Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Lombok Utara. Show all posts
Showing posts with label Lombok Utara. Show all posts

Tuesday, July 13, 2021

Hilang Saat Menyelam, Wawan Ditemukan Tak Bernyawa

EVAKUASI: Mayat Wawan dievakuasi tim gabungan bersama warga sekitar.

TANJUNG
-- Sehari pasca dinyatakan hilang, Wawan akhirnya ditemukan tim gabungan TNI, polisi dan SAR.

Pemuda berusia 20 tahun yang beralamat di Dusun Gili Trawangan Lombok Utara itu dinyatakan hilang sejak Senin (12/7) kemarin. Ia hilang kala menyelam di perairan Utara Gili Trawangan (Shark Point).

Lokasi ini berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Lombok Utara, IPDA Mulyadi membenarkan telah ditemukan korban yang hilang. Mayat Wawan ditemukan Selasa (13/7).

Dari keterangan saksi mata, Wawan sebelumnya pergi untuk memanah ikan. Namun pada saat sudah berada di tengah laut saksi dan korban berpisah mencari ikan.

Setelah beberapa jam kemudian, saksi khawatir akan keselamatan Wawan yang tidak kunjung pulang. Ia akhirnya melaporkan peristiwa itu ke pihak keluarga dan diteruskan ke kantor polisi terdekat untuk dilakukan pencarian.

Selanjutnya setelah mayat korban ditemukan oleh tim gabungan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. (jl)

Friday, June 4, 2021

Ingat Ikan Paus yang Mati Terdampar? Bangkainya Ditenggelamkan

EVAKUASI: Bangkai ikan paus pilot yang terdampar dievakuasi ke tengah laut untuk ditenggelamkan.

TANJUNG
-- Aparat gabungan menenggelamkan bangkai paus pilot berukuran panjang sekitar lima meter yang ditemukan mati di Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/6).

Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto menjelaskan, penenggelaman bangkai paus tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kementerian  Kelautan dan Perikanan.

"Bangkai ikan jenis paus pilot sudah dievakuasi ke tengah laut menggunakan kapal tangkap milik nelayan untuk ditenggelamkan," katanya, Jumat (4/6).

Aparat gabungan yang ikut terlibat dalam evakuasi dan penenggelaman bangkai paus tersebut berasal dari unsur Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara. Ada juga jajaran Kepolisian Sektor Bayan, Pemerintah Desa Sukadana, dan unsur masyarakat.

Rusdianto mengatakan bangkai paus yang sudah mengeluarkan bau busuk tersebut ditarik pakai kapal nelayan ke tengah laut sekitar satu kilometer dari pesisir pantai. Bangkai paus itu kemudian ditenggelamkan di kedalaman laut sekitar 60 meter.

Menurut dia, evakuasi dan penenggelaman dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus atau bakteri yang bisa menyerang masyarakat sekitar.

"Bangkai paus yang sudah membusuk itu bisa menjadi ancaman. Karena itu, harus segera dikubur atau  ditenggelamkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

PAUR Humas Polres Lombok Utara Bripka Wiswakarma mengatakan, seekor paus berukuran panjang ditemukan oleh warga dalam kondisi mati terdampar di tepi Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (3/6), pukul 06.30 Wita.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab matinya paus tersebut. Namun, dari perkiraan dan keterangan warga, ikan tersebut menelan kura-kura yang masih tersangkut di mulutnya.

"Kalau melihat dari kondisinya yang sudah mengeluarkan bau busuk, kami menduga paus tersebut sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan bangkainya terdampar di pantai," tandasnya. (jl)

Thursday, June 3, 2021

Ikan Paus Ini Mati Terdampar di Pantai Dusun Teluk

MATI: Ikan paus berukuran panjang sekitar 5 meter terdampar mati di tepi Pantai Dusun Teluk.

TANJUNG
-- Seekor ikan paus ditemukan terdampar dan sudah tak bernyawa. Temuan ini berlokasi di tepi Pantai Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/5).

Penemuan bangkai mamalia laut berukuran sekitar lima meter tersebut kontan menggegerkan warga. Bankai paus ini ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita, Kamis (6/6), pagi tadi.

PAUR Humas Polres Lombok Utara Bripka Wiswakarma, membenarkan adanya paus tersebut. Pihaknya juga sudah mengerahkan jajaran Polsek Bayan melakukan penanganan bersama masyarakat dan instansi terkait.

Dari keterangan warga, kata dia, paus yang terdampar di tepi pantai itu sudah ditemukan dalam keadaan mati. Paus itu juga sudah mulai mengeluarkan bau busuk.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab matinya paus tersebut. Namun dari perkiraan dan keterangan warga, ikan tersebut menelan kura-kura yang masih tersangkut di mulutnya.

"Kalau melihat dari kondisinya yang sudah mengeluarkan bau busuk, kami menduga paus tersebut sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan bangkainya terdampar di pantai hari ini," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, polisi bersama warga setempat belum bisa melakukan penguburan bangkai paus secara manual. Ini karena ukurannya yang relatif panjang dan besar serta sudah mengeluarkan bau busuk.  

Sementara itu, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB, Barmawi, mengaku sudah mendapatkan informasi penemuan bangkai paus pilot tersebut. Selanjutnya akan dilakukan penanganan segera dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan serta pemerintah daerah setempat melakukan penanganan terhadap bangkai paus tersebut. Penanganan yang dilakukan dengan cara mengubur, membakar, atau menenggelamkannya. 

"Saat ini kondisi sudah mulai gelap (malam), sehingga penanganan akan dilakukan besok pagi, Jumat besok," tandasnya. (jl)

Wednesday, June 2, 2021

Anak SD Ini Hamil 6 Bulan, SH Diringkus

DIRINGKUS: Diduga sebagai pelaku yang membuat LT hamil, kini SH Diringkus Polres Lombok Utara.

--------------------

TANJUNG -- Murid SD berinisial LT mengaku kini tengah berbadan dua. Ia hamil lantaran perbuatan seorang pemuda berinisial SH.

Anak yang masih berumur 13 tahun ini merupakan warga asal Dusun Terengan Timur Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Sementara SH yang disebut-sebit sebagai pelaku berasal dari Dusun Orong Sekul Desa Medana Kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Tak Sudi melihat kondisinya yang kini tengah hamil, LT lantas melaporkan kasus yang menimpanya kepada Tim PPA Reskrim Polres Lombok Utara. Buntut laporan itu, pemuda berusia 25 tahun itu dir

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Anton Rama Putra mengatakan, kejadian ini terungkap berawal dari laporan yang masuk ke pihaknya. Dari laporan itu, pihaknya terjun mengumpulkan data-data untuk mengetahui keberadaan pelaku yang dimaksud. 

"Kejadian ini berlangsung pada bulan November tahun lalu hubungan haram ini dilakukan 2 kali oleh pelaku," ucapnya.

Berdasarkan keterangan pelaku kejadian ini berlangsung di Dusun Cupek Desa Singgar penjalin Kecamatan Tanjung. Kini korban mengalami trauma besar, hanya bisa menangis dan merenung meratapi nasibnya.

"Usia kehamilannya sudah 6 bulan," jelas Anton.

Anton juga menjelaskan bahwa terduga pelaku ini diancam dengan Pasal 81 KUHP Pasal 76D dengan hukuman paling lama 15 tahun dan  denda paling besar 5 miliar rupiah. Saat ini pelaku telah diamankan untuk diproses lebih lanjut. (jl)

Thursday, May 27, 2021

Lantik Dirut dan Dewas Baru PDAM, Begini Pesan Bupati Djohan

LANTIK: Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu saat melantik Dirut dan Dewas PDAM Amerta Dayan Gunung.

TANJUNG
-- Direktur Utama dan Dewan Pengawas (Dewas) baru PDAM Amerta Dayan Gunung, Lombok Utara akhirnya dilantik. Mereka dilantik bupati setempat, H Djohan Sjamsu, Kamis (27/5).

Bupati Djohan menetapkan Firmansyah sebagai Direktur Utama dan Simparudin sebagai Dewas. Mereka dilantik setelah pengunduran diri direktur Raden Walidin.

Sebelum pelantikan Firmansyah, tampuk pimpinan PDAM Amerta Dayan Gunung  jabatan dijabat oleh Kepala Bagian Teknis Pelaksana Tugas (Plt) dan disahkan melalui seleksi atau Pansel. 

Usai pelantikan, keduanya diharapkan mampu meningkatkan pelayanan, khususnya air bersih di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Bupati Djohan mengatakan, dengan dilantiknya kedua pejabat ini, perusahaan tersebut sudah memiliki nakhoda yang sah dan definitif. Dari mereka diharapkan pengelolaan manajemen keuangan dan aspek operasional perusahaan mengedepankan akuntabilitas. 

Perusahan ini disebutnya didirikan pemerintah dari uang rakyat. Karena itu aspek-aspek akuntabilitas dan pelayanan yang baik harus diperhatikan.

'Dirut baru, maka harus dengan semangat yang baru," ujar dia. 

Terhadap Dewas, Bupati Djohan menyebutnya sebagai perwakilan pemerintah daerah. Karena itu, Dewas harus berperan aktif melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan. 


Kegiatan ini terutama pada kepengurusan dan pengelolaan manajerial PDAM. 

Dalam aturannya, Dewas diisi oleh seorang ASN yang ditunjuk oleh daerah. Praktis, fungsi peran Dewas harus mampu memberikan pertimbangan dan saran pada Pemkab Lombok Utara untuk perbaikan dan pengembangan perusahaan kedepan.

Perencanaan jangka pendek dan jangka panjang disebutnya sudah mulai dipikirkan dirut yang baru. Daerah meyakini dirut baru merupakan sosok yang berpengalaman karena sejak PDAM Dayan Gunung masih dikelola Menang Mataram dirut tersebut sudah bekerja. 

"Tentu pengalaman yang dimilikinya sudah banyak dan mumpuni," ucapnya.

Djohan mengaku sangat paham kondisi keberadaan air bersih saat ini. Beberapa tahun terakhir dirinya melihat kondisi perusahaan sangat menurun. Ini terlihat dari pendapatan yang juga sangat menurun.

Karena itu, ia menyebut kondisi sebagai tantangan bagi Dirut dan Dewas baru. Perusahaan ini harus dikawal sebaik-baiknya termasuk menyangkut pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan, pihaknya akan mencoba mengevaluasi semua kegiatan maupun program yang akan dilakukan tahun ini. Sememtara persoalan perusahaan yang sedang berpolemik di Gili Terawangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab setempat menentukan langkah yang akan tempuh.

Baginya, ini penting lantaran perencanaan dan langkah strategis yang akan dilakukan tidak lepas dari koordinasi dengan kepala daerah.

Selain itu, pihaknya dalam waktu dekat juga bakal berkoordinasi dengan Dewan Pengawas dan seluruh karyawan PDAM. Langkah ini diambil agar semua elemen di dalam perusahaan itu solid dan kompak. 

Ia membeberkan perencanaan dalam waktu dekat ini. Pihaknya akan membenahi persoalan air yang selalu dikeluhkan masyarakat di Bayan. 

Sebut saja seperti perosalan air di Desa Anyar Bayan. Pihaknya mengurai persoalan yang tengah dihadapi hingga mengurai masalahnya sampai tuntas. (jl)

Thursday, May 6, 2021

Ke Gili Trawangan, Sandiaga Uno Bikin Sensasi

DIALOG: Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Gubernur NTB H Zulkifliemansyah saat berdialog dengan warga terkait kondisi pariwisata di Gili Trawangan.

TANJUNG
-- Cara tak lazim dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno menjejakkan kaki di Gili Trawangan, Lombok Utara. Cara itu terbilang sensasional.

Sensasi yang ditunjukkan itu tidak dilakukan sendiri. Ia bersama Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah berenang sejauh 100 meter sebelum sampai di tempat sandar kapal menuju destinasi yang masyhur itu.

Apa yang dilakukan kedua tokoh ini demi memastikan eksistensi pariwisata kembali bergeliat di 3 gili Kabupaten Lombok Utara.

"Kami berenang untuk menikmati keindahan spot air laut yang jernih dan bersih di 3 gili," ucapnya selepas aksi tak biasa itu, Kamis (6/5).

Saat tiba di Gili Trawangan, ia mengaku merasakan suasana nyaman. Terlebih saat berada di lokasi, ia juga mendapatkan masukan dari para pelaku pariwisata.

Dari proses dialog dengan para pelaku wisata, jelasnya, banyak harapan dan masukan. Ini terutama terkait sepinya kunjungan wisatawan yang berdampak signifikan bagi perekonomian.

Terhadap masukan itu, Sandi memastikan semua pintu wisata bakal dibuka pada 17 Mei mendatang. Namun demikian, penerapan protokol kesehatan tetap diperketat.

"Kami berkomitmen membangkitkan dan memulihkan pariwisata di Gili, dengan beberapa program dan langsung dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.

Beberapa strategi yang diambil yakni memperbanyak event yang diminati wisatawan dalam negeri. 

Selama ini yang dilakukan fokus terhadap wisatawan mancanegara. Padahal masih banyak wisatawan nusantara yang belum tersentuh.

Upaya lain, akan dibangun travel patten. Ini karena Gili merupakan zona hijau Covid-19 yang dapat diinterkoneksi dengan zona hijau lain seperti di Sanur Bali. 

Pada kedua zona hijau ini setidaknya terbangun kerjasama menjual paket wisata. Pilihan ini agar bisa menjadi alternatif sementara saat pandemi.

Selain itu, upaya lainnya adalah membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di NTB. Dengan begitu harus ada dukungan dari semua pihak termasuk pelaku pariwisata ekonomi kreatif dan pemerintah.

"Termasuk berbagai fasilitas dan sarana prasarana dan penguatan ekonomi kreatif menjadi perhatian khusus kami, karena ini destinasi dunia," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkifliemansyah mengapresiasi semangat pemerintah pusat. Apresiasi ini terkait perhatian yang diberikan dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata di NTB. 

Kunjungan Menparekraf kali ini merupakan yang kedua kalinya ke NTB. Kepedulian ini harus benar-benar dijaga sehingga kedepan banyak program yang dapat membatu pelaku pariwisata memulihkan kembali geliatnya.

"Saya juga memberikan Apresia kepada Bupati dan Wakil Bupati telah bersinergi bersama masyarakat setempat untuk dapat menjaga wilayahnya tetap dalam zona hijau. Ini menjadi modal untuk pariwisata," kata Doktor Zul.

Sebelumnya, dalam dialog Ketua Assosiasi 3 Gili, Lalu Kusnawan mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin di area deetinasi wisata. Termasuk standar operasional prosedur memasuki Gili telah dibuat bersama.

"Bahkan kita sudah vaksin masal sebanyak 3.500 pelaku pariwisata," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan pelaku pariwata terus berbenah. Ini dilakukan dalam rangka menggeliatkan pariwisata di KLU.

Mewakili rekan-rekannya, ia meminta pemerintah juga membangun fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Fasilitas ini harus layak dan berstandar untuk wisatawan dan masyarakat di 3 Gili.

Ditambahkan Lalu Suratman pelaku pariwisata 3 Gili, berbagai upaya dan langkah telah dilakukan untuk memulihkan pariwisata. Ia meminta kolaborasi dan sinergi bersama semua stakeholder, baik pusat dan daerah memulihkan pariwisata agar ekonomi masyarakat bangkit lagi. (jl)

Friday, April 16, 2021

NTB Daerah Pertama Punya Perda Pencegahan Pernikahan Dini

CENDERAMATA: Bupati KLU, H Djohan Sjamsu memberi cenderamata kepada Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

TANJUNG
-- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan perkawinan anak. Perda ini telah disahkan DPRD NTB pada 29 Januari 2021 lalu. 

Perda tersebut sekaligus menjadikan Provinsi NTB sebagai daerah pertama di Indonesia yang mengatur tentang pencegahan perkawinan pada anak. 

Diketahui, dalam perda itu mengatur pemberian sanksi pidana dan administrasi bagi aparat desa yang terlibat dalam perkawinan anak. Bagi yang terlibat atau menfasilitasi perkawinan anak maka terancam hukuman penjara selama enam bulan.

"Kami sangat bersyukur bahwa di NTB sudah memiliki Perda tentang pencegahan perkawinan anak," ucapnya, Kamis (15/4).

Pihaknya berharap bahwa perda ini tidak hanya menjadi dokumen. Lebih dari itu, implementasi nyata dalam menekan angka perkawinan anak harus nyata ditegakkan.

Lontaran ini disampaikan usai meresmikan Radio Sekolah Perempuan Darurat Siaga Covid-19 atau "Nina Bayan" di Desa Sukadana Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, perkawinan pada anak memiliki dampak yang cukup luas. Terutama dampak yang paling banyak terjadi adalah tingkat kematian ibu dan anak terus mengalami peningkatan. 

Risiko ini belum lagi pada dampak kesehatan dan kemiskinan yang dirasakan oleh anak-anak yang belum siap membina rumah tangga dengan baik.

"Dampak inilah yang harus dicegah melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi masif oleh dari seluruh pihak," tegasnya.

Karena itu, melalui peresmian Radio Sekolah Perempuan Darurat Siaga Covid-19 ini diharapkan bisa menjadi media komunikasi edukasi bagi masyarakat dalam mensosialisasikan bahaya pernikahan anak usia dini. 

Sebab, masalah pernikahan anak usia dini di Provinsi NTB, salah satunya di kabupaten Lombok Utara masih cukup banyak. 

"Radio ini juga diharapkan jadi penerang bagi ibu-ibu dalam mewujudkan berbagai potensi perempuan untuk berkontribusi membangun desa dan daerah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, perempuan dan anak merupakan kekuatan yang sangat luar biasa untuk dijaga dan dilindungi pemerintah. Mengingat jumlah populasi penduduk di Indonesia 50 persennya adalah perempuan.

Sedangkan populasi anak merupakan sepertiga dari populasi penduduk Indonesia. Karena mereka adalah SDM yang harus diberdayakan dan dilindungi.

"Terkait pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak semua tergantung dari pemerintah daerahnya," jelasnya. 

Menangapi hal itu, Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu mengakui bahwa perkawinan anak di bawah umur masih cukup tinggi di Kabupaten Lombok Utara. Hal ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam melakukan upaya-upaya pencegahannya. 

Salah satunya adalah hadirnya Perda tentang pencegahan perkawinan anak yang diinisiasi oleh Pemprov NTB.

"Mudah-mudahan dengan adanya perda tersebut dapat meminimalisir perkawinan anak usia dini. Karena dalam perda itu ada sanksi bagi anak yang kawin maupun yang mengawinkan," jelas bupati.

Selain itu, lanjutnya, dengan diresmikan Radio Sekolah Perempuan Darurat Siaga Covid-19 atau "Nina Bayan" ini dapat menjadi wadah sekaligus media edukasi perempuan. Ini penting dalam memberikan pemahaman tentang bahayanya pernikahan anak usia dini.

"Untuk itu, kami mengapresiasi ibu menteri yang mau hadir di daerah kami ini. Semoga kehadiran ibu menteri menjadi motivasi bagi ibu-ibu untuk terus berkarya dan membangunan daerah yang kita cintai ini," tuturnya. (jl)

Monday, April 12, 2021

Dihamili Ayah Tiri, Gadis 14 Tahun Kini Berbadan Dua

RINGKUS: RH bersama tahanan lainnya kini meringkus karena ulah bejatnya menghamili mamak tirinya.

TANJUNG
-- RH (41 tahun) benar-benar pria bejat tak berakhlak. Anak tirinya yang berusia 14 tahun jadi korban keganasan nafsu seksualnya.

Kini anak tirinya, SM (inisial), mengandung benih dari hasil hubungan terlarang mereka berdua. Karena anak di bawah umur ini sudah berbadan dua, Satreskrim Polres Lombok Utara meringkus RH.

Pria ini diketahui berdomisili di Kecamatan Kayangan. Aksi bejatnya dilancarkan kepada anak tirinya terjadi sejak tahun 2020 lalu. Kini SM sudah hamil lima bulan lantaran perbuatannya.

RH telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lotara dan terancam sanksi berat sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76D dan Pasal 81 Ayat (1). Dalam regulasi ini, ia diancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 

RH melakukan aksi bejatnya sejak Bulan Oktober 2020, dan terakhir pada 25 Maret 2021. Hal tersebut dilakukan RH di rumah kos yang mereka tempati di Jalan Bedahulu 5 Nomor 10, Kelurahan Paguyangan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. 

Kendati tempat kejadian perkara (TKP) di Bali, Polres Lotara menangkap tersangka demi keamanan korban yang diketahui saat ini berdomisili di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. 

"Karena khawatir terhadap keselamatan korban, maka segera kami lakukan penangkapan pelaku, meskipun TKP di Bali. Ini harus kami atensi dan kami tetap berkoordinasi dengan Polda Bali," tutur Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah, Senin (12/4). 

Pengakuan RH kepada polisi, ia melakukan perbuatan bejatnya saat sang istri (ibu korban) berangkat bekerja menjadi pengumpul barang bekas. Setelah delapan tahun menikah dengan ibu korban RH lantas melampiaskan birahinya terhadap korban. 

"Pelaku RH melakukan perbuatan bejatnya saat istrinya bekerja, pelaku yang tinggal serumah dengan korban memaksa korban untuk memenuhi birahinya, jika tidak korban diintimidasi dengan ancaman," ujar Kasat Reskrim Polres Lotara AKP Anton Rama Putra.

Selama ini, korban bungkam lantaran tersangka RH mengancam akan membunuh korban jika berani membuka mulut (bercerita). Sebenarnya sejak awal korban selalu menolak melayani nafsu bejat sang ayah tiri (tersangka). Namun karena ancaman tersebut, korban terpaksa menurut. (jl)

Thursday, April 8, 2021

Mendaki Rinjani, Jalur Toren Kini Lebih Aman

CURAM: Pada titik-titik curam pendakian Gunung Rinjani di jalur Torean kini dipasangkan tali pengaman. (Foto Instagram)

TANJUNG
-- Setidaknya ada 6 jalur dibuka pihak otoritas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk pendakian tahun yang dibuka sejak Maret lalu.

Keenam jalur itu yakni, Sembalun, Timba Nuh dan Tete Batu di Lombok Timur. Ada jalur Adik Berik di Lombok Tengah dan jalur Senaru serta Torean di Lombok Utara.

Pendakian ke Gunung Rinjani pada 2020 lalu, otoritas Balai TNGR hanya membuka 4 jalur. Jalur Torean ditutup lantaran dianggap berpotensi memiliki risiko tinggi.

"Kalau Tete Batu kan baru kemarin diresmikan sekitar bulan Desember 2020," ujar Kepala Balai TNGR, Dedi Asriady, Jumat (9/4).

Khusus jalur Torean, jalur ini kembali dibuka setelah dilakukan sejumlah perbaikan. Langkah itu diambil untuk menata kembali jalur tersebut.

Ada sejumlah perbaikan yang dilakukan saat jalur tersebut ditutup. Pihak TNGR membuat jembatan serta memasang tali pengaman.

Tali pengaman ini dipasang pada titik jalur pendakian yang curam dan berpotensi memiliki risiko tinggi.

"Kalau titik-titik pemasangan tali, saya tidak hafal. Yang jelas, di titik-titik yang curam itu ada tali pengaman," ucapnya.

Jalur Torean (Foto Instagram)

Pada setiap titik curam jalur Torean kini dipasangkan tali sepanjang sekitar 20-23 meter. Tali-tali tersebut diikat pada tiang penyangga yang dibuat pula pihak TNGR.

Tak hanya itu, lantaran jalur ini sempat ditutup, semak dan ilalang banyak yang tumbuh. Kondisi ini tidak baik bagi pendaki dan rentan membuat tersesat.

Praktis, semak dan ilalang yang menutup akses pendakian juga dibersihkan.

Dedi menjelaskan, penataan tidak saja di jalur Torean. Hal serupa juga dilakukan di jalur-jalur pendakian lainnya.

"Pada prinsipnya, itu kita lakukan demi keselamatan dan menekan risiko bagi para pendaki," tandasnya. (jl)

Friday, March 26, 2021

Masih SMP, Tiga Pelajar Ini Kejahatannya Bikin Tepuk Jidat

BEKUK: Para pelaku curanmor dibekuk polisi di Lombok Utara.

TANJUNG
-- Belum beranjak remaja dan masih anak-anak, ketiga pelajar SMP ini aksin kejahatannya luar biasa. Tak tanggung-tanggung, ketiga menjadi pelaku aksi pencurian sepeda motor (Curanmor).

Ketiga pelajar SMP itu yakni  WS, DP dan RU. Ketiganya masih terbilang anak di bawah umur, yakni berusia 16 tahun.

Ketiga anak SMP ini tidak bekerja sendiri. Mereka dibantu dua pelaku lainnya, yakni HM 18 tahun dan ZA 21 tahun. Semua mereka berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kayangan.

Ketiga pelajar SMP dan kedua rekannya itu beehasil ditangkap kepolisian. Mereka ditangkap lantaran diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotorndi Dusun Mur Sinjong, Desa Salut.

"Kelimanya kini mendekam di sel tahanan Polsek Kayangan," kata Kapolres Lombok Utara, AKBP Feri Jaya Satriansyah, Jumat (26/3).

Ditangkapnya kelima pelaku curanmor ini tidak lepas dari peran Tim Puma Polres Lotara dan Unit Reskrim Polsek Kayangan. Setah melakukan penyelidikan didapat informasi dari masyarakat terkait adanya tindak pidana curanmor tersebut.

Dari proses itu, dua dari pelajar SMP itu diringkus. Mereka dikeler bersama barang bukti berup asepeda motor milik korban. Dari keterangan keduanya diperoleh informasi bahwa ada tiga orang terduga pelaku lainnya.

Mendapat kejelasan tentang aksi kejahatan mereka, polisi kemudian mengejar tiga pelaku lainnya. Diduga mereka lari ke wilayah Obel-Obel Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Pada pukul 19.00 Wita, tim memancing tiga orang diduga pelaku tersebut. Terpancing dengan umpan yang dilepas polisi, mereka pun berhasil dibekuk di Dusun Mur Sinjong, Desa Salut, Kayangan.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Ada juga satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih, satu unit sepeda motor Honda Revo.

"Ada juga barang bukti berupa tiga ekor burung kecial beserta sangkar yang diduga hasil pencurian di rumah salah satu warga Dusun Pangsor, Desa Pangsor, Kecamatan Kayangan," ucapnya. (jl)                                                                                                                                                         

Monday, March 22, 2021

Yuk! Tengok Kiprah Sekolah Perempuan Pelangi di KLU

APRESIASI: Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati memberi sebuah bingkisan kepada Sekolah Perempuan Pelangi sebagai bentuk apresiasi.

TANJUNG
-- Sekolah perempuan "Pelangi" di Dusun Lokoq Buaq, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara kini menjadi menjadi sorotan. Ini karena sekolah tersebut telah berhasil membuktikan kiprahnya mengubah perempuan-perempuan desa menjadi lebih berdaya.

Peran perempuan selama ini dikenal akrab dengan isu-isu domestik rumah tangga. Namun, lewat sekolah perempuan ini, diarahkan untuk bisa lebih berperan dalam keterlibatannya membangun ketahanan keluarga, terutama dalam isu gender dan pelibatan perempuan dalam pembangunan. 

"Dalam hal literasi, Sekolah Perempuan Pelangi berhasil membuktikan kiprahnya mengubah perempuan Desa Sukadana menjadi sosok dalam keluarga yang saling berbagi peran dengan kepala rumah tangga dan bersama sama membangun keluarga," ujar Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati ketika berkunjung ke sekolah itu, Senin (22/3). 

Ia menilai sudah saatnya perempuan memiliki peran yang lebih nyata dalam proses pembangunan keluarga. Bahkan perempuan juga ia dorong bisa terlibat aktif berpartisipasi dalam pembangunan.

Tak hanya itu, perempuan juga didorong mampu bersaing mengisi peluang-peluang pengembangan diri. Ini penting, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sementara itu, Ketua Sekolah Perempuan Pelangi, Sara'iah menyampaikan, kaum perempuan harus memiliki pengetahuan yang cukup. Baik itu tentang banyak hal seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi sampai hak-hak perempuan dalam berbagai aspek.

"Mulai dari keluarga sampai negara. Ini penting untuk menjamin hak-hak dan perlindungan terhadap perempuan,' ucapnya.

Ia pun bercerita jika pihaknya selama tahun 2020, sudah mengadvokasi 26 kasus. Tiga diantaranya adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, lainnya ada kasus pernikahan anak dan pelecehan seksual. 

Dalam proses advokasi itu, 12 kasus selesai. Selebihnya hingga kini menjadi atensi pihaknya.

Sekolah Perempuan Pelangi disebutnya mengedukasi perempuan Sukadana. Tujuannya agar mengetahui haknya sebagai perempuan. Misalnya jika terjadi pernikahan anak yang kerap dilegalkan oleh adat. 

Tidak hanya itu, kurikulum belajar disesuaikan juga dengan kebutuhan perempuan. Praktis, pola belajar dapat berpindah dari rumah ke rumah dan memungkinkan literasi tentang banyak hal dilakukan agar keterlibatan perempuan dalam kebijakan pembangunan desa diperhitungkan.

"Sejak 2014, Sekolah Perempuan Pelangi telah banyak pula menyumbang progres pembangunan Sesa Sukadana dari status tertinggal menjadi berkembang pada 2020," ungkapnya.

Saat ini, sekolah perempuan telah ada di 33 dusun dengan peserta didik perempuan warga dusun yang mulai beragam usia. Selain itu, sejak tiga bulan terakhir media pembelajaran yang digunakan menggunakan media radio komunitas yang mengudara hingga Bayan dan sekitarnya. 

Ririn Hayudiani dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra yang membantu proses belajar peserta didik Sekolah Perempuan Pelangi, pada kesempatan tersebut mengapresiasi perkembangan perempuan Sukadana. Apresiasi ini terutama dalam isu gender dan pelibatan perempuan dalam pembangunan. 

"Saya berharap sekolah perempuan ini bisa direplikasi di banyak tempat lagi. Selain di KLU, di Lotim ada sekolah perempuan Tangguh di Desa Montong Betok," pungkas Ririn. (jl)

Sunday, January 31, 2021

Kunjungi Lombok Utara, Gubernur Retas Harapan Warga Pelosok Desa

BLUSUKAN: Gubernur NTB H Zulkifliemansyah didampingi sejumlah kepala dinas lingkup NTB saat blusukan di Lombok Utara.

TANJUNG
--Salah satu cara yang dilakukan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyerap berbagai aduan dan aspirasi masyarakat dengan bertemu serta menyapa langsung masyarakat. Daerah-daerah pelosok dari Timur hingga Barat Provinsi NTB masih menjadi magnet tersendiri yang kerap dikunjungi.

Menurutnya, tugas dan kewajiban pemimpin bukan hanya menangani masalah dari hulu tetapi mampu  menemukan solusi hingga ke hilir masyarakat. 

Kali ini, sosok gubernur yang akrab disapa Dr. Zul kembali menyapa sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat pelosok-pelosok desa di Kabupaten Lombok Utara. Silaturahmi diawali dengan bertemu tokoh masyarakat, pemuda hingga tokoh agama mulai dari mushola An-Nur di desa Malaka-Kecamatan Pemenang hingga warga Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara, Sabtu (30/1).

"Alhamdulillah Allah Swt masih memberikan kesempatan kepada kami bertemu langsung dengan bapak ibu di desa. Ada nilai keakraban tersendiri ketika saya mendengar langsung keluhan masyarakat dari desa," ucapnya.

Kehangatan dan kebanggaan masyarakat yang dikunjungi, ujarnya, memberi kesan tersendiri bagi seorang pemimpin untuk terus dekat dengan rakyatnya. Mereka tidak meminta uang banyak atau berharap pembangunan yang terlampau amat besar. Justru mereka hanya ingin lebih dekat dengan pemimpinnya, yang mungkin selama ini tidak pernah didatangi.

"Saya yakin bahwa kehadiran pemimpin ditengah-tengah masyarakat sangat diharapkan minimal saling berbagi cerita dan harapan," imbuh Dr. Zul 

Karena itu, kata Dr. Zul, untuk mengurai benang merah dari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat saat ini adalah dengan cara menemukan masalah di hilir. Caranya, berjumpa dengan warga-warga desa kemudian menyerap aspirasinya lalu merumuskan solusi dengan kebijakan yang tepat. 

"Kita tidak boleh hanya mau dikunjungi, tapi harus terbiasa mengunjungi masyarakat. Mudah-mudahan kita saling bertemu memberikan kebaikan untuk kita semua," harap gubernur.

Diakui Dr. Zul motivasi yang lahir dari pelosok desa sulit ditemukan di tempat-tempat lain. Hubungan emosional antara pemimpin dengan rakyat juga semakin harmonis jika dibarengi dengan solusi-solusi terbaik dari pemerintah.

Untuk memastikan semua keluhan serta aduan masyarakat yang dikunjungi dapat diakomodir dengan baik, gubernur juga menghadirkan 17 kepala OPD lingkup pemerintah Provinsi NTB seperti Kalak BPBD, Kadis Sosial, Kadis PU serta kepala OPD terkait lainnya. 

Di hadapan gubernur beserta rombongan, hampir semua masyarakat yang didatangi banyak mengeluhkan tentang Jaminan Hidup (Jadup) untuk tahap selanjutnya belum dicairkan. Kemudian pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) bagi sebagian masyarakat belum selesai dibangun. Bahkan kelangkaan pupuk yang terjadi tak luput dari keluhan masyarakat. 

Salah satunya adalah keluhan yang disampaikan oleh Kepala Dusun Menggala Barat Desa Malaka, Amrullah tentang pembangunan RTG yang belum didapatkan oleh sebagian masyarakat. 

"Kebetulan Pak Gubernur hadir di tengah-tengah kami. Mohon dibantu warga kami yang belulm dibangun rumah taham gempanya," pintanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Bayan, Satradi. Ia menjelaskan sejak tahun 2018 ada sekitar 70 persen masyarakat uluang sidah mendapat hunian. Sementara sisanya masih banyak masyarakat yang masih tinggal di huntara. 

Namun ia merasa bangga karena dusun terpencil seperti ini dapat dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB dan sekaligus memilih menginap di rumah-rumah warga yang sederhana.

"Sebelumnya kami merasa bangga, atas kehadiran bapak gubernur di desa kami. Selain itu, kami berharap bantuannya, untuk direalisasikan segera mungkin. Pembangunan RTG segera dilakukan. Begitu juga infrastruktur penunjang desa kami," harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik menjelaskan, bahwa tahap pertama pencairan bantuan jaminan hidup bagi warga korban gempa sudah mencapai 50 persen. Artinya sekitar 121.000 jiwa sudah mendapatkan dengan jumlah dana sebesar Rp 36 miliiar.

"Insyaallah tahun ini, kami akan ajukan kembali untuk pencairan yang sisanya sebanyak 50 persen pada tahap kedua," ungkapnya yang juga hadir dalam rombongan.

Sementara itu, Kalak BPBD NTB, Zaenal Abidin menyebutkan, pada tahap II Kabupaten Lombok Utara mengajukan kembali pembangunan RTG sebanyak 7000 lebih. Dari jumlah itu, hanya disetujui oleh BNPB pusat menjadi 3.499 unit.

"Sementara SK 24, 25 dan 26 pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 117 Miliyar. Hanya saja belum dibagikan karena mengingat situasi pandemi Covid-19," katanya.

Di setiap akhir kunjungan, gubernur juga menyerahkan sumbangan untuk pembangunan musala dan peralatan olahraga bagi masyarakat di enam lokasi berbeda. Adapun lokasi-lokasi yang dikunjungi antara lain, Musala An-Nur Dusun Menggala Kec. Pamenang, Markaz Milenial Pemenang, Masjid Dusun Kroya Tanjung, Masjid Al-Muttaqin  Desa Sambik Bangkol Gangga dan diakhiri kunjungan di Masjid Nurul Huda Dusun Mandala Desa Bayan. (jl)

Thursday, January 7, 2021

Berbekal Screenshot, KS Cabuli Gadis Ingusan

DIRINGKUS: Usai mencabuli anak di bawah umur, KS diringkus Satreskrim Polres Lombok Utara.

TANJUNG
--Hati-hati berkenalan lewat platform media sosial. Seperti kasus yang dialami gadis ingusan EI yang masih berusia 16 tahun ini.

Gadis yang terbilang anak di bawah umur tersebut dicabuli remaja kenalannya. Remaja itu berinisial KS, 25 tahun.

Bermula dari perkenalan di medsos, EI menjalin komunikasi dan mulai intim. Lewat ponselnya, KS melakukan video call EI.

Tak disangka, dalam percakapan virtual itu justru berujung petaka bagi gadis asal Dusun Teluk Desa Sukadana, Kecamatan Bayan Lombok Utara tersebut. Saat video call berlangsung, pemuda asal Dusun Gegurik, Desa Akar-akar Kecamatan Bayan itu meminta EI menanggalkan pakaiannya.

Tak puas melihat bagian dalam tubuh EI secara virtual, KS juga melakukan tangkapan layar (screenshot). Itu dilakukan saat EI melepas pakaiannya.

Belakangan rupanya hasil tangkapan layar itu menjadi senjata bagi KS. Gambar EI yang menanggalkan pakaian dimanfaatkan untuk memenuhi nafsu bejatnya.

Buktinya, KS mengajak EI bertemu sekitar pukul 12.00 WITA. Keduanya bertemu di Jalan Lingkar Embar-embar Dusun Baru Keruk, Desa Akar-akar. 

Di tempat inilah KS meminta EI memenuhi nafsu bejatnya. Demi melancarkan aksinya yang sudah dirasuki iblis, KS mengancam akan menyebar foto dan video yang telah ia rekam sebelumnya.

EI yang tertekan di bawah ancaman, mau tak mau merelakan tubuhnya menjadi pelampiasan kebejatan KS. Sayangnya, KS yang tak puas melakukan aksinya berulang-ulang hingga lima kali di tempat yang sama.

EI yang tak sudi dirinya dijadikan obyek pemuas nafsu merasa keberatan dan melapor kejadian itu ke Mapolsek Bayan. Laporan EI pun diproses Unit Reskrim dan diteruskan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Utara.

Dari laporan itulah Tim Puma Polres Lombok Utara langsung berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Bayan menangkap KS. Tim gabungan berangkat menuju rumah tersangka dan berhasil diamankan tanpa perlawanan, Kamis (8/1).

"Tersangka kita amankan bersama 1 unit ponsel miliknya," ucap Kasat Reskrim AKP Anton Rama Putra.

Usai dilakukan interogasi, KS mengakui perbuatannya. Demi mengantisipasi kemungkinan amuk amarah pihak korban, KS diamankan di Mapolres setempat.

Terhadap perbuatannya, KS dijerat pasal 81 Ayat (1) KUHP Jo pasal 76D UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (jl)

Sunday, January 3, 2021

Pendaki Asal Jawa Timur Tewas di Pelawangan

EVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi janazah M Fuad Hasan di Pelawangan Senaru.

TANJUNG
-- Naas nasib Mochammad Fuad Hasan, pendaki asal Kota Surabaya, Jawa Timur ini. Niatnya yang ingin menikmati keindahan Rinjani, siapa sangka merupakan akhir dari kehidupannya. 

Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh petugas gabungan sekitar pukul 05.00 Wita di bawah Pelawangan, Senaru, Lombok Utara.

Kepala Balai TNGR Senaru, Isnan Laila Surahmat mengatakan, korban cek in pada hari Kamis, 31 Desember 2020. Sekitar pukul 10.30 Wita. Ia (korban) naik bersama seorang temannya, M Hazazi asal Surabaya, Jawa Timur.

"Mereka melakukan cek in, sekitar pukul 11.00 Wita," terang Isnan Laila Surahmat, Minggu malam (3/1).

Selesai cek in, lanjutnya, korban bersama temannya langsung mendaki. Lalu sekitar pukul 18.00 Wita sampai di pos Cemara 5, dan menginap di tempat itu.

Korban bersama rekannya melanjutkan perjalanan dan sekitar pukul 11.30 Wita tiba di Pelawangan. Mereka pun langsung turun ke danau menggunakan jalur lama.

Dia menceritakan, sekitar pukul 13.00 WITA tepatnya di kilometer 7,5, di bawah Pelawangan. Tak lama M Hazazi, melihat korban terpeleset dan jatuh dari tebing.

"Jarak teman (M Hazazi) dan Korban pada saat itu sekitar 10 (sepuluh) meter dan cuaca pada saat itu kabut ringan dengan jarak pandang sekitar 10 meter," jelasnya.

Melihat hal itu, rekan korban naik kembali mencari sinyal. Itu dilakukan untuk menghubungi petugas TNGR Senaru.

Setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung bergerak naik mencari korban. Setidaknya, ada 6 orang petugas gabungan yang berangkat.

Tak lama setelah itu petugas pun bertemu dengan rekan korban dan langsung mencarinya. 

"Baru pada hari Minggu-nya ditemukan, sekitar 05.00 Wita dalam keadaan meninggal dan langsung dievakuasi ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan," bebernya.

Kapolsek Bayan IPDA Sugi Jaya membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi dari pihak TNGR, pada saat hari kejadian. 

"Ditemukan dalam keadaan meninggal," ucapnya.

Kendati demikian, tim langsung mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan VER sementara, korban diduga mengalami luka robek di kening sebelah kiri, luka lebam di panggul. Luka ini menyebabkan pendarahan pada organ dalam.

Selain itu, korban juga luka lecet di bagain pinggang sebelah kanan akibat terjatuh ke dalam jurang dengan tinggi 100 meter.

Jenazah tersebut telah dibawa oleh pihak perwakilan keluarga ke rumah sakit Kota Mataram. Jenazahnya dibawa untuk diurus proses pemulangan ke daerah asal. 

Diketahui, Muhammad Fuad Hasan beralamat di Sawah Pulo Wetan 4/10, Rt 010, Re 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. 

"Keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap sebagai musibah dan menolak untuk di lakukan otopsi," tutupnya. (jl)

Curi Mesin Speed Boat, Dua Remaja di KLU Ditangkap

DIRINGKUS: HK diringkus polisi karena mencuri mesin speed boat milik warga. 

TANJUNG
--Nekat mencuri gear box turbo mesin speed boat 40PK merk Yamaha, dua remaja berinisial HK  dan AA harus berurusan dengan polisi.

HK merupakan remaja berusia 21 tahun asal Dusun Teluk Kodek Desa Malaka Kecamatan Pemenang. Sementara AA berumur 24 tahun alamat Dusun Sumur Mual Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang.

Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Utara menangkap kedua pelaku setelah mendapat informasi bahwa seorang warga yang kehilangan gear box turbo mesin speed boat 40PK merk Yamaha. Mesin tersebut hilang di moring speed boat Makmur (parkir boat, Red) Pantai Dusun Teluk Kodek Desa Malaka Kecamatan Pemenang KLU.

Peristiwa itu terjadi Rabu (30/12), sekitar Pukul 08.30 Wita. Saat itu kapten boat AN seperti biasanya datang ke moring speed boat Makmur. Ia memeriksa dan memanaskan boat.

Namun saat diperiksariksa, mesin boat tersebut sudah tidak ada nyantel di mesin boat.

AN yang mengetahui hal itu langsung menghubungi  pemilik boat. Kepada pemilik boat dilaporkan bahwa gear box turbo mesin speed boatnya telah dicuri orang.

Kemudian korban sempat mencari barangnya yang hilang di seputaran area Pantai Dusun Teluk Kodek. Namun usahanya sia-sia. Mesin itu tidak ditemukan.

Menyadari hal itu korban lantas melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke pihak kepolisian. Menurut pengkuan korban, kerugian yang dialami mencapai Rp 10 juta.

Berbekal laporan korban, Tim Puma Sat Reskrim Polres Lotara yang dipimpin AIPTU I Kadek Edy Wirawan melakukan penyelidikan terhadap palaku. Singkatnya mereka mengamankan HK yang diduga sebagai pelaku pencurian itu.

"Setelah kami lakukan introgasi HK mengakui perbuatannya," jelas Kasat Reskrim Polres Lotara, AKP Anton Rama Putra, Sabtu (2/12).

Dikabarkan bahwa gear box yang dicurinya itu telah dijual ke AA yang beralamatkan di Dusun Sumur Mual. Mesin itu dijual dengan Harga Rp. 2.100.000.

Tak lama kemudian tim berangkat menuju Dusun Sumur Mual mencari AA untuk mengambil barang bukti yang hilang. Setelah AA ditemukan petugas, AA langsung diintrogasi.

Hasilnya AA mengakui keberadaan barang tersebut dan telah dititip ke sebuah perusahaan jasa pengiriman barang di Jalan Brawijaya Kota Mataram. Rencananya mesin itu bakal dikirim ke Papua.

Mengetahui hal itu tim segera meluncur ke kantor jasa pengiriman barang teraebut untuk mengamankan barang bukti.

"Beruntung BB-nya belum dikirim ke Papua dan bisa diamankan," ungakap AKP Anton.

Dari keterangan tersangka hasil penjualan BB rencananya akan digunakan membeli minuman keras dan sabu pada malam tahun baru 2021.

Akhirnya tim membawa HK dan AA beserta BB tersebut ke Mako Sat Reskrim Polres Lotara untuk proses lebih lanjut. (jl)

Friday, December 18, 2020

Komplotan Pencuri Hotel di Gili Trawangan Diringkus

BARANG BUKTI: Inilah sejumlah barang bukti hasil kejahatan para pelaku yang berhasil diamankan polisi.

TANJUNG
--Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Utara berhasil mengamankan dua penjahat spesialis pencuri hotel di Gili Trawangan, Lombok Utara. Mereka ditangkap bersama tiga penadah lainnya.

"Salah satu hotel yang menjadi sasaran kejahatan penjahat ini yakni Trawangan Cottage," ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Anton Rama Putra, Jumat (18/12).

Ditangkapnya komplotan penjahat ini bermula dari laporan korban yang mendatangi Mapolres Lombok Utara. Dimana korban yang melapor yakni Laporan tersebut teregister dalam nomor DN, laki-laki (50 thn).

DN melapor melalui mantan stafnya di Trawangan Cottage. Dalam laporan itu disebutkan bahwa hotel tersebut telah di bobol.

Dalam kejahatan itu terdapat sejumlah barang yang berhasil digondol. Beberapa yang dicatat yakni 11 unit televisi 24 inc, 1 vacum cleaner, kunci dan AC bongkaran. Selain itu, ada juga barang-barang lain ya.h ikut diembat.

"Kerugian yang dialami DN sekitar Rp 35 juta totalnya," ungkapnya.

Penangkapan komplotan ini berawal dari barang bukti berupa televisi yang dijual ke seseorang bernama Al di Gili Trawangan. Dari hasil pengembangan, polisi mendapatkan nama yang diduga tersangka, yakni JA, 28 tahun.

Polisi yang mengetahui persembunyian JA lantas mengejarnya. Ia dibekuk di rumahnya di Desa Anyar Kecamatan Bayan.

Saat dibekuk inilah diketahui bahwa salah satu barang hasil curian berupa badik kuno ditemukan. 

Setelah mendapatkan tersangka dan BB, tim mengintrogasi JA. Dari proses itu polisi mendapatkan nama tersangka lainnya yakni MSR, 35 tahun.

Setelah itu, tim langsung berangkat menuju rumah MSR di Dusun Pandanan, Desa Malaka Kecamatan Pemenang. Di sini polisi berhasil mengamankan MSR tanpa perlawanan.

Usai menangkap dua tersangka ini, mereka lalu dibawa ke Mapolres Lombok Utara untuk proses lanjutan.

Dari hasil pengembangan terkait tersangka, BB, penadah hasil barang curian tersebut, Tim Puma berhasil mengamankan tersangka. Polisi juga menemukan barang bukti dari tiga penadah SA, SN, PP di Gili Trawangan.

Aksi pencurian ini terjadi sekitar awal April 2020 lalu. Dimana diduga tersangka JA dan MSR mendatangi para pelaku penadah.

Belakangan diketahui bahwa MA (48 tahun) membayar 2 unit televisi 24 inc seharga Rp 1,1 juta. Lalu, SN (43 tahun) membayar 1 unit televisi 32 inc seharga Rp 500 ribu. Sementara PP (32 tahun) membayar satu unit televisi 14 inc seharga Rp 300 ribu. (jl)

Wednesday, December 16, 2020

Salip Kijang, Tabrak Pembatas, Fuso Terjungkir ke Sungai

NYUNGSEP: Truk Fuso nyungsep ke dalam sungai setelah menyalip mobil Kijang.

TANJUNG
--Entah apa mimpi HD. Pria 52 tahun ini harus menerima musibah yang menimpa dirinya.

HD terguling bersama truk fuso yang dikendarainya di kedalaman 8 meter. Fuso yang dikendarai nyungsep ke sungai dalam kondisi terbalik.

Ihwal kecelakaan ini bermula ketika Fuso yang dikendarai HD melaju dari arah timur ke barat. Kendaraan dengan plat DR 8471 AN ini saat hendak menyalip mobil kijang di depannya tiba-tiba oleng.

HD yang tak mampu mengendalikan stang setir lantas membuat tumpangannya itu oleng. HD menabrak pembatas jembatan bersama mobilnya dan nyungsep.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Gangga, Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga Lombok Utara. Peristiwa ini terjadi Selasa (15/12).

Buntutnya, kernet mobil truk berinisial D patah kaki. Anak berusia 15 tahun ini harus dilarikan ke RSUD Lombok Utara.

Terhadap peristiwa ini, Kapolsek Gangga IPTU Remanto dan anggotanya mendatangi TKP. Di lokasi, ia melaksanakan alu lintas dan memasang gari polisi di sekitar kejadian. (jl)

Saturday, December 5, 2020

Wujudkan Pilkada Damai, Danrem 162/WB Ajak Paslon Junjung Nilai Demokrasi

IKRAR: Paslon Pilkada KLU menandatangani ikrar Pilkada damai disaksikan Danrem dan Kapolda.

TANJUNG
--Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bersama Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal menghadiri deklarasi damai dan do'a bersama. Kegiatan ini dalam rangka Pilkada 2020 yang aman.

Kegiatan ini digelar oleh Polres Lombok Utara di Hotel Medana bay Marina Desa Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (5/12).

Acara tersebut juga dihadiri kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati KLU yaitu nomor urut 1 Johan-Danny (Joda) dan nomor urut 2 pasangan Najmul-Suardi (NADI). Hadir pula ketua koalisi Parpol maupun tim koordinasi relawan masing-masing Paslon.

Pada kesempatan itu, Danrem 162/WB dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Polres Lombok Utara. Apresiasi itu disampaikan karena telah berupaya menciptakan Pilkada yang aman, damai dan sehat.

Kehadirannya bersama Kapolda NTB, jelasnya, sebagai atensi bagi para Paslon untuk berkompetisi secara sehat. Masing-masing Paslon diharap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Denga demikian dapat memberikan pelajaran demokrasi yang apik kepada masyarakat.

Orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB itu juga meminta kepada para Paslon dan Parpol pendukung maupun tim sukses senantiasa mematuhi isi deklarasi. Semua elemen diminta tidak mudah terprovokasi serta mendorong Pilkada yang jujur, adil, langsung, umum, serta bebas dan rahasia.

Dalam pelaksanaan Pilkada ini, lanjutnya, TNI-Polri akan bersikap netral dengan. Pihaknya memastikan tidak memihak ataupun mendukung salah satu Paslon baik perorangan maupun satuan.

"Kami posisinya netral, tidak ada kepentingan apapun selain menjaga keamanan dan ketertiban sebelum, selama dan setelah pelaksanaan Pilkada," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal meminta kepada para Paslon menaati ikrar yang telah dibaca. Haraoannya agar Pilkada KLU dapat berjalan aman, damai dan sehat, serta kondusivitas wilayah tetap terjaga.

"Ini salah satu bagian dari ikhtiar, semoga proses pelaksanaan Pilkada hingga pada penetapan pemenang berjalan aman, damai dan kondusif serta melahirkan pemimpin yang amanah," ucapnya. (jl)

Wednesday, December 2, 2020

Wartawati Dilecehkan, Polres Lombok Utara Ringkus Pelaku

RINGKUS: Buntut perbuatannya yang diduga melecehkan wartawati, SDR diringkus polisi.

TANJUNG
--Kasus pembegalan disertai pelecehan seksual menimpa seorang wartawati di Lombok Utara. Kasus ini menimpa seorang wartawati berinisial D, Rabu, (18/11) lalu.

Korban mengungkapkan kasus pelecehan seksual tersebut terjadi di Jalan Nyiuh Bubut, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.  

Pelecehan ini bermula saat korban tengah joging sore. Kala itu, ia melihat pelaku lewat menggunakan motor dan berhenti di tikungan yang sepi.

"Saya lari dengan membawa hp dan headshet serta sebotol air minum sekitar pukul 17.00-17.30 Wita," ucapnya. 

Saat lari, wartawati ini melihat ada yang lewat. Namun dia menunggu di tikungan sepi dan pura-pura memperbaiki headset.

Saat D melewati pelaku, dari arah belakang pelaku datang dan (maaf) meremas bagian dada korban. Kontan korban berteriak dan berusaha menghindari pelaku.

"Saya kaget, shock dan takut. Saya teriak namun dia sempat menghentikan motornya dan berniat untuk melanjutkan aksinya. Tapi saya terus berteriak," ujarnya.

Teriakan korban membuat pelaku kabur. Namun wajah pelaku keburu ditandai. 

Pelaku saat melakukan aksinya menggunakan motor Beat berwarna hitam dan menggunakan helm hitam tanpa kaca. Pelaku saat itu menggunakan sepatu, celana jeans dan kaos lengan panjang berwarna biru.

Berbekal mengenali wajah pelaku dan mendapatkan informasi tentang pelaku, korban kemudian melaporkan ke Polres Lombok Utara pada 26 November 2020.

Setelah melakukan pemeriksaan, pelaku berhasil dibekuk polisi Rabu, (2/12) kemarin.

Kapolres Lombok Utara, AKPB Ferry Jaya Satriansyah, membenarkan penangkapan pelaku. Dia mengatakan polisi saat ini tengah melakukan interogasi kepada pelaku.

"Hari ini sudah ditangkap. Tapi kita belum mengetahui secara utuh karena masih dalam pendalaman. Nanti pengembangan kita informasikan," ujarnya.

Dari informasi yang didapat, pelaku berinisial SDR asal Tembobor, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Hingga saat ini ia masih ditahan polisi. (jl)

Saturday, November 21, 2020

Kerap Resahkan Warga, Pelaku Curanmor Diringkus

DIRINGKUS: Jajaran Polres Lombok Utara membekuk pelaku curanmor.

TANJUNG
--Tim Puma Polres Lombok Utara membekuk pemuda berinisial LS umur 23 tahun. Pemuda ini ini merupakan warga Dusun Batu Rakit Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (Lotra).

Ia dibekuk di seputaran Dusun Pendua Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Sabtu (21/11). Polisieringkusnya sekitar pukul 21.00 Wita lantaran diduga sebagai pelaku pencuri speda motor.

Penangkapan LS berawal dari kecurigaan polisi terhadap barang yang hendak dijual dengan harga murah. Tim Puma Polres Lombok Utara (Lotra) yang curiga dengan motor tersebut, langsung menyamar sebagai pembeli.

Di samping itu, motor yang hendak dijual LS sama jenisnya dengan motor yang dilaporkan hilang oleh LSN. Pelapor ini beralamat di Dusun Semokan, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara beberapa hari sebelumnya.

"Tim kami yang merasa curiga dengan barang tersebut langsung menyamar sebagai pembeli dan membuat janji temu," ungakap Kasat Reskrim  AKP Anton Rama Putra waktu di konfirmasi, Sabtu (21/11).

Berdasarkan hasil pengecekan seluruh bodi motor, barang tersebut cocok dengan semua keterangan yang didapat Tim Puma dari hasil laporan korban. Tanpa pikir panjang polisi langsung bekuk LS di tempat lalu membawanya ke Mako Polres KLU guna dilakukan proses selanjutnya.

Dari hasil BAP yang dilakukan pihak kepolisian LS mengakui perbuatannya. Dia mengambil barang tersebut di kebun milik korban.

Saat itu korban memarkirkan kendaraannya di kebun miliknya yang berada di Dusun Semokan, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (7/11) lalu.

Pada saat menjalankan aksinya, LS mendapati Motor tersbut dalam keadaan tidak dalam keadaan dikunci lehernya. Namun lubang kunci motor tertutup, lalu LS berusaha mencari kunci motor tersebut dan menemuknnya di atap nilik milik korban.

Dijelaskan pelaku tidak sendirian dalam menjalankan aksinya. Polisi menduga LS dibantu oleh rekannya yang lain.

Atas kecurigaan itu, dan berdasarkan dari keternangan LS Polisi saat ini sedang memburon rekan LS.

"Kami yakin pasti LS punya komplotan, dan berdasarkan hal itu tim kami akan terus memburu pelaku yang lainnya," jelas AKP Anton Rama Putra.

Atas perbuatannya itu PAUR Humas Polres Lotra, Wiswa Karma menjelaskan, LS dikenakan dengan pemberatan kasus tindak pidana pencurian dan atau penadahan. Ini diberatkan sebagaimana dalam Pasal 362 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 480 Ayat (1) KUHP dengan ancaman Lima tahun penjara. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567