Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Truk Roda 6 Terguling, 2 Rumah Warga Diseruduk

TERGULING: Trik roda 6 ini terguling setelah mencoba menghindar dari sepeda motor yang melintas di depannya.

SELONG
-- Diduga karena rem blong, sebuah truk bermuatan onderdil terguling di jalan raya Masbagik menuju Pancor, Jum'at (16/7). Akibatnya, dua buah rumah warga yang tak jauh dari lokasi mengalami kerusakan. 

Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Rita Sorcha Yuliana mengungkapkan, tergulingnya truk tersebut diduga karena mengalami rem blong. Sementara, untuk menghindari kendaraan yang melintas di depannya, sopir truk spontan membanting stir ke arah kiri sehingga mengakibatkan kecelakaan. 

Sebelum menerpa rumah warga, kata Rita, truk tersebut sempat menyerempet tiang listrik hingga mengakibatkan kabel listrik kendor. 

"Betul, rem truk oblong hingga sopir dengan langsung membanting stir ke arah kiri guna menghindari kecelakaan dengan kendaraan yang lain," ucapnya.

Saat ini kendaraan tersebut ditangani Satlantas Lotim guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk sementara kendaraan tersebut kami tangani," pungkasnya. (hs)

Wednesday, July 14, 2021

Cekcok Organ Tunggal Berujung Penebasan

TERKAPAR: Haerun terkapar dalam proses perawatan setelah mendapat tebasan dalam insiden organ tunggal.

KOTA BIMA
– Hiburan organ tunggal Rabu (14/7) malam, berakhir ricuh. Para penikmat hiburan yang lepas kontrol emosi dan adu mulut. Ujungnya, jatuh korban karena dibacok.

Peristiwa pembacokan ini terjadi di wilayah hukum Polsek Ambalawi, tepatnya di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima.

Kasi Humas Polres Kota Bima Iptu Jufrin Rama mengabarkan, dalam peristiwa itu, telunjuk jari kiri Haerun (27) putus. Telunjuknya putus akibat menahan serangan bacokan dari Bondo (26) terduga pembacokan.

Kronologis insiden ini berawal saat nonton organ tunggal perayaan ulang tahun. Haerun terlibat cekcok dengan seseorang bernama Ade, hingga berujung perkelahian.

Sejurus kemudian, Bondo langsung membacok korban. Arah bacokan tepat di kepala tapi ditangkis dengan kedua tangannya. Tak urung, jari Haerun pun putus.

“Korban langsung dilarikan ke puskesmas Ambalawi guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Terduga pelaku sambungnya, masih dalam pengejaran petugas. (jl)

Tuesday, July 13, 2021

Hilang Saat Menyelam, Wawan Ditemukan Tak Bernyawa

EVAKUASI: Mayat Wawan dievakuasi tim gabungan bersama warga sekitar.

TANJUNG
-- Sehari pasca dinyatakan hilang, Wawan akhirnya ditemukan tim gabungan TNI, polisi dan SAR.

Pemuda berusia 20 tahun yang beralamat di Dusun Gili Trawangan Lombok Utara itu dinyatakan hilang sejak Senin (12/7) kemarin. Ia hilang kala menyelam di perairan Utara Gili Trawangan (Shark Point).

Lokasi ini berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Lombok Utara, IPDA Mulyadi membenarkan telah ditemukan korban yang hilang. Mayat Wawan ditemukan Selasa (13/7).

Dari keterangan saksi mata, Wawan sebelumnya pergi untuk memanah ikan. Namun pada saat sudah berada di tengah laut saksi dan korban berpisah mencari ikan.

Setelah beberapa jam kemudian, saksi khawatir akan keselamatan Wawan yang tidak kunjung pulang. Ia akhirnya melaporkan peristiwa itu ke pihak keluarga dan diteruskan ke kantor polisi terdekat untuk dilakukan pencarian.

Selanjutnya setelah mayat korban ditemukan oleh tim gabungan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. (jl)

Monday, July 12, 2021

Asmara Segi Tiga dengan PS, Made Aniaya Saingan

ANIAYA: Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti bekas penganiayaan yang dilakukan Made, termasuk foto korban.

PRAYA
-- Asmara tak jarang membuat orang kalap. Akibat api cemburu, seseorang kadang nekat melakukan tindakan di luar kewajaran.

Itulah yang terjadi pada Made. pria asal Dusun Gerupuk, Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah ini belakangan diamankan pihak kepolisian. Ia diamankan setelah diduga menganiaya saingannya.

Ulah kalap Made bermula di sebuah kafe di kawasan Pantai Tanjung Aan Kuta. Ia menganiaya saingannya Sate Wijaya Saputra.

Ihwal penganiayaan ini bermula saat korban mendekati salah seorang partner song (PS) di kafe tersebut. Made yang tak terima lantas melakukan tindakan di luar batas.

Made tak sendiri dalam aksinya. Bersama salah seorang rekannya, ia menganiaya korban.

Dari rilis Polres Lombok Tengah kepada media, tidak jelas kapan peristiwa penganiayaan ini terjadi. Hanya saja, Made disebutkan polisi bertindak cepat mengamankan pelaku.

Made diamankan di rumahnya. Sementara satu pelaku lain ditetapkan buron.

Made diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa jaket, pakaian korban dan dua buah HP 

"Satu terduga pelaku masih dalam pengejaran aparat, nama dan identitas sudah kami pegang," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, Senin (12/7).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, Made ditangkap di rumahnya setelah polisi melakukan penyelidikan. Pelaku pengeroyokan terancam pasal 170 dan pasal 351 KUH Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

Motif tindak pidana penganiayaan itu, lanjutnya, para pelaku merasa tersinggung dengan korban Sate Wijaya Saputra yang berdiri sambil memukul meja. Kala itu mereka sedang bersama di lokasi kejadian.

"Informasinya juga, antara korban dan pelaku ada masalah hubungan asmara.  Korban berusaha mendekati seorang wanita yang sejak lama didekati pelaku," katanya.

Langkah cepat polisi ini, jelasnya, untuk mengantisipasi informasi bias yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih pada masa pemberlakuan PPKM di NTB dan Lombok Tengah saat ini.

Demikian pula dengan kafe tempat kejadian perkara, kepolisian akan melakukan koordinasi dengan pihak Satpol PP selaku aparat penegak Perda untuk menetapkan apakah kafe tersebut melanggar Perda atau bukan. (jl)

Sunday, July 11, 2021

Dua Hari Pencarian, Nenek 70 Tahun Ditemukan Mati di Sungai

PENCARIAN: Pihak keluarga kala mencari Sinasih dan ditemukan di sela bebatuan di sungai.

SELONG
-- Sinasih alias Sinah (70), warga Dusun Sugian Lauk, Desa Sugian, Kecamatan Sambalia sudah tak bernyawa. Tubuh tuanya ditemukan terbujur kaku di sela bebatuan sungai dekat ladang miliknya, Minggu (11/7) kemarin.

Mayat Sinasih ditemukan sekitar pukul 10.15 Wita kemarin.

Keterangan keluarganya, korban keluar rumah sejak Jum'at pukul 08.00 Wita. Sejak saat itu, korban tak kunjung pulang. 

Karena khawatir, keluarga korban lalu menanyakan kepada warga sekitar. Setelah mendengar kabar Sinasih tak juga pulang, sontak warga ikut membantu mencari keberadaan perempuan tua ini.

Tidak hanya warga, pemerintah desa Sugian juga ikut membantu mencari dengan menghubungi tim SAR. Namun sayang, setelah dilakukan pencarian, Sinasih ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Terhadap kejadian tersebut, keluarga korban tidak merasa keberatan dan mengikhlaskannya. Selain itu, keluarga korban juga menolak untuk dilakukan visum dan memilih untuk memakamkan korban hari itu juga. (hs)

Monday, July 5, 2021

Diciduk Kakak Ipar, Pasangan Zinah Ini Diringkus

Zaini

PRAYA
-- Polsek Praya mengamankan sepasang laki-laki dan perempuan yang diduga melakukan perzinahan di wilayah Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Mereka diamankan sekitar pukul 21.00 Wita, Senin (5/7).

Kapolsek Kota Praya Iptu Hariyono menjelaskan, pelaku laki-laki yang diamankan yakni Zaini (34) warga Desa Aikmual Kecamatan Praya. Perbuatan mesum itu dilakukan bersama pasangannya yang masih sah menjadi istri orang lain yakni Mardiana (34) warga Kelurahan Semayan.

"Keduanya diamankan sedang berduaan di kamar rumah Mardiana di Semayan," katanya.

Kronologisnya, Zaini menghubungi Mardiana melalui WhatsApp dan memberitahukan akan datang menemuinya di rumah. 

Mardiana pun sontak kaget membaca pesan WhatsApp itu dan membalasnya "kebanim" (beraninya). 

Tidak lama kemudian setelah selesai salat isya, Mardiana membuka pesan WhatsApp yang dikirim Zaini yang memberitahukan sudah berada di rumahnya.

Mardiana

Selang beberapa lama, Mardiana mendengar orang mengetuk jendela kamarnya dan melihat Zaini sudah berada di dekat jendela kamarnya. Mardiana pun membuka jendela dan Zaini masuk kamar melalui jendela dan menutupnya kembali.

Kejadian tersebut, kata Kapolsek, diketahui kakak ipar Mardiana yakni Rifai. Kakak ipar ini kemudian meminta bantuan Nasir yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. 

Mengetahui keberadaannya telah diketahui orang lain, pelaku Zaini merasa ketakutan dan berusaha melarikan diri. Namun langkahnya bisa dihalau oleh Rifai dan Nasir.

Atas kejadian tersebut, Rifai menelepon  Marzuki yang sedang bekerja di luar rumah untuk segera pulang.

Menurut Kapolsek, sebelumnya suami Mardiana yakni Marzuki sudah mengetahui hubungan istrinya dengan Zaini sekitar setahun yang lalu.

Marzuki pernah menghubungi Zaini di rumahnya untuk memohon agar jangan mengganggu istrinya. Namun tidak digubris oleh Zaini. (jl)

Cari Ikan, Warga Penujak Tenggelam di Bendungan Batujai

EVAKUASI: Mayat Lalu Grahadi saat dievakuasi oleh warga dan polisi setelah ditemukan tak bernyawa lagi.

PRAYA
-- Salah seorang warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah ditemukan tenggelam. Warga ini sudah tidak bernyawa di saluran irigasi Bendungan Batujai Kecamatan Praya Barat, Senin (5/7).

Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto mengatakan, saat itu korban atas nama Lalu Grahadi (30) sedang menyelam mencari ikan. Namun naas, korban tenggelam dan ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Sekitar pukul 11.00 Wita korban berangkat dari rumahnya bersama dengan adiknya atas nama Lalu Tino Suyadi (14) dan anaknya," ucapnya. 

Kemudian sekitar pukul 13.00 Wita korban mulai turun ke saluran irigasi di Bendungan Batujai untuk menyelam menangkap ikan.

Saat melakukan penyelaman pertama, korban sempat naik ke permukaan dan dilihat oleh adik dan anaknya. Kemudian menyelam kembali dan sampai sekitar tiga jam menunggu atau sampai pukul 15.00 Wita, korban tidak naik-naik.

Sontak adik korban pulang ke rumahnya di Dusun Kangi Desa Penujak memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga. Kemudian pihak keluarga dan anggota Polsek Praya Barat menuju lokasi melakukan pencarian.

Setelah proses pencarian berlangsung, korban ditemukan di saluran bawah gudang genset atau penyimpanan alat-alat Bendungan Batujai.

Aparat kepolisian bersama BPBD dan warga langsung melakukan evakuasi. Mayatnya dibawa ke Puskesmas Penujak untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter piket.

"Dari keterangan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Akhirnya, korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka," tandasnya. (jl)

Tuesday, June 29, 2021

Lepas Kendali, Truk Ini Hantam Kios di Jurang Jaler

REM BLONG: Sebuah truk menabrak kios di Jurang Jaler karena rem blong.

PRAYA
-- Hasrul Watoni sepertinya sangat terpukul. Betapa tidak, kios sembako miliknya tiba-tiba dihantam sebuah truk.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, Selasa (29/6) kemarin. Kala itu, sebuah truk Mitsubishi kehilangan kendali dan menabrak kios pria itu.

Kabar yang menyeruak, truk itu menghantam kios Hasrul lantaran rem blong. Saat hendak menuruni tikungan Jurang Jaler, Lombok Tengah, kendaraan yang mengangkut ikan itu kehilangan kendali.

"Kecelakaan terjadi akibat rem blong dan oleng ketika menuruni jurang dan menikung," ungkap Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Donny W Setiawan, Rabu (30/6).

Beruntung kios sembako milik Hasrul Watoni yang ditabrak itu sedang tutup. Tidak ada korban jiwa, namun bagian depan kendaraan rinsek dan kios sebagian mengalami kerusakan.

Kendaraan truk dengan nomor polisi N8275RF dikendarai oleh Totok (42). Pria ini berasal dari Dusun Semambung Desa Karang Rejo Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Akibat insiden ini, pihak kepolisian kini menangani kasus tersebut. (jl)

Friday, June 25, 2021

Kecelakaan Maut di Anjani, Ini Kronologis Kejadiannya

IPTU Rita Yuliana

SELONG
-- Kecelakaan maut di Jalan Raya Anjani menelan satu korban jiwa. Peristiwa itu terjadi Kamis(24/6) sekitar pukul 14.25 Wita.

Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Lotim, Rita Yuliana kepada awak media, Jum'at (25/6).

Dia menjelaskan, kronologis kejadian tersebut berawal dari keberanian pengendara sepeda motor menyalip kendaraan truk jenis fuso dari arah yang sama (Anjani-Rempung). Alih-alih tersalip, pengendara sepeda motor tersebut tersenggol oleh kendaraan lain dari arah berlawanan.

Akibatnya, pengendara sepeda motor tersebut terseret oleh kendaraan yang disalipnya (fuso). Sementara pengendara masih dirawat akibat luka ringan.

"Dari arah yang sama, kendaraan roda dua tersebut menyalip truk jenis fuso. Karena terlalu kanan, akibatnya sepeda motor tersebut tersenggol dan terseret oleh truk yang disalipnya," ucapnya.

Saat ini kendaraan roda dua dan kendaraan fuso beserta pengendaranya tersebut diamankan di Mapolres Lombok Timur. Sementara, kendaraan yang menyenggolnya masih dalam proses penyidikan oleh petugas.

"Yang kami amankan kendaraan roda dua dan kendaraan jenis fuso tersebut. Sementara kendaraan yang menyenggol masih dalam tahap penyelidikan," singkatnya. (hs)

Thursday, June 24, 2021

Diduga Gara-gara Tidak Dibelikan HP, Murid SLB Gantung Diri

Ali Usman

PRAYA
-- Ali Usman menyudahi hidupnya dengan cara tragis. Ia menggantung diri di dapur rumahnya.

Murid SLB Penujak yang kini kelas IX dan berusia 15 tahun ini diduga menggantung diri lantaran masalah sepele. Ia diduga frustasi lantaran tak dibelikan motor dan HP.

Ali Usman sendiri berasal dari Dusun Batu Kliang, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Ia ditemukan gantung diri Kamis (24/6), sekitar pukul 17.00 WITA, sore kemarin.

Ia menggantung diri dengan tali nilon. Akhir hidup tragis yang dijalani anak ini kontan menghebohkan warga sekitar.

Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto menjelaskan, dari keterangan pihak keluarga, Ali Usman kemungkinan besar kecewa dan frustasi. Pasalnya, sebelum meninggal almarhum pernah meminta kepada orangtuanya dibelikan sepeda motor, tetapi tidak dituruti. 

"Almarhum juga meminta dibelikan HP tidak dituruti sehingga besar kemungkinan almarhum frustasi," jelasnya, Jumat (25/6).

Sementara itu, orang tua korban Muslim mengaku, bukannya tidak mau membelikan anaknya HP. Namun karena almarhum tuna wicara, sehingga tidak dibelikan dan disekolahkan di SLB Penujak.

Berdasarkan pemeriksaan fisik pada diri korban, peristiwa itu murni kasus bunuh diri. Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan pada sekujur tubuhnya.

Muslim kepada pihak kepolisian menjelaskan, sebelum kejadian Ali Usman pernah menelpon dan memintanya datang menemuinya yang tinggal bersama neneknya. Namun pada saat itu bapaknya masih bekerja sebagai pekerja bangunan di Selong Belanak.

Baru sekitar pukul 16.10 Wita Muslim berangkat dari tempat kerjanya menuju Dusun Batu Kliang Desa Mangkung untuk menemui korban. Setelah mau mendekati tempat tinggal nenek bersama korban kurang lebih 100 M kebetulan hujan dan orang tua korban berteduh hingga hujan mereda.

Begitu tiba di rumah tempat tinggal anaknya, Muslim terkejut karena menemukan anaknya sudah tidak bernyawa lagi. (jl)

Terlindas Mobil Panen Padi, Anak SMP Ini Mati Ditempat

TEMPAT KEJADIAN: Inilah lokasi kejadian tempat meninggalnya AS setelah digilas mobil panen padi.

BIMA
-- Tragis benar peristiwa yang menimpa AS. Anak berusia 14 tahun ini tewas meregang nyawa setelah dilindas mobil panen padi.

Insiden memakan korban jiwa ini terjadi Kamis (24/6) kemarin sekitar pukul 14.40 Wita. Peristiwa itu terjadi anak usia SMP ini di So Tolo Sera, Desa Bolo, Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

AS tak mengira bakal mengembuskan nafas terakhir siang itu. Pasalnya saat sopir pemotong padi berinisial SF, 43 tahun masih melihat AS bermain bersama teman-teman sebayanya.

Kala itu mereka sedang mengumpulkan jerami dari limbah mobil pemotongan padi tersebut. Mereka mengambil limbah jerami itu dengan cara mengambil langsung pada saat jerami tersebut keluar dari mobil pemotong padi.

SF yang tak sadar saat mobil mundur hendak membelok justru melindas AS. Anak SMP ini tidak sempat menghindar dari mobil pemotong padi tersebut.

Akibat kejadian tersebut korban langsung meninggal dunia di tempat. Nampak AS dengan luka pada bagian wajah serta terlihat darah yg keluar dari hidung karena diduga terlindas pada bagian kepala.

Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Adhar, Jumat (25/6) menyampaikan, kejadian tersebut berawal saat sopir asal RT.03 Desa Rato Kecamatan Bolo itu memotong padi.

Adhar mengungkapkan korban saat ini berada di kediaman orang tuanya. Jenazahnya bakal dimakamkan hari ini di TPU Desa Bolo.

"Agar peristiwa ini tidak terulang kembali diimbau agar orang tua mengawasi anak-anaknya. Demikian juga pemilik kendaraan pemotongan padi agar lebih hati-hati," tutupnya. (jl)

Tuesday, June 22, 2021

Hujan Terus-menerus Sebabkan Longsor di Patung Sapi Narmada

LONGSOR: Tanah dan material lainnya menutupi badan jalan di Patung Sapi Dusun Tanak Tepong, Persak, Narmada akibat longsor.

GERUNG
-- Intensitas hujan beberapa hari belakangan ini sangat rutin. Nyaris semua daerah di Lombok terus diguyur.

Buntut hujan yang intens itu rupanya menyebabkan longsor di jalan raya jalur provinsi di Jalan Ahmad Yani Tanak Tepong Desa Peresak, Kecamatan Narmada  Lombok Barat. Longsor ini tepatnya di Jalan Tanjakan Patung Sapi, Selasa (22/6).

Terpantau di lokasi, material longsor itu menimpa setengah badan jalan. Hujan yang lebat kemarin menyebabkan bertambahnya debit air pada sawah yang berada tepat di atas jalan.

Tak sanggup menahan debit air yang banyak, tanah dan talud warga yang ada di bawahnya mengalami longsor.

Akibatnya, kemacetan di ruas badan jalan sebelah barat macet. Pengendara dari arah barat menuju timur terhalang material. 

Praktis, mau tak mau, pengendara dari arah timur harus berbagi jalan dengan pengendara dari arah barat. Lalu lalang kendaraan pun dibuat melambat dan menyebabkan kemacetan.

Mengantisipasi kemacetan tersebut, anggota SPKT Polsek Narmada yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Narmada selaku Pawas Ipda Ahmad Taufik turun ke lokasi. Polisi dibantu warga sekitar mengangkat batu dan membersihkan tanah yang berserakan di jalan raya tersebut.

“Anggota sudah kami turunkan untuk mengecek langsung situasi dan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian," ucapnya.

Beruntung pada saat longsor terjadi, tidak ada korban jiwa ataupun kerugian secara materil.

Kapolsek Narmada, Kompol Nyoman Nursana mengingatkan, intensitas hujan yang cukup tinggi hendaknya membuat pengendara lebih berhati-hati. Bukan saja terhadap potensi longsor, tapi juga pohon tumbang dan bahaya lainnya. (jl)

Tukang Ojek Mati di Kamar Kos

EVAKUASI: Mayat H Sabram dievakuasi setelah ditemukan meninggal di kamar kosnya.

TALIWANG
-- H Sabram sudah tak bernyawa. Tubuhnya terbujur kaku di dalam kosnya, Senin (21/6).

Sabram sehari-hari diketahui berprofesi sebagai tukang ojek. Hari dimana ia ditemukan mati terkahir kali sosok pria berusia 65 tahun ini terlihat sedang menjemur pakaiannya.

Aktivitasnya itu dilakukan di kos milik H Samsudin di Lingkungan Telaga Bertong, Kecamatan Sumbawa Barat. Kala itu, H Samsudi si pemilik kos melihat H Sabram tengah menjemur pakaiannya sekitar pukul 06.00 Wita.

Tak seperti biasa, H Sabram selepas di jam itu akan melakukan rutinitasnya sebagai tukang ojek. Namun setelah menjemur pakaian, ia masuk kamar kos dan tidak keluar lagi.

H Samsudin rupanya punya firasat aneh. Hingga pukul 11.00 Wita, lelaki tua itu tak kunjung keluar.

Tak ada aktivitas apa-apa dari tukang ojek itu rupanya mengundang firasat buruk bagi sang pemilik kos. Baru sekitar pukul 12.30 Wita, H Samsudin menghampiri kamar kos H Sabram.

"Tapi yang bersangkutan ditemukan sudah tak bernyawa," Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPDA  Eddy Sobandi Adireja, Selasa (22/6).

Samsudin tak sendiri saat menghampiri kamar kos Sabram. Ia bersama Rusli Andika, 32 tahun, menghampiri kamar tersebut.

Tak disangka, saat memeriksa kamar itu, Sabram sudah tergelatak di lantai kamarnya. Posisinya terlentang dan tidak mengenakan baju. Hanya sarung yang dikenakannya.

Kemudian pada pukul 13.00 Wita Kapolsek Taliwang  IPTU Mulyadi bersama anggota, unit identifikasi, dan Sat Intelkam tiba di lokasi. Mereka langsung memeriksa lokasi dan mengamankan mayat lelaki tua itu.

Di lokasi, polisi mengamankan barang bukti baskom ukuran kecil berisi cairan diduga obat herbal yang berada di samping jenazah. Ada juga ceret plastik warna hijau ditemukan di samping kaki jenazah dan 1 papan obat tablet merk Kaflam 50 mg.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui persis penyakit yang diderita lelaki tua itu. (jl)

Tuesday, June 15, 2021

Pohon Tumbang Timpa Pengendara Hingga Tewas

SELAMAT: Sahdi lebih beruntung karena hanya luka di bagian telinga dan selamat dari kematian.


PRAYA
-- Suherman meregang nyawa. Warga Dusun Pengadang Desa Kawo Kecamatan Pujut Lombok Tengah itu meninggal di tempat setelah ditimpa pohon tumbang.

Pria 40 tahun itu mengembuskan nafas terakhirnya saat menunggang Honda Scoopy miliknya. Kala itu ia melintas di Dusun Perigi Desa Ketara Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, sekitar pukul 14.30 WITA, Selasa (15/6).

Insiden tragis yang dialami Suherman kontan menghebohkan warga setempat. Tidak sedikit warga memberi pertolongan atas peristiwa tersebut.

Kapolsek Pujut IPTU  Lalu Abdurrahman mengungkapkan, pohon tersebut tumbang lantaran terlihat sudah melapuk. Pohon itu disebutnya sudah lama mati.

"Jadi begitu pengendara sepeda motor itu melintas di jalan dekat pohon, tiba-tiba pohon itu tumbang dan menimpa korban," katanya.

Ia lantas membeberkan kronologis kejadian yang menimpa Suherman. Saat itu ia melaju dengan motor berplat DR 2857 U datang dari arah timur ke barat. Namun sampai di TKP seketika ditimpa pohon dan langsung meninggal di tempat.

Tak hanya Suherman yang apes. Dua orang pengendara berboncengan menggunakan sepeda motor yakni Sahdi dan Jannah juga terimbas pohon tumbang tersebut.

Kedua warga Tempos Lauk Desa Pesanggrahan yang berada di belakang Suherman itu menabrak pohon tumbang yang menghalangi badan jalan. Keduanya terjatuh dan mengalami luka lecet di bagian siku dan telinga.

Beruntung, keduanya tidak menemui ajal. Mereka masih selamat.

"Jasad korban Suherman saat ini sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan," tandasnya. (jl)

Sunday, June 13, 2021

Niat Berobat ke Rinjani, Pria Ini Malah Temui Ajal

EVAKUASI: Jenazah Sardin setelah dievakuasi turun dari Danau Segara Anak menuju Puskesmas Sembalun.

SELONG
-- Sardin mengembuskan nafas terakhir. Ia meninggal dalam perjalanan dievakuasi yang dilakukan petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Minggu (13/6) sore.

Pria berusia 46 tahun dievakuasi setelah mengeluhkan kondisinya yang lemas dan kaku. Kondisi itu dialami saat berendam di air panas (belerang) yang ada di kawasan Danau Segara Anak.

Sedianya Sardin yang beralamat di Dusun Pansor, Desa Sesaot, Kecamatan Kayangan Lombok Utara ini masuk lewat Resort Senaru. Ia mengambil jalur Torean menuju Danau Segara Anak.

Sardin tak sendiri dalam perjalanan itu. Setidaknya ada 17 orang dalam rombongan tersebut.

"Kalau penuturan kakak korban, Sardin berniat ke Danau Segara Anak untuk berobat. Yang bersangkutan sakit gatal-gatal pada kulitnya," ucap Kepala Resort TNGR Sembalun, Taufiqurrahman kepada JEJAK LOMBOK.

Proses evakuasi Sardin disebutnya berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita. Ia dievakuasi oleh petugas dari Resort Senaru dan mengambil jalur turun lewat Resort Sembalun.

Sardin disebutnya baru benar-benar mengembuskan nafas terakhir antara jalur pendakian Danau Segara Anak menuju jembatan yang berada di jalur Sembalun.

Dari pemeriksaan petugas, Sardin check in menuju Rinjani pada tanggal 10 Juni kemarin.

Setiba di Sembalun, tepatnya di Desa Sajang, mayat yang bersangkutan langsung dilarikan menuju Puskesmas terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Balai TNGR belum mengetahui persis penyebab kematiannya. Pihaknya baru bisa memastikan penyebab kematian setelah ada keterangan dari dokter. (jl)

Sunday, June 6, 2021

Pura-pura Tanya Uang, Kasek Ini Diduga Cabuli Muridnya

LAPOR: Orangtua murid yang merasa anaknya korban pencabulan melaporkan oknum kepala sekolah.

KOTA BIMA
-- Kepolisian Resort Bima Kota kembali menangani kasus amoral yang dilakukan salah satu oknum kepala SD. Kepala SD itu berinisial HS bertugas di Kelurahan Nitu Kecamatan Raba Kota Bima.

Sang Kepsek dilaporkan sejumlah orang tua murid perempuan karena dugaan telah mencabuli anak-anak mereka. Pencabulan itu dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung di SDN tersebut.

Sejumlah orang tua yang tidak terima anaknya dijadikan sasaran dugaan pencabulan HS, Minggu (6/6) siang, datang melapor di Mako Polres Bima Kota. Mereka melapor tepatnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Usai menyampaikan laporan dan keterangan pada petugas penerima laporan di SPKT, orangtua siswi berinisial MS menuturkan keluhan anaknya. Awalnya kejadian pada bulan Mei lalu. 

Saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya dalam kelas. Tiba-tiba datang kepala sekolah menyuruh semua siswa keluar dari kelas, kecuali para siswi.

Saat sejumlah siswa keluar dan tertinggal siswi saja, anaknya dipanggil Kasek dan memeriksa kantong baju korban dan menanyakan korban punya uang atau tidak. Korban pun menjawab tidak punya uang.

“Saat korban jawab tidak punya uang, dia langsung meraba dan memegang alat vital korban,” katanya mengulang cerita anaknya.

Tidak terima dengan perilaku Kasek, MS yang juga Ketua LPM Kelurahan Nitu ini, anaknya dan sejumlah siswi lain lari dan menghindari terduga pelaku.

“Itulah awal pelecehan yang dilakukan kepala sekolah, diceritakan masing-masing siswi pada orangtuanya, termasuk anaknya. Dasar inilah kami melaporkan kepala sekolah pada polisi,”jelasnya.

Kejadian dugaan pencabulan ini kata MS, sudah dua kali. Terkuak setelah kedua kalinya atau saat para siswi menceritakan pada orang tuanya. 

Parahnya lagi, dugaan pencabulan ini, menyasar siswi kelas 4 hingga kelas 6. setidaknya ada 8 siswi yang diduga jadi korban pelecehan oknum Kasek.

“Sesuai cerita para korban, modusnya hampir sama, pura-pura tanya ke korban punya uang atau tidak,” ungkapnya.

MH orang tua siswa lainnya, mendesak Kepsek SDN 30 yang diduga mencabuli para siswi segera dipecat dan diproses hukum serta diberikan hukuman yang setimpal. Karena ulahnya, anaknya mengalami trauma dan kadang takut pergi sekolah.

“Anak saya mengalami trauma, kami minta Kepsek segera di pecat,” Pintanya

Sementara itu, Kanit III SPKT Polres Bima Aiptu Kurniawan membenarkan adanya laporan itu. Selanjutnya laporan pengaduan dari para korban akan dilimpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Kepolisian Resor Bima Kota, pungkasnya singkat. (jl)

Ngaku Payudara Diremas, Siswi SMP Laporkan Temannya

Ilustrasi

KOTA BIMA
-- Satuan Reskrim Kepolisian Resor Bima Kota menangani kasus dugaan pelecehan seorang siswi salah satu SMP di Kota Bima berinisial NA. Gadis 15 tahun ini mengaku menjadi korban pencabulan. 

Gadis 15 tahun asal Kecamatan Mpunda, Kota Bima diduga dicabuli teman prianya berinisial IW (16) warga Kecamatan Raba, Kota Bima, Rabu (2/6), pekan kemarin. Laporan tersebut teregisterasi dengan nomor STTLP/K/305/VI/2021/NTB/Res.Bima Kota.

"Sekarang sedang didalami oleh Penyidik Satreskrim Polres Bima Kota," ucap Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU M Rayendra Rizkila Abadi, Senin (7/6). 

Saat ini pihaknya sedang mengagendakan pemeriksaan saksi. Baik saksi korban maupun saksi lain, termasuk memeriksa terlapor.

“Kebetulan pada saat melapor malam hari, sehingga untuk pemeriksaan korban direncanakan hari ini,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, pelecehan seksual yang dialami korban NA terjadi di sekolah. Saat itu, terlapor IW meminta uang kepada korban di kantin sekolah. Namun korban tidak memberikan uang yang diminta terlapor.

Lalu terlapor IW merangkul korban dan meremas payudara korban sebelah kiri. Kejadian tersebut disaksikan oleh beberapa teman korban. 

"Kita upayakan hari ini Senin, kita lakukan pemeriksaan baik korban, saksi-saksi lainnya maupun terduga," tutupnya. (jl)

Friday, June 4, 2021

Ingat Ikan Paus yang Mati Terdampar? Bangkainya Ditenggelamkan

EVAKUASI: Bangkai ikan paus pilot yang terdampar dievakuasi ke tengah laut untuk ditenggelamkan.

TANJUNG
-- Aparat gabungan menenggelamkan bangkai paus pilot berukuran panjang sekitar lima meter yang ditemukan mati di Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/6).

Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto menjelaskan, penenggelaman bangkai paus tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kementerian  Kelautan dan Perikanan.

"Bangkai ikan jenis paus pilot sudah dievakuasi ke tengah laut menggunakan kapal tangkap milik nelayan untuk ditenggelamkan," katanya, Jumat (4/6).

Aparat gabungan yang ikut terlibat dalam evakuasi dan penenggelaman bangkai paus tersebut berasal dari unsur Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara. Ada juga jajaran Kepolisian Sektor Bayan, Pemerintah Desa Sukadana, dan unsur masyarakat.

Rusdianto mengatakan bangkai paus yang sudah mengeluarkan bau busuk tersebut ditarik pakai kapal nelayan ke tengah laut sekitar satu kilometer dari pesisir pantai. Bangkai paus itu kemudian ditenggelamkan di kedalaman laut sekitar 60 meter.

Menurut dia, evakuasi dan penenggelaman dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus atau bakteri yang bisa menyerang masyarakat sekitar.

"Bangkai paus yang sudah membusuk itu bisa menjadi ancaman. Karena itu, harus segera dikubur atau  ditenggelamkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

PAUR Humas Polres Lombok Utara Bripka Wiswakarma mengatakan, seekor paus berukuran panjang ditemukan oleh warga dalam kondisi mati terdampar di tepi Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (3/6), pukul 06.30 Wita.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab matinya paus tersebut. Namun, dari perkiraan dan keterangan warga, ikan tersebut menelan kura-kura yang masih tersangkut di mulutnya.

"Kalau melihat dari kondisinya yang sudah mengeluarkan bau busuk, kami menduga paus tersebut sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan bangkainya terdampar di pantai," tandasnya. (jl)

Thursday, June 3, 2021

Kapal Seruduk Catwalk dan Tiang Hidrolik, Dermaga I Pelabuhan Lembar Ditutup

GARIS POLISI: Buntut kerusakan dermaga I Pelabuhan Lembar yang diseruduk kapal membuat aparat kepolisian memasang garis pembatas demi keamanan di lokasi.

GERUNG
--  Catwalk atau breasting dolphin Dermaga I Pelabuhan Penyeberang ASDP Lembar mengalami kerusakan. Kerusakan ini akibat ditabrak oleh satu kapal penyeberangan Ferry, Rabu (2/6).

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Polres Lombok Barat Polda NTB, IPTU I Made Dharma mengatakan, akibatnya dermaga I saat ini masih ditutup untuk sementara waktu, Jumat (4/6).

“Menunggu proses perbaikan selesai oleh pihak terkait. Namun dipastikan tidak sampai mengganggu arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar,” ungkapnya.

Selama proses perbaikan, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar memasang garis pembatas. Langkah ini diambil sebagai tanda peringatan bahwa Dermaga I sedang dalam proses perbaikan.

“Sebagai peringatan agar pengguna jasa tidak mendekati lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan tetap dilakukan penjagaan,” pungkasnya.

Terkait insiden ini, proses bongkar muat di Pelabuhan Penyeberangan Lembar dipastikan masih berjalan normal. Selain itu, dipastikan dermaga lainnya masih bisa menampung proses bongkar muat ini.

“Pelabuhan Penyeberangan Lembar memiliki tiga dermaga dan satu dermaga darurat yang dapat digunakan pada situasi tertentu,” jelasnya.

Dimana, dermaga II dan III sampai saat ini masih bisa menampung proses bongkar muat. Praktis, aktivitas di pelabuhan masih berjalan normal.

Kendati demikian, tetap dilakukan koordinasi dengan pihak otoritas Pelabuhan Lembar. Ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah pencegahan bila terjadi peningkatan intensitas volume kendaraan.

Insiden ini terjadi saat salah satu kapal penyeberangan Ferry akan sandar di Dermaga. Saat itu kapal tersebut dalam posisi maju pelan, dikarenakan pada saat itu sedang passing dengan kapal lainnya.

“Tiba-tiba mesin kanan tidak bisa disetop, dan tidak bisa dimundurkan, mengakibatkan kapal maju terus sehingga menabrak catwalk I,” terangnya.

Akibat peristiwa tersebut, pender, catwalk, MB, dan tiang hidrolik MB mengalami kerusakan. Buntutnya, jadwal kapal berikutnya melakukan proses bongkar muat di Dermaga II pelabuhan penyebrangan ASDP Lembar.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Hanya dua unit kendaraan truk sedang (TS) mengalami rusak ringan bagian depan, dan sedang diselesaikan dengan pihak tekait,” tuturnya.

Sampai dengan saat ini, selama proses perbaikan berlangsung, personel Polsek Lembar bersama pihak tekait, masih berjaga ketat di lokasi. (jl)

Ikan Paus Ini Mati Terdampar di Pantai Dusun Teluk

MATI: Ikan paus berukuran panjang sekitar 5 meter terdampar mati di tepi Pantai Dusun Teluk.

TANJUNG
-- Seekor ikan paus ditemukan terdampar dan sudah tak bernyawa. Temuan ini berlokasi di tepi Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/5).

Penemuan bangkai mamalia laut berukuran sekitar lima meter tersebut kontan menggegerkan warga. Bankai paus ini ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita, Kamis (6/6), pagi tadi.

PAUR Humas Polres Lombok Utara Bripka Wiswakarma, membenarkan adanya paus tersebut. Pihaknya juga sudah mengerahkan jajaran Polsek Bayan melakukan penanganan bersama masyarakat dan instansi terkait.

Dari keterangan warga, kata dia, paus yang terdampar di tepi pantai itu sudah ditemukan dalam keadaan mati. Paus itu juga sudah mulai mengeluarkan bau busuk.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab matinya paus tersebut. Namun dari perkiraan dan keterangan warga, ikan tersebut menelan kura-kura yang masih tersangkut di mulutnya.

"Kalau melihat dari kondisinya yang sudah mengeluarkan bau busuk, kami menduga paus tersebut sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan bangkainya terdampar di pantai hari ini," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, polisi bersama warga setempat belum bisa melakukan penguburan bangkai paus secara manual. Ini karena ukurannya yang relatif panjang dan besar serta sudah mengeluarkan bau busuk.  

Sementara itu, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB, Barmawi, mengaku sudah mendapatkan informasi penemuan bangkai paus pilot tersebut. Selanjutnya akan dilakukan penanganan segera dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan serta pemerintah daerah setempat melakukan penanganan terhadap bangkai paus tersebut. Penanganan yang dilakukan dengan cara mengubur, membakar, atau menenggelamkannya. 

"Saat ini kondisi sudah mulai gelap (malam), sehingga penanganan akan dilakukan besok pagi, Jumat besok," tandasnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567