Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Beri. Show all posts
Showing posts with label Beri. Show all posts

Wednesday, July 21, 2021

Asyik Pesta Sabu, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

DIRINGKUS: Pemuda berinisial AP diringkus karena kedapatan mengonsumsi narkoba.

KOTA BIMA
-- Pemuda pengangguran berinisial AP (25) akhirnya berurusan dengan pihak berwajib. Ia diringkus setelah kedapatan mengonsumsi sabu di rumahnya.

Pemuda asal Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima ini saat ditangkap baru saja mengisap sabu. Ia ditangkap Rabu (22/7).

Kasi Humas Polres Kota Bima Iptu Jufrin Rama mengatakan, saat AP digerebek tidak berkutik. Ini karena yang bersangkutan berada di bawah pengaruh barang haram tersebut.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 18 plastik klip kosong, bong, korek api gas. Ada juga tabung kaca, potongan pipet plastik,  sumbu, tas selempang warna abu-abu dan uang sebanyak Rp 117 ribu.

Proses terhadap AP akan ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku. (jl)

Sunday, April 18, 2021

Spesial, Sandiaga Uno Ajak Kembali ke Senggigi

AYO KEMBALI: Menteri Pariwisata dan Ekraf RI, Sandiaga Uno mengajak masyarakat kembali ke Senggigi untuk berwisata.

MATARAM
– Ada yang spesial dalam HUT Lombok Barat ke 63 tahun ini. Di momentum ulang tahun itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak kembali ke Senggigi.

Destinasi wisata yang satu ini terbilang legendaris. Destinasi ini pernah menjadi andalan pariwisata di Lombok sebelum destinasi-destinasi lainnya bermunculan dan terkenal.

Hanya saja, belakangan kondisi pariwisata Senggigi melesu. Kondisi ini akibat pandemi virus Corona yang mengepung hampir semua penjuru dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno dalam video saat momentum HUT Lombok Barat, Sabtu (17/4) mengajak masyarakat kembali ke Senggigi. Ajakan ini diniatkan agar destinasi nasi pariwisata yang lesu itu kembali bergairah.

Tak hanya mengajak, Sandiaga juga memotivasi para pelaku usaha wisata. Mereka diminta tetap semangat mempromosikan destinasi yang sudah sangat masyhur ini.

Lewat video yang sama, Sandiaga menyampaikan harapan agar pariwisata di Indonesia segera pulih. Di lain sisi, ekonomi kreatif juga bisa bangkit.

Yang spesial dari video itu, Sandiaga berjanji kepada Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid berkunjung ke Lombok Barat dalam waktu dekat.

Sementara itu, Fauzan memastikan akan terus membenahi destinasi wisata. Pembenahan ini akan diprioritaskan di wilayah Sekotong. Diprioritaskan kawasan ini lantaran sejumlah destinasi yang dimiliki di kawasan ini sangat indah.

Kepada Sandiaga, Bupati Fauzan berharap dapat diberikan dukungan anggaran dalam mengembangkan kawasan pariwisata di Sekotong. Pengembangan pariwisata rencananya akan ditekankan di pulau pulau kecil (gili) di kawasan itu yang keindahannya sangat luar biasa. (jl)

Friday, March 26, 2021

Bike to Waste, Gerakan Nyata Melawan Kepungan Sampah

BERSIH: Kali Jangkuk Ampenan Kota Mataram harus tetap dijaga kebersihannya sebagai etalase ibukota Provinsi NTB.

MATARAM
-- Kepungan sampah di lingkungan sekitar nyata terjadi. Kepungan ini telah mengakibatkan banyak dampak negatif.

Dampak itu seperti saluran irigasi mampet, kotor dan mereduksi keasrian. Celakanya, kepungan sampah ini juga bisa berujung petaka seperti banjir.

Ada satu gerakan positif yang patut diapresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Gerakan itu bernama Bike to Waste.

Dalam gerakan ini dilaksanakan setiap akhir pekan jam hari kerja, DLHK NTB bersama sejumlah komunitas melakukan gowes (bersepeda) seraya aksi bersih-bersih.

Jum'at kemarin (26/3), misalnya. DLHK NTB bersama komunitas lingkungan IBRA, Yayasan We Save dan PT Telkom menyusur Kali Jangkuk Ampenan di Kota Mataram.

"Kolaborasi dengan makin banyak pihak adalah solusi sampah. Setiap minggu kita mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan ini dan merapatkan misi NTB asri dan lestari bersama stakeholder", ujar Mulyadi Gunawan, penanggungjawab kegiatan kegiatan di bantaran Kali Jangkuk.

Kegiatan rutin ini sebagai upaya mengingatkan semua orang bahwa nol sampah di lingkungan sekitar merupakan gaya hidup. Aksi ini disebutnya tak hanya sebagai program Pemprov NTB Zero Waste, tapi harus jadi perilaku masyarakat NTB.

Disasarnya Kali Jangkuk, jelasnya, karena sungai ini merupakan etalase Kota Mataram. Begitu juga dengan sejumlah kali besar yang ada di Kota Mataram seperti Kali Unus.

Di sejumlah sungai itu, jelasnya, hendaknya terbebas dari timbulan sampah. Karena itu, masyarakat hendaknya tidak membuang sampah ke sungai agar tidak menyebabkan dampak negatif.

Ketua Komunitas Lingkungan Ini Baru Banjar (IBRA), Baiq Indraningsih, mendukung upaya Dinas LHK NTB turun langsung dengan masyarakat melalui kegiatan Bike to Waste. Komunitas IBRA juga menggelar kegiatan rutin dalam isu lingkungan bahkan hingga keluar Kampung Banjar, Ampenan karena kreativitas dan solusi penanganan sampah lingkungannya. 

"Sebagai komunitas yang peduli lingkungan, kami juga berjaringan dan bermitra dengan siapa saja yang sama-sama support terhadap kelestarian lingkungan," jelas Baiq Inde. 

Selama ini, komunitas beranggotakan aktif 30 orang itu mendanai gerakan peduli lingkungan dengan mengandalkan iuran anggota dan sumbangan dari masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan Pemprov dan kabupaten Kota serta BUMN diharapkan berkelanjutan.

Dari kolaborasi itu diharap kebutuhan sarana penunjang kegiatan bisa difasilitasi. Sebut saja seperti jaring sampah, bak pengangkut sampai gareng yang wajib tersedia di setiap aksi peduli lingkungan. 

"Karena kami bersama masyarakat punya visi jelas bagaimana mewujudkan kepedulian pada lingkungan meski dengan sarana yang masih terbatas", tambahnya. 

Sementara itu,  GM Telkom Witel NTB, Syaiful Rohman yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut juga ingin ambil bagian dalam mendukung kepedulian lingkungan. Kepedulian itu ditunjukan lewat dana Coorporate Social Responsibility (CSR). 

Dikatakannya, PT Telkom membuka diri untuk bekerjasama dengan siapa saja. Ini karena komitmen perusahaan yang besar terhadap isu lingkungan. 

"Ini baru permulaan. Kedepan dengan support dari program CSR, kegiatan bersih sampah ini makin rutin dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman," ujarnya. (jl)

Thursday, October 1, 2020

Polresta Mataram Sosialisasi Pengamanan Covid-19 di Lingkungan Perkantoran

SOSIALISASI: Kapolrestas Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto saat memberikan sosialisasi penanganan Covid-19 di PLN UP3 Mataram.

MATARAM
--Polresta Mataram memberikan sosialisasi tentang pengamanan pada masa pandemi Covid-19 di lingkungan perkantoran. Sosialisasi dilaksanakan untuk seluruh pegawai PLN UP3 Mataram. 

Salah satu sasaran lokasi sosialisasi yakn Kantor PLN UP3 Mataram, Jalan Yos Sudarso Nomor 2 Pejeruk Kecamatan Ampenan. Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menjadi narasumber untuk sosialisasi pengamanan pandemi  Covid-19 di Ingkungan perkantoran, Jumat (2/10) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menyampaikan, di masa pandemi saat ini kondisinya sangat berbeda. Karena terasa menurun drastis dari sebelum masa pandemi Covid-19. 

Pengamanan pada masa pandemi ini, lanjutnya, mengarah kepada kebersihan benda dan kesehatan seseorang. Pola pengamanan benda dapat dilakukan dengan membersihkan benda-benda di sekitar menggunakan disinfektan. 

Kemudian pengamanan orang dilakukan dengan cara, pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan dan kemudian jaga jarak sehingga penyebaran virus dapat dicegah. 

"Kira-kira begitulah tata cara pengamanan perkantoran pada masa pandemi covid-19 ini," ungkapnya. 

Pengamanan pandemi cobid-19 di lingkungan perkantoran penting dilaksanakan. Karena bisa mencegah penyebaran Covid-19. Kepolisian dan pemerintah terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Upaya kita ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," bebernya. 

Dalam kegiatan itu, perkantoran juga diminta untuk selalu mengecek suhu tubuh atau skrining di setiap titik masuk tempat kerja. Menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Jika memungkinkan, menyiapkan transportasi khusus pekerja untuk pulang pergi kerja. Sehingga tidak menggunakan transportasi publik.

Manajer PLN UP3 Mataram, Donny M Gustiarsyah bersyukur atas sosialisasi pengamanan yang diberikan Kapolresta Mataram. Pihaknya meminta diberikan arahan sebagai prosedur maupun tata cara pengamanan di masa pandemi covid-19. 

"Terima kasih atas kehadiran Kapolresta Mataram," katanya. (jl)

Monday, August 31, 2020

Dukung Zero Waste, TP PKK NTB Beri Pelatihan Pembuatan Lubang Biopori

PELATIHAN: TP PKKNTB saat menggelar pelatihan pembuatan lubang biopori.

MATARAM--Tim Penggerak PKK NTB terus mendukung program-program NTB Gemilang. Salah satunya NTB Asri dan Lestari.

Salah satu program yang sedang digalakkan yaitu penanganan sampah rumah tangga. Penanganan sampah rumah tangga ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, TP PKK Provinsi NTB mengambil peran secara langsung dalam pengelolaan sampah ini berupa pelatihan pembuatan lubang biopori.

"PKK selalu mendukung program-program Pemerintah dan pembuatan lubang biopori adalah salah satu dari upaya pemerintah provinsi yaitu NTB Asri dan Lestari. Dimana kita menindaklanjuti kegiatan di rumah yang sudah kita mulai dari tahun lalu," ujar Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat membuka kegiatan praktek pembuatan lubang resapan biopori di RTH Pendopo Gubernur NTB, Senin (31/8).

Melalui kader-kadernya, PKK akan memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait pembuatan lubang biopori ini. "Pembuatan resapan biopori adalah salah satu dari tindak lanjut dari pemilahan sampah tersebut, ini tim penggerak PKK Pokja 3 Insya Allah ini prajurit yang akan meneruskan ilmunya nanti ke Tim Penggerak PKK di seluruh Nusa Tenggara Barat," tambah Bunda Niken.


Pelatihan pembuatan lubang biopori ini akan mulai dilakukan pada 1 September besok. "Mudah-mudahan ilmunya yang bermanfaat ini bisa di sampaikan dengan baik, bisa dilaksanakan dan Insya Allah seluruh NTB kalau kita laksanakan pembuatan biopori ini bisa menjadi tempat yang lebih subur, lebih baik, lebih tahan banjir dan Insya Allah memberikan keberkahan untuk kita semua," harap Bunda Niken.

Pembuatan lubang biopori ini diharapan dapat dilakukan di seluruh derah di NTB, termasuk tempat kantor-kantor pemerintah dan tempat-tempat yang memiliki tanah yang memungkinkan untuk dilakukan pembuatan biopori.

"Terima kasih banyak saya ucapkan kepada tim LHK yang sudah mendukung kegiatan ini dari awal dan tentu saja pokja 3 PKK yang sudah mendukung dari awal dan tentu saja motivator kita semua Eyang Wido," tutup bunda Niken.

Dalam kesempatan itu Dian Sosianti Handayani ST dari bagian Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB menjelaskan bahwa biopori adalah salah satu strategi kampanye untuk kegiatan zero waste.

“Biopori ini hal yang sangat simpel dan tidak menyulitkan masyarakat. Tentunya pembuatan lubang biopori ini sesuai dengan konsep zero waste,”ujarnya.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka jumlah lahan terbuka hijau juga semakin menyusut karena beralih fungsi menjadi pemukiman. Alih fungsi lahan ini menyebabkan banyak permukaan tanah yang tertutup bangunan atau lapisan yang kedap air. Inilah fungsi dari dibuatnya lubang biopori.

Pembuatan lubang biopori begitu simpel, katanya. Pertama-tama menentukan lokasi, sebaiknya di tempat yang lebih rendah dan sering dilewati air. Kemudian siram tanah agar lebih lunak dan mudah untuk dilubangi. Selanjutnya lubangi tanah dengan bor tanah, usahakan tegak lurus. Buat lubang dengan kedalaman satu meter dengan diameter 10 cm. Setelah itu lapisi lubang menggunakan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang atau bisa juga menggunakan botol minum bekas.

“Biopori ini tentunya sesuai dengan konsep zero waste. Pembuatan lubang biopori ini bisa menggunakan botol bekas air minum” ungkap Dian.

Kemudian isi lubang dengan sampah organik seperti rumput, daun, kulit buah-buahan dan sampah yang berasal dari tanaman lainnya atau sampah organik yang berasal dari hewan. Setelah itu tutup lubang menggunakan kawat besi atau bisa juga menggunakan tutup pipa PVC yang sudah dilubangi terlebih dahulu “Fungsinya untuk menjaga tanah agar tidak longsor.” katanya.

Pembuatan lubang biopori ini diharapkan bisa mengurangi genangan air sehingga tidak terjadi banjir. Sampah yang dimasukkan dalam lubang biopori tersebut dapat menjadi pupuk organik.(jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567