Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, May 7, 2021

Layanan Otopsi dan Visum Gratis di RSUP NTB, Untuk Siapa?

dr Lalu Herman Mahaputra

MATARAM
-- Sejak menjabat sebagai sebagai Direktur RSUP NTB, dr L Herman Mahaputra terus berinovasi dan berbenah untuk perbaikan layanan.

Terbaru, RSUP NTB memastikan layanan gratis otopsi dan visum bagi masyarakat tidak mampu.

Direktur RSUP NTB, dr L Herman Mahaputra mengatakan, instalasi forensik merupakan salah satu unit yang melengkapi layanan RSUD Provinsi NTB. Instalasi ini menyediakan pelayanan kepada pasien dan keluarga pada kegiatan pemulasaraan jenazah 

sampai dengan pelayanan kegiatan forensik dan medikolegal.

"Akses layanan visum hidup atau mati  dan otopsi bagi masyarakat tidak mampu kami berikan gratis," ucapnya, Jum'at (7/5).

Pria yang karib disapa dr Jack ini menegaskan, pelayanan visum hidup atau mati secara gratis tersebut   diberikan khusus untuk penanganan kasus kekerasan pada anak. Termasuk kasus kejahatan seksual (perkosaan, pencabulan dan pelecehan seksual).

Begitu juga dengan kasus KDRT, keracunan, kasus penganiayaan umum, dan kasus kecelakaan lalu lintas. 

Pelayanan gratis juga diberikan bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pemeriksaan dalam  atau otopsi jenazah. Termasuk layanan  konsultasi parenting test. (jl)

Saturday, April 24, 2021

Berbahaya! Kasus HIV/AIDS di NTB Tembus Seribu Lebih

BERBAHAYA: Kasus penderita HIV/AIDS di NTB kian berbahaya karena semakin banyak.

MATARAM
-- Kasus HIV/AIDS di NTB cukup memprihatinkan. Akumulasi penderita kasus ini sudah tembus seribu lebih.

Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTB, pada kasus HIV secara komulatif dari tahun 2001 hingga Maret 2021 terdapat sebanyak 1104 orang. Sementara kasus AIDS secara komulatif dari tahun 1992  hingga Maret 2021 sebanyak 1193 orang.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengimbau seluruh stakeholder terus memasifkan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini harus secara maksimal guna menghentikan penyebaran HIV/AIDS.

“Harus lebih dimasifkan kembali edukasi kepada masyarakat, karena edukasi ini sangat penting agar tepat sasaran,” ucapnya saat menerima Laporan Penanggulangan AIDS, Kamis (22/4) lalu.

Dalam kesempatan itu, Hj. Rohmi mengusulkan agar pemberian edukasi dapat dilakukan secara digital atau memanfaatkan sosial media sebagai media pembelajaran.  

“Zaman sekarang dengan berkembangnya teknologi ini banyak sekali efisiensi yang dapat dilakukan, sehingga secara massif lebih luas dapat disebarkan sosialisasi edukasi mengenai dampak dari HIV/AIDS. Nantinya dapat dikemas dengan semenarik mungkin agar masyarakat dapat cepat mengertinya,” ucapnya.

Beberapa fokus yang menjadi sasaran program penanggulangan yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI), gay, waria, laki-laki (GWL), hubungan hetero seksual dan sebagainya. 

Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan, terdapat kasus PMI yang datang ke NTB membawa virus kepada keluarganya. 

“Atensi kita saat ini kepada PMI, ada beberapa PMI yang membawa virus HIV/AIDS sehingga perlunya  dilakukan skrining ketika kedatangan PMI ke NTB,” tuturnya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa pelayanan pengobatan terapi HIV-AIDS hanya dapat dilakukan pada 12 rumah sakit di NTB. Tetapi pemerintah daerah yang telah didukung oleh pemerintah pusat akan memperluas pelayanan pengobatan terapi HIV-AIDS dengan memanfaatkan puskesmas.

“Bagaimana memaksimalkan puskesmas bisa menjalankan terapi bagi pasien yang terdeteksi,” tuturnya. 

Sementara itu, Sekretaris KPA NTB, H. Soeharmanto menuturkan, sejauh ini kasus HIV/AIDS banyak didominasi penduduk usia produktif 20-40 tahun. Selain itu, ibu rumah tangga tertinggi kedua setelah wiraswasta. 

“Ini yang perlu kita antisipasi banyaknya keluarga yang suaminya kerja di luar negeri atau luar daerah yang sering membawa virus untuk isteri. Dimana penyebab utamanya yakni hetero seksual,” jelasnya. (jl)

Tuesday, April 6, 2021

Bantuan Alkes Covid-19 Harus Dimanfaatkan Maksimal

BANTUAN: Pemprov NTB mendapat bantuan alkes dari Kemenkes dan diterima Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM
-- Pemprov NTB menerima bantuan alat kesehatan (alkes) penanganan Covid-19. Bantuan ini datang dari Kementerian Kesehatan RI.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, bantuan alkes itu harus dimanfaatkan secara maksimal. Ini penting dalam menunjang kesehatan masyarakat  terlebih saat penanganan Covid-19.

“Gunakanlah bantuan alat ini dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi kesehatan masyarakat yang ada di rumah sakit yang menerima bantuan alat ini," ucapnya.

Pihaknya tidak ingin jika bantuan tersebut disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya. Lontaran itu disampaikan saat penyerahan alat kesehatan berupa Chember (Hiperbarik) dan Ventilator di Mataram, Senin (5/4).

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. HL. Hamzi Fikri menjelaskan, penyerahan alat kesehatan berupa chamber (hiperbarik) merupakan bantuan Kementerian Kesehatan. Bantuan itu diserahkan melalui UPT Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram yang diperuntukkan bagi Pemprov NTB.

Nantinya dari bantuan itu untuk diserahkan kepada Rumah Sakit Provinsi NTB, Rumah Sakit Gerung dan Rumah Sakit Air Awet Muda, Narmada, Lombok Barat. 

Chamber sendiri bermanfaat untuk terapi pengobatan penyakit dekompresi yang biasanya dialami oleh para penyelam bawah laut. Namun belakangan ini, terapi hiperbarik juga kerap dipakai sebagai pengobatan tambahan untuk mengatasi berbagai penyakit.

“Sedangkan Pemprov NTB memberikan bantuan alat kesehatan berupa GeNose yang bisa mendeteksi Covid-19 dalam kurun waktu hanya 10 detik," jelasnya.

GeNose bantuan Pemprov NTB ini diserahkan kepada KKP Mataram untuk diteruskan kepada pelabuhan laut dan bandara. GeNose untuk deteksi cepat Covid-19, apalagi NTB merupakan asal pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan banyaknya jamaah yang umroh setiap saat.

Pada kesempatan itu pula diserahkan bantuan 2 buah ventilator dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk penanganan Covid-19 di RS Air Awet Muda Narmada.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BPKAD, Direktur RS Air Awet Muda, Kepala KKP Mataram dan Direktur RSUP NTB. (jl)

Sunday, March 14, 2021

Produk Plasma Penyembuhan Covid-19 Ada di Lombok Timur

PERESMIAN: Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik saat meresmikan UTD RSUD dr. Soedjono.

SELONG
-- Kabar gembira datang bagi masyarakat Lombok Timur. Di daerah ijin telah hadir Unit Transfusi Darah (UTD di RSUD dr. Soedjono.

Kehadiran UTD ini diharap bisa melayani pasien yang dirawat di rumah sakit ini. Perawatan tersebut khususnya bagi penderita kelainan darah yang membutuhkan transfusi.

Kehadiran transfusi darah ini diresmikan Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, Senin (15/3).

Kehadiran UTD ini, ungkapnya, mampu mengolah darah pendonor penyintas covid-19. Darah tersebut bisa menjadi plasma convalescence (plasma penyembuhan) berkat dukungan alat apheresis.

UTD RSUD Soedjono Selong merupakan yang kedua di NTB yang memiliki alat apheresis setelah RSUD Provinsi. Produk plasma convalescence dari UTD RSUD Soedjono Selong dapat memenuhi kebutuhan untuk terapi pasien covid-19 bergejala berat di Lombok Timur dan kabupaten sekitarnya.

UTD RSUD Soedjono Selong juga mampu mengolah darah dari satu orang pendonor untuk menghasilkan trombosit konsentrat 7 sampai 9 kantong. Trombosit ini untuk terapi pasien demam berdarah bergejala berat. 

Hal tersebut penting mengingat selama ini masyarakat mengalami kerepotan mencari banyak pendonor. Ini karen cara konvensional hanya memungkinkan satu orang pendonor menghasilkan satu kantong trombosit saja. 

Dengan kemampuan mengkonsentrasikan darah, jumlah pendonor dapat diminimalisir. Praktis dengan meminimalisir pula potensi reaksi transfusi. 

"Sangat efektif dan efisien meringankan masyarakat dan juga rumah sakit kita," ucapnya.

Produk darah lain yang dapat dihasilkan adalah Packed Red Cell (PRC) sebagai terapi anemia berat dan Fresh Frozen Plasma (FFP). Model terapi ini untuk pasien dengan kelainan pembekuan darah atau pendarahan.

Ke depan diharapkan UTD RSUD Soedjono Selong dapat berkembang menjadi center terapi stem sel punca. Selain itu, menjadi terapi bagi pasien leukemia (leukopharesis dan thrombopharesis) dan keganasan darah lainnya. (jl)

Tuesday, March 9, 2021

Puluhan Ribu Imun Boster dan APD Diterima Nakes Lotim

BANTUAN: PT. AHEB memberikan imun booster dan APD untuk Nakes yang diterima Bupati Lombok Timur.

SELONG
-- Proses pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat di seluruh Indonesia masih terus berjalan. Kini proses tersebut sudah berjalan hingga menyentuh masyarakat golongan manula.

Seiring dengan itu, masyarakat juga ditekankan menaati protokol kesehatan, tak terkecuali di Lombok Timur.

Terhadap kondisi tersebut, Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy mengungkapkan, kondisi tenaga kesehatan yang dimiliki Lotim tidak hanya mengurus pasien Covid-19. Namun Nakes juga bertanggung jawab atas perbaikan gizi dan energi. 

"Nakes di Lotim tidak hanya mengurus pasien covid-19, namun juga bertanggung jawab terhadap perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat," ucapnya, Rabu (10/3).

Selanjutnya, Bupati Sukiman menyampaikan, selain menderita covid-19, Lombok Timur diserang penyakit gizi buruk dan kekurangan energi. Kondisi itu banyak terjadi di 10 Kecamatan, terutama wilayah kecamatan yang menjadi fokus stunting pada tahun 2020 silam.

Kondisi ini disebutnya mengakibatkan Lotim saat ini ditetapkan sebagai fokus pelaksanaan program percepatan penanganan kekurangan energi dan gizi buruk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H Pathurrahman mengungkapkan, pelayanan masyarakat saat ini difokuskan dari 12 puskesmas prioritas di Lotim. Seluruh nakes, terangnya, diterapkan kerja ekstra untuk melayani masyarakat.

Menurutnya, hal itu tentu menguras tenaga para nakes. Beruntung, PT. AHEB memberi bantuan berupa imun booster kepada para nakes.

Ia berharap, dengan adanya pemberian imun booster tersebut, para nakes nantinya dapat melayani masyarakat dengan energik. (hs)

Monday, March 8, 2021

Posyandu Berbasis Keluarga Cara NTB Tangani Penyakit Menular

DISKUSI: Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi saat memimpin diskusi terkait penyakit menular.

GERUNG
-- Penyakit menular di Indonesia baik Tuberkulusis (TB) terlebih Covid-19  kerap kali disalah artikan oleh masyarakat. Mengatasi penyakit menular sesungguhnya bagaimana terlebih dahulu sesegera mungkin menemukan kasus. 

Namun sebaliknya yang terjadi di masyarakat yakni berusaha menghindari untuk tidak menemukan kasus. Cara berpikir masyarakat seperti ini diakui sesuatu yang sulit untuk dirubah. 

“Karena itu kita di NTB terus-menerus sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu tindakan-tindakan promotif preventif yang cepat bisa dilakukan dengan baik," ucap Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Senin (8/3), di Jayakarta Hotel, Senggigi, Lombok Barat.

Posyandu berbasis keluarga, jelasnya, merupakan salah satu solusi menangani masalah kesehatan di NTB. Termasuk penyakit menular seperti TB.


Lontaran ini disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Sub Recipient Program Eliminasi TB-GF ATM Principal Recipient Konsorsium Komunitas PenaBulu –STP se Indonesia.

Persoalan TB di Indonesia, termasuk di NTB disebutnya menjadi PR besar yang harus diselesaikan bersama-sama. Cara paling efektif yang selama ini dilakukan di NTB yakni dengan melakukan edukasi dan sosialisasi.

Proses sosialisasi itu dilakukan terus-menerus hingga ke tingkat dusun melalui gerakan Posyandu yang setiap bulan dilaksanakan. 

Melalui Posyandu tidak saja persoalan kesehatan yang bisa diedukasi. Nnamun persoalan lain pun bisa disosialisasi seperti lingkungan, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya.    

Hj. Rohmi di hadapan peserta pelatihan dari 30 provinsi se Indonesia ini juga mengungkapkan, Pemprov NTB saat ini tengah giat-giatnya melakukan Revitalisasi Posyandu. Langkah ini dilakukan menuju Posyandu Keluarga yang mandiri. 

Melalui Posyandu dinilai bisa dilakukan intervensi berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah. Posyandu dihajatkan untuk dibentuk menjadi lebih power full dan bisa menjadi pusat pendidikan berbasis dusun.

“Kalau ini bisa kita intervensi dengan baik dari Posyandu berbasis dusun akan lebih gampang untuk memotretnya, mengevaluasi dan memonitornya. Nah itu yang berusaha kami lakukan di NTB," imbuhnya. 

Ia pun menyebut jika gerakkan Posyandu ini agar Posyandu juga menjadi pusat edukasi tidak hanya masalah kesehatan saja. Namun juga masalah-masalah sosial dan lainnya.

Hj Rohmi mengapresiasi pertumbuhan Posyandu di NTB yang hingga saat kini sudah mencapai 7 ribu. Jumlah ini tercatat sejak digerakkannya Posyandu Keluarga tahun 2019.

"Terjadi penambahan Posyandu setiap tahunnya kurang lebih 2000 Posyandu," sebutnya.

Takupa ia menyampaikan rasa syukur bahwa respon 10 kabupaten kota di NTB tahun 2021 ini terhadap gerakan Posyandu cukup besar. Dimana setiap Pemda komit menjadikan Posyandu Keluarga di masing-masing daerah.

Ia juga menjelaskan, pemerintah desa tidak saja mengurus persoalan ketesediaan infrastruktur. Sebut saja seperti kantor desa, namun juga memikirkan persoalan kesehatan, pendidikan, lingkungan, sosial yang muara edukasi dan sosialisasinya bisa dilakukan melalui Posyandu Keluarga.

”Karena itu kami di NTB menggandeng stakeholder termasuk NGO lainnya untuk mensukseskan program kesehatan," bebernya.

Upaya tersebut diungkapkan dengan segala persoalannya melalui wadah Posyandu Keluarga. Apapun persoalan yang dihadapi diyakini akan menemukan jalan keluar yang terbaik dan terasa ringan.

Direktur Nasional Recipient Program Eliminasi TB-GF ATM Principal Recipient Konsorsium Komunitas PenaBulu-STP, Eni Ahmad melaporkan, Program Komunitas Eloiminasi TBC Indonesia hadir untuk strategi program tuberkulosis nasional.

Program ini untuk mendukung program nasional pencegahan TBC,  peningkatan akses layanan tuberkulosis bermutu dan berpihak pada pasien. Selain itu untuk pengendalian infeksi dan optimalisasi pemberian pengobatan.

Teasuk pula, pencegahan TBC dan peningkatan peran serta komumitas mitra dan multisektor lainnya. Langkah ini demi dalam eliminasi TBC dan pemamfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis dan tata laksana TBC.

Peserta pelatihan ini diikuti 30 orang dari 30 provinsi di Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 Maret 2021. (jl)

Saturday, March 6, 2021

Giliran Pelaku Usaha Wisata Lobar Divaksin

VAKSIN: Par pelaku usaha wisata di Lombok Barat diberikan vaksin Covid-19.

GERUNG
- Kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia masih dibilang belum sepenuhnya terkendali. Di Lombok Barat (Lobar) sendiri, angka kasus Covid-19 telah menyentuh angka 110 dengan 60 kasus kematian.

Sektor kepariwisataan yang sebelumnya pernah vakum. Namun kini sudah mulai menggeliat kendati masih harus dengan menjalankan bermacam prosedur terkait penularan Covid-19 ini. 

Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis untuk pemulihan ekonomi. Menyadari itu, perlu usaha ekstra membangkitkan sektor ini agar kembali berjalan seperti sebelumnya. 

Salah satu usaha yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat ini adalah dengan memberikan vaksin kepada para pelaku wisata.

"Ada 110 vaksin yang saat ini diberikan untuk para pelaku pariwisata yang ada di Lobar. Terdiri dari pegawai hotel, restoran dan maskapai penerbangan," jelas Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H Saiful Akhkam, Sabtu (6/3).

Lontaran ini disampaikan kepada awak media saat kegiatan vaksinasi di Rinjani Restaurant Kila Senggigi Beach Lombok, pagi tadi.

Dengan adanya vaksin kepada para pelaku pariwisata ini, Akhkam berharap hal ini mampu menunjukkan kepada dunia kepariwisataan bahwa Lobar benar-benar siap menuju kenormalan baru. 

"Tidak hanya sebatas protokol kesehatan yang saat ini diterapkan secara ketat, tetapi juga dengan vaksinasi sebagai salah satu treatment melawan Covid-19," lanjutnya. 

Untuk vaksinasi tahap kedua bagi para pelaku pariwisata rencananya akan dijadwalkan 14 hari kemudian setelah vaksinasi pertama diberikan. Terkait jumlah kuota pelaku yang diberikan vaksin, Akhkam berharap ada penambahan di tahap kedua nanti. 

"Jika Lobar nanti mendapatkan kuota sebanyak 10 ribu vaksin, maka kita berharap 10 sampai 15 persen dialokasikan kepada pelaku pariwisata di Lobar. Bagaimana pun kita harus menyiapkan sumber daya manusia kita yang sehat dan siap melawan covid-19," ucapnya.

Terkait jenis vaksin yang diberikan kepada para pelaku pariwisata pagi tadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr Ahmad Taufik Fathoni menuturkan, vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac.

"Ini vaksin yang pertama masuk ke Lombok Barat. Insya Allah vaksin ini aman karena kita di Lombok Barat telah melakukan vaksinasi total ke 2.300 nakes dan 700 layanan publik, lansia yang pernah kita vaksin (dengan vaksin ini) yaitu lansia yang berumur 67 tahun," terangnya.

General Manager Svarga Resort Lombok, Ali Muhammad Yusuf mengaku sangat gembira karena para pelaku pariwisata bisa menjadi prioritas vaksinasi. Ia mengungkapkan dirinya tidak khawatir sama sekali dengan kontroversi vaksin yang menjadi isu hangat belakangan ini. 

"Tidak khawatir sama sekali, saya juga gak terlalu mengikuti berita-berita seperti itu, setelah 30 menit saya sama sekali tidak merasa ada keluhan," tutur Yusuf. 

Setelah divaksin, pihaknya berharap agar para pelaku saat melakukan aktivitas kerja semakin tenang.selain itu, tamu nyaman menginap, dan dampaknya akan mempengaruhi angka kunjungan yang semakin meningkat.

Berbeda dengan Yusuf, Elvira, salah satu karyawan dari Sudamala Hotel ini mengaku awalnya sedikit khawatir dengan isu-isu simpang yang ada. 

"Awalnya saya sedikit khawatir, tapi setelah mencari info yang lebih banyak lagi tentang vaksinasi ini saya bisa merasa tenang dan bersedia untuk divaksin," akunya. (jl)

Thursday, February 18, 2021

Gubernur: Masyarakat Lebih Takut Kehilangan Pekerjaan Ketimbang Corona

LAWAN: Gubernur, Kapolda dan Danrem NTB saat peluncuran Kampung Sehat 2 sebagai upaya melawan penyebaran Covid-19.

MATARAM
--Dampak serius di sektor kesehatan dan ekonomi menjadi atensi serius Pemprov NTB sejak pandemi Covid-19 menyeruak. Imbas yang disebabkan di dua sektor ini sangat dirasakan masyarakat dunia.

Tak heran jika Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memberi atensi penuh di dua sektor tersebut. Terlebih sejak awal pandemi menyerang, Presiden RI telah mengingat dampak buruk yang ditunjukkan di dua sektor tersebut.

"Dampak pandemi ini tidak saja soal kesehatan, tali juga perekonomian," ucapnya, Kamis (18/2).

Mengingat dua sektor ini sangat vital, Zulkifliemansyah mengingatkan pentingnya penanganan pandemi ini secara bersama-sama. Hal itu dilontarkan saat peluncuran Lomba Kampung Sehat 2 di lapangan tenis Mapolda NTB.

Di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) dan bupati wali kota se-NTB, ia menuturkan pengalamannya turun ke desa-desa. Ia menyebut hampir semua masyarakatnya tak takut sama corona. 

Alih-alih takut dengan virus asal Tiongkok, masyarakat desa lebih takut akan kehilangan pekerjaan. 

“Kata orang desa tak takut sama corona karena matinya belum pasti. Tapi kalau kehilangan pekerjaan lambat-laun kami seperti mati dalam hidup. Ini yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Gubernur menambahkan, masyarakat tak perlu takut terkena corona. Namun begitu, masyarakat hendaknya tetap berusaha maksimal menjaga imun. Masyarakat juga diingatkan tidak terganggu pikirannya karena terkena Covid. 

Zulkifliemansyah lantas mencontohkan, Danrem 162/WB sebagai penyintas Covid-19 saat dilakukan isolasi mandiri. Yang bersangkutan disebutnya selalu riang sehingga imun terjaga dan seolah tidak ada beban psikologis.

Apa yang ditunjukkan Danrem disebutnya sebagai salah satu cara cepat sembuh dari Covid.

Karena itu, peluncuran Kampung Sehat 2 dinilai penting dan momentumnya sangat tepat sebagai sosial marketing merubah paradigma masyarakat terhadap Covid-19 ini. Virus ini disebutnya harus dihadapi dan berani dilawan dengan cara berusaha maksimal agar tidak berakhir dengan kematian.

Kampung Sehat 2 lanjutnya, merupakan momentum agar masyarakat tak takut lagi dengan Covid-19. Virus ini menjadi warning untuk tetap meningkatkan kewaspadaan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengungkapkan, masyarakat membutuhkan suasana baru keluar dari rutinitas harian yang membosankan dan mencari konsep dengan gairah baru. Karena itu Kampung Sehat Jilid 2 ini bisa membangkitkan semangat masyarakat agar masyarakat bergiat lagi melombakan kampungnya. 

“Vaksinasi menjadi semangat kampung sehat jilid 2. Dimana semua stakeholder harus menykseskan vaksinasi dengan menyiapkan vaksinator untuk  membantu pemerintah daerah. Kita sudah dan tengah melatih vaksinator-vaksinator yang siap digerakkan untuk membantu Pemda dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” kata Iqbal.

Kapolda juga menjelaskan, Kampung Sehat 2 ini mengedepankan upaya yang dilakukan pemerintah pusat seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Dan di NTB diadopsi dengan berbasis kampung/desa. 

“Karena itu diminta sinergitas TNI-Polri di kabupaten-kota se NTB bersama Bupati/Walikota bisa mendedikasikan anggotanya untuk penanggulangan Covid-19 ini,” pintanya.

Disin sisi, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Rizal Ramdhani memberikan semangat kepada para penyintas Covid-19 ataupun yang tengah menjalani isolasi mandiri untuk tetap termotivasi agar sembuh dari Covid-19 ini.

Danrem bersama jajarannya hingga Babinsa mendukung program kampung sehat yang  menjadi instrumen penting dalam menekan penularan Covid-19. 

“Kami dukung sepenuhnya kampung sehat dan mendukung Pemda NTB dalam penanganan Covid-19 ini. TNI akan bersinergi dengan stakeholder dalam  rangka penanganan Covid-19. Kami bertekad untuk membantu menurunkan tingkat mortalitas di NTB, meningkatkan kesembuhan di atas rata-rata nasional,” kata Danrem.

Kadis Kesehatan NTB HL.l Hamzi Fikri menambahkan, yang menjadi senjata utama penanggulangan Covid-19 yakni dengan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 di masing-masing desa. Jika ada warga yang terkena Covid hatrus segera ditangani. 

"Cara terbaru dengan menggalakkan vaksinasi yang bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19," ucapnya. (jl)

Wednesday, February 17, 2021

Hari Kebangkitan Nasional Diharap Jadi Titik Balik Penanganan Covid

LAUNCHING: Polda NTB bersama Gubernur, Danrem serta sejumlah pejabat teras daerah saat peluncuran Lomba Kampung Sehat 2 di Mapolda NTB.

MATARAM
--Seluruh elemen di tanah air masih berjibaku mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Berbagai upaya dilakukan demi menekan penyebaran virus asal Tiongkok tersebut.

Kamis (18/2), Polda NTB kembali meluncurkan Lomba Kampung Sehat. Lomba ini merupakan untuk kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan tahun lalu.

Dalam peluncuran lomba ini, Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah menginstruksikan semua bupati walikota agar bahu membahu mengendalikan serangan virus ini. Instruksi itu dituangkan. Dalam surat bernomor : 180/01/kum/2021 tentang Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Wabah Pandemi Civid 19.

Tak hanya itu, dalam surat yang sama, Zulkifliemansyah juga memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di NTB.

Masih dalam seremoni peluncuran lomba itu, ada sejumlah penekanan yang disampaikan Kapolda, Danrem dan gubernur. Kedepan upaya memantapkan Prokes Covid 19 dengan menerapkan 5M, 3T harus tetap digencarkan. Termasuk pula dengan menyukseskan vaksinasi sebagai kunci keberhasilan pengendalian Covid di NTB.

Sementara itu, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik yang hadir dalam kegiatan itu secara terpisah kepada JEJAK LOMBOK menyampaikan, penanganan Covid-19 harusbterus digencarkan. Ini penting agar semua pihak terbebas dari kungkungan virus tersebut.

Ada sejumlah langkah strategis yang diperlukan dalam penanganan Covid-19. Diantaranya yakni dengan memaksimalkan penyembuhan pasien dan menekan laju angka kematian.

Dua kangkah pokok itu, jelasnya, hanya bisa dilakukan secara kolaboratif. Tidak bisa dilakukan parsial jika ingin melihat NTB kembali berada di zona hijau penyebaran virus tersebut.

"Kalau intervensinya secara kolaboratif, kita berharap penanganan semakin cepat. Semoga di Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei mendatang, NTB bisa kembali menjadi zona hijau," tandasnya. (jl)

Thursday, February 11, 2021

Berbasis Desa, Ini Kata Pemdes Soal Intruksi Penanganan Covid-19

HM Juaini Taofik. (Dok. Jejak Lombok)

SELONG
-- Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengintruksikan pemerintah desa (pemdes) menyiapkan segenap perangkat pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Instruksi yang menyasar dana desa itu setidaknya memiliki tiga poin penting. Yakni menganggarkan kegiatan dalam rangka pencegahan dan penanggulan Covid-19 di setiap desa.

Pemdes juga diminta menyiapkan rumah isolasi minimal 10 tempat tidur. Pemdes juga diminta mengaktifkan kembali tim satgas di desa masing-masing.

Sekretaris Desa Sakra, L Teguh Andria Kurniawan mengaku baru saja menerima surat tersebut. Pihaknya telah membaca keinginan orang nomor satu di Kabupaten Lombok Timur itu.

Sejujurnya, kata dia, hal ini sedikit memberatkan. Namun lantaran ini sifatnya intruksi, sebisa mungkin untuk dilaksanakan. 

Ia mengatakan, secepat mungkin untuk bertemu dengan pihak terkait di desa untuk membahas hal itu. Terlebih APBDes di desa tersebut telah rampung dibahas.

"Jadi kita harus melakukan refocusing anggaran lagi dan memangkas beberapa anggaran untuk beberapa program yang telag direncakan," ujar Sekdes yang belum lama terpilih ini.

Menurutnya, pihaknya tak hanya menyiapkan ruang isolasi. Namun juga akan menyiapkan perangkat pelengkapan penanggulangan virus tersebut. Sebut saja seperti APD, masker, handsanitizer, sampai dengan honor.

Selama proses kerja penanganan covid, pihaknya harus melibatkan tenaga kesehatan. Di lain sisi, juga akan berdampak penyediaan konsumsi selama ada pasien yang diisolasi.

Anggaran ini, jelasnya, seperti yang tertera di dalam surat intruksi itu. Kegiatan ini bersumber dari dana desa pada sub bidang penanggulangan bencana kegiatan tak terduga.

"Nanti akan dibahas dulu bersama BPD, dan perangkat lainnya soal surat ini," ujarnya.

Senada dengan Pemerintah Desa Suwangi Timur, melalui Kepala Seksi Pemerintahan, Muhamad Suhardi menerangkan, jika dilihat memang akan sangat sulit dilaksanakan. Belum lagi, dari porsi anggaran yang sama masih berlaku pembagian BLT-DD kepada masyarakat yang terdampak.

"Tapi instruksi itu nanti kita bahas dulu dengan lembaga desa lainnya. Karena berberapa program harus ditunda," ujarnya.

Sebelumnya Sekda Lotim, HM Juaini Taofik menjelaskan, lahirnya Permendagri nomor 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan kegiatan masyarakat berskala mikro. Pemerintah desa juga harus melakukan refocusing terhadap anggaran desa minimal 8 persen dari APBDes untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Tapi saat ini hanya sebesar 4 persen kembali ke pusat, dan minmal 8 persen untuk penanangan pandemi covid-19," tandasnya. (kin)

Sunday, February 7, 2021

Wujudkan Imunitas Kelompok, Wagub NTB Minta Proses Vaksinasi Covid-19 Dipercepat

DISTRIBUSI: Vaksin Covid-19 terus di-drop ke kabupaten kota demi mempercepat proses vaksinasi.

MATARAM
--Dalam rangka mempercepat imunitas kelompok atau kekebalan masyarakat guna memutus mata rantai penularan Covid 19, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengajak jajaran kesehatan dan Satgas Covid 19 melakukan percepatan proses  vaksinasi Covid-19. Percepatan ini hingga menyentuh seluruh kelompok sasaran warga masyarakat yang wajib vaksin.

"Meski vaksinasi saat ini sudah sesuai target yang direncanakan. Namun  kita ingin ada percepatan untuk memutus mata rantai penularan Covid 19," jelasnya, Jumat (5/2).

Lewat percepatan ini, lanjutnya, diharapkan terbentuknya imunitas kolektif seluruh warga. 

Sesuai target vaksinasi Covid-19 di NTB akan menyasar sekitar 3 juta masyarakat, yang dibagi menjadi 3 timeline. Vaksinasi ini dalam rentang waktu paling cepat 1 tahun atau paling lama selama 15 bulan.

Vaksinasi rahap I menyasar tenaga kesehatan pada bulan Januari-Februari sebanyak 27.894 orang. Selanjutnya Tahap II akan menyasar para petugas pelayanan publik, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), wartawan, pengelola dan pelayanan publik di sektor pariwisata, jasa transportasi maupun sektor pelayanan publik lainnya pada bulan Maret-April, sebanyak 285.804 orang.

Dan terakhir tahap III, vaksinasi akan menyasar masyarakat umum pada bulan Mei-Desember 2.743.611 orang.

Baik pejabat dan petugas sektor pelayanan publik maupun warga masyarakat umum mendapatkan pelayanan vaksinasi yang sama, secara prosedur maupun jenis dan kualitas vaksin yang sama.

Wagub meminta agar proses vaksinasi yang telah dijadwalkan tersebut bisa dipercepat pelaksanaannya, sehingga dalam rentang waktu kurang dari satu tahun ini, vaksinasi sudah menyentuh seluruh warga masyarakat.

Untuk itu, Rohmi memerintahkan jajaran kesehatan menyiapkan seluruh sumber daya dibutuhkan. Baik dengan menambahkan vaksinator maupun penyediaan vaksin dan  perangkat pendukungnya.

Menurut Rohmi kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid 19, selain upaya 5 T, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas, menurutnya vaksinasi adalah salah satu upaya tepat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. 

"Karena dengan mempercepat proses vaksinasi tersebut, maka akan terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga penularan  juga bisa dicegah," tegasnya.

Selain itu, untuk jumlah tracing, Rohmi meminta kepada petugas kesehatan melakukan tracing lebih banyak. Sementara untuk testing, ia meminta agar memanfaatkan semaksimal mungkin Rapid-test Antigen. 

"Adanya Rapid-test Antigen ini adalah angin segar bagi kita. Dengan ini maka kita bisa tracing lebih cepat dan lebih banyak. Rapid-test Antigen harus dipakai di semua Kabupaten dan Kota," pintanya. 

Kepala Dinas Kesehatan NTB, H Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, pihaknya sedang berupaya optimal untuk melalukan percepatan vaksinasi dan memperbanyak tracing.

Saat ini, vaksinasi untuk tenaga kesehatan di seluruh NTB telah mencapai 36 persen. Artinya telah sesuai target awal. 

Namun untuk percepatan vaksinasi kedepan, pihaknya juga telah menargetkan penyediaan 3000 tenaga vaksinator dengan sasaran masyarakat umum sejumlah 2.743.611 atau 5.487.222 suntikan. 

"Kedepan vaksinasi ini kita akan adakan percepatan. Sebelum februari vaksinasi Tenaga Kesehatan harus kita tuntaskan," jelasnya. 

Untuk tracing sendiri, Dinas Kesehatan NTB akan menggenjot prosesnya agar memenuhi standard WHO 20-30 orang dalam sekali tracing. 

"Paling tidak 1 orang tracing sampe 20orang. Harus tetap kita usahakan meski susah," jelas mantan direktur RSUD NTB tersebut. 

Hingga saat ini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB sejumlah 7.717, sembuh sejumlah 5.891 (76,3 persen), Dirawat 1.487 (15,3 persen), dan meninggal 339 (4,4 persen). (jl)

Thursday, February 4, 2021

Percepat Vaksinasi untuk Menekan Covid-19 di NTB

HL Gita Ariyadi

MATARAM
--Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi yang sedang berlangsung saat ini menjadi harapan untuk menekan penyebaran Covid-19, ditengah kian meningkatnya jumlah kasus positif baru. 

Hal itu terungkap dari rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Covid 19 yang digelar Satuan Tugas Pemprov NTB bersama Satgas kabupaten kota. 

"Karena itu, diperlukan percepatan atau akselerasi pemberian vaksinasi di semua daerah di NTB," ujar Kepala Dinas Kesehatan, H Lalu Hamzi Fikri, di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (4/2). 

Dijelaskannya, untuk mempercepat vaksinasi, pemerintah daerah akan menambah vaksinator sejumlah 3000 orang dari 1800 yang sudah ada di lapangan untuk tiga juta penduduk NTB. 

Selain itu, upaya lain mengantisipasi lonjakan kasus baru adalah dengan melakukan tracing contact menggunakan rapid test antigen. 

Hal ini seperti dikatakan Kadikes karena sasarannya lebih banyak dalam penanganan Orang Tanpa Gejala dan memiliki akurasi cukup tinggi. Ini bisa menjadi kebijakan strategis Satgas di daerah. 

Saat ini, dengan melonjaknya angka kasus baru, angka kematian karena terpapar Covid 19 di NTB, 4,4 persen berada di atas rata-rata nasional 2,8 persen dan 2,2 persen angka kematian global. 

Demikian juga dengan realisasi kontak erat NTB juga tinggi sebesar 7,8 persen dari angka ideal 2 persen. Itu sebabnya, dr. Fikri panggilan Kadikes ini menyarankan tracing contact antigen karena korelasinya sangat erat mempengaruhi data lainnya terkait penanganan dan pencegahan. 

"Saat ini situasi pandemi yang meningkat belum menunjukkan trend puncak apalagi menurun," jelas dr. Fikri. 

Strategi lainnya, ia mengingatkan Satgas kabupaten kota terkait kebijakan konversi kamar rumah sakit sebesar 30 persen untuk ruang isolasi. Begitu pula dengan protokol kesehatan ditekankan untuk menghindari, mengurangi dan membatasi kerumunan. 

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Korem 162/WB berharap, rapid antigen bisa dilakukan sampai ke warga desa melalui Satgas Covid-19 kelurahan desa. 

Dari rapat evaluasi tersebut, baru Satgas Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat yang mengakui telah mendorong pemerintah desa untuk penganggaran pembentukan Satgas desa sesuai Permendes.

Sementara itu Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan dan sosialisasi tentang  Covid-19 dan vaksinasi terus dilakukan. Begitu pula dengan surat edaran gubernur tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk dipatuhi dan dilaksanakan. 

"Kita tetap berharap ada langkah strategis baru yang bisa segera mengeluarkan kita dari pandemi, selain upaya dan ikhtiar yang sudah kita lakukan selama ini," ujar Sekda. 

Dalam rapat evaluasi tersebut, seluruh perwakilan Satgas kabupaten kota yang mengikuti melalui video conference, melaporkan pelaksanaan vaksinasi dan strategi yang dilakukan terkait pembatasan kegiatan. 

Adapun Kabupaten Lombok tengah dan Lombok Timur diminta mengantisipasi kegiatan Bau Nyale pade Maret mendatang, agar tidak menimbulkan kerumunan warga masyarakat saat melakukan tradisi tahunan tersebut. (jl)

Sunday, January 31, 2021

Tekan Kasus Covid-19, Gugus Tugas Corona Kota Mataram Perbanyak Swab Antigen

ANTIGEN: Salah seorang pengunjung tempat hiburan di tes swab antigen.

MATARAM
--Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram terus melakukan swab antigen secara acak dan bersifat masif. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ibukota Provinsi NTB tersebut terus meluas.

Menariknya, jajaran kepolisian dan pihak TNI juga dilibatkan secara aktif melalui satu tim terpadu untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan menemani Tim PSC RSUD Kota Mataram yang dipimpin oleh dr H Lalu Herman Mahaputra selaku Dirut RSUD setempat.

Itu terlihat, pada Sabtu (29/1) malam hingga Minggu (31/1) dini hari, yakni dengan mendatangi sejumlah tempat hiburan malam di Kota Mataram. 

Tempat hiburan yang disisir oleh tim gabungan diantaranya, karaoke Hotel Bidari, Lombok Plaza Karaoke, Kingsman Resto and Longue hingga Djembank Cafe

Dirut RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra yang juga anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, mengatakan, dari empat lokasi itu tercatat ada sebanyak 102 orang yang merupakan pegawai dan pengunjung tempat hiburan malam telah dilakukan swab antigen secara acak. 

"Hasilnya, termasuk para Partner Song (PS) yang juga dilakukan swab antigen acak, umumnya mereka negatif seluruhnya," kata dr H Lalu Herman Mahaputra pada wartawan, Minggu (31/1) malam melalui telpon selulernya.

Dokter Jack mengungkapkan, jika kegiatan swab antigen telah dilakukannya sejak tiga minggu lalu. Dimana, dari lima Tim PSC RSUD Kota Mataram yang sudah diterjunkan dan menyasar sebanyak 150 orang warga Mataram,  sejatinya tetap fokus yang diutamakan adalah bagaimana protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 harus dipatuhi dan dikedepankan oleh siapapun.

"Pokoknya, saya akan all out. Insya Allah, target saya ada 1000 orang setiap minggunya yang sudah kita swab antigen di Kota Mataram," ujarnya.

Dokter Jack menegaskan, semakin banyaknya warga yang menjalani tes, akan lebih mudah untuk mendeteksi jika ada warga yang terkonfirmasi positif. Hal ini otomatis akan ada tindakan medis yang diberikan. Selain itu upaya memperoleh hasil tes juga dipersingkat agar penularan tidak semakin menyebar.

"Mereka akan menjalani protokol yang telah ditetapkan, baik dirujuk di rumah sakit maupun menjalani karantina mandiri secara ketat di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, lingkungan sekitar juga akan menyesuaikan dengan lebih memperketat physical distancing antarwarga. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penularan menjadi lebih efektif," tegasnya menjelaskan.

Dokter Jack menuturkan, semakin cepat pemerintah melakukan swab test secara massal, upaya penanganan akan lebih cepat dapat dilakukan. 

Apalagi, jumlah warga yang terpapar Covid-19 masih fluktuatif, angkanya cenderung bertambah. Untuk itu, warga diminta tetap waspada dan disiplin terhadap protokol kesehatan dalam setiap aktifitas.

"Untuk menyasar target seribu perminggu itu. Saya sudah menyiapkan sebanyak 3 ribu reagen. Pokoknya enggak perduli hujan, saya akan berbuat yang terbaik agar bagaimana kasus Covid-19 ini bisa ditekan hingga bisa mencapai jumlah minimal kasusnya alias enggak ada lagi," paparnya. 

Terkait strategi agar bagaimana zona orange di Mataram agar bisa menuju kuning dan bisa kembali ke zona hijau. Menurut Dokter Jack, hanya satu cara, yakni bagaimana antara Pemprov dan Pemda kabupaten/kota bisa terus bersinergi. 

Untuk itu, ia telah meminta izin pada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB  untuk bisa menyasar semua perkantoran milik BUMN dan instansi vertikal agar bisa pelaksanaan swab antigen secara acak juga bisa dilakukan pada karyawan dan ASN di perkantoran tersebut.

"Saya enggak main-main, apapun kata orang saya akan jalan terus melakukan swab antigen itu. Termasuk, besok kita mulai menyasar sebanyak 80 orang karyawan TVRI NTB setelah sebelumnya karyawan PDAM Menang Mataram juga telah dilakukan upaya serupa," tandas Dokter Jack. 

Dalam kesempatan itu, Dokter Jack mengharapkan, agar pola yang kini dilakukan pihaknya di Kota Mataram guna menekan laju lonjakan angka Covid-19, seyogyanya juga perlu dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.

Alasannya, tracing masif perlu kerja keroyokan, sehingga mereka yang terpapar virus corona dengan adanya kontak erat akan bisa cepat dideteksi. 

"Jadi, kalau Kota Mataram saja yang melakukannya. Tapi, di Lobar dan Loteng enggak, kita khawatir kerja kita menekan itu akan sia-sia. Disinilah, kerja serentak dan kebersamaan untuk bagaimana strategi mengepung virus ini harus perlu dilakukan secara bersama-sama," pungkasnya. (jl)

Friday, January 29, 2021

Lawan Covid-19, Ini Kata Wagub NTB

Hj. Sitti Rohmi Djalillah

MATARAM
--Kesehatan jiwa atau mental masyarakat menjadi salah faktor penting dalam upaya pemulihan seluruh sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Tanpa dibarengi dengan rasa aman dan rasa bahagia maka berbagai usaha pemulihan akibat Covid-19 tidak akan berjalan dengan baik dan normal. 

"Pengaruh mental dan kesehatan jiwa masyarakat di masa pandemi harus betul-betul disikapi dengan baik. Jangan sampai pandemi mengacaukan kesehatan jiwa masyarakat," ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, pada puncak peringatan hari ulang tahun RSJ Mutiara Sukma ke-31, di Aula Utama RSJ Mutiara Sukma, Jumat (29/1). 

Pada kegiatan dengan tema sehat jiwa hadapi pandemi Covid-19 untuk NTB Gemilang dan Indonesia maju tersebut, Wagub mengungkapkan bahwa salah satu sumber lahirnya kebahagiaan adalah tumbuh dari jiwa-jiwa dan mental yang sehat dan perasaan aman. Untuk itu, guna memutus mata rantai wabah ini, ia meminta agar seluruh masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Kalau kesehatan jiwa dan mental yang kuat mampu dibentengi dengan baik, maka otomatis memberi dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat meski ditengah hiruk pikuknya isu tentang Covid-19.

Karena itu, lanjutnya, protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M menjadi kunci melawan Covid-19. 5 M itu yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi menjadi benteng paling kuat mencegah penyebaran Covid-19 saat ini.

“Untuk itu, kesehatan jiwa akan selalu hadir jika tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Hj Rohmi sapaan akrab Wagub NTB menjelaskan, selain berdampak pada ekonomi dan kesehatan fisik masyarakat, pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan gangguan jiwa dan mental masyarakat jika tidak tertangani dengan baik. Hal itu dilihat dari berbagai stigma negatif yang dirasakan oleh orang-orang yang pernah terpapar Covid-19. 

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menangani dan menjaga kesehatan mental dan jiwa masyarakat di masa pandemi.

Selain itu, ia mengapresiasi atas kerja keras pihak RSJ bersama seluruh tenaga kesehatannya, yang sudah 31 tahun memberi pengabdian kepada masyarakat. Selain menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mereka juga telah berhasil menghadapi situasi pandemi Covid-19 dengan baik.

"Mewujudkan kesehatan jiwa dan meminimalisir ODGJ butuh keseriuasan semua pihak. Butuh kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah dan masyarakat," imbunya.

Senada, Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Evi Kustini Somawijaya menjelaskan, momentum HUT ke- 31 RSJ Mutiara Sukma kali ini, merupakan semangat baru untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan jiwa masyarakat NTB. Menanggulangi masalah kesehatan jiwa menjadi misi besar bagi RSJ untuk menciptakan masyarakat yang aman dan tetap produktif meski di tengah pandemi Covid-19. 

"Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di semua fasilitas pelayanan hingga meningkatkan perlindungan kepada pasien ODGJ yang sedang dirawat," jelasnya.

Dari penanganan yang dilakukan, lanjut direktur, penyebaran Covid-19 di lingkungan RSJ dapat dicegah dengan baik. Sejak virus Corona mulai mewabah di NTB, pihaknya terus memperkuat pelayanan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Dari ratusan ODGJ yang dirawat hanya terdapat 15 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.  

"Dari jumlah pasien Covid-19 itu, kami terus melakukan pelayanan sesuai dengan SOP yang berlaku. Hingga saat ini, Alhamdulillah tersisa hanya 3 pasien ODGJ yang masih terkonfirmasi positif," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Rohmi bersama rombangan yang didampingi Direktur RSJ juga meluncurkan fasilitas ruang rawat anak remaja dan Klinik Tumbuh Kembang sebagai fasilitas baru bagi penangan kesehatan jiwa bagi anak dan remaja. (jl)

Bupati Sukiman Minta Peta Penanganan Covid-19 Diubah

RAKOR: Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy memimpin rapat koordinasi terkait penanganan COVID bersama pihak-pihak terkait.

SELONG
--Rapat penanganan Covid-19 di Lombok Timur mengemuka soal perlunya perubahan peta penyebaran virus tersebut. Usul ini datang dari bupati setempat.

Rapat yang diselenggarakan pukul 10.00 WITA di aula masjid Kantor Bupati Lotim  yang dihadiri bupati dan para OPD terkait.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy meminta kepada Dinas Kesehatan agar peta penanganan Covid-19 harus dirubah. Perubahan ini tidak hanya kecamatan saja dikontrol, tapi juga harus disertakan desanya.

Selain itu, Sukiman menyebut tenaga kesehatan saat ini sudah lelah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) tiap hari. Mereka juga sudah merasa jenuh.

"Jadi kita harus perduli kepada para Nakes yang sedang berjuang menangani penanganan Covid-19," katanya.

Begitu juga dengan kondisi masyarakat disebutnya merasakan hal sama. Sekitar 9 bulan lebih masyarakat dikungkung kepungan pandemi.

Di kesempatan itu, Sukiman juga menyinggung kondisi sekolah yang menaati protokol kesehatan. Tercatat hanya 15 persen taat protokol. Selebihnya asal-asalan.

"Jadi kita putuskan sekolah akan saya tutup dan boleh dibuka apabila sudah menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, kabupaten sibuk dengan Covid. Sementara di desa-desa dianggap santai dengan kondisi yang terjadi.

Karena itu, mulai saat ini, kondisi itu minta dibalik. Pemerintah desa yang harus sibuk melakukan hal tersebut. Sementara Pemkab hanya memantau dan memastikan apakah desa itu aman dari Covid.

"Bangkitkan semangat lagi kita harus kembali dalam penanganan Covid-19," ajaknya.

Sementara itu, untuk masalah pendanaan ia menyuruh menggunakan dana ADD. Caranya dengan meniadakan pembangunan fisik dan harus fokus pada penanganan Covid-19 ini.

Pemerintah desa juga diminta agar mempunyai tempat isolasi. Tempat tersebut harus layak, tidak asal-asalan.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lotim, dr Faturrahman mengatakan, saat ini perkembangan Covid-19 di wilayah NTB hanya 2 yang kuning dan sisanya orange.

"Sehingga Lotim terus berusaha meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian," jelasnya.

Ia juga membeberkan prinsip dasar pengendalian Covid-19. Yaitu, semua kasus suspek harus ditemukan, serta diperiksa dan seterusnya harus diisolasi.

"Saya mengusulkan kepada para wilayah, mulai saat ini harus melakukan protokol kesehatan sehingga, dapat pendeteksian dari awal ke tingkat paling bawah," katanya. (zaa)

Wednesday, January 27, 2021

130 Posyandu Keluarga Diluncurkan di Lombok Barat

DIRESMIKAN: 10 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Meninting diresmikan Ketua TP PKK Lombok Barat, Hj. Khaeratun.

GERUNG
–Tercatat sebanyak 130 Posyandu Keluarga berdiri di Lombok Barat. Jumlah ini tercatat setelah 10 Posyandu Keluarga diresmikan di wilayah kerja Puskesmas Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. 

Rabu (27/1), Ketua TP-PKK Lombok Barat Hj Khaeratun Fauzan Khalid meluncur terbentuknya 10 Posyandu Keluarga baru tersebut. Ini ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon udara di Dusun Lebah Sari, Desa lembah Sari Kecamatan Batulayar.

Hadirnya 10 Posyandu Kuarga baru ini disebutnya menjadi sebuah kebahagian tersendiri bagi Ketua PKK Lobar. Ia berharap posyandu lainnya  juga akan dikembangkan menjadi Posyandu Keluarga. 

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Kepala Puskesmas Meninting Zaenal Abidin atas koordinasi, motivasi dan advokasi yang telah dilakukan kepada semua kepala desa di wilayah kerjanya. Sehingga terbentuklah 10 Posyandu Keluarga Baru yang kita launching  hari ini," katanys.

Dia memaparkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dalam pelaksanaan posyandu keluarga. Banyak program yang dapat diintegrasikan dalam Posyandu Keluarga ini. Salah satunya untuk mencegah stunting, mencegah anemia bagi remaja, pemahaman tentang reproduksi sehat, bahaya narkoba, dan merarik kodeq (nikah dini). 

"Bukan hanya program kesehatan yang dapat dilakukan di Posyandu Keluarga ini. Namun program pembangunan keluarga lainnya juga dapat kita integrasikan dalam posyandu ini. Termasuk kegiatan senam bersama di lokasi posyandu untuk meningkatkan imunitas tubuh," sebutnya.

Dia juga mengingatkan kepada PKK desa agar tetap berperan aktif dan ikut membangun desanya. Terlebih dalam membina Posyandu di wilayahnya. 

Dia juga mengingatkan agar pelaksanaan Posyandu dan posyandu keluarga selalu menerapkan protokol kesehatan, dengan memanfaatkan sarana PHBS yang sudah disumbangkan PKK ke posyandu, sehingga dapat mencegah penularan Covid-19. 

"Dengan demikian upaya pencegahan Covid-19 menjadi sebuah kebiasaan terutama dengan 3M, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak," harapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Meninting Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan semua kepala desa untuk persiapan pelaksanaan posyandu keluarga ini.

"Dengan segala upaya persiapan yang kita lakukan, sehingga semua kepala desa siap untuk melaunching Posyandu Keluarga pada hari ini," katanya.

Dia menyebut, akan terus melakukan advokasi dan koordinasi agar Posyandu-posyandu lain di wilayah kerjanya dapat dikembangkan menjadi posyandu keluarga. Dia juga menambahkan tentang vaksinasi covid-19 yang sudah dimulai oleh tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Barat. Termasuk nakes di Puskesmas Meninting, bahwa vaksinasi tersebut tidak menimbulkan efek yang berlebihan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika nantinya akan divaksinasi. (and)

"Agar masyarakat kita tidak mempercayai berita HOAKS terkait vaksin. Karena vaksin ini sudah mendapat persetujuan dari MUI dan BPOM, dengan demikian vaksin sinovac yang digunakan saat ini Aman dan Halal," tutupnya. (and)

Saturday, January 23, 2021

Investasi Sebesar Rp 4,3 Triliun Mendarat di Lotim

INVESTASI: Investasi di bidang kesehatan dan pariwisata masuk di Lotim untuk layanan kesehatan wisatawan.

SELONG
--Nilai investasi dengan angka yang cukup fantastis belum lama ini resmi mendarat di Lombok Timur. Nilai investasi tersebut bakal digunakan untuk membangun Rumah Sakit Internasional bernama Smart Hospital Gul-e-Rama.

Rumah sakit ini rencananya berlokasi di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gul-e-Rama, Mukti Ali mengungkapkan, pembangunan Smart Hospital merupakan kerjasama Yayasan Gul-e-Rama dengan PT. Nabil Surya Persada. Pembangunan RS ini sendiri diperkirakan bakal menghabiskan anggaran senilai  Rp 4,3 Triliun hingga pengerjaannya usai.

Mukti Ali menjelaskan, RS yang dibangun di lahan seluas 5 hektar tersebut nantinya bakal menjadi rumah sakit multi layanan. Dengan demikian, masyarakat NTB tidak perlu lagi merujuk ke luar daerah jika mengalami penyakit serius.

"Rumah sakit itu multi layanan, sehingga masyarakat NTB tidak perlu lagi berobat keluar daerah," ucapnya.

Jum'at (22/1) kemarin, acara peletakan batu pertama diletakkan langsung oleh investor. Peletakan batu pertama ini didampingi Dewan Pembina Yayasan Gul-e-Rama.

Mukti Ali menjelaskan pembangunan RS Internasional ke depan akan mengalami pengembangan. Hal itu untuk memfasilitasi para wisatawan mancanegara di lokasi wisata Sembalun.

Ia menyebut, lahan seluas 4 hektar telah disiapkan. Lahan ini tidak saja sebagai rumah sakit, tapi juga sebagai hotel yang diberi nama Hospital Tourism.

Selain untuk wisatawan mancanegara, dibalik itu Mukti Ali mengaku pembangunan RS tersebut nantinya akan membantu Pemda dalam mengurangi angka pengangguran di Lotim.

"Dengan adanya RS ini nantinya akan mengurangi pengangguran di Lotim," ungkapnya. (hs)

Tuesday, January 19, 2021

Lotim akan Suntik Vaksin Awal Februari

HM Juaini Taofik

SELONG
--Agenda suntik vaksin virus corona terus berlanjut di NTB Sejumlah kepala daerah sudah divaksin sembari menyusul beberapa kepala daerah lainnya.

Di Lombok Timur, agenda suntuk vaksin direncanakan pada Februari mendatang.  Namun demikian, agenda ini masih tentatif.

"Itu rencana yang kami terima. Rencana vaksin akan dilakukan pada Februari nanti," ungkap Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, Rabu (20/1).

Dalam agenda nanti, jelasnya, sasaran awal yang disuntik vaksin sebanyak 5375 tenaga kesehatan (Nakes). Dari jumlah ini akan ditambah 10 Forkompinda Lotim.

Pelaksanaan itu, terangnya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pemrpov NTB. Lantaran agenda vaksinasi ini merupakan program nasional, tugas semua pihak menyukseskan program tersebut.

Saat ini, jelasnya, vaksin jenis Sinovac disebutnya belum sampai ke Lombok Timur. Namun demikian, pihaknya tinggal menunggu jadwal droping saja.

"Belum, tinggal droping dari Pemrov," ujarnya. (sy)

Thursday, January 14, 2021

Setelah Divaksin Sinovac, Ini Kata Mereka

VAKSIN: Gubernur NTB, H. Zulkifliemansyah saat divaksin oleh tim medis.

MATARAM
--Penyuntikan perdana vaksin sinovac dimulai serentak hari ini se-Indonesia. Di NTB, vaksinasi diikuti sejumlah kepala daerah dan lara pejabat teras.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan wakilnya, Hj Sitti Rohmi Djalillah divaksin di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB. Vaksinasi tersebut juga diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga dari perwakilan  organisasi profesi.

Menjadi orang pertama yang divaksin, Gubernur Zul berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalal vaksin. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak terprovokasi isu negatif atau hoax tentang vaksin yang selama ini banyak beredar.

“Keteladanan atau contoh perlu dilakukan para pemimpin untuk meyakinkan masyarakat yang dibombardir informasi tidak benar terkait covid-19," ucapnya, Kamis (14/1).

Setelah vaksinasi perdana ini, harapnya, masyarakat sedikit bisa lebih tenang. Vaksin ini dipastikan halal sudah dan memiliki lisensi izin BPOM. 

Apa yang dilontarkan Zulkifliemansyah ini disampaikan dalam jumpa persnya usai divaksin.

Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan testimoni setelah divaksin Wakil Gubernur NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani, dan Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal. 

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengungkapkan antusiasmenya ketika mendengar akan mendapatkan vaksin Covid-19. Ia mengungkapkan sudah lama menunggu kehadiran vaksin ini sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Alhamdulillah terus terang saya ingin secepatnya divaksin. Saya excited dan senang. Pada saat divaksin, tidak sakit dan tidak merasakan apa-apa sampai sekarang. Kalau ada gejala ringan ya tidak apa apa. Saya baik baik saja,” tegas Wagub. 

Senada, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani dan Irjen Pol. M. Iqbal juga mengaku antusias dan senang bisa menerima vaksin covid-19. Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani bahkan mengungkapkan ia merasa lebih percaya diri dan tidak lagi cemas terkait covid-19 meski masih tetap harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dikarenakan vaksinasi yang masih belum merata.

“Intinya kami bahagia dan bangga diberikan vaksin. Vaksinasi ini buat kita lebih percaya diri dan lebih yakin, sehingga imunitas kita tambah tinggi,” ujar Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, penerima vaksinasi covid-19 masih tetap harus menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat dikarenakan vaksinasi belum dilakukan secara merata. Ia  juga menjelaskan sebelum divaksin, penerima harus melakukan screening kesehatan terlebih dahulu dan terbebas dari beberapa kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin covid-19, diantaranya pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui. Selain itu, warga yang menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun juga tidak boleh divaksin.

Berikutnya yakni, penderita penyakit saluran pencernaan kronis, penderita penyakit hipertiroid. Begitu juga dengan penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita hiv dan penderita penyakit turberkulosis.

Dinas Kesehatan NTB sendiri telah mempersiapkan vaksinator sebanyak 400 orang. Mereka ini berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD , RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram. 

Terakhir dr. Eka menjelaskan, setelah pemberian vaksin perdana ini, pada tanggal 16 mendatang vaksinasi akan dilanjutkan kepada tenaga kesehatan di RSUD Prov NTB dan disusul oleh masyarakat sipil. 

Terpisah, vasinasi juga dilakukan terhadap Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. Ia divaksin di lantai II Kantor Bupati Lobar.

"Tadi pas saya divaksinasi tiba-tiba sudah selesai dan sama sekali tidak ada rasanya," ucapnya. (jl/and)

Wednesday, January 13, 2021

Sinovac Didistribusikan, Mataram dan Lombok Barat Perdana

dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi

MATARAM
--Sebanyak 7.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk Kota Mataram dan 4.080 dosis vaksin untuk Kabupaten Lombok Barat mulai didistribusikan hari ini, Rabu (13/1).

Keterangan ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi, saat melepas ekspedisi vaksin Sinovac di gedung penyimpanan vaksin Dinas Kesehatan NTB.

Pendistribusian vaksin ini, terlebih dahulu akan didistribusikan ke Dinas Kesehatan Lombok Barat. Baru kemudian akan disalurkan ke 20 puskesmas dan dua rumah sakit sekaligus disiapkan tempat penyimpanan vaksin tersebut.

Di Kota Mataram, total terdapat sekitar 7 ribu Nakes dan petugas yang ada di Faskes yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Mataram. Mereka ini ditetapkan untuk melakukan vaksinasi tahap awal. 

Mereka berasal dari 16 rumah sakit, 26 klinik dan 11 Puskesmas. Namun yang sudah di SK-kan untuk segera dilakukan vaksinasi sebanyak 22 faskes dan 11 Puskesmas.

Hal ini sesuai jadwal vaksinasi NTB selama Januari untuk kedua daerah tersebut disusul delapan kabupaten kota lainnya di NTB.

Diketahui, saat ini telah tersedia 28.670 dosis vaksin Covid-19 Sinovac di NTB. Vaksinasi bakal dilakukan kepada 14.000 tenaga medis dan Satgas Covid-19 dan diawali dengan penyuntikan vaksin perdana pada Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekda serta Forkopimda NTB di Graha Bhakti Praja pada besok, 14 Januari 2021 

Selain itu, terkait pendistribusian dan pengamanan vaksin hingga ke masyarakat, Dinas Kesehatan NTB telah berkoordinasi dengan Polda NTB. Selain tentang pendistribusian, koordinasi ini juga terkait upaya pengendalian Covid 19 dengan menghidupkan lagi Kampung Sehat Plus yang telah memiliki operasional baik di lapangan. 

Adapun mengenai persiapan vaksinasi perdana, dr. Eka menjelaskan bahwa screening pra vaksinasi terhadap pucuk pimpinan daerah berjalan lancar dan siap dilakukan penyuntikan vaksin. 

"Pejabat kita sudah di-screening hari ini untuk penyuntikan vaksin besok dan siap", tutup Kadikes. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567