berpikir bisa mewujudkan penggalangan dana yang begitu cepat. dari penjualan baguette virtual itu digunakan pula untuk makanan, tiket taman nasional, dan asuransi selama aksi berlangsung.

Secara pribadi, Ortega menyebut aksi ini perjalanan gila. Perjalanan ini menjadi kenangan luar biasa yang ia lakukan demi gunung yang lebih bersih. (jl)

Sunday, July 11, 2021

Dua Hari Pencarian, Nenek 70 Tahun Ditemukan Mati di Sungai

PENCARIAN: Pihak keluarga kala mencari Sinasih dan ditemukan di sela bebatuan di sungai.

SELONG
-- Sinasih alias Sinah (70), warga Dusun Sugian Lauk, Desa Sugian, Kecamatan Sambalia sudah tak bernyawa. Tubuh tuanya ditemukan terbujur kaku di sela bebatuan sungai dekat ladang miliknya, Minggu (11/7) kemarin.

Mayat Sinasih ditemukan sekitar pukul 10.15 Wita kemarin.

Keterangan keluarganya, korban keluar rumah sejak Jum'at pukul 08.00 Wita. Sejak saat itu, korban tak kunjung pulang. 

Karena khawatir, keluarga korban lalu menanyakan kepada warga sekitar. Setelah mendengar kabar Sinasih tak juga pulang, sontak warga ikut membantu mencari keberadaan perempuan tua ini.

Tidak hanya warga, pemerintah desa Sugian juga ikut membantu mencari dengan menghubungi tim SAR. Namun sayang, setelah dilakukan pencarian, Sinasih ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Terhadap kejadian tersebut, keluarga korban tidak merasa keberatan dan mengikhlaskannya. Selain itu, keluarga korban juga menolak untuk dilakukan visum dan memilih untuk memakamkan korban hari itu juga. (hs)

Jelang Superbike, Potensi Wisata Bahari Diidentifikasi

POTENSIAL: Keindahan alam bawah laut di Lombok Timur sangat potensial menjadi paket wisata yang bisa dijual untuk wisatawan.

SELONG
-- Potensi alam Lombok Timur tak diragukan lagi. Potensi ini mulai dari pegunungan hingga keindahan bawah laut. 

Tak heran jika potensi ini banyak menarik minat wisatawan berlibur ke daerah ini.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur telah melakukan identifikasi akan potensi wisata laut. Setidaknya BPPD telah menggandeng tiga organisasi yakni Himpunan Penyelam Indonesia (HPI), Kayangan Dive School dan Persatuan Penyelam Profesional Lombok Sumbawa (P3LS)

"Kegiatan identifikasi hari ini dipusatkan di Gili Lebur dan menurunkan 10 penyelam,’’ terang anggota BPPD Lotim, Idham Kholid, MM, Senin (12/7).

Kegiatan itu, lanjut Idham, juga sebagai bagian dari langkah mendukung 100 hari kerja yang telah dicanangkan pihaknya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua HIPLA ini menerangkan, potensi wisata bawah laut di Lotim tak kalah indah dibandingkan dengan daerah lainnya. Ragam biota dan karang yang dimiliki dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Kekayaan itu, jelas dia, tak hanya berpusat di satu titik. Melainkan tersebar dari Obel-Obel hingga Ekas Buana.

Dari kegiatanaiatan itu, pihaknya menemukan setidaknya 5 titik spot yang bisa dijadikan lokasi selam. Hanya saja, dirinya tak merincikan titik yang dimaksud.

"Dari identifikasi ini kita menemukan lima titik lokasi selam. Salah satunya Tukad Kayangan, yang menjadi spot diving di Lotim," ujarnya.

Sementara Ketua BPPD Lotim, Muhammad Nursandi mengatakan, kegiatan tersebut diakuinya menjadi upaya bersama melakukan pemetaan potensi. Langkah ini disebutnya penting dilakukan, khususnya untuk wisata selam Lombok Timur. 

‘’Nantinya kita akan memiliki dokumen yang baik dan lengkap tentang potensi wisata kita,’’ ujar pria yang akrab disapa Sandi ini.

Selain itu, terangnya, pihaknya juga tengah mendata potensi lain di bidang kepariwisataan. Sebut saja seperti gunung, pantai, kuliner, hotel dan restoran, serta yang lainnya.

Data itu, kata dia, penting dikumpulkan sebagai bahan promosi berupa pembuatan paket wisata, untuk menarik pengunjung ke Lombok Timur.

Ia menjelaskan, BPPD nantinya akan bekerjasama dengan semua pihak untuk mendukung percepatan pembangunan pariwisata Lotim. 

Dalam waktu dekat, paparnya, pihaknya bersama Dinas Pariwisata Lombok Timur akan berkoordinasi dengan pelaku wisata. Tujuannya dalam rangka menyiapkan paket wisata yang akan kita kerjasamakan dengan biro perjalanan.

"Insyaallah kita lakukan ini sebelum pergelaran Superbike tahun ini. Sehingga paket wisata Lombok Timur menjadi tawaran dan pilihan wisatawan yang akan menonton superbike di  Lombok,’’ ucapnya. (kin)

Friday, July 9, 2021

Begal Anggota Polri, DP Diringkus di Rumahnya

RINGKUS: Polisi meringkus DP, begal sekaligus penjahat curanmor asal Desa Bilelando Lombok Tengah.

SELONG
-- Apes betul nasib DP (21). Ia diringkus tim Puma Polres Lotim di rumahnya sekitar pukul 03:00 Wita, Jumat (9/7) kemarin. 

Dirinya menjadi buron polisi lantaran telah melakukan aksi kejahatan bersama 4 orang temannya. Dua kejahatan yang dilakoninya yaitu begal dan curanmor.

Kedua aksi kejahatan tersebut berhasil dilakukan dengan mulus. 

Namun sayang, tak berselang lama aksi kejahatan pria asal Dusun Gunung Buntak, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur itu dihentikan Aparat Penegak Hukum (APH). Pasalnya, satu diantara dua korbannya itu merupakan anggota kepolisian aktif. 

Sebelum mencuri kendaraan milik anggota polri, pelaku melancarkan aksinya kejahatannya di Desa Mendana, Kecamatan Keruak dengan cara membututi korbannya.

Korban yang dibuntuti diketahui bernama M Syafil Azmy. Sosok ini sedang mengendarai sepeda motor. Sesampai di tempat sepi, pelaku kemudian memberhentikan dan menebas korbannya. 

Setelah menebas korbannya, pelaku lalu merampas kendaraan dan sebuah handphon milik korban. Beruntung, korban masih dapat menarik pelaku hingga handphone miliknya dapat terselamatkan. 

Namun satu unit kendaraan yang dikenakan berhasil dibawa kabur.

Selanjutnya, aksi kejahatan kedua dilakukan oleh DP bersama dengan temannya di Desa Terara, Kecamatan Terara.  Kali ini pelaku melancarkan aksi kejahatannya dengan cara mengincar satu unit sepeda motor yang terparkir di garasi halaman rumah korban.

Namun apes, aksi kejahatannya tersebut berhasil direkam CCTV milik korban yang merupakan anggota Polri aktif.

Dari tangan pelaku, Tim Puma berhasil menyita barang bukti berupa Unit sepeda motor yang digunakan saat melakukan aksinya TKP Keruak. Ada juga 1 unit sepeda motor milik korban TKP Keruak serta sejumlah barang bukti lainnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berhasil diamankan petugas kepolisian di Mapolres Lotim. Sementara tiga orang rekan pelaku masih dalam pengejaran polisi. (hs)

Thursday, July 8, 2021

Ibu dan Bayi Meninggal, Pimpinan Instalasi Terancam Sanksi

GROUND BREAKING: Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi saat melakukan ground breaking Mother and Child RSUD dr Soedjono Selong disaksikan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy.

SELONG
-- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr R Soedjono Selong Lombok Timur membangun Mother and Child Center. 

Fasilitas ini dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 83 miliar. Lewat fasilitas ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dalam sambutannya mengapresiasi pembangunan fasilitas baru ini. Ia berharap langkah ini bisa diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) yang lainnya.

"Anggaran yang dimiliki daerah kita terbatas. Sementara kebutuhan untuk pemenuhan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," kata HM Sukiman Azmy, saat ground breaking Mother and Child Center, Kamis (8/7).

Terlebih, lanjutnya, pada masa pandemi saat ini daerah harus melakukan pengetatan anggaran.

Lantaran itu, jika ada kasus kematian ibu dan bayi yang disebabkan keteledoran atau kelalaian sebuah instalasi, maka pimpinan instalasi tersebut akan diberikan sanksi.

Di lain sisi dirinya mengaku haru atas pembangunan tersebut. Terlebih pbangunan ini seiring menurunnya kasus covid 19 di Lotim.

Kondisi itu, kata dia, bukan hanya prestasi jajaran pemerintah, tapi karena kerja sama semua pihak. 

Bupati Sukiman berpesan agar pembangunan fasilitas yang mendukung pelayanan kedaruratan bagi ibu dan bayi ini dapat diawasi semua pihak. Ini penting agar semua sesuai dengan perencanaan.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr R Soedjono Selong, Dr M Tantowi Jauhari, meminta dukungan, pengawalan, dan pendampingan semua pihak. Sebab dirinya menilai pembangunan fasilitas tersebut cukup berat dan berisiko. 

Dengan demikian, ujarnya, pembangunan fasilitas ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, serta sesuai kualitasnya.

"Bersama itu peningkatan kualitas pelayanan kepada ibu dan bayi juga dapat terwujud," paparnya.

Ia menerangkan, bangunan Mother and Child Center itu akan dibuat berlantai empat. Proyek ini ditargetkan rampung dalam 150 hari kedepan.

Fasilitas diinstalasi ini merangkum IGD, radiologi, ICU, NICU, PICU, laboratorium, hingga ruang operasi lengkap. 

"Sehingga dapat memangkas waktu yang menjadi salah satu poin penting dalam pelayanan kedaruratan," tandasnya.

Acara ini dihadiri oleh, Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, Wakil Bupati H Rumaksi, Sekda, jajaran forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta pimpinan OPD lingkup Lombok Timur. (kin)

Tuesday, July 6, 2021

Bupati Tekan Segera Selesaikan Data Kontrak

RAKOR: Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy (kiri) bersama Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik saat memimpin Rakor OPD.

SELONG
-- Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memberikan apresiasinya terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Apresiasi ini diberikan kepada sejumlah OPD lantaran pada semester 1 tahun anggaran 2021 telah sukses mencapai target serapan anggaran 40 persen.

"Hanya beberapa OPD saja yang capaiannya masih di bawah 40 persen," ungkap Sukiman saat rapat koordinasi denan OPD, Selasa (6/7).

Dirinya membeberkan, OPD yang dimaksud seperti Dinas Perindustrian, Peternakan, Kesehatan Hewan dan Pertanian. Lantaran itu ia mendorong agar lebih meningkatkan kinerja.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Lombok Timur ini menyoroti besarnya perbedaan presentase realisasi belanja antara keuangan dan fisik pada sejumlah OPD.

Dirinya menyebut, realisasi fisik lebih besar dari keuangan. Ia berharap agar margin capaian fisik dan keuangan tak terlalu jomplang.

Di lain sisi, dirinya menekan data kontrak harus diselesaikan tepat waktu. Jika tidak hal itu akan sangat merugikan, lantaran tak ada realisasi.

Dirinya membeberkan, batas waktu pengunggahan sesuai dengan jadwal hingga 21Juli mendatang. Karena itu, dirinya menekan agar setiap OPD lebih serius agar masyarakat tidak rugi.

"Diharapkan H-3 seluruh data kontrak dapat dirampungkan," harapnya.

Jika terjadi maslah, dirinya mengajak pihak berkolaborasi menemukan penyebab dari persolan itu agar diatasi bersama. Sebab menggenjot realisasi disebutnya harus beriringan dengan inovasi dan kreativitas.

"Dengan demikian pada triwulan ke-3 mendatang realisasi APBD TA 2021 tetap menunjukkan tren positif," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah HM Juaini Taofik menekankan agar setiap OPD mengoptimalkan nilai anggaran dengan cara menggunakannya hingga habis. Saat ini belanja pemerintah menjadi pendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Dirinya membeberkan, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Bappeda, realisasi pendapatan sampai dengan 2 Juli mencapai 46,07 persen atau Rp 1,299 triliun lebih. 

"Hanya saja dari sisi belanja realisasinya masih berada di angka 39,15 persen dengan  nilai anggaran Rp 1,221 triliun lebih," sebutnya. (kin)

Nomor Kontak Disalahgunakan, Sekda Lotim Lapor ke Polisi

Muhammad Fajri

SELONG
-- Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taofik melaporkan terduga pelaku pemalsuan nomor kontak ponselnya kepada aparat penegak hukum. 

Laporan tersebut dilayangkan lantaran nomor kontaknya diduga digunakan pelaku melakukan penipuan. Nomor kontaknya digunakan dengan mengatasnamakan dirinya mendapatkan sesuatu. 

Laporan tersebut dilayangkan Senin (5/7) kemarin.

"Saya lapor senin pagi," ungkapnya, Selasa (6/7).

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lotim, Muhammad Fajri membenarkan bahwa orang nomor satu di birokrasi Lotim tersebut telah melayangkan laporan.

Laporan itu diterima oleh Reskrim Polres Lotim pada, Senin (5/7) kemarin. Laporan tersebut berisi dugaan penipuan mengatasnamakan Sekda Lotim dengan menggunakan nomor telepon dalam bentuk WhatsApp. 

"Kami benarkan bahwa adanya laporan dugaan penipuan dengan mengatasnamakan Pak Sekda," ucapnya.

Selanjutnya, Fajri menjelaskan modus terduga pelaku penipuan dalam melancarkan aksinya. Modusnya yaitu dengan cara menghubungi calon korban melalui chating via WhatsApp atas nama Sekda. 

Hal itu, kata Fajri, dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu dari calon korban.

Lebih lanjut, Fajri menjelaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap nomor kontak dan akun WhatsApp yang digunakan pelaku tersebut. Karena itu, untuk sementara pihaknya belum dapat memastikan siapa terduga pelaku penipuan tersebut. 

Jika tertangkap, pelaku akan dikenakan sanksi pelanggaran undang-undang ITE. Namun begitu, karena belum tertangkap, pihaknya belum dapat menyebutkan masa hukuman pelaku.

"Kita terapkan UU ITE nantinya," ucapnya.

Fajri berharap agar masyarakat kedepan lebih bijak untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerugian.

Untuk informasi seperti itu, pihaknya berharap agar masyarakat agar lebih bijak melaksanakan transaksi ITE. Ini penting agar tidak terjadi kerugian terhadap yang bersangkutan. (jl)

Monday, July 5, 2021

Setelah Siswa, Kini Giliran Perpustakaan MAN 1 Lotim Boyong Juara

PRESTASI: Jajaran MAN 1 Selong meraih juara lomba perpustakaan tingkat provinsi.

SELONG
-- Sederet prestasi terus-menerus diraih Madrasan Aliah Negri (MAN) 1 Selong. Setelah siswanya memboyong prestasi, kini giliran perpustakaan madrasah ini raih juara 3 lomba perpustakaan tingkat provinsi. 

Lomba tersebut diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi NTB. Gelaran itu dilaksanakan sejak Februari sampai dengan Mei 2021 yang selanjutnya diumumkan pemenangnya pada tanggal 7 Juni. 

Pengumuman tersebut selanjutnya diedarkan melalui surat keputusan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan nomor: 87/DEKON/DPKP/NTB/2021.

"Alhamdulillah perpustakaan MAN 1 Lotim sukses meraih juara 3 tingkat provinsi," ungkap Kepala MAN 1 Lotim, Nurul Wathani, Selasa (6/7).

Dia menjelaskan, maksud diadakannya lomba perpustakaan tersebut untuk meningkatkan layanan, mutu dan kapasitas perpustakaan Provinsi NTB. Karena itu, tak ingin ketinggalan MAN 1 Lotim mengikuti ajang lomba tersebut. 

Selanjutnya, Nurul Wathani menyebut juara tiga provinsi diboyong dengan angka penilaian 822 poin. Poin tersebut diraih dari 6 katagori penilaian yaitu organisasi perpustakaan,  gedung perpustakaan, anggaran perpustakaan, tenaga pengelola perpustakaan dan koleksi serta promosi perpustakaan.

"Dari penilaian 6 komponen ini MAN 1 Lotim sukses meraih nilai 822 poin," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), Ali Fikri, mengungkapkan pentingnya menilai dan evaluasi terhadap perpustakaan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kualitas perpustakaan didalamnya. 

Tidak hanya itu, program perpustakaan yang baik, jelasnya, kedepan dapat memperkuat literasi di sekolah. Tak heran jika ia mengapresiasi prestasi yang disematkan kepada para pemenang lomba, termasuk MAN 1 Lotim. 

Ali Fikri berharap, kedepan pelayanan dan sistem kerja tim perpustakaan MAN 1 Lotim dapat menjadi percontohan bagi madrasah lainnya. Selain itu, kedepan ia berjanji akan mendorong madrasah agar dapat meningkatkan mutu layanan perpustakaan. 

"Ini harus dapat dicontoh oleh madrasah lainnya, kedepan pihak Penmad akan mendorong madrasah untuk bisa meningkatkan mutu layanan perpustakaannya tegas kabid termuda di kanwil kemenag NTB ini," tutupnya. (hs)

Kabel Dicuri, PLN Rugi Hingga Rp 50 Juta

RINGKUS: Karena ulahnya mencuri kabel PLN, para remaja ini diringkus polisi.

SELONG
-- Dua pelaku pencurian kabel di gardu induk PLN Sekar Anyar, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong berhasil diringkus polisi, Senin (5/7).

Kedua pelaku pencurian dengan pemberatan tersebut dibekuk tim Puma Polres Lotim di Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Mereka dibekuk setelah tiga hari sejak laporan diterima pihak kepolisian. 

Kedua pelaku tersebut bernama TJ (25) warga Dusun Mekar Sari, Desa Mekar Sari, Kecamatan Selong dan RPP (17) warga Dusun Mekar Sari, Desa Mekar Sari, Kecamatan Selong. 

Menurut keterangan pelaku, aksi kejahatannya itu dilakukan sebanyak 5 kali bersama dengan 4 rekannya selama dua bulan terakhir. Saat melancarkan aksinya, pelaku masuk kedalam gardu PLN dengan cara memanjat tembok. 

Setelah di area, jelasnya, pelaku memotong kabel tembaga menggunakan pisau. Setelah berhasil, pelaku kabur melalui pintu masuk yang dilewati sebelumnya.

Akibat kejadian tersebut, pihak PLN diketahui merugi hingga Rp 50 juta. Pihak PLN pun melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Lombok Timur. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku berupa 2 buah potongan kabel tembaga yang diduga hasil curian. Ada juga sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.

" Selain itu, diamankan juga 5 buah file CCTV saat pelaku beraksi dan 5 buah celana dan baju yang digunakan saat beraksi," tandasnya. (hs)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567