Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Bukit Batu Gendang, Sensasi Halimun dan Matahari Terbit Dalam Satu Waktu

MENAWAN: Pemandangan hijau menawan terhampar lewat salah satu spot view di Bukit Batu Gendang.

GERUNG
-- Pernah dengar nama Bukit Batu Gendang? Bukit yang satu ini berada Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Bukit yang satu ini tercatat sebagai salah satu destinasi terdekat dari ibukota Lombok Barat, Gerung. Hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk sampai ke destinasi ini dari pusat pemerintahan Lombok Barat tersebut.

Disini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam Gunung Sasak dengan yang hijau terhampar. Selain itu juga ada lembah dan perbukitan serta persawahan yang menjadi daya tarik spot wisata ini.

Di spot wisata ini juga tersedia homestay dan vila. Fasilitas ini disediakan bagi para pengunjung yang ingin bermalam dan merasakan dinginnya suasana pegunungan.

Untuk ke lokasi wisata ini, pengunjung bisa melalui beberapa jalur. Pengunjung yang tiba dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bisa langsung mengikuti jalur ke Lobar-Mataram. Setiba di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, ambil jalur kanan langsung menuju lokasi.

Bisa juga melalui jalur Kantor Bupati Lombok Barat. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Aik Ampat terus ke Tempos. 

Alternatif akses jalan yang lumayan bagus bagi penghobi sepeda, bisa melalui jalur Jembatan Gantung Lembar. Setelah itu bisa menuju Giri Tembesi menelusuri jalan aspal mulus sepajang 2 atau 3 kilometer. 

"Jalan ini melewati persawahan warga yang bisa memanjakan mata pengunjung," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam, Jum'at (17/7), di sela-sela kegiatan bersih-bersih di destinasi ini.

Tak hanya persawahan, pengunjung bisa mengetes adrenalin melalui jalur menanjak perbukitan menuju lokasi. Jalur ini sudah pasti bakal memanjakan pandangan dengan keindahannya.

Setelah melewati rute itu, pengunjung bakal tiba di daerah dataran rendah. Di sini, pengunjung kembali disuguhkan persawahan warga yang hijau menghampar.

Pengunjung dari Lombok Tengah juga mudah ke lokasi wisata ini lantaran lokasinya dekat dengan perbatasan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani mengatakan, ada sensasi yang belum banyak diketahui khalayak di destinasi ini. Sensasi itu berupa halimun dan keindahan matahari terbit di pagi hari.

Biasanya pada waktu pagi, bukit ini akan diselimuti halimun atau kabut. Perlahan sembari menanti matahari terbit menyingsing, kabut akan pergi saat disapu sinar bola api itu.

"Pemandangannya sangat luar biasa saat pagi. Ini pemandangan yang mewah," ucapnya.

Sebenarnya bukan saja pada saat pagi hari. Di tempat ini pengunjung juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam. 

Pemandangan senja di tempat ini disebutnya tak kalah menawan dibanding pagi hari. Tak heran jika di destinasi ini disebutnya ada magis halimun dan bola api sekaligus yang bisa dinikmati.

Sedianya destinasi ini dirintis sejak 2019 lalu. Destinasi ini dirintis oleh pemerintah desa bersama Pokdarwis dan warga.

Saat awal dirintis, semua elemen ini bahu-membahu menata kawasan itu dengan menyiapkan jalur tracking dan spot swafoto.

Kawasan wisata ini sangat ramai dikunjungi. Di akhir pekan, pengunjung yang datang antara 300-400 orang.

Sejak destinasi ini dibuka, pengunjung terus berdatangan. Mereka tidak saja dari Lombok Barat, tapi juga dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan keberadaan destinasi ini. Destinasi ini disebutnya sebagai salah satu aset yang bisa mendatangkan pendapatan bagi desa.

"Untuk saat ini, kita hanya tarik tarif parkir untuk kendaraan yang menuju lokasi," ucapnya.

Saat ini ada beberapa spot swafoto yang ada di lokasi ini. Di Bukit Batu Gendang ada 10 berugak. Fasilitas ini tentunya selain homestay, vila dan spot swafoto. (jl)

Thursday, July 15, 2021

1000 Lampion Terbang Bakal Hipnotis Malam Akhir Pekan di Gunung Jae, Kapan?

INDAH: Beginilah keindahan pemandangan yang tersaji di destinasi wisata Gunung Jae.

GERUNG
-- Bayangkan seribu lampion beterbangan di udara menghiasi malam akhir pekan Anda. Indah bukan?

Pemandangan itulah yang bakal disajikan di arena camping ground destinasi wisata Gunung Jae, Desa Sedau Kecamatan Narmada Lombok Barat. Pemandangan itu bakal tersaji di bulan Agustus nanti.

"Rencana kegiatan ini akan kita gelar Agustus nanti. Tapi secara spesifik waktu pelaksanaan masih sedang dikoordinasikan bersama pihak desa," ucap Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani, Jum'at (16/7).

Kegigihan Desa Sedau mempromosikan Gunung Jae sebagai destinasi wisata, ucap Dani (penggilan akrabnya, Red), patut diacungi jempol. Desa yang mengandalkan pemandangan muara sungai ini tak henti-hentinya berinovasi menggaet pengunjung.

Dalam malam akhir pekan itu, jelasnya, camping ground tersebut melibatkan komunitas mobil off road. Ada juga para pengusaha agen travel.

1000 lampion terbang di udara disebutnya sebagai pemandangan langka. Terlebih lokasi kegiatan ini berada di destinasi wisata.

Berada di Gunung Jae, jelasnya, pemandangan ini bakal tampak lebih semarak. Terlebih di lokasi itu merupakan muara sungai berbentuk danau yang minim penerangan.

Praktis, minimnya penerangan bakal membuat cahaya yang keluar dari lampion-lampion itu bakal terlihat istimewa.

Bukan hanya seremoni itu yang bakal digelar. Hal esensial dari camping ground itu yakni kehadiran para pengusaha travel agent.

"Ada sekitar 2 bus pengusaha travel agent yang akan hadir juga di sana," ucapnya.

Kehadiran para travel agent ini disebutnya sebagai bagian dari konsolidasi kepariwisataan di Lombok Barat. Rencananya mereka akan dipertemukan dengan pihak manajemen hotel-hotel yang ada di Lobar.

Pertemuan antaran travel agent dan manajemen hotel diniatkan untuk menyamakan persepsi soal paket harga. Mengingat sejauh ini ada kesenjangan harga yang berlaku di sejumlah daerah dengan di Lombok Barat.

"Kita kan berbeda. Di Lobar, khususnya di Senggigi tidak saja jual kamar, tapi juga resort dan pemandangan alam. Ini yang perlu dikomunikasikan," terangnya.

Tak hanya itu, keterlibatan para pengusaha travel agent ini juga tidak lain untuk berbagi kiat selama pandemi. Mengingat ada sejumlah perusahaan travel agent yang masih beroperasi saat pandemi.

Bagi Dhani, kemampuan adaptif pengusaha travel ini beroperasi saat pandemi sangat luar biasa. Pengalaman mereka setidaknya bisa ditularkan sebagai pemantik motivasi bagi pelaku usaha yang lain.

Kendati melibatkan para pengusaha travel agent, mereka dipastikan akan diinapkan di tempat berbeda. Para pengusaha bakal menginap di sejumlah homestay di Desa Suranadi.

Tujuannya, kata Dhani, untuk mengikis kesan buruk terhadap homestay yang ada di desa itu. Selama ini, homestay yang ada di Suranadi kerap diidentikkan sebagai titik hitam rawan tempat maksiat.

Terpisah, Kades Sedau Amir Syarifuddin mengatakan, finalisasi rencana ini masih terus dikoordinasikan dengan Dispar Lombok Barat. Yang jelas, segala urusan teknis penyelenggaraan kegiatan dilimpahkan ke Bumdes dan Pokdarwis setempat.

"Termasuk berapa jumlah tenda yang bakal disiapkan. Semuanya kita limpahkan pada Bumdes dan Pokdarwis," tandasnya. (jl)

Monday, July 12, 2021

Keren! Lotim Punya Spot Kite Surfing Terbaik Indonesia

KOORDINASI: Pengurus BPPD Lombok Timur kala berkoordinasi dengan CEO Play Ground, Samuel beberapa waktu lalu terkait festival Kite Surfing.

SELONG
-- Siapa sangka jika Lombok Timur memiliki kite surfing terbaik di Indonesia. Pengakuan ini datang dari CEO Play Ground, Samuel.

Sosok yang diketahui sebagai kite surfer profesional Eropa ini melontarkan itu dalam rapat koordinasi bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur.

Rencananya, kite surfer ini bakal diadakan di pantai Kaliantan dan Pantai Ekas. Dari koordinasi itu diketahui rencana tersebut bakal terselenggara pada Juni-Juli 2022 mendatang.

Ketua BPPD Lotim, Muhammad Nursandi menerangkan, Samuel merupakan seorang kite surfer profesional kelahiran Italia. Sosok ini belakangan tinggal di Prancis.

‘’Kami sudah mulai berkoordinasi sejak pekan lalu, dan masih terus-menerus berkoordinasi dengan CEO Play Ground,’’ kata Nursandi, Senin (12/7).

Sementara itu, anggota BPPD Lotim Busran Ekamayadi mengatakan, kompetisi kite surfing internasional akan dilaksanakan di Kaliantan dan Ekas pada Juni-Juli tahun 2022 nanti. 

‘’Pra kegiatan dimulai bulan Agustus ini, yaitu festival kite surfing secara virtual bagi pengunjung," ucapnya.

Gelaran ini dilaksanakan virtual mengingat protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang harus berjalan.

Ia juga membeberkan ihwal ketertarikan CEO Play Ground melaksanakan kegiatan ini di Kalimantan dan Ekas. Kedua pantai itu disebutnya mempunyai spot wisata olahraga kite surfing terbaik di Indonesia. 

Di daerah ini disebutnya memiliki kecepatan angin sampai 27 knot. Spesifikasi ini diklaim tidak dimiliki oleh destinasi wisata pantai daerah lainnya.

Kegiatan tersebut bakal digandeng dengan sejumlah kompetisi seperti High Jumping dan Trick Jumping, Twin Tip Race . Kegiatan ini bisa dilakukan sampai 16 orang dalam 1 grup layaknya MotoGP.   

Dari perbedaan dan posisi segmen pasar premium yang dimiliki oleh pesisir selatan Lombok Timur ini, dinilai sangat layak diajukan sebagai event nasional. 

Karena itu, BPPD Lombok Timur dengan Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Timur serta organisasi kepariwisataan lainnya sepakat menyiapkan berkas pengajuan event ini ke level pusat.

‘’Pantai Kaliantan nantinya tidak hanya dijadikan sebagai ruang pelaksanaan adat tradisi Bau Nyale semata, tetapi kita berharap event-event yang akan dilaksanakan ke depan akan menghidupkan berbagai sektor ekonomi," tandasnya. (jl)

Bule Prancis Ini Pecahkan Sejarah Terbesar Clean Up Rinjani

LUAR BIASA: Bule Prancis, Benjamin Ortega berpose dengan latar belakang sampah yang sukses dikumpulkan di Gunung Rinjani.

SELONG
-- Gunung sangat rentan dengan sampah. keberadaan sampah ini tidak lain karena ditinggalkan para pendaki.

Seperti Gunung Rinjani misalnya. Minimnya kesadaran para pendaki telah menodai kebersihan gunung yang disebut-sebut sebagai tandon air raksasa Pulau Lombok ini.

Beragam sampah seperti kategori organik dan non organik kerap dijumpai di gunung ini. Buntutnya, tak hanya menyebabkan gunung kotor, tapi juga membuat petugas harus ekstra keras membersihkan sampah-sampah tersebut.

Sebenarnya, sudah kerap kali Gunung Rinjani di-clean up. Tak hanya oleh petugas, banyak pula komunitas-komunitas lain yang peduli turut terjun membersihkan sampah-sampah tersebut.

Di Rinjani, dalam sejarah clean up yang pernah ada, rupanya aksi terbesar dilakukan oleh bule asal Prancis. Bule itu bernama Benjamin Ortega.

Bayangkan saja, dalam tempo 3 hari, pria ini mampu mengumpulkan 1.603 ton sampah dari gunung tertinggi ketiga di Indonesia tersebut. Jumlah itu tentu angka yang sangat fantastis.

“72 jam dan 1.603 ton sampah diambil kemudian kami kembali turun dari ekspedisi kecil kami!," tulis Ortega dalam unggahan akun Instagram miliknya dua hari lalu.

Jumlah sampah yang sangat besar yang dikumpulkannya itu rupanya membuat Ortega sedikit tak percaya. Namun begitu, ia merasa bangga bercampur senang dengan sukses yang diraihnya itu.

Ortega sedianya tidak bekerja sendiri. Aksinya ini dibantu pula oleh Green Rinjani, sebuah perusahaan trekking.

Dalam unggahannya, Ortega menyebut Green Rinjani sangat luar biasa. Bersama perusahaan ini ia merencanakan bersama tindakan luar biasa yang baru saja dituntaskannya itu.

“Dari ide kecil tentang gunung berapi yang lebih bersih, hingga bertemu @greenrinjani. yang luar biasa, merencanakan bersama pembersihan terbesar yang pernah dilakukan di sana," tulis penggalan status pria ini.

Sembari merencanakan aksi clean up itu, kedua belah pihak mengumpulkan uang dengan menjual baguette virtual. Hasil penjualan ini kemudian digunakan membayar 50 porter untuk terlibat.

Seperti tak percaya dengan apa yang ia lakukan, Ortega kembali menulis bahwa dirinya tidak pernah berpikir bisa mewujudkan penggalangan dana yang begitu cepat. dari penjualan baguette virtual itu digunakan pula untuk makanan, tiket taman nasional, dan asuransi selama aksi berlangsung.

Secara pribadi, Ortega menyebut aksi ini perjalanan gila. Perjalanan ini menjadi kenangan luar biasa yang ia lakukan demi gunung yang lebih bersih. (jl)

Sunday, July 11, 2021

Jelang Superbike, Potensi Wisata Bahari Diidentifikasi

POTENSIAL: Keindahan alam bawah laut di Lombok Timur sangat potensial menjadi paket wisata yang bisa dijual untuk wisatawan.

SELONG
-- Potensi alam Lombok Timur tak diragukan lagi. Potensi ini mulai dari pegunungan hingga keindahan bawah laut. 

Tak heran jika potensi ini banyak menarik minat wisatawan berlibur ke daerah ini.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur telah melakukan identifikasi akan potensi wisata laut. Setidaknya BPPD telah menggandeng tiga organisasi yakni Himpunan Penyelam Indonesia (HPI), Kayangan Dive School dan Persatuan Penyelam Profesional Lombok Sumbawa (P3LS)

"Kegiatan identifikasi hari ini dipusatkan di Gili Lebur dan menurunkan 10 penyelam,’’ terang anggota BPPD Lotim, Idham Kholid, MM, Senin (12/7).

Kegiatan itu, lanjut Idham, juga sebagai bagian dari langkah mendukung 100 hari kerja yang telah dicanangkan pihaknya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua HIPLA ini menerangkan, potensi wisata bawah laut di Lotim tak kalah indah dibandingkan dengan daerah lainnya. Ragam biota dan karang yang dimiliki dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Kekayaan itu, jelas dia, tak hanya berpusat di satu titik. Melainkan tersebar dari Obel-Obel hingga Ekas Buana.

Dari kegiatanaiatan itu, pihaknya menemukan setidaknya 5 titik spot yang bisa dijadikan lokasi selam. Hanya saja, dirinya tak merincikan titik yang dimaksud.

"Dari identifikasi ini kita menemukan lima titik lokasi selam. Salah satunya Tukad Kayangan, yang menjadi spot diving di Lotim," ujarnya.

Sementara Ketua BPPD Lotim, Muhammad Nursandi mengatakan, kegiatan tersebut diakuinya menjadi upaya bersama melakukan pemetaan potensi. Langkah ini disebutnya penting dilakukan, khususnya untuk wisata selam Lombok Timur. 

‘’Nantinya kita akan memiliki dokumen yang baik dan lengkap tentang potensi wisata kita,’’ ujar pria yang akrab disapa Sandi ini.

Selain itu, terangnya, pihaknya juga tengah mendata potensi lain di bidang kepariwisataan. Sebut saja seperti gunung, pantai, kuliner, hotel dan restoran, serta yang lainnya.

Data itu, kata dia, penting dikumpulkan sebagai bahan promosi berupa pembuatan paket wisata, untuk menarik pengunjung ke Lombok Timur.

Ia menjelaskan, BPPD nantinya akan bekerjasama dengan semua pihak untuk mendukung percepatan pembangunan pariwisata Lotim. 

Dalam waktu dekat, paparnya, pihaknya bersama Dinas Pariwisata Lombok Timur akan berkoordinasi dengan pelaku wisata. Tujuannya dalam rangka menyiapkan paket wisata yang akan kita kerjasamakan dengan biro perjalanan.

"Insyaallah kita lakukan ini sebelum pergelaran Superbike tahun ini. Sehingga paket wisata Lombok Timur menjadi tawaran dan pilihan wisatawan yang akan menonton superbike di  Lombok,’’ ucapnya. (kin)

Thursday, July 8, 2021

Kuota Kunjungan ke TNGR Susut 25 Persen, Ada Apa?

Jalur Torean Lombok Utara

SELONG
-- Buntut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan Gubernur NTB, kuota aktivitas pendakian di Gunung Rinjani kembali menyusut.

Sedianya, sebelum kebijakan PPKM diberlakukan mulai 5-20 Juli mendatang, kuota pendakian mencapai 50 persen. Setelah terbitnya surat edaran tentang PPKM, kuota pendakian dan non pendakian di kawasan TNGR hanya 25 persen.

Diketahui, ada 6 jalur pendakian menuju Gunung Rinjani. Keenam jalur itu yakni Torean dan Senaru di Lombok Utara.

Lalu, Sembalun, Timbanuh dan Tete Batu di Lombok Timur. Terakhir yakni Adik Berik di Lombok Tengah.

Untuk jalur Torean dan Sembalun, pada posisi normal biasanya kuota pendakian mencapai 150 orang perhari. Tapi sejak penurunan kuota 50 persen, jumlah kuota pendaki hanya setengahnya saja.

Dengan penyusutan mencapai 25 persen, otomatis jumlah pendaki yang bakal melalui jalur Sembalun dan Torean hanya boleh mencapai 38 orang.

Sementara untuk 4 jalur pendakian lainnya, dalam kondisi normal dibolehkan sebanyak 100 pendaki. Dengan penyusutan 25 persen, hanya 25 orang saja yang boleh mendaki.

Tak hanya berlaku bagi wisata pendakian di kawasan TNGR. Hal sama juga berlaku bagi wisata non pendakian.

Tercatat, ada 16 destinasi yang masuk kategori non pendakian. Beberapa diantaranya seperti Otak Kokok Joben, Joben Ecopark, Gunung Kukus, Telaga Biru, Tereng Wilis dan Ulem-ulem.

Berikutnya yakni, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Tangkok Adeng, Bukit Malang dan Bukit Gedong.

Ada pula Sebau, Savana Propok Bukit Telaga, Jalur Sepeda Sembalun dan Air Terjun Mangku Sakti. (jl)

Wednesday, July 7, 2021

Demi Keamanan Destinasi, Balawista Lombok Barat Dapat Pelatihan

PRAKTEK: Anggota Balawista Lombok Barat ketika praktikum langkah penyelamatan bagi wisatawan yang tenggelam.

GERUNG
-- Untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan kegiatan pelatihan. 

Kegiatan kali ini dikhususkan bagi Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang ada di daerah ini.

Balawista sendiri dibutuhkan untuk melindungi, mengawasi, dan menyelamatkan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata bahari dan tirta yang ada di Lobar.

“Pelatihan ini saya kira sangat strategis dan akan sangat membantu kondisi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Lombok Barat," kata Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Rabu (7/7), di Montana Premiere Senggigi.

Lontaran itu disampaikan mengingat banyak sekali destinasi wisata di Lombok Barat yang memang sengaja mengedepankan wisata pantai.

Fauzan tak lupa melontarkan kebanggaannya terhadap para Balawista. Ia mengaku bangga lantaran mereka berasal dari masyarakat dan Pokdarwis.

Fauzan berharap melalui pelatihan ini, para Balawista memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap keselamatan para wisatawan.

Senada, Kepala Dispar Lobar Saipul Ahkam, juga mengungkapkan pentingnya pelatihan pemandu wisata alam Balawista ini.

Seperti diketahui, Lobar mempunyai banyak sekali objek wisata bahari dan tirta yang tersebar hampir di semua kecamatan yang ada. Maka untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada para wisatawan saat berkunjung, pelatihan Balawista ini sangat diperlukan bagi masyarakat maupun perangkat pemerintah yang ada di kawasan wisata tersebut.

“Kita punya lebih dari 30 spot pantai di Kabupaten Lombok Barat. Alhamdulillah kita disupport oleh teman-teman Pokdarwis yang menghadirkan kepada kita rekan-rekan yang siap membantu kita menjadi volunteer di tempat-tempat wisata pantai,” ucap Ahkam.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan dilatih bagaimana melakukan mitigasi. Mulai dari melakukan pemetaan pantai yang aman, lokasi yang aman, kemudian sampai ke tahap penyelamatan bila terjadi kecelakaan.

Tercatat 45 orang dari hampir semua destinasi wisata bahari yang ada di Lobar hadir menghadiri pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan hingga empat hari ke depan ini.

Di hari pertama pelatihan, narasumber dari Tim Basarnas NTB dan Tim Central Diving Indonesia memberikan materi tentang tindakan pertolongan pertama pada korban sampai ke proses eksekusi penyelamatan korban kecelakaan pada medan air. Selain itu juga ada materi tentang pengenalan biota laut berbahaya serta green tourism. 

Selanjutnya di hari ke-2, pelatihan dilanjutkan dengan praktek penyelamatan korban kecelakaan di kolam. Di hari ke-3 dan ke-4 akan dilanjutkan dengan praktek penyelamatan korban kecelakaan di laut. (jl)

Monday, July 5, 2021

Setelah Hotel, Giliran Tempat Hiburan Divaksin

VAKSIN: Para pelaku bisnis hiburan di kawasan Senggigi diberikan vaksin.

GERUNG
-- Upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akibat pandemi Covid-19 terus digencarkan. Salah satu caranya dengan vaksinasi pelaku pariwisata.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sendiri sejak Maret lalu, pemerintah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat sudah memvaksin sekitar 1.800-an pelaku pariwisata.

Dengan begitu sejumlah hotel yang ada di Lobar telah dinyatakan 100 persen pegawainya telah tervaksin.

Melanjutkan misi menuju 100 persen pelaku parekraf tervaksinasi, Senin (5/7) siang tadi Dispar bersama Dinas Kesehatan menggelar kegiatan vaksinasi. Kegiatan itu dilaksanakan di Metropolis Club & Karaoke Senggigi.

Tercatat ada 196 orang karyawan dari enam tempat hiburan yang ada di Senggigi mengikuti vaksinasi. Keenam tempat hiburan itu yakni Metropolis, Star Cafe, New Surya, Sahara, Paragon, dan Marina Cafe.

“Saat ini kita mengejar kepada yang relatif mendapat kunjungan ramai dan Alhamdulillah pada hari ini dapat kita kejar dan seratus persen beberapa cafe besar,” terang Kepala Dispar Lobar, Saiful Ahkam.

Untuk tempat hiburan yang relatif kecil, Ahkam mengaku masih sedang mencari skema, waktu serta ketersediaan vaksin.

“Kalau vaksin tersedia dan para vaksinator ini tidak diberikan beban lagi untuk menyasar sasaran yang lain, kita akan sasar agar bisa seratus persen keseluruhan di kawasan Senggigi,” katanya.

Walaupun daerah pariwisata di Senggigi yang cakupan areanya sudah tervaksinasi mendekati seratus persen, Ahkam mengakui masih mempunyai pekerjaan rumah vaksinasi yang segera harus diselesaikan.

“Artinya memang masih ada PR kita di cafe-cafe kecil, kemudian di hotel-hotel yang relatif belum beroperasi," ucapnya.

Cafe-cafe kecil dan hotel yang belum beroperasi ini diharap segera mendaftarkan para pegawai dan keluarganya untuk vaksin. Pihaknya siap memfasilitasi hal tersebut.

Program vaksinasi untuk parekraf ini juga mendapat apresiasi dari Fransiscus selaku Manager Metropolis Club & Karaoke.

“Kami dari pengusaha jasa hiburan mengucapkan terima kasih untuk support dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan teman-teman kepolisian, TNI dan aparatur terkait dengan terlaksananya vaksinasi hari ini, tujuan kita baik, terutama dengan pandemi yang lagi luar biasa PPKM Jawa-Bali,” ucap Frans.

Ia berharap dengan gencarnya program vaksinasi untuk parekraf ini, Lombok, khususnya Lombok Barat tidak harus memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang diberlakukan di Jawa dan Bali. 

Hal itu menurutnya dapat  mempersulit pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

“Harapan kita selanjutnya adalah semoga dengan adanya garansi vaksinasi ini, bisa menepis segala keraguan bahwa memang kita sudah layak dan pantas untuk bekerja dengan standarisasi yang sudah ditentukan,” tegas Frans. (jl)

Friday, July 2, 2021

Ini Kabar Baik untuk Wisatawan yang Ingin Liburan di NTB

Ilustrasi

MATARAM
-- Ada kabar baik bagi para calon wisatawan yang hendak berlibur ke NTB. Mereka direncanakan bakal mendapat rapid test gratis.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkifliemansyah, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pariwisata bersama Dinas Pariwisata NTB dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Rakor ini digelar secara daring di kediaman resmi gubernur, Jum'at (2/7).

Rapid test tersebut nantinya dapat dibeli melalui Hepatika Medical Laboratory yang memproduksi Rapid Test asli buatan NTB. Dampak dari pembelian diharap bisa dirasakan masyarakat sendiri.

Langkah ini diambil lantaran pertimbangan cukup matang. Pemprov NTB tidak ingin menggelontorkan dana untuk program yang belum tentu mendatangkan wisatawan. 

Lewat program ini setidaknya memberikan insentif bagi wisatawan. Insentif itu berupa rapid test gratis.

Pemberian insentif tersebut akan dibarengi dengan jaminan keamanan dari Covid-19 bagi wisatawan. 

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi memaparkan, kebijakan program Dinas Pariwisata NTB salah satunya menetapkan sejumlah area yang merupakan zona hijau. Zona ini aman dikunjungi wisatawan selama pandemi.

Zona hijau bagi wisatawan tersebut  diikuti dengan CHSE dan vaksin pada pelaku pariwisata. Selain itu, ada hotel untuk isolasi dan penyediaan lokasi rapid test yang mudah. 

Kepala BPPD NTB, Ari Garmoni mendukung penuh usulan tersebut. Ia berharap peraturan gubernur terkait zona hijau bagi wisatawan bisa dipercepat.

"Ini penting agar wisatawan bisa merasa aman datang berwisata ke NTB,' ucapnya. (jl)

Clean Up Senggigi, Kebersihan Harus Jadi Kesadaran Universal

CLEAN UP: Para relawan aksi bersih-bersih Dispar Lombok Barat di destinasi wisata tampak sedang memungut sampah di Pantai Senggigi.

GERUNG
-- Seolah tak bosan menunjukkan konsistensi, Dinas Pariwisata Lombok Barat kembali menggelar aksi bersih-bersih.

Kali ini, aksi yang sama dengan sebelumnya dikemas dengan sedikit berbeda. Jajaran Dispar bergabung dalam kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata Senggigi yang dinamakan Senggigi Clean Up.

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup bersama Lombok Ocean Care (LOC). Berpartisipasi dalam kegiatan itu sejumlah perangkat daerah Pemkab Lobar dan beberapa komunitas.

Beberapa komunitas yang terlibat seperti Rotary Club Mataram Lombok, Lombok Box dan Velo Girls. Ada juga Green Valley Community, Portir Indonesia Internasional, BEM Universitas Mataram (UNRAM) dan Pokdarwis Pesona Senggigi. 

Tidak hanya komunitas, perwakilan Putri Indonesia NTB juga turut serta dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita, Jumat (2/7), pagi tadi. 

Kepala Dispar Lobar Saiful Ahkam sangat mengapresiasi antusias banyak pihak dalam Senggigi Cleanup kali ini. 

Menurutnya, aksi ini membuktikan bahwa kesadaran tentang kebersihan telah menjadi kebutuhan banyak pihak. Kesadaran ini bukan hanya satu atau dua pihak terkait saja.

“Isu tentang kebersihan, isu tentang keindahan tidak menjadi kesadaran yang sifatnya parsial lagi, tapi sudah menjadi kesadaran yang universal," ujarnya.

Ia berharap lewat kegiatan ini tidak saja demi pariwisata. Lebih dari itu, untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Baiq Indah dari Rotary Club Mataram saat ditemui di tengah aksi bersih-bersih juga menaruh harapan yang sama agar kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin. Dengan begitu, kesadaran dari semua pihak mampu terbangun.

"Pada akhirnya mewujudkan suatu daerah dengan lingkungan yang bersih, indah dan mampu memberikan kenangan," ucapnya.

Secara kebetulan, lanjutnya, Rotary juga mempunyai konsen dan area fokus tentang lingkungan hidup. Tak heran jika kegiatan ini dianggap sangat positif.

Ia berharap kepariwisataan Lobar yang sedang berusaha bangkit di tengah pandemi Covid-19 bisa secepatnya pulih. Terlebih dengan adanya semangat yang kuat serta kerjasama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah yang ada. (jl)

Tancap Gas, BPPD Lotim Bentuk Tim Kerja

WAWANCARA: Ketua BPPD Lombok Timur Muhammad Nursandi saat diwawancara wartawan.

SELONG
-- Pasca dikukuhkan unsur penentu kebijakan di tubuh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur langsung tancap gas. Badan ini membentuk tim pelaksana kerja guna mempercepat capaian target dalam 30 hari kedepan.

"Kami membenahi website termasuk logo serta semua media sosial dan pendukung lainnya menjadi target kami dalam 30 hari kedepan," kata Ketua BPPD Lombok Timur, Muhammad Nursandi, Jumat (2/7).

Hal itu disebutnya paling mendasar yang harus dibenahi. Tujuannya agar dapat dijadikan pusat informasi, termasuk melengkapi alat pendukung promosi lainnya. 

Wajah media promosi itu disebutnya penting dibuat lebih menarik. Artinya tampilannya paling tidak mengikuti tren masa kini.

Dengan begitu, terangnya, membuat lebih segar dan dinamis agar mencapai target. Website ini diharap maksimal dan nyaman diakses semua kalangan yang membutuhkan informasi destinasi di Lombok Timur.

Lantaran itu, untuk mempercepat proses kerja tersebut, pihaknya akan menggandeng semua pelaku pariwisata yang ada di Lotim.

Baginya hakekat badan promosi itu adalah milik bersama. Badan ini menjadi lumbung melambungkan nama seluruh destinasi.

"Karena dalam membangun pariwisata adalah kerja banyak orang, maka perlu bersama-sama menggandeng tangan," ucapnya.

Karena itu, semua komunitas baik seni budaya, fotografer, lembaga adat, dan semua komunitas lainnya bisa menjadi influencer. Harus berperan supaya lebih cepat mempengaruhi orang lain sesuai kemampuan yang dimilikinya.

"Ini upaya kita untuk menarik perhatian pasar yang lebih luas supaya tidak terkesan kaku, dan harus kerja bersama-sama," tandasnya. (kin)

Wednesday, June 30, 2021

Ini Komitmen Dispar Lobar dan Pelaku Industri Pariwisata

DISKUSI: Kepala Dispar Lombok Barat H Saiful Ahkam saat berdiskusi bersama para pelaku industri pariwisata, Senin (28/6) lalu.

GERUNG
-- Dinas Pariwisata Lombok Barat bersama sejumlah pelaku industri pariwisata di daerah itu berkomitmen saling bersinergi. Komitmen ini tidak lain untuk membangun kembali pariwisata di Lombok Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saiful Ahkam mengatakan, membangun pariwisata dalam kondisi pandemi Covid-19 tidak cukup hanya dengan menggandeng atau melibatkan sejumlah pihak saja. Perlu keterlibatan secara menyeluruh dari setiap aspek yang ada.

Semua aspek itu meliputi masyarakat, pelaku wisata hingga aspek industri seperti hotel dan akomodasi lainnya.

“Salah satu aspek hulu dan sangat penting dalam industri kepariwisataan adalah agen perjalanan yang merupakan ujung tombak dalam mempromosikan kepariwisataan suatu daerah,” katanya, Senin (28/6) lalu.

Lontaran ini disampaikan Ahkam dalam pertemuan diskusi bersama para pelaku pariwisata di bidang perhotelan dan travel agen. Pertemuan itu terselenggara di Supermarket Oleh-oleh Sasaku Senggigi, Batulayar Lombok Barat.

Gathering travel dan hotel ini, lanjut Ahkam, pihaknya ingin mendapat masukan banyak terkait bagaimana sebenarnya membangun sinergi kepariwisataan, khusunya di Lombok Barat.

Selain itu, juga agar kepariwisataan dapat berimbas tidak hanya ke destinasi atau tujuan wisata saja. Melainkan juga berdampak pada sektor akomodasi.

Ahkam berharap, melalui pertemuan yang akan digelar secara rutin ini nantinya mampu menghasilkan kesepahaman tentang pembangunan kepariwisataan berkelanjutan.

“Itulah kenapa kita memfasilitasi mereka bertemu. Tujuan lainnya juga agar teman-teman travel agen tidak hanya menjadikan kawasan Senggigi secara khusus hanya sebagai destinasi, tetapi untuk menjadi tempat untuk stay,” ujarnya. (jl)

Tuesday, June 29, 2021

Mengenal Mastur, Pelopor Event Bejango Bliq Desa Songak

LANTIK: Mastur saat dilantik sebagai pengurus BPPD oleh Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy.

SELONG
-- Unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) baru saja usai dilantik. 

Pengurus baru ini juga mendatangkan wajah baru dari kalangan pegiat wisata. Wajah-wajah baru ini rupanya cukup menyita perhatian banyak pihak.

Salah satu deretan nama baru dalam kepengurusan BPPD Lombok Timur adalah Mastur.

Pasalnya, nama pria satu ini tak pernah disebut di kalangan pegiat wisata. Malah ia sering dikenal di dunia kampus.

Mastur merupakan pria kelahiran Dusun Songak Selatan, Desa songak, Kecamatan Sakra, Lotim. Kehadirannya di kepengurusan BPPD Lotim mewakili unsur akademisi.

Sosok yang satu ini terbilang pria bertangan dingin. Dari ide-ide briliannya kerap kali lahir kegiatan-kegiatan besar. 

Salah satunya yakni Event Budaya Songak Bejango Bliq. Event ini dijadikan sebagai acara tahunan oleh masyarakat setempat di desa itu.

"Alhamdulillah bisa dilantik jadi pengurus tahun ini," ucap Mastur Sonsaka, saat ditemui Selasa (28/6).

Pria kelahiran 1980 ini menerangkan, kegiatan kepariwisataan itu dilakukannya dari tahun 2012 lalu di Desa Songak. Dirinya bercita-cita menjadikan desa itu menjadi destinasi wisata religi.

Mimpi itu, lanjutnya, tak bisa akan terwujud dengan berpangku tangan. Melainkan harus mampu menciptakan sebuah momen yang dapat dikenang oleh orang banyak.

Dari situlah, kata dia, lahir Event Budaya Songak Bejango Bliq, yang sampai saat ini dilaksanakan. Dengan mengambil tahun Hijriyah, tepatnya pada bulan Rabiul Awal.

Dalam kegiatan tersebut, ucapnya, lebih menunjukan nuansa klasik sebagai kekhasan desa itu. Sebab di lokasi itu memiliki banyak ritus yang bernilai magis, dan masih dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Seperti ritual Bejango, maulid adat atau Jarig Minyak, Sentulak, Selamat Ampar, Selamat Pari dan masih ada yang lainnya.

"Keunikan itu yang membuat saya punya mimpi, menjadikan Songak sebagai salah satu wisata religi di kawasan tengah Lombok Timur," ucapnya.

Selain ritual, beber pria kelahiran 1980 ini, di desa ini juga didapati berbagai benda dan bangunan bersejarah. Seperti Masjid Bengan (kuno), khotbah Idul Adha yang yang bertulis tangan, makam, menhir, alat kesenian yang umurnya sudah berabad-abad dan yang lainnya.

Situs-situs ini, kata dia, bisa menjadi magnet bagi wisatawan luar. Tinggal dikemas lalu dikelola sedemikian rupa.

Tak hanya sampai membuat event, untuk mencapai mimpi itu dirinya membentuk lembaga adat. Lembaga adat ini belakangan menjadi wadah kegiatan tersebut.

Lembaga ini diharapnya, bisa menjadi kendaraan mewujudkan mimpi menjadikan Desa Songak sebagai  lokasi destinasi religi.

Pria yang saat ini aktif menjadi dosen di salah satu kampus di Lotim ini mengatakan, ia belajar pengelolaan pariwisata di Pulau Dewata, Bali.

Di pulau itu, ucapnya, wisata tak hanya dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Namun juga dikelola oleh lembaga adat. Seperti di Penglipuran, Bali.

"Tentu target kita kesejahteraan masyarakat di Songak," ujarnya.

Saat gelaran event budaya misalnya, pedagang setempat hari itu bisa menambah pendapatan. Peningkatan pendapatan ini lantaran banyak masyarakat yang datang dari luar.

Ia menjelaskan, ketika kegiatan itu dilaksanakan semua masyarakat Songak yang menetap di luar desa pulang dalam rangka silaturrahim. Semua warga kemudian bejango (nyekar) ke leluhur.

Dalam kegiatan itu juga, bebernya, pemuda setempat menggelar permainan tradisional. Beberapa diantaranya seperti main sungkit, selodor, balap gegiling, dan yang lainnya.

Ia juga menunjukan kuliner khas tradisional setempat seperti serbat, demplak, dan lain sebagainya.

Jika bicara wisata, maka Desa Songak disebutnya memiliki paket lengkap. Mulai dari permainan, situs, ritus, hingga kuliner. Semua itu disebutnya sebagai kekayaan yang harus dikelola.

Terlebih lagi jika mengacu ke undang-undang desa, salah satu pointnya yakni pembangunan berbasis asal-usul lokasi tersebut.

"Kita punya paket komplet di Desa Songak ini. Itu kenapa mimpi saya kuat menjadikannya salah satu titik kunjungan wisata," ujarnya.

Dari gelaran event itu, kata dia, sebenarnya telah memiliki dampak siginfikan. Dibuktikan dengan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. 

Tercatat beberapa wisatawan luar daerah seperti Jawa Timur, Lombok Barat, Utara, Tengah, Kalimantan, Sulawesi, tercatat telah mengunjungi situs tua di Songak. Bahkan tak jarang kebanyakan dari mereka menginap untuk beberapa hari.

Selain itu, efek lain dari kegiatan itu beberapa guider menjadikannya sebagai salah satu event hari wisatawan. Dimana tamu yang dibawanya dapat menikmati suguhan budaya.

Di lain sisi, Masjid Bengan disebutnya menjadi sentra studi akademik dari kalangan mahasiswa berbagai kampus di Lombok.

Namun sampai saat ini, bebernya, belum dikenakan biaya apapun. Lantaran ia tak ingin tergesa-gesa memungut biaya di lokasi itu.

"Mimpi saya semakin dekat rasanya, karena bisa saya bilang sudah menemukan jalannya," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Songak, Fikrul Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan jika kegiatan itu salah satu karya dari Mastur Sonsaka. Dulu, tak ada acara semacam itu di Songak, yang ada hanya ritual saja.

"Kita akan berkolaborasi mengelola kekayaan kita ini. Saya berharap dengan adanya dia mimpi kita menjadikan Songak menjadi destinasi religi segara terwujud," tandasnya. (kin)

Monday, June 28, 2021

9 Unsur Penentu Kebijakan BPPD Dilantik

LANTIK: Pengurus BPPD Lombok Timur dilantik Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

SELONG
-- Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy melantik sembilan orang unsur penentu kebijakan pada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPP) setempat. Mereka ini akan mengabdi untuk masa khidmat 2021-2026.

Kesembilan orang yang dilantik itu ialah, Muhammad Nursandi yang menjabat sebagai Ketua, Drs H Gufranudin, MA, sebagai Wakil Ketua,  dan Yogi Birrul Walid Sugandi, MPar, sebagai Sekretaris.

Sementara enam anggota lainnya yakni Busran Ekamayadi, Idham Kholid, Iwan Marindra, Mastur, Izzul Khairi dan Muhammad Nurjihadi.

Orang nomor satu di Lombok Timur ini berharap pejabat baru yang baru selesai dilantik dapat mengemban misi. Ada empat pokok yang harus dilaksanakan.

"Kalau dijabarkan cukup berat, tapi kalau dianggap enteng ya enteng. Jika sekedar menghabiskan anggaran dari pemda sudah tidak berlaku lagi,"ujar HM Sukiman Azmy, kepada awak media usai melantik, Senin (28/6).

Sukiman menerangkan, empat tugas pokok tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 22 tahun 2011 yang menjadi payung hukum berdirinya BPPD dirinya badan tersebut. Yakni pertama, meningkatkan citra pariwisata di tanah air, khususnya di Lombok Timur. 

Kedua, memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan dalam rangka menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga, menggalang pendanaan dengan berbagai stakeholder terkait, dalam rangka melaksanakan kegiatan keparwisataan. 

Keempat, ialah melaksanakan riset atau penelitian guna meningkatkan bisnis di dunia pariwisata.

Tahun 2021 ini, beber Sukiman, Pemda menganggarkan sekitar Rp 750 juta melalui APBD. Namun jika masih ada kegiatan yang sifatnya butuh dukungan, maka dirinya hendak menambah anggaran tersebut di APBD Perubahan.

"Kita lihat di APBD induk 2020, jika aktivitasnya cukup spektakuler, bisa melaksanakan empat poin itu. Tentu pemerintah tidak akan berpangku tangan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPPD yang baru saja dilantik, Muhammad Nusandi mengatakan diri siap untuk mengajar apa yang menjadi arahan Bupati tersebut. Tapi demikian dirinya menyebut semua itu bisa menjadi sesuatu yang mudah juga sebaliknya.

"Jika sebelum pandemi akan sangat mudah berkoordinasi dengan setiap orang," ucapnya. (kin)

Sunday, June 27, 2021

Seribu Vaksin Kembali Disiapkan untuk Warga Senggigi

VAKSINASI: Warga dan pelaku usaha wisata di kawasan Senggigi diberikan vaksin Covid-19.

GERUNG
-- Dalam rangka giat HUT Bhayangkara yang ke-75, Polres Lombok Barat (Lobar) mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Kegiatan dilakukan untuk menggenjot percepatan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia ini digelar di sejumlah tempat dan puskesmas yang ada di Lobar.

Dengan syarat berusia 18 tahun ke atas dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan vaksinasi gratis di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

"Yang umur 18 plus, bisa langsung datang ke puskesmas terdekat, atau tempat-tempat lain yang sudah ditentukan. Cukup dengan menunjukkan KTP atau KK saja itu sudah bisa langsung divaksin. Kebetulan untuk wilayah Senggigi dipusatkan di sini," terang Kapolsek Senggigi, Priyo Suhartono saat ditemui di tengah kegiatan vaksinasi yang berlokasi di Aruna Sea View Senggigi, Batu Layar, Lobar, Sabtu (26/6).

Dijelaskan Priyo, khusus untuk di wilayah Senggigi saja, pihaknya sudah menyiapkan 1.000 vaksin.

Selain di Aruna Sea View Senggigi, titik vaksinasi massal di Lobar juga tersebar di beberapa tempat seperti Pos Polisi Bundaran Giri Menang Square Gerung, Pelabuhan Lembar, dan Puskesmas Gerung. 

Berikutnya juga di Puskesmas Perampuan, Puskesmas Labuapi, Puskesmas Sekotong, Puskesmas Kuripan, Puskesmas Narmada, Puskesmas Lingsar dan Puskesmas Gunungsari.

"Buat masyarakat Senggigi sendiri yang notabene kawasan wisata yang selalu dikunjungi banyak orang, ini bisa menjadi jaminan secara tidak langsung bagi para pengunjung untuk memberikan rasa aman terhadap penularan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar Saidul Ahkam mengaku sangat mengapresiasi dukungan Polres Lobar yang menjadi inisiator vaksinasi kali ini. Hingga hari ini, tercatat sudah lebih dari 1.800 pelaku pariwisata di Lobar sudah tervaksin.

Dengan begitu sudah ada tiga hotel yang berhasil memenuhi target 100 persen angka pegawai yang sudah tervaksinasi tahap 2. Yakni ada hotel Aruna Senggigi Resort and Convention, Coconut Boutique Resort, dan Jeeva Santai Villas.

Sedangkan 11 hotel yang angka pegawainya sudah tervaksin 100 persen pada tahap 1, yakni The Jayakarta Lombok, Sheraton Senggigi Beach Resort, Kila Senggigi Beach Lombok dan Puri Saron Senggigi.

Berikutnya Svarga Resort Lombok, Puri Mas Resort Lombok, Holiday Resort Lombok, Montana Premier Senggigi, Puri Bunga Senggigi, Grand Senggigi Hotel, dan Cocotinos Hotel and Resort di Sekotong.

Ahkam berharap, hotel-hotel lain yang masih beroperasi di Lobar dapat tervaksin seluruhnya.

Vaksinasi ini akan sangat mendukung upaya kita memulihkan ekonomi secara khusus di kepariwisataan di era new normal. Ia berharap dengan vaksin dan prokes yang ketat, kredibilitas para pelaku usaha akan semakin terekspose sehingga menjadi materi promosi penting buat pariwisata. (jl)

Friday, June 25, 2021

Giliran Aik Nyet Jadi Lokasi Bersih-bersih Dispar Lobar

Wisata Aik Nyet

GERUNG
-- Seperti pekan sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan kegiatan bersih-bersih tempat wisata. Kali ini kegiatan dipusatkan di Kawasan Wisata Alam Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada. 

Kegiatan mingguan Dispar Lombok Barat ini ramai diikuti oleh masyarakat setempat dan lembaga desa yang ada.

Kegiatan ini selain sebagai sarana edukasi juga bisa digunakan untuk promosi destinasi wisata yang ada di Lobar.

Hal tersebut disampaikan Kadispar Lobar, H Saiful Ahkam di tengah-tengah kegiatan bersih-bersih.

"Insyaallah kita akan keliling ke destinasi wisata lainnya. Tentu diharapkan sebagai edukasi, bisa juga jadi sarana promosi destinasi wisata kita. Bayangkan saja setiap orang yang ikut kegiatan nanti share foto mereka di sosmed, itu jadi promosi sederhana tapi bisa menjangkau luas," kata Ahkam," ucapnya, Jum'at (25/6).

Wisata alam Aik Nyet merupakan destinasi wisata berupa pemandian umum yang airnya langsung dari sumber mata air yang terletak di hutan Narmada, Lombok Barat.

Sejak puluhan tahun lalu, Aik Nyet sudah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan maupun masyarakat Lombok pada umumnya.

"Dari sejak saya kecil Aik Nyet ini sudah ada, itu sekitar tahun 70an. Namun sejak 2015 mengalami penataan oleh Dispar NTB, dan Alhamdulillah selalu ramai sampai sekarang," tutur Kepala Desa Buwun Sejati, Muhidin.

Destinasi ini tak hanya kolam pemandian umum dan alam yang sudah tidak diragukan lagi keindahan dan keasriannya. Destinasi wisata ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti berugak-berugak di pinggir pemandian. 

Fasilitas seperti berugak ini cocok sekali sebagai tempat berkumpul dengan sanak keluarga sambil menikmati sajian kuliner. Destinasi memiliki luas sekitar 10 hektare.

Di sejumlah sudut kawasan pemandian ini juga dihiasi dengan wahana-wahana swafoto. Obyek swafoto ini dipastikan sanggup memanjakan mata.

Terlebih lagi akses menuju lokasi pemandian Aik Nyet ini bisa dikatakan sudah sangat bagus. Tidak ada lagi jalan tanah berbatu sepanjang jalan menuju lokasi.

"Selain kolam pemandian ini, kita juga ada homestay yang sudah kita bangun, di atas juga ada camping ground," kata Muhidin.

"Alhamdulillah masyarakat sadar dan punya peran penting dalam membangun dan pemeliharaan pariwisata di Buwun Sejati khususnya di Aik Nyet ini. Seperti hari ini kita lihat sendiri jika ada kegiatan gotong royong sepeti ini mereka sambut dengan baik," tandasnya. (jl)

Destinasi Gunung Jae Bakal Ditata Pemkab Lobar

DISKUSI: Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait penataan Gunung Jae.

GERUNG
-- Pemkab Lobar akan melakukan pengembangan dan penataan kawasan wisata Gunung Jae yang berada di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. 

Penataan ini melalui hibah khusus yang dianggarkan pemerintah pusat. Dimana lewat hibah itu Lobar akan dibuatkan akses jalan yang berkualitas. 

Hal itu dikatakan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat meninjau objek wisata Gunung Jae, Kamis (24/6).

“Akses jalan sudah menjadi prioritas. Lombok Barat Insyaallah Juli ini ada kepastian kapan akan dilaksanakan," ucapnya.

Sumber dana penataan kawasan ini disebutnya berasal dari APBN. Jalan akan dibangun sepanjang Sesaot menuju Gunung Jae.

Untuk pengembangan, rencananya akan diusulkan ke sejumlah lembaga kementerian. Sebut saja seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian PUTR, dan Kementerian Desa.

Selain dari dana pusat, pengembangan kawasan wisata nantinya juga akan dianggarkan lewat APBD. Ini mengemuka dalam diskusi bersama OPD terkait.

Lewat APBD itu sejumlah sarana akan dibangun. Seperti pengadaan pipa yang nanti bisa melalui swakelola, listrik dan yang lainnya.

"Tidak ada anggaran khusus, makanya nanti kita upayakan pendanaan dari berbagai sumber, " tegasnya.

Wisata alam Gunung Jae sendiri merupakan sebuah area wisata yang sebenarnya bukanlah sebuah gunung. Kawasan ini merupakan sebuah area yang dikelilingi perbukitan dan persawahan yang mengitari sebuah muara sungai berbentuk danau kecil yang tenang, jernih dan indah. 

Danau inilah yang menjadi objek utama wisata di kawasan wisata yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Saiful Ahkam saat mendampingi bupati mengatakan, pihaknya sudah memiliki skema untuk pengembangan wisata Gunung Jae. Skema tersebut yaitu pendampingan dengan desa-desa wisata, melalui kerjasama pelaku asosiasi wisata. 

Dari 60 desa wisata yang ada telah diklaster menjadi tiga kategori. Desa wisata dengan kategori rintisan akan diutamakan untuk mendapat pendampingan bekerjasama dengan para pelaku wisata.

"Sudah ada komunikasi kita dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang akan menjadikan beberapa desa wisata di daerah kita menjadi laboratorium pendampingan," kata Ahkam.

Ahkam menambahkan, selain dengan pelaku wisata, saat ini banyak perguruan tinggi yang melakukan kuliah merdeka. Melalui KKN tematik, KKN partisipatori, dan kuliah merdeka, desa-desa ini bisa menjadi sasaran kegiatan tersebut untuk mereka belajar dan bekerja.

Khusus untuk Gunung Jae, Ahkam mengatakan, target jangka pendek pemerintah agar kawasan ini semakin tertunjang oleh infrastruktur, aksesibilitas, dan amenitas yang lain.

“Jika melihat perencanaan dan masterplan dari Pemerintah Desa Sedau itu luar biasa. Tinggal bagaimana membantu dari aspek SDM-nya," ujarnya.

Tugas ini disebutnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Dari alasan itu pihaknya menggandeng asosiasi, komunitas para pelaku dalam konteks pembangunan SDM berkepanjangan dan berkelanjutan.

Desa wisata menurut Ahkam sedianya ada menjadi pelengkap dari destinasi-destinasi yang sudah ada di Lombok Barat dan NTB secara umum. Di bulan Agustus nanti, Dinas Pariwisata sedang menginisiasi parade desa wisata dengan tajuk “Pesona Lombok Barat” yang nantinya diisi atraksi setiap desa, eksibisi produk-produk ekraf, dan lainnya. (jl)

Wednesday, June 23, 2021

Tertarik Aplikasi Ayo Ke Lombok, Pemkab Bogor Belajar di Lobar

BELAJAR: Rombongan Pemkab Bogor saat belajar pariwisata di Lombok Barat.

GERUNG
-- Rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV Pemkab Bogor melakukan studi lapangan di Lombok Barat, Rabu (23/6).

Usai diterima Asisten III Setda Lombok Barat H Ilham di Aula Bupati, sebagian rombongan mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata. Rombongan diterima Kepala Dispar Saiful Ahkam didampingi Kepala Bidang Pemasaran Lalu Rifhandani dan jajaran.

Kunjungan dilanjutkan dengan diskusi seputar isu strategis dan inovasi yang dilakukan Dispar Lobar.

Usai diskusi, Dadan Nurdiansyah mewakili rombongan mengaku puas dengan hasil kunjungan tadi. Walaupun singkat, Dadan merasa ilmu yang didapat sudah cukup banyak.

"Alhamdulilah telah diterima Dispar Lombok Barat dan di sini kami banyak sekali mendapat ilmu dan pengetahuan yang berbeda dari yang lain," ucapnya.

Dadan mengaku sangat tertarik dengan aplikasi Ayo Ke Lombok. Nantinya sejumlah ilmu yang didapat bakal diaplikasikan sepulangnya dari Lombok.

Kehadiran aplikasi Ayo Ke Lombok sebagai Tourism Information Center (TIC) online ini bertujuan melayani semua pihak. Layanan itu untuk mendapat banyak informasi dan diharapkan mampu mempermudah komunikasi antar pelaku usaha pariwisata dengan stakeholder terkait. 

Selain itu, juga untuk mempermudah informasi tentang produk pariwisata yang ada di Lombok Barat. Dengan demikian, mempermudah para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mempromosikan produk mereka.

Ada tiga hal yang mendasari munculnya inovasi ini. Pertama, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada stakeholder yakni para pelaku pariwisata.

Kedua, untuk memberi kemudahan bagi para pelaku pariwisata mempromosikan produk pariwisata mereka, terutama pada konteks digital marketing. 

Untuk itu, dalam kesempatan lain juga diparalelkan dengan pembangunan kapasitas SDM pariwisata. 

Ketiga, untuk memudahkan para wisatawan memperoleh informasi tentang destinasi, atraksi, amenitas akomodasi, kuliner, dan produk ekraf yang ada di Lobar.

Hingga hari ini baru ada 123 pelaku usaha jasa pariwisata dan 217 produk usaha pariwisata yang termuat dalam aplikasi Ayo Ke Lombok. Diharapakan dalam waktu dekat, seluruh pelaku usaha yang ada di Lombok Barat dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan maksimal.

Bagi pengguna Android, aplikasi Ayo Ke Lombok tersedia dan dapat diunduh di Playstore. Ke depan aplikasi ini juga akan dikembangkan untuk para pengguna iOS. (jl)

Tuesday, June 22, 2021

Sembalun Paralayang Club Tagih Janji Bupati Lotim

INDAH: Sembalun semakin terlihat lebih indah jika dilihat dari udara.

SELONG
-- Pesona Sembalun bagi pelaku wisata memang membawa magnet tersendiri. Terlebih dilihat dari udara, keindahannya mampu membuat siapa pun ingin menikmatinya, tak terkecuali bagi pemain paralayang. 

Sembalun sedianya hendak dijadikan juga sebagai destinasi paralayang. Wacana ini telah menyeruak sejak tahun 2013 yang lalu. 

Sayangnya hingga kini, hal itu sampai saat ini belum terwujud. Padahal jika kegiatan ini diintensifkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan datang ke kaki Gunung Rinjani ini.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang sekaligus juga Sembalun Paralayang Club (SPC), Royal Sembahulun menagih janji Bupati Lombok Timur. Pasalnya, orang nomor satu di Lotim ini pernah berjanji mensuport pengembangan para atlet setempat.

”Tapi janji itu sampai sekarang belum direalisasi," ucapnya kepada amun sangat disayangkan, janjinya itu hanya menjadi isapan jempol untuk mensuport kami," Jejak Lombok, Rabu (23/6).

Padahal, tutur pria yang akrab disapa Royal ini, tahun kemarin telah berjanji hendak mendukung kegiatan tersebut. Hal itu diungkap Bupati di salah satu media TV lokal. 

Namun demikian dirinya mengaku belum dihubungi sampai saat ini oleh dinas terkait. Lantaran itu, dirinya berpikir kemungkinan hal ini batal untuk tahun ini dan paling tidak agar dikabari.

Kata Royal, fasilitas yang dimiliki oleh klub paralayang saat ini khususnya di Lotim sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain. Seperti Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Tengah dan Lombok Utara.

Kelengkapan alat di wilayah itu tak lain lantaran disupport oleh pemerintah setempat. Ia membeberkan, dukungan itu mulai dari penataan site take off hingga parasutnya.

Kendati demikian, ucapnya, FASI dan SPC Sembalun tetap bangga bisa berkembang dengan cara mandiri. Meskipun selama ini dirinya mengklaim tidak ada dukungan dan apapun dari Pemkab Lotim melalui dinas terkait.

Sebenarnya, ucap Royal, akan lebih baik dan nampak bijaksana jika pemerintah peduli serta mendukung segala bentuk kegiatan pemuda. Terlebih jika kegiatan itu dapat mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah. 

"Salah satunya, Taiger Triawan yang merupakan atlet Sembalun Paralayang Club," tegasnya.

Kendati pemuda satu ini tak pernah mendapatkan bantuan. Namun selalu dijawab dengan prestasinya.

Ia mencatat permintaan dukungan ke pemerintah sudah dari beberapa tahun yang lalu. Tepatnya sejak zaman kepemimpinan bupati sebelumnya. Namun sampai bergantinya nakhoda, masih belum mendapatkan dukungan apapun.

“Saya sudah sering ikut kejuaraan-kejuaraan paralayang baik di tingkat daerah, nasional maupun dunia. Saat ini saya juga mewakili Provinsi Sulawesi Tengah untuk PON di Papua," timpal Tiger. (kin)

Sunday, June 20, 2021

Pekan Ini, Dua Lokasi Wisata Dibersihkan Dispar Lobar

BERSIH: Beginilah suasana pemandangan bersih setelah aksi gotong royong yang dilakukan Dispar Lobar di Sekotong Barat.

GERUNG
-- Pekan ini, jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali melakukan aksi bersih-bersih kawasan wisata. Kali ini giliran Pantai Kuranji, Kecamatan Labuapi yang dibersihkan.

Usai melaksanakan aksi bersih-bersih, pada Jumat (18/6) lalu, pagi tadi (20/6), jajaran Dispar melaksanakan aksi bersih-bersih di sepanjang garis Pantai Dermaga Tawun Desa Sekotong Barat. 

Aksi bersih-bersih kali ini merupakan inisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sekotong Barat.

Selain jajaran Dispar Lobar dan anggota pokdarwis, kegiatan yang dimulai sejak pukul 8 pagi itu juga diikuti puluhan orang dari Pemerintah Desa Sekotong Barat. Terlibat pula para pegiat dan pengelola wisata sekitar, anggota klub sepakbola Molek FC, dan masyarakat sekitar.

"Kami merasa bangga dan termotivasi dengan keikutsertaan berbagai komunitas dalam kegiatan bersih pantai kali ini. Walaupun kami tidak pakai undangan," ungkap Ketua Pokdarwis Sekotong Barat, Yon.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan kenyamanan bagi para pengunjung di berbagai destinasi wisata yang ada di desa Sekotong Barat. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan tiap pekan oleh sekitar para anggota pokdarwis Desa Sekotong Barat di beberapa lokasi terpisah.

Komitmen anggota Pokdarwis dan Pemerintah Desa Sekotong Barat mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dispar Lobar, Saiful Ahkam. Ia berharap kegiatan semacam ini menjamur di seluruh kawasan wisata yang ada di Lobar.

"Dispar Lobar sangat mengapresiasi keterlibatan komunitas-komunitas yang ada di Sekotong pada kegiatan seperti ini. Jika Pokdarwis punya kegiatan, Dispar Lobar siap mendukung dan turun bersama-sama pada setiap kegiatan yang di adakan," ujarnya.

Bukan tanpa arti, aksi bersih-bersih kawasan wisata diharapkan mampu mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat. Edukasi ini khususnya masyarakat di kawasan wisata di Lobar agar dapat lebih peduli terhadap kebersihan. 

Di samping itu, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan diskusi pengembangan pariwisata. 

"Esensinya itu pemberdayaan dan ruang interaksi partisipatori antar pelaku dengan dinas. Gotong royong bersih-bersih, dan sesudahnya itu diskusi seputar pariwisata. Value nya di sana. Selain itu adalah untuk penguatan destinasi," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki agenda besar dalam Calendar of Event Lombok Barat tahun 2021. Khusus di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat, pemerintah melalui Dinas Pariwisata menyiapkan beberapa event, yakni Lombok Barat Adventure, dan Festival Air "The South Land Dance". Kedua event ini rencananya akan digelar pada bulan Oktober.

Festival Air sendiri rencananya akan digelar di dua lokasi. Yakni kawasan Sekotong dan Kawasan Pantai Cemare Lembar. 

Dalam event ini akan ada aneka kegiatan mulai dari bazar dan kuliner makanan laut, island family trip, fun snorkling dan diving. Ada pula aneka lomba seperti lomba mancing ngampar, lomba perahu hias, dan lainnya. 

Untuk hiburan rencananya akan dimeriahkan dengan hiburan musik tengah laut, fire dance, dan festival layang-layang.

"Sedianya 14 event kita siapkan. Namun dengan kondisi saat ini, kita harus cermat membaca situasi. Beberapa terpaksa kita batalkan akibat Covid-19 yang masih tinggi, sisanya kita harus memikirkan strategi dan pola untuk menyesuaikan dengan protokol," pungkas Ahkam. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567