Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Virus Corona. Show all posts
Showing posts with label Virus Corona. Show all posts

Thursday, June 17, 2021

Giliran 300 Pelaku Usaha Divaksin di Lobar

Pelaku wisata di Lombok Barat divaksin untuk gelombang ketiga.

GERUNG
-- Demi membantu mendorong pencegahan penyebaran Covid-19 serta mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Lombok Barat (Lobar), sedikitnya 300 pelaku wisata divaksin tadi pagi, Kamis (17/6).

Vaksinasi ini kerjasama dari Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar. Mereka yang divaksin masuk dalam gelombang ketiga bagi pegawai hotel.

Vaksinasi kali ini bertempat di Sheraton Senggigi Beach Resort.

Sampai saat ini Dikes Lobar bersama Dispar Lobar telah melakukan vaksinasi kepada seribu lebih pelaku wisata. Kabar itu disampaikan Kepala Dikes Lobar Hj. Ni Made Ambaryati saat melakukan pemantauan di lokasi kegiatan.

“Selain 2.350 nakes yang sudah kami vaksinasi sejak Januari 2021, setelah itu pelayanan publik, kemudian dari pelaku wisata kami sudah bisa memvaksin 1.322 yang sudah dapat dosis ke-2," ucapnya.

Jumlah tersebut belum termasuk hari ini. Dari 300 orang peserta yang divaksin, pihaknya menyiapkan 400 dosis.

Menurutnya, pelaku wisata merupakan salah satu target prioritas untuk mendapatkan vaksinasi. Ini tidak lepas dari perannya dalam sehari-hari, yaitu bertemu dengan banyak orang dari dalam dan luar negeri.

Ia tak menampik jika semua yang mau masuk ke hotel sudah diantisipasi dengan persyaratan rapid antigen. Namun untuk pelaku perjalanan hanya berlaku dua hari saja, dan tidak ada jaminan untuk tidak terpapar.

Ia kemudian berpesan kepada semua peserta vaksinasi yang hadir agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan walaupun sudah tervaksin. Pesan ini dispaikan karena kemungkinan untuk terpapar covid-19 tetap masih ada.

Sampai saat ini, sudah ada satu hotel di Lobar yakni Aruna Senggigi Resort & Convention yang telah mencapai seratus persen angka pegawai yang sudah tervaksinasi. Direncanakan sembilan hotel lainnya dalam dua minggu ke depan akan menyusul.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Weny Kristanti mengatakan, vaksinasi kepada pelaku wisata merupakan kampanye bahwa destinasi wisata yang ada di lobar sudah siap menerima tamu. Destinasi di Lobar siap menawarkan keamanan dari kemungkinan terpapar covid-19. 

Senada, General Manager The Jayakarta Resort & Spa Lombok Cherry Abdul Hakim juga menyampaikan, vaksinasi bisa menjadi media promosi pariwisata khususnya Lobar. Dengan adanya predikat seratus persen karyawan sudah tervaksin, akan menjadi nilai plus bagi sebuah destinasi memperoleh pengunjung.

Begitu juga dengan General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Teezar Mirza. Ia menyampaikan tujuan vaksinasi  juga sebagai nilai kredibilitas suatu hotel kepada para pengunjungnya. Dengan status vaksinasi dan penerapan CHSE yang ketat di lingkungan hotel, akan memberikan jaminan tersendiri bagi para tamu yang datang.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan perhatian dan prioritas kepada para pelaku pariwisata. Ia berharap dengan adanya program vaksinasi, pemulihan pariwisata dan pemulihan ekonomi di Lobar maupun nasional bisa dipercepat. (jl)

Sunday, May 23, 2021

Covid-19 Masih Mengintai, Rasio Fatalitas Tertinggi di Lombok Tengah

H. Supli

PRAYA
— Rasio fatalitas atau case fatality ratio (CFR) penyebaran Covid-19 menempatkan Lombok Tengah sebagai yang tertinggi. CFR daerah ini tembus di angka 7,6 persen.

Tingginya CFR di daerah ini menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Terlebih angka ini melaju lebih kencang dibanding daerah lain yang rata-rata CFR-nya berada di angka 2,7 persen.

"Itu data terbaru dari Satgas Covid-19 NTB. Ini jadi peringatan agar kita tidak lengah dan lalai," ucap anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Yasir Amrullah, Senin (24)5).

Pihaknya meminta meminta masyarakat tidak abai dengan Covid 19 yang masih  mengintai. Warga hendaknya terus waspada karena Loteng masih belum aman lantaran kondisi penyebaran virus ini kian memburuk.

Kondisi ini, jelasnya, menunjukkan Lombok Tengah tidak baik-baik saja. Tracing kasus juga masih lemah. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit kondisinya sudah kritis.

Melihat kondisi ini, ia berharap semua pihak kerja keras memperbaiki kondisi ancaman Covid di Loteng. Masyarakat hendaknya tidak bahu membahu melawan Covid-19 dengan menaati protokol kesehatan (prokes).

“Jaga jarak dan lakukan prokes yang baik dan pola hidup sehat. Jangan sekali-kali mengabaikan Covid 19. Penyakit mematikan ini nyata-nyata ada dan mengancam semua orang,” terang Yasir.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, H Supli menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait penanganan Covid 19 di Loteng. Penanganan covid harus maksimal.

“Semua teman-teman Dewan akan kita minta menjadi pelopor pencegahan Covid di daerah masing-masing,” rancang politi PKS ini.

Menurutnya, penyebaran covid membuat masyarakat terlilit berbagai persoalan, terutama masalah ekonomi. Karena itu, Covid harus dilawan bersama-sama agar kehidupan masyarakat kembali normal.

“Aparatur desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama diharap mengambil peran maksimal dalam pencegahan Covid 19,” tandasnya. (aji)

Thursday, April 22, 2021

Sebelum Idul Fitri, Vaksinasi Covid-19 Lansia Ditarget Tuntas

RAKOR: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama Kapolda NTB dan Danrem 162/WB NTB saat rakor terkait penanganan Covid-19.

MATARAM
-- Vaksinasi Covid-19 di NTB akan lebih difokuskan kepada masyarakat lanjut usia (lansia). Karena itu, Pemprov NTB meminta semua kabupaten kota menggandeng semua pihak terutama TNI/Polri mempercepat kegiatan vaksinasi.

"Jadi vaksinnya jangan dipakai buat yang lain, sekarang kita fokus buat lansia dulu. Kalau vaksinasi lansia sudah mencapai target baru bisa beralih ke yang lain," ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kamis (22/4).

Apa yang dilontarkan Hj Rohmi itu disampaikan saat rapat penanganan Covid-19 bersama yang didampingi Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal dan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Rapat ini diselenggarakan di Tenda Putih Polda NTB, Kamis (22/04)

Data Dinas Kesehatan NTB menyebutkan, jumlah sasaran lansia berdasarkan droping dari pusat sebanyak 50.751 orang. Dari target itu, lansia yang sudah divaksin pada dosis pertama mencapai 30,2 persen atau sekitar 15.340 orang yang sudah divaksin. 

Sementara jumlah lansia yang telah divaksin pada dosis kedua mencapai 6.080 atau sekitar 12,0 persen.

Hj. Rohmi menjelaskan, kegiatan vaksinasi lansia di NTB ditargetkan sebelum Idul Fitri sudah divaksin Covid-19. Sehingga strategi pelayanan, terutama pada kegiatan menjemput atau mendatangi warga lansia hingga ke dusun-dusun dan desa harus diperkuat dengan edukasi dari hati ke hati. 

"Jangan sampai mereka merasa diri dipaksa untuk divaksin," ucapnya.

Senada, Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal menegaskan, pihaknya akan perkuat pendampingan mempercepat kegiatan vaksinasi pada lansia. Kalangan ini disebutnya paling rentan terhadap penyebaran Covid-19 dan harus diprioritaskan.

"Jika masih banyak yang menolak, tentu kita akan mengedepankan edukasi yang masif. Sehingga kesehatan saat pandemi ini merupakan hal paling penting untuk dijaga," ungkapnya.

Kapolda juga mengingatkan kepada jajarannya bekerja lebih keras lagi. Bagi semua kapolres kabupaten kota se-NTB yang tidak mampu menunjukkan kerja dengan progres yang baik pada kegiatan vaksinasi lansia, ia tak segan-segan untuk mencopot jabatannya.

Sebaliknya, jika menunjukan hasil yang memuaskan demi kesehatan masyarakat, yang bersangkutan juga mendapatkan penghargaan yang setimpal.

Hal yang sama juga disampaikan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Pihaknya mulai dari Korem hingga Babinsa akan terus mendukung dan mengawal kegiatan vaksinasi lansia. Sehingga program vaksinasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. 

Menurut Danrem, vaksinasi ini memang harus dikawal dengan baik agar mendapatkan hasil yang maksimal. Karena ini berbicara kerentanan penyebaran Covid-19 yang cukup tingga kepada masyarakat lansia. Sehingga kesehatannya harus benar-benar dibentengi dengan kegiatan vaksinasi.

"Saya juga sudah kasih warning, bagi Danramil hingga Babinsa yang memiliki nilai yang bagus pada kegiatan vaksinasi di wilayahnya pasti saya akan promosikan. Tapi kalau hasilnya jelek tidak sesuai target, mohon maaf terpaksa saya istirahatkan," tegasnya. (jl)

Monday, April 5, 2021

10 Ribu Alat Swab Test Antigen Mendarat di Lotim

SERAH TERIMA: Kepala BPBD Lombok Timur, Toni Satria Wibawa menyerahkan alat swab antigen kepada Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Fathurrahman.

SELONG
-- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menerima bantuan alat swab test antigen. Bantuan ini jumlahnya cukup besar yakni 10 ribu.

Bantuan tersebut datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Toni Satrya Wibawa menyerahkan bantuan tersebut. Bantuan diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Tak hanya alat swab antigen. Pemkab Lombok Timur juga menerima 5 bal masker medis, dan 4 ribu buah masker KF94, Senin (5/4).

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Fathurrahman menerangkan, bantuan tersebut akan disalurkan ke fasilitas kesehatan. 

"Seperti RSUD dr Soedjono dan RSU Lombok Timur di Labuan Haji dan Puskesmas yang ada," terangnya.

Sementara itu, Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik berharap, bantuan tersebut akan bermanfaat luas. Manfaatnya terutama bagi pengendalian kasus covid-19 di Lombok Timur. 

Dia menjelaskan, berdasarkan update gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 per 5 April, jumlah kasus terkonfirmasi positif di daerah ini mencapai 1274 orang.

"18 di antaranya masih menjalani isolasi, sementara 1215 sudah dinyatakan sembuh," tandasnya. (kin)

Saturday, March 27, 2021

Setelah Bupati, Giliran Wabup Lotim Positif Corona

H. Rumaksi

SELONG
-- Ancaman wabah virus corona masih terasa. Kali ini, covid menyerang Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H Rumaksi.

Kondisi kesehatan orang nomor dua di Lombok Timur ini diketahui setelah dikabarkan oleh RSUD Raden Soedjono Selong hari ini, Sabtu (27/3).

Dari keterangan pihak rumah sakit, H Rumaksi dinyatakan positif corona setelah menjalani swab pada Jumat (26/3) kemarin. Sebelumnya, ia diketahui telah melakukan perjalanan menuju Jakarta. 

Sekembali dari ibukota, H Rumaksi disebutnya merasakan nyeri persendian. Ia juga demam, mual, hilang nafsu makan dan lemas.

"Gejala muncul 2 hari setelah kepulangan dari Jakarta," ucap Direktur RSUD R Soedjono Selong, dr H Tanthowi Jauhari.

Setelah dinyatakan positif, dokter memutuskan melakukan perawatan di Intensif Care Unit rumah sakit tersebut.

Tidak hanya itu, istri orang nomor dua di Lotim itupun dinyatakan positif berdasarkan tracking kontak yang pernah dilakukan istri Wabup, Hj. Uci Rumaksi. Sang istri pun kini ikut dirawate Bersamaan

Setelah menjalani perawatan selama satu hari, Wabup dan istrinya kini dikabarkan membaik. Hal itu ditandai dengan kondisi pernafasan, suhu tubuh, nadi, tekanan darah yang stabil dan membaik.

Ia berharap, orang nomor 2 bersama istrinya itu lekas pulih dari serangan covid-19.

Terpaparnya H Rumaksi dari serangan corona melengkapi apa yang dirasakan Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy. Sang bupati sebelumnya beberapa waktu lalu juga terserang virus yang sama. (hs)

Tuesday, February 23, 2021

Karena Sepucuk Surat Wali Murid, SMPN 1 Selong Tutup

DITUTUP: Aktivitas belajar daring di SMPN 1 Selong ditutup akibat salah satu siswa diduga terkonfirmasi Covid-19.

SELONG
--Aktivitas belajar di SMPN 1 Selong Lombok Timur dihentikan. Sekolah ini sebelumnya melaksanakan aktivitas belajar secara daring.

Dalam sistem belajar dari itu, pihak sekolah melaksanakan pembelajaran menggunakan pola ganjil-genap. Dimana durasi waktu belajarnya selama sepekan secara bergantian.

Wakil Kepala SMPN 1 Selong Bidang Kurikulum, Nasrudin Efendi megungkapkan, sekolah tempat ia bertugas dinyatakan tutup sementara. Pasalnya, penutupan itu dilakukan setelah menerima sepucuk surat dari wali siswanya. 

Dalam surat itu salah seorang siswa terkonfirmasi positif covid-19. Akibatnya sekolah ternama di Lotim itu dinyatakan tutup selama 14 hari.

"Ada surat dari orang tua wali, anak kita yang kelas 9 terkonfirmasi positif Covid-19," ucapnya, Selasa (24/2).

Sebelumnya SMPN 1 Selong belajar dengan sistem daring dengan urutan ganjil-ganjil-genap. Namun, di tengah perjalanan sistem itu mendadak surat edaran menyatakan SMP ternama itu ditutup sementara lantaran satu orang siswa kelas 9C terjangkit Covid-19.

Menurutnya, setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak dinas, siswa tersebut tidak ada masalah. Ia dinyatakan hanya sekedar batuk flu biasa. 

Namun, oleh orang tua siswa anaknya dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Oleh pihak puskesmas, siswa tersebut dinyatakan terjangkit virus menular tersebut. 

Mendengar hasil pemeriksaan tersebut, pihak sekolah mengaku kaget. Tak lama setelah itu, Dikbud Timur SMPN 1 Selong tutup sementara.

"Kita kaget jangan-jangan ada tindak lanjut dari puskesmas, tak lama stelah itu surat edaran dinas menyatakan SMPN 1 ditutup sementara," tutupnya. (jl)

Thursday, February 18, 2021

Gubernur: Masyarakat Lebih Takut Kehilangan Pekerjaan Ketimbang Corona

LAWAN: Gubernur, Kapolda dan Danrem NTB saat peluncuran Kampung Sehat 2 sebagai upaya melawan penyebaran Covid-19.

MATARAM
--Dampak serius di sektor kesehatan dan ekonomi menjadi atensi serius Pemprov NTB sejak pandemi Covid-19 menyeruak. Imbas yang disebabkan di dua sektor ini sangat dirasakan masyarakat dunia.

Tak heran jika Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memberi atensi penuh di dua sektor tersebut. Terlebih sejak awal pandemi menyerang, Presiden RI telah mengingat dampak buruk yang ditunjukkan di dua sektor tersebut.

"Dampak pandemi ini tidak saja soal kesehatan, tali juga perekonomian," ucapnya, Kamis (18/2).

Mengingat dua sektor ini sangat vital, Zulkifliemansyah mengingatkan pentingnya penanganan pandemi ini secara bersama-sama. Hal itu dilontarkan saat peluncuran Lomba Kampung Sehat 2 di lapangan tenis Mapolda NTB.

Di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) dan bupati wali kota se-NTB, ia menuturkan pengalamannya turun ke desa-desa. Ia menyebut hampir semua masyarakatnya tak takut sama corona. 

Alih-alih takut dengan virus asal Tiongkok, masyarakat desa lebih takut akan kehilangan pekerjaan. 

“Kata orang desa tak takut sama corona karena matinya belum pasti. Tapi kalau kehilangan pekerjaan lambat-laun kami seperti mati dalam hidup. Ini yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Gubernur menambahkan, masyarakat tak perlu takut terkena corona. Namun begitu, masyarakat hendaknya tetap berusaha maksimal menjaga imun. Masyarakat juga diingatkan tidak terganggu pikirannya karena terkena Covid. 

Zulkifliemansyah lantas mencontohkan, Danrem 162/WB sebagai penyintas Covid-19 saat dilakukan isolasi mandiri. Yang bersangkutan disebutnya selalu riang sehingga imun terjaga dan seolah tidak ada beban psikologis.

Apa yang ditunjukkan Danrem disebutnya sebagai salah satu cara cepat sembuh dari Covid.

Karena itu, peluncuran Kampung Sehat 2 dinilai penting dan momentumnya sangat tepat sebagai sosial marketing merubah paradigma masyarakat terhadap Covid-19 ini. Virus ini disebutnya harus dihadapi dan berani dilawan dengan cara berusaha maksimal agar tidak berakhir dengan kematian.

Kampung Sehat 2 lanjutnya, merupakan momentum agar masyarakat tak takut lagi dengan Covid-19. Virus ini menjadi warning untuk tetap meningkatkan kewaspadaan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengungkapkan, masyarakat membutuhkan suasana baru keluar dari rutinitas harian yang membosankan dan mencari konsep dengan gairah baru. Karena itu Kampung Sehat Jilid 2 ini bisa membangkitkan semangat masyarakat agar masyarakat bergiat lagi melombakan kampungnya. 

“Vaksinasi menjadi semangat kampung sehat jilid 2. Dimana semua stakeholder harus menykseskan vaksinasi dengan menyiapkan vaksinator untuk  membantu pemerintah daerah. Kita sudah dan tengah melatih vaksinator-vaksinator yang siap digerakkan untuk membantu Pemda dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” kata Iqbal.

Kapolda juga menjelaskan, Kampung Sehat 2 ini mengedepankan upaya yang dilakukan pemerintah pusat seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Dan di NTB diadopsi dengan berbasis kampung/desa. 

“Karena itu diminta sinergitas TNI-Polri di kabupaten-kota se NTB bersama Bupati/Walikota bisa mendedikasikan anggotanya untuk penanggulangan Covid-19 ini,” pintanya.

Disin sisi, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Rizal Ramdhani memberikan semangat kepada para penyintas Covid-19 ataupun yang tengah menjalani isolasi mandiri untuk tetap termotivasi agar sembuh dari Covid-19 ini.

Danrem bersama jajarannya hingga Babinsa mendukung program kampung sehat yang  menjadi instrumen penting dalam menekan penularan Covid-19. 

“Kami dukung sepenuhnya kampung sehat dan mendukung Pemda NTB dalam penanganan Covid-19 ini. TNI akan bersinergi dengan stakeholder dalam  rangka penanganan Covid-19. Kami bertekad untuk membantu menurunkan tingkat mortalitas di NTB, meningkatkan kesembuhan di atas rata-rata nasional,” kata Danrem.

Kadis Kesehatan NTB HL.l Hamzi Fikri menambahkan, yang menjadi senjata utama penanggulangan Covid-19 yakni dengan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 di masing-masing desa. Jika ada warga yang terkena Covid hatrus segera ditangani. 

"Cara terbaru dengan menggalakkan vaksinasi yang bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19," ucapnya. (jl)

Wednesday, February 17, 2021

Hari Kebangkitan Nasional Diharap Jadi Titik Balik Penanganan Covid

LAUNCHING: Polda NTB bersama Gubernur, Danrem serta sejumlah pejabat teras daerah saat peluncuran Lomba Kampung Sehat 2 di Mapolda NTB.

MATARAM
--Seluruh elemen di tanah air masih berjibaku mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Berbagai upaya dilakukan demi menekan penyebaran virus asal Tiongkok tersebut.

Kamis (18/2), Polda NTB kembali meluncurkan Lomba Kampung Sehat. Lomba ini merupakan untuk kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan tahun lalu.

Dalam peluncuran lomba ini, Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah menginstruksikan semua bupati walikota agar bahu membahu mengendalikan serangan virus ini. Instruksi itu dituangkan. Dalam surat bernomor : 180/01/kum/2021 tentang Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Wabah Pandemi Civid 19.

Tak hanya itu, dalam surat yang sama, Zulkifliemansyah juga memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di NTB.

Masih dalam seremoni peluncuran lomba itu, ada sejumlah penekanan yang disampaikan Kapolda, Danrem dan gubernur. Kedepan upaya memantapkan Prokes Covid 19 dengan menerapkan 5M, 3T harus tetap digencarkan. Termasuk pula dengan menyukseskan vaksinasi sebagai kunci keberhasilan pengendalian Covid di NTB.

Sementara itu, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik yang hadir dalam kegiatan itu secara terpisah kepada JEJAK LOMBOK menyampaikan, penanganan Covid-19 harusbterus digencarkan. Ini penting agar semua pihak terbebas dari kungkungan virus tersebut.

Ada sejumlah langkah strategis yang diperlukan dalam penanganan Covid-19. Diantaranya yakni dengan memaksimalkan penyembuhan pasien dan menekan laju angka kematian.

Dua kangkah pokok itu, jelasnya, hanya bisa dilakukan secara kolaboratif. Tidak bisa dilakukan parsial jika ingin melihat NTB kembali berada di zona hijau penyebaran virus tersebut.

"Kalau intervensinya secara kolaboratif, kita berharap penanganan semakin cepat. Semoga di Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei mendatang, NTB bisa kembali menjadi zona hijau," tandasnya. (jl)

Tuesday, February 9, 2021

Penanganan Covid-19 Tahap Dua Terpusat di Desa

HM Juaini Taofik

SELONG
--Kepungan pandemi virus Corona berdampak serius terhadap kebijakan penganggaran. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan semua pemerintah daerah harus refocusing anggaran.

Kebijakan penganggaran ini berdampak pada tertundanya sejumlah program yang telah dicanangkan. Berapa tidak, anggaran untuk pembangunan fisik misalnya, tidak sedikit yang di-refocusing untuk penanganan pandemi tersebut.

Hal ini juga yang dialami Pemkab Lombok Timur. Pemkab harus membatalkan untuk beberapa jenis kegiatan selama Covid-19 menggempur.

Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik menerangkan, sesuai dengan instruksi Presiden RI tentang refocusing anggaran setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Lotim salah satu yang dinilai berkesesuaian. Penilaian ini juga dilakukan terhadap 9 kabupaten kota lainnya yang ada di NTB.

Bagusnya capaian itu, disebutnya berkat kerjasama yang baik antar lembaga pemerintah. Kerjasama ini khususnya DPRD dan Pemkab Lotim.

"Menurut hemat kami, jangan-jangan nanti ditolak jika terjadi refocusing anggaran. Tapi ternyata berjalan mulus," terang HM Juaini Taofik, saat peringatan HAri Pers Nasional, Rabu malam (9/2).

Namun demikian, terangnya, Lombok Timur sampai saat ini masih dalam zona orange. Meski begitu, ia menghimbau masyarakat jangan terlalu khawatir mengingat tingkat kesembuhan masih di atas nasional maupun provinsi di angka 91,8 persen. 

Begitu juga dengan kasus positif hanya 5 persen. Sementara ketersediaan ruang isolasi masih jauh di tingkat nasional. Lotim sampai saat ini hanya menduduki 20 persen baik dari kamar maupun dari jumlah pasien.

Kendati demikian, lanjutnya, ia mengajak agar semua pihak tidak boleh lengah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kinerja penanganan virus ini masih panjang.

Terlebih, bebernya, lahirnya Permendagri nomor 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan kegiatan masyarakat berskala mikro. Keluarnya regulasi ini sebagai tanda merupakan cara penangan tahap kedua.

Jika sebelumnya penanganan tersebut berfokus pada tingkat kabupaten, maka penanganan COVID mulai bergeser ke tingkat desa. Buntut lahirnya Permendagri ini, desa diwajibkan membuat posko penangan penanggulangan virus mematikan ini di tingkat desa. 

Pemerintah desa, terangnya, juga harus melakukan refocusing terhadap anggaran desa. Minimal 8 persen dari APBDes, untuk mendukung kegiatan tersebut.

Masih kata Ofik, sesuai dengan surat edaran Dirjen Pembendaharaan Keuangan, karena dampak pandemi terhadap APBD. Jika dulu sebanyak 10 persen dirasionalisasi ke pusat. 

"Tapi saat ini hanya sebesar 4 persen kembali ke pusat, dan minimal 8 persen untuk penanganan pandemi covid-19," tandasnya. (kin)

Thursday, December 24, 2020

Libur Nataru, Datang ke NTB Harus Kantongi Hasil Uji Rapid Tes Antigen

Ilustrasi

MATARAM
– Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di masa pandemi. 

SE Nomor 360/440/BPBDNTB/XII/2020 yang ditandatangani tertanggal 23 Desember 2020. Beberapa poin yang dimuat yakni, pelaku perjalanan dalam negeri yang akan datang ke NTB, baik melalui transportasi udara, darat maupun laut harus menunjukkan surat keterangan hasil uji rapid tes antigen.

Surat keterangan hasil uji rapid tes berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. Selama masih berada di Provinsi NTB wajib memiliki surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku. 

Sementara bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang berangkat dari NTB, surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke NTB. Sedangkan untuk perjalanan di dalam Provinsi NTB dapat menggunakan rapid antibodi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy mengatakan, dalam SE tersebut juga disampaikan, setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas selama libur Nataru wajib menaati protokol kesehatan.

“Memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, membatasi interaksi fisik atau jaga jarak, dan tidak boleh berkerumun,” kata Najamuddin Amy, Jumat (25/12).

Dalam edaran tersebut juga diterangkan bagi setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum dilarang menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya. Baik di dalam atau di luar ruangan. 

Dilarang juga menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya serta dilarang minuman keras dan sejenisnya.

Substansi edaran tersebut juga mengamanatkan kepada bupati walikota dan para pihak terkait lainnya agar mengkoordinasikan, mengkomunikasikan dan mensosialisasikan SE untuk dilaksanakan. Kepada jajaran TNI, Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kapolda NTB serta Satpol PP untuk melakukan operasi penegakan disiplin selama Nataru.

“Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 dan akan dilakukan evaluasi secara ketat sesaui dengan perkembangan kasus temuan positif Covid-19,” tutupnya. (jl)

Saturday, November 21, 2020

Kreatif, Lobar Gunakan Pertunjukan Tradisional Virtual untuk Sosialisasi Protkes

PENTAS SENI: Diskominfo Lobar menggelar pentas seni secara virtual untuk sosialisasi Covid-19.

GERUNG
--Ancaman pandemi virus Corona belum sepenuhnya benar-benar berlalu. Menyadari itu, Pemkab Lombok Barat terus gencar sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan (protkes) Covid-19.

Sabtu malam (21/11), Dinas Kominfo Lobar bersama Komite Penanganan COVID dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menggelar pertunjukan tradisional secara virtual. Pertunjukan ini digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat.

Mengambil tajuk Bersatu Kita Pasti Mampu, gelaran ini menghadirkan pertunjukan virtual dan kesenian tradisional.

Karena menyajikan kesenian tradisional, beberapa sanggar seni di daerah inipun dilibatkan. Beberapa kesenian yang disajikan yakni tarian perang topat, pertunjukan wayang kulit dan kesenian pepaosan atau pembacaan lontar. 

Kegiatan ini sendiri tidak menghadirkan banyak pihak karena dilaksanakan secara virtaul. Dalam pertunjukan yang disiarkan melalui kanal Youtube ini banyak pesan-pesan moral bagi masyarakat.

Diantara pesan moral yang diselipkan yakni agar tetap patuh pada protokol kesehatan covid19. 

Seperti yang diungkapkan oleh Ki Dalang Sukardi dalam pagelaran wayang kulitnya. Dalang Sukardi berpesan agar masyarakat dapat menerapakan protokol covid19 dalam kehidupan agar tetap sehat dan terhindar dari covid19. 

Ki Dalang Sukardi yang merupakan dalang dari kelompok wayang kulut Lembayung Gite Kuripan Selatan ini mengajak masyarakat hidup sehat untuk menghadapi covid19. "Mari kita pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun antibakteri untuk melawan covid19" ujarnya. 

Ia menampilkan peran Amaq Ojok dan Amaq Baok dalam lakon wayang tentang dampak corona dan protokol kesehatan covid19 di masyarakat. Pentas wayang ini cukup menarik karena diselingi oleh lagu-lagu dan dialog-dialog segar antara dua peran wayang tersebut terkait dengan corona. 

Hal ini juga menjadi daya tarik banyaknya penonton yang menonton melalui kanal youtube dibanding dengan daerah lain. Selain pertunjukan wayang, pertunjukan ini juga dilengkapi dengan pepaosan yang salah satu temanya adalah pesan-pesan kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan covid19. 

Pertunjukan ini dihadiri oleh beberapa pihak saja seperti Sekda Lombok Barat, Dr H Baehaki, Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto, dan dr. H Ahmad Fatoni mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat.

Sekretaris Daerah Lombok Barat Dr. H Baehaqi menyampaikan, ucapan terimakasih dan apresiasi kepada ketua KPCPEN dan Kementrian Kominfo. Ucapan ini disampaikan karena sudah memberikan kepercayan kepada Pemkab Lobar menyelenggarakan pagelaran seni.

Sekda menjelaskan, Lombok Barat telah melakukan banyak upaya sesuai dengan ketentuan dan pedoman regulasi secara nasional untuk mengatasi covid19 ini. Salah satunya adalah  dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan juga membentuk tim pencegahan covid-19.

Selain itu, Sekda mengatakan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat virus ini sangat terasa. Ia dampak resesi mulai terasa baik secara lokal dan nasional.

‘’Secara lokal dengan adanya covid 19, sudah mulai terasa dampaknya bahkan resesi mencapai 3,4 persen. Secara lokal 17 sektor terdampak, termasuk salah satunya sektor pariwisata yang merupakan penghasil PAD terbanyak sementara lumpuh dan mengakibatkan PAD Lombok Barat drastis menurun," kata Sekda.

Ia lantas mengajak semua pihak, baik lokal maupun nasional senantiasa melaksanakan kegiatan dengan protokol kesehatan. Ia mencontohkan kegiatan virtual seperti ini bagian dari melaksanakan prosedur protkes.

‘’Geliat pelaksaaan ekonomi, dapat dilaksanakan secara virtual. Karena ini bagian dari pelaksanaan prosedur. Kegiatan tetap berjalan, masyasrakat kita tetap sehat dan sesuai dengan prinsip, rakyat tetap sehat dan ekonomi tumbuh," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Lombok Ahad Legiarto menyampaikan, Diskominfo sebagai pengemban amanah penyebarluasan informasi, memaksimalkan semua media. Baik cetak maupun elektronik termasuk pertunjukan virtual dalam mendorong masyarakat meningkatkan disiplinnya dimasa pandemi.

“Melalui pertunjukan semacam ini , kita dapat menghindari kerumunan karena ditayangkan di link youtube, streaming dan media sosial lainya sehingga mudah di akses oleh masyarakat, dalam rangka memaksimalkan edukasi pencegahan covid-19,” ujarnya.

Ahad mengatakan, Kominfo Lombok Barat akan melakukan sosialisasi protokol covid19 agar masyarakat Lombok Barat bisa mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat terhindar dari virus corona. Ia mengatakan bahwa pertunjukan seni tradisional ini sebagai salah satu media sosialisasi yang efektif kepada masyarakat. (jl)

Friday, November 20, 2020

Aneh! Hasil Rapid di Puskesmas Berubah-ubah

BERBEDA: Hasil rapid rest Ahmad Siswandi menunjukkan dua hasil berbeda.

SELONG
--Kejanggalan hasil pemeriksaan ralid test masih saja terdengar. Kali ini datang dari Puskesmas Labuhan Haji Lombok Timur.

Kabar ini bermula dari salah seorang pasien bernama Ahmad Siswandi. Saat pemeriksaan rapid, ia menduga hasil pemeriksaan dirinya dipalsukan.

Saat memeriksa, Ahmad Siswandi tidak sendiri. Ia datang bersama salah seorang keluarganya berinisial M. Keduanya merupakan warga Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji.

 Dugaan ini diungkap lantaran M menemukan beberapa fakta membingungkan ketika itu. Sebut saja seperti hasil rapid test yang tidak jelas dan dapat berubah-ubah dalam hitungan jam.

M menceritakan kronologi awalnya Ahmad Siswandi melakukan rapid test di Puskesmas Labuhan Haji. Pada Rabu (18/11) Ahmad Siswandi melakukan rapid test itu untuk melengkapi persyaratan kerjanya yang berlokasi di luar daerah.

Seusai melakukan rapid test, kata M, pihak Puskesy meminta  Ahmad Siswandi menunggu hasil pemeriksaannya sekitar 15 menit. Namun kata dari pihak Puskesmas pada waktu itu, untuk mendapatkan kesimpulan hasil maka harus menunggu pihak dari koordinator tim gugus tugas penanganan Covid-19 kecamatan.

"Ketika 30 menit kemudian, barulah muncul tim dari gugus tugas kecamatan. Yang pada saat itu juga memberikan hasil dari rapid test yang dilakukan oleh Ahmad Siswandi," ungkapnya, Sabtu (21/11).

Mendapati hasil rapid test bergaris satu, Ahmad Siswandi sendiri kaget ketika dirinya dinyatakan reaktif. Padahal, pada umumnya yang ia ketahui, jika garis satu pada hasil rapid test maka menandakan hasilnya itu non-reaktif. 

"Hasil rapid test dari Ahmad Siwandi itu bergaris satu, kok bisa reaktif," herannya.

Tak puas dengan hasil rapid test dari Puskesmas Labuhan Haji itu, M berinisiatif mengajak Ahmad Siswandi pergi menanyakan kejanggalan tersebut ke pihak gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur yang berada di rumah dinas Bupati Lotim.

Anehnya, M mengatakan jika pihak dari tim gugus tugas Lotim juga merasa heran ketika melihat hasil yang bergaris satu. Namun demikian, Ahmad Siswandi dinyatakan reaktif oleh pihak Puskesmas Labuhan Haji. 

"Setelah kami konfirmasi ke gugus tugas yang ada di pendapa bupati, di sana juga petugas kaget karena garis satu kok bisa reaktif. Yang sewajarnya itu harusnya non-reaktif," katanya.

Alasan dari pihak gugus tugas kabupaten, lanjutnya, bahwa bisa saja terjadi dua kemungkinan. Yakni pertama, bahan yang digunakan di Puskesmas Labuhan Haji kurang memadai dan yang kedua bisa saja hasil rapid test itu berubah oleh tiupan angin ketika pasien berada di atas motor.

Dengan simpang siurnya hasil yang Ahmad Siswandi dapatkan dari hasil rapid test itu, maka M menyuruhnya rapid test ulang di gugus tugas Kabupaten Lotim. Hanya saja, karena alat yang digunakan oleh tim gugus tugas Kabupaten Lotim sama dengan yang ada di Puskesmas Labuhan Haji, maka Ahmad Siswandi tidak diperkenankan untuk rapid test ulang di tempat tersebut.

"Untuk itulah Ahmad Siswandi tidak diberikan rapid test ulang disana," ulasnya.

Tak habis akal, akhirnya M mengajak Ahmad Siswandi pergi ke salah satu klinik swasta yang berada di Lotim untuk rapid test ulang. Setelah 15 menit menunggu, hasilnya keluar dan Ahmad Siswandi dinyatakan non-reaktif.

"Kami kemudian ke klinik swasta, untuk melakukan rapid test ulang. Setelah 15 menit hasilnya keluar dan Ahmad Siswandi dinyatakan non-reaktif oleh pihak klinik swasta itu," paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Labuhan Haji Lalu Rusli Anhar memaparkan kalau pada awalnya, garis yang dihasilkan dari hasil rapid test pasien berjumlah dua. 

"Dari hasil laboratorium itu, awalnya memang ada dua garis," ucapnya.

Namun, kemungkinan bisa saja terjadi kesalahan teknis yang bisa menyebabkan hasil rapid test tersebut berubah. Kemungkinan juga, pada saat itu hasil dari rapid test itu mengalami pemudaran sehingga menjadikannya satu garis.

Pihaknya juga mengatakan bahwa pasien yang datang sewajarnya diberikan pelayanan yang baik, terutama dalam hal efektivitas waktu. Tak terkecuali ketika pelayanan rapid test, pasien wajib mendapatkan pelayanan yang cepat dari PKM Labuhan Haji.

Di tempat yang sama petugas laboratorium yang waktu itu memeriksa pasien Ahmad Siswandi yakni Dian Irmayani menceritakan, ketika awal pasien itu datang, pihaknya sudah melayani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Setelah menunggu selama kurang lebih 15 sampai dengan 20 menit, kata Dian, hasil dari rapid test tersebut pasien dinyatakan reaktif. Ini karena terdapat garis dua yang tertera pada hasil rapid test.

Namun ia mengaku tidak memberikan langsung hasil itu kepada pasien. Ini dilakukan karena masih menunggu petugas gugus tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Labuhan Haji

"Karena petugas kecamatan sedang berada di sekolah, untuk itulah ia datang setelah 30 menit kemudian," tandasnya.

Tak lama berselang, lanjutnya, setelah kedatangan dari petugas gugus tugas Covid-19 kecamatan, pasien kemudian dijelaskan dengan hasil yang sama. Yakni sesuai dengan kesimpulan awal (garis dua yang menandakan reaktif).

Dirinya juga menjelaskan, jika kemungkinan bisa saja terjadi ketika antibodi pasien tersebut sudah mulai membaik. Kemungkinan hasilnya itu bisa berbalik arah menjadi tidak reaktif, setelah 7 hari ke depannya. 

Pada saat itu juga, Dian menerangkan belum berani menyimpulkan hasil dari rapid test tersebut. Sebab, kalau sudah lebih dari 20 menit ia tidak berani menyatakan kesimpulan itu reaktif ataupun non-reaktif. Pasalnya, secara SOP jika di atas 20 menit maka hasil rapid test itu tidak boleh dibaca. 

"Jadi patokan saya itu mengatakan reaktif sebelum 20 menit itu," katanya.

Ia tidak mengelakkan, karena alat rapid test sifatnya hanya screrning. Karena itu, bisa saja virus yang lain juga ikut dapat menyebabkan pasien menjadi reaktif.

Dari itu, jika pasien membutuhkan waktu yang cepat maka dirinya menyarankan untuk dilakukan test swab agar waktu lebih efisien.

"Untuk itulah kalau ada pasien yang butuh waktu cepat, kami sarankan untuk melakukan test swab saja," sarannya.

Adapun terkait dengan adanya perubahan status dari reaktif ke non-reaktif ketika dilakukan test di tempat yang berbeda, ia membeberkan sering juga terjadi hal seperti itu. Sehingga pasien lebih memilih hasil yang non reaktif karena dianggap lebih menguntungkan pasien.

Tentang adanya bahan kimia yang digunakan oleh PKM untuk rapid test, ia meyakini bahwa itu merupakan bahan yang sudah direkomendasikan oleh dinas terkait. Mengingat, bahan tersebut juga belum mencapai batas kadaluarsa. 

"Bahan yang kami gunakan juga belum expired kok," imbuhnya. (zaa)

Thursday, October 22, 2020

Libur Panjang, Awas Antisipasi Penularan Virus!

RAPAT VIRTUAL: Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat mengikuti rapat virtual bersama Menkopolkam.

MATARAM
--Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, meminta semua pihak mengantisipasi potensi kerawanan, terutama penularan Covid-19 dimasa libur panjang nanti. Jangan sampai setelah libur panjang muncul pusat-pusat penularan Covid-19 yang baru.

"Di situ akan terjadi kerawanan-kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan," kata Mahfud MD, Kamis (22/10).

Lontaran itu disampaikan saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi libur panjang cuti bersama. Arahan itu dikuti oleh Sekda NTB, H Lalu  Gita Ariadi bersama unsur anggota Forkompinda NTB di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB.

Menurut Mahfud MD, setiap ada libur panjang selalu ada potensi kerumunan atau tumpukan orang. Misalnya di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya. 

Semua potensi ini, lanjutnya, harus diantisipasi. Tujuannya jangan sampai menjadi pusat-pusat penularan baru. Terlebih ini akan berakibat pada menurunnya tingkat kesembuhan pasien yang sudah bagus.

"Kemudian persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu tiga koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, bisa menurun lagi. Nah itu semua harus diantisipasi," kata Mahfud.

Mahfud juga menyinggung soal perayaan Maulid Nabi. Kata dia, Maulid Nabi itu adalah salah satu peringatan keagamaan. 

Maulid merupakan satu pertanda bahwa negara ini sangat menghargai acara keagamaan. Namun karena saat ini masa pandemi, jangan sampai perayaan hari keagamaan jadi kluster penularan Covid-19. Karenanya penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan betul.

"Nanti tentu akan banyak yang menyampaikan, yang mengamankan jalan siapa, yang maulidan siapa, tempat rekreasi siapa dan semuanya itu akan sangat ditentukan bagaimana daerah, pimpinan daerah, Forkompinda dan seluruh jajarannya itu berkoordinasi untuk melakukan antisipasi atas berbagai kemungkinan," tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Agus Saptono, mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyampaikan seruan kementeriannya kepada masyarakat. Diantaranya di masa pandemi ini, masyarakat harus tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu pengawasan juga melibatkan unsur TNI-Polri disejumlah titik keramaian dan memperbanyak pos-pos pemantauan Protokol Kesehatan di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan masyarakat agar tidak timbul kluster-kluster baru serta perlunya penyediaan dan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat kerja dan lain sebagainya. Selain itu perlu dilakukan tes rapid atau swab bagi masyarakat yang sudah melakukan libur panjang. 

Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo, mengaku gembira karena angka kesembuhan masyarakat dari Covid-19 mulai meningkat, meski angka kematian masih terbilang tinggi. Namun kondisi sepert ini tidak membuat kehilangan kewaspadaan bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi Covid-19 ini. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk hidup lebih sehat dan selamat.

Doni juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang akan melanda Indonesia seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya yang harus diwaspadai dampaknya. 

“Pesan saya selama liburan nanti lebih baik berlibur bersama keluarga di rumah dengan melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan imun masyarakat,” kata Doni.

Terkait transportasi, Menteri Perhubungan, Budi Karya menyampaikan, pihaknya akan membangun koordinasi yang kuat dengan pihak Lantas di lapangan, terutama saat terjadinya kemacetan lalu lintas saat mudik libur panjang. Masyarakat pengguna jalan maupun pengguna transportasi lainnya baik darat, laut dan udara untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dengan baik, agar terhindar dari serangan Covid-19.

“Kita ingin lakukan hal ini dengan hasil yang baik. Tentunya kekompakan harus kita pegang teguh dan jalankan secara tertib pula,” pesan Menhub. (jl)

Sunday, October 18, 2020

Sejak Operasi Yustisi, Kesadaran Masyarakat Meningkat

OPERASI YUSTISI: Tim gabungan dari TNI/Polri serta instansi lainnya ketika memggelar operasi yustisi.

PRAYA
--Sejak diberlakukannya operasi yustisi penerapan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19, kesadaran masyarakat kian meningkat.

Minggu (18/10), pukul 10.00 Wita, Polres Lombok Tengah kembali menggelar operasi yustisi. Operasi ini untuk penerapan dan penegakan protokol kesehatan.

Kabag Ops Polres Lombok Tengah, Kompol I Kadek Suparta mengatakan, operasi ini melibatkan tim gabungan. Beberapa pihak yang terlibat yakni Kodim 1620 Lombok Tengah, Satpol PP Lombok Tengah dan Dinas Perhubungan Lombok Tengah. Operasi ini bertempat di depan Mapolres Lombok Tengah. 

Operasi Yustisi tersebut dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Lombok Tengah IPTU Abdul Haris dan Kasubag Bin Ops IPTU Nyoman Daweg. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan sosialisasi dan imbauan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

“Hasil dari kegiatan operasi yustisi saat ini sudah banyak masyarakat yang telah menggunakan masker dalam melaksanakan aktivitas kegiatan di luar rumah. Artinya adanya penurunan pelanggaran," katanya.

Kabag Ops juga menerangkan bahwa penurunan angka pelanggaran protokol kesehatan tersebut tidak serta merta mengalami penurunan dari sebelumnya. Itu semua berkat kerja keras dari petugas di lapangan yang tidak kenal lelah dalam melaksanakan operasi, baik itu dari TNI-Polri dan istansi terkait.

Semenjak dilaksanakan operasi yustisi dan diberlakukan sanksi berupa denda administratif dan sanksi sosial, kesadaran masyarakat Lombok Tengah akan pentingnya disiplin prorokol kesehatan semakin meningkat. Bisa terlihat dari para pemilik toko, para pedagang di pasar, perkantoran dan lokasi wisata yang berada Lombok Tengah, sudah mematuhi protokol Covid-19 yakni penyediaan tempat cuci tangan, handsainitaizer, dan memakai masker. 

"Itu artinya kesadaran masyarakat Loteng sudah meningkat. Namun masih ada ditemukan beberapa masyarakat penguna kendaraan bermotor, yang tidak menggunakan masker," ungkap I Kadek Suparta. 

Operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 juga dilakukan di seluruh Polsek jajaran wilayah hukum Polres Lombok Tengah bersama Satpol PP dan Koramil. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

“Semoga kedepan kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan semakin ditingkatkan, khususnya di Lombok Tengah," pungkasnya. (jl)

Tuesday, October 6, 2020

Lepas dari Covid, Bupati Lotim Kembali Jalankan Tugas

HM Juaini Taofik

SELONG
--Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ia terbebas dari virus asal Tiongkok itu setelah menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedjono Selong secara intensif. 

Kini orang nomor satu di Lombok Timur itu mulai kembali menjalankan tugas seperti biasa Rabu (7/10). Kegiatan hari pertama diawali dengan temu pers secara virtual dari ruang kerjanya di Pendopo Bupati.

Sukiman menyampaikan rasa syukur atas kesembuhannya. Ia juga memberikan apresiasi kepada tim medis RSUD dr. R. Soedojo Selong yang telah memberikan pelayanan secara paripurna. 

"Kesembuhan saya ini juga menjadi pembuktian kenaikan tipe RSUD Selong dari tipe C ke tipe B," ungkapnya.

Bupati Sukiman dari perjalanan penyakit yang dideritanya hingga proses pengobatan kesembuhannya dilakukan di RSUD dr. R. Soedjono. Dirinya mengaku bersikeras untuk dirawat di RSUD Selong tanpa dirujuk ke RSUP NTB.

"Mengingat kedua rumah sakit di kabupaten dan provinsi ini memiliki tipe yang sama, " jelasnya.

Bupati berpesan agar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 kembali mengintensifkan sosialisasi sehingga tidak akan terjadi lagi penyebaran Covid di masa mendatang. Kepada masyarakat Bupati Sukiman meminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan secara teratur. 

Sementara itu, Sekda Lombok Timur  HM Juaini Taofik menyampaikan, berdasarkan rilis Provinsi NTB sejak 5 Oktober Lombok Timur sudah berubah dari zona oranye ke zona kuning.

"Sejak 5 Oktober Lotim sudah mulai zona orange ke zona kuning," jelasnya.

Tercatat sejak 5 Oktober di Lombok Timur telah mencatat 359 kasus dari jumlah penduduk 1 juta jiwa dengan angka kesembuhan 87,95 persen. Sementara persentase kematian 4,17 persen dari 254 desa kelurahan covid-19 telah menyebar di 130 desa.

"Saat ini hanya tersisa 28 desa," ungkapnya.

Sekda mengingatkan agar perubahan zona ini tidak menyebabkan masyarakat mengendurkan ke disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari menyebutkan total perjalanan covid-19 yang diderita bupati mencapai 20 hari. Dimana lama perawatan di rumah sakit 11 hari. 

"Pada saat ini hingga beberapa waktu ke depan bupati masih menjalani proses pemulihan dengan dukungan obat dan tim medis, termasuk proses fisioterapi," sebutnya. (cr-zaa) 

Monday, October 5, 2020

Polsek Ampenan Batasi Pengunjung Pantai Mapak

DIBATASI: Pengunjung Pantai Mapak dibatasi oleh polisi demi mencegah penularan Covid-19.

MATARAM
--Polsek Ampenan Kota Mataram membatasi jumlah pengunjung yang datang ke lokasi wisata. Ini diberlakukan sejak Minggu pagi (4/10). Di antara tempat wisata yang dibatasi yakni Pantai Mapak.

Di lokasi ini petugas menutup akses masuk. Langkah ini diambil karena pengunjung yang datang sudah 50 persen. 

"Kita batasi pengunjung yang datang. Karena pengunjungnya sudah 50 persen. Kita tidak izinkan lagi pengunjung datang," ungkap Kapolsek Ampenan, AKP Raditya Suharta, Minggu (4/10). 

Pembatasan ini dilakukan Minggu siang. Polsek Ampenan berjaga di depan pintu masuk Pantai Mapak. Plang pemberitahuan langsung dipasang petugas. Plang tersebut bertuliskan Tutup Sementara Pengunjung Sudah 50 persen. 

" Kita tutup akses masuknya dengan menempatkan petugas di depan pintu masuk Pantai Mapak. Kalau tidak dibatasi nanti terjadi penumpukan," bebernya. 

Kegiatan itu salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Yaitu melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan dilokasi wisata. 

Di satu sisi, penyebaran Covid-19 masih terjadi di Kota Mataram. Untuk itu, perlu melakukan pembatasan jumlah pengunjung ke lokasi wisata. 

"Protokol kesehatan itu harus dijalankan ditempat wisata. Jangan sampai tidak terkendali warga yang datang terus terjadi penumpukan, Itu berarti protokol kesehatan tidak dijalankan," katanya. 

Upaya kepolisian ini juga dalam rangka patroli cegah Covid-19. Kepada pengunjung maupun warga masyarakat lainnya diminta mematuhi protokol kesehatan.

Raditya menegaskan, patroli dan kegiatan serupa masih terus dilaksanakan di lokasi wisata kedepan. "Ini kegiatan rutin kita. Masih akan terus berlanjut," tutupnya. (jl)

Friday, October 2, 2020

Polresta Mataram Geber Operasi Yustisi di 19 Lokasi

HUKUM: Karena tak pakai masker, kedua pelanggar dihukum dengan sanksi sosial.

MATARAM
—Hari ini Polresta Mataram bersama tim gabungan serentak menggelar operasi yustisi dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19. 

Kegiatan operasi pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan ini rutin dilaksanakan sejak diberlakukannya Perda Nomor 7 Tahun 2020. Yaitu sejak 14 September 2020. 

Operasi yustisi dilaksanakan serentak di 19 titik yang tersebar di wilayah hukum Polresta Mataram, Jum’at (2/10).

Operasi dilaksanakan dimulai pada pukul 09.00 Wita. Adapun Lokasi kegiatan Operasi yang digelar hari ini yakni di Jalan Sriwijaya, Jalan Koperasi Ampenan.

Berikutnya di seputaran Jalan Pemuda, Kelurahan Dasan Agung Baru, Jalan Udayana, Pasar Gunung Sari, Simpang 4 Bundaran Rembiga. Selain itu, operasi juga di Jalan R.A Kartini depan Pos Cemara. 

Tempat lainnya yakni di Jalan Panjitilar depan Pendopo Wakil Gubernur NTB, Jalan Arya Banjar Getas Ampenan, Depan Mako Polsek Ampenan, Desa Badrain Kecamatan Narmada, Desa Peteluan Indah Kecamatan Lingsar. Begitu juga di simpang 4 Pagutan, Jalan Gora Selagalas, Desa Batu Kumbung, Masjid Orong Dalem, Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar, Lingkungan Pejarakan, Komplek Pasar Cakranegara dan lokasi terakhir Toko ROXY di Jalan Panca Usaha.

Petugas secara keseluruhan menjaring 1.046 pelanggar. 9 palanggar membayar denda. 54 pelanggar melaksanakan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum. 

Petugas memberikan teguran lisan kepada 932 pelanggar. Sementara teguran tertulis kepada 51 pelanggar. 

‘’Ini operasi yustisi yang dilaksanakan Polresta Mataram dan polsek jajaran pada hari ini. Ada dibeberapa tempat yang melibatkan petugas Satpol PP. Kalau yang dilaksanakan tanpa Satpol PP, kita berikan sanksi sosial, teguran dan lisan,’’ ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik. (jl)

Thursday, October 1, 2020

Polresta Mataram Sosialisasi Pengamanan Covid-19 di Lingkungan Perkantoran

SOSIALISASI: Kapolrestas Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto saat memberikan sosialisasi penanganan Covid-19 di PLN UP3 Mataram.

MATARAM
--Polresta Mataram memberikan sosialisasi tentang pengamanan pada masa pandemi Covid-19 di lingkungan perkantoran. Sosialisasi dilaksanakan untuk seluruh pegawai PLN UP3 Mataram. 

Salah satu sasaran lokasi sosialisasi yakn Kantor PLN UP3 Mataram, Jalan Yos Sudarso Nomor 2 Pejeruk Kecamatan Ampenan. Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menjadi narasumber untuk sosialisasi pengamanan pandemi  Covid-19 di Ingkungan perkantoran, Jumat (2/10) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menyampaikan, di masa pandemi saat ini kondisinya sangat berbeda. Karena terasa menurun drastis dari sebelum masa pandemi Covid-19. 

Pengamanan pada masa pandemi ini, lanjutnya, mengarah kepada kebersihan benda dan kesehatan seseorang. Pola pengamanan benda dapat dilakukan dengan membersihkan benda-benda di sekitar menggunakan disinfektan. 

Kemudian pengamanan orang dilakukan dengan cara, pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan dan kemudian jaga jarak sehingga penyebaran virus dapat dicegah. 

"Kira-kira begitulah tata cara pengamanan perkantoran pada masa pandemi covid-19 ini," ungkapnya. 

Pengamanan pandemi cobid-19 di lingkungan perkantoran penting dilaksanakan. Karena bisa mencegah penyebaran Covid-19. Kepolisian dan pemerintah terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Upaya kita ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," bebernya. 

Dalam kegiatan itu, perkantoran juga diminta untuk selalu mengecek suhu tubuh atau skrining di setiap titik masuk tempat kerja. Menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Jika memungkinkan, menyiapkan transportasi khusus pekerja untuk pulang pergi kerja. Sehingga tidak menggunakan transportasi publik.

Manajer PLN UP3 Mataram, Donny M Gustiarsyah bersyukur atas sosialisasi pengamanan yang diberikan Kapolresta Mataram. Pihaknya meminta diberikan arahan sebagai prosedur maupun tata cara pengamanan di masa pandemi covid-19. 

"Terima kasih atas kehadiran Kapolresta Mataram," katanya. (jl)

Wednesday, September 30, 2020

NTB Bersinergi, Satukan Cara Pandang Lawan Covid-19

Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM
--Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik semata, tapi juga kesehatan mental.

Beriringan dengan itu, banyak berita tidak benar (hoax) bertebaran membuat keyakinan masyarakat akan eksistensi virus corona menjadi semakin berkurang. Praktis, kondisi ini menjadi tugas berat pemerintah tak lagi hanya melawan virus tetapi juga menyatukan cara pikir masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara virtual bersama Sekolah Kajian Strategi dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) dan para peneliti Indonesia. Diskusi berlangsung di Pendopo Wagub NTB, Rabu (30/9).

“Salah satu tugas berat kita adalah bagaimana caranya agar masyarakat NTB sadar dan mengakui virus ini ada. Karena kita tahu banyak berita hoax tentang covid-19 yang tersebar. Sehingga yang penting kita satukan mindset dan lawan!,” jelas Rohmi.

Rohmi lebih jauh memaparkan, dalam menyatukan pemahaman tersebut butuh waktu, edukasi yang berkesinambungan, dan cara yang persuasif. Dengan melibatkan berbagai stakeholders dan peran masyarakat untuk berjuang bersama. 

Berulang kali Rohmi menegaskan, melawan pandemi covid-19 ini tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Butuh kerjasama dan sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas.

Untungnya, tambah Rohmi, di NTB sinergitas berbagai stakeholder terjalin dengan sangat baik. Melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemprov NTB mengkomunikasikan berbagai strategi yang ditempuh.

Sementara itu, Abdul Muta’ali, mewakili SKSG UI pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap berbagai strategi yang telah dilakukan oleh NTB dalam menanggulangi covid-19. Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemprov NTB yang telah bersedia untuk berdiskusi bersama pra peneliti Indonesia.

“Sebuah itikad yang luar biasa karena Pemprov NTB mau berdiskusi bersama kami. Jika Pemerintah Daerah sudah mau berjalan dengan Ilmu Pengetahuan pasti kedepannya akan baik,” jelasnya.

Kedepannya, Abdul Muta’ali berharap, seluruh upaya dan strategi yang telah dilakukan oleh NTB dapat berbuah manis. Di lain sisi, daerah lain bisa mencontoh berbagai program strategis melawan covid-19 yang dilakukan oleh NTB. (jl)

Tuesday, September 29, 2020

Kunjungi Puskesmas, Wagub Semangati Nakes

KUNJUNGAN: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat berkunjung ke Puskesmas Cakra.

MATARAM
--Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi garda terdepan dalam memerangi oandemi virus corona. Tidak sedikit dari mereka yang telah gugur selama pandemi ini menerjang.

Menyadari peran vital para Nakes, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah turun lapangan mengunjungi mereka. Kunjungan dilaksanakan di Puskesmas Cakra, Kota Mataram, Selasa (29/9).

Sekitar pukul 10.00 WITA pagi tadi, Wagub NTB didampingi Asisten I Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Asisten II Kota Matarama dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, tiba di Puskesmas Cakra.

Tanpa berlama-lama, Wagub NTB langsung memulai acara di halaman puskesmas. Biasanya acara seperti ini dilakukan di dalam ruangan. Namun kali ini tidak digelar di ruangan. 

Hal ini tentunya untuk menghindari kerumunan di masa pandemi. Dalam arahannya, Wagub menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan garda terdepan pejuang kesehatan.

"Percayalah bapak ibu apa yang bapak ibu lakukan sekarang mungkin tidak ada apa-apanya di mata manusia. Tapi apa yang kita perjuangkan Insya Allah bernilai ibadah di sisi Allah Tuhan yang Maha Esa," ungkap Wagub.

Perjuangan melawan Covid-19 ini belum berakhir. Tidak tahu sampai kapan akan berakhir. Namun yang terpenting adalah seluruh masyarakat harus menyikapi dengan baik. Hidup dengan baik adalah hidup dengan aman dan produktif.

"Kuncinya adalah patuhi protokol Covid dan semoga kita bisa menjadi contoh bagi masyarakat, melihat contoh daripada pemimpinnya, bagaimana memberi contoh, apakah kita sudah sungguh-sungguh taat dengan protokol Covid," tegas Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Umi Rohmi juga menambahkan, puskesmas sebagai garda terdepan protokol Covid menjadi hal utama dan pertama. "Jangan ada tenaga kesehatan yang jadi korban, karena tenaga kesehatan ibarat tentara melawan penyakit ini," tambah Umi Rohmi.

Maka dari itu, Umi Rohmi memohon seluruh puskesmas menegakkan secara tegas Protokol Covid-19. Sebab itu adalah bukti kasih sayang kepada masyarakat di Mataram. 

"Tegakkan, lindungi seluruh tenaga kesehatan, karyawan, kalau ada salah satu tenaga nakes yang ciri-cirinya berpotensi, jangan sekali-kali dikasi masuk, kalau ada potensi penularan, tegas, tegakkan Protokol Covid-19," tegas Umi Rohmi.

Ia juga tak henti-henti mengingatkan bahwa NTB sedang berjuang menurunkan angka yang sudah lama menjadi PR (pekerjaan rumah). Kematian bayi, kematian ibu hamil, gizi buruk, penyakit tidak menular dan berbagai macam PR di bidang kesehatan dan lainnya.

Perlu adanya intervensi pada posyandu keluarga. Sebab tugas dinas kesehatan dan tenaga kesehatan bukanlah hal yang mudah. Masyarakat masih minim informasi dan butuh edukasi. Salah satunya adalah bagaimana anak harus dapat makanan bergizi, ASI yang cukup, sayuran  dan buah-buahan.

Jika hal ini dimasukkan dalam posyandu, maka ini menjadi proses yang berkesinambungan. Edukasi berlangsung secara berkualitas. Nantinya, posyandu tidak hanya mengatasi masalah ibu hamil dan bayi saja, tetapi juga sampai Lansia hingga permasalahan sosial. 

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Asisten II Kota Mataram Mahmudin Tura mengatakan bahwa kehadiran Wakil Gubernur menjadi motivasi dan semangat bagi para tenaga kesehatan yang terus berjuang di garis depan tanpa mengenal lelah.

"Kami berharap kedepan sinergi dan koordinasi pemerintah kota Mataram dan pemerintah provinsi NTB bisa terus terjalin dengan baik dan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat juga Insyaallah bersama-sama kita bisa segera memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di NTB,” pungkasnya.

Usai memberi arahan, Umi Rohmi juga menyerahkan 2 buah bantuan Lansia KIT, 200 buah masker, 2 PKPR Kit (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja), masing-masing untuk Puskesmas Cakra dan Puskesmas Ampenan.

Tak berhenti di Kota Mataram, Umi Rohmi beserta rombongan melanjutkan kunjungan lapangan sekaligus peninjauan pelayanan kesehatan menuju Puskesmas Lingsar.

Tak berbeda dengan penyampaian di Puskesmas Cakra. Wagub NTB menyampaikan kepada seluruh pegawai Puskesmas Lingsar bahwa betapa sehat adalah kebutuhan utama kita, sehat adalah rejeki dari Allah yang harus dijaga seterusnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567