Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tuesday, June 15, 2021

Data Statistik Tunjukkan Ekonomi Lotim Membaik

HM. Juaini Taofik

SELONG
-- Berdasarkan data statistik, angka pandemi covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi di NTB. Khusus di Lombok Timur, penurunan ekonomi hingga minus 3,1 persen.

Hal itu disampaikan Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, kala pelantikan dan pengukuhan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) setempat, Selasa (15/6).

Penurunan ekonomi dari angka statistik ini masih lebih bagus dibanding daerah lain. Ini karena di sejumlah daerah di NTB justru mengalami penurunan dari minus 7 sampai 9 persen.

“Kita cukup berbangga, tapi tetap waspada karena sebulan terakhir ini Lombok Timur berada dalam zona kuning,” ungkapnya.

Menurutnya situasi Lotim saat ini dinilai sudah mulai membaik. Hal itu dilihat dari angka pergerakan ekonomi yang sudah mencapai 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Lantaran itu, kepada pengurus IWAPI Lombok Timur, ia berharap agar dapat berkolaborasi membangun perekonomian masyarakat. Yang  utama terkait peranan perempuan sebagai pelaku usaha.

Tak lupa Sekda menyampaikan selamat kepada IWAPI Lotim periode 2021-2026 yang diketuai Hj. Sri Mahyu Wardani. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan IWAPI turut serta mendukung pembangunan perekonomian di daerah ini. (hs)

Monday, June 14, 2021

Bingung Jual Hasil Panen, Petani Bawang Putih Sembalun Menjerit

MELIMPAH: Hasil produksi bawang putih Sembalun melimpah, tapi terkendala pembeli.

SELONG
-- Sembalun tak hanya disorot lantaran keindahan alamnya. Kawasan yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini terkenal pula karena bawang putihnya.

Sejak dulu Sembalun dijadikan sebagai sentra penanaman bawang putih. Bahkan beberapa tahun belakangan ini kawasan tersebut menanam komoditi yang satu ini dalam skala besar.

Buntut penanam skala besar itu rupanya membuat petani kebingungan menjual hasil produksi pasca panen.

Salah seorang petani bawang putih, Hazrul Azmi mengungkapkan, rata-rata hasil panen petani sedang melimpah. Namun saat ini mereka dihadapkan dengan kendala penjualan.

Pria yang berasal dari Dusun Bawak Nao Daya, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur mengungkapkan, melimpahnya hasil panen ini rupanya menjadi ladang para tengkulak. Mereka membeli bawang putih petani per kilo dengan harga miring.

Keluhan Hazrul Azmi ini juga dilontarkan Ketua Kelompok Tani Lendang Tinggi Sembalun, Abdul Rais. Awalnya, pihaknya sangat mengapresiasi kawasan tersebut dijadikan sebagai sentra benih nasional.

"Awalnya kami bangga, tapi belakangan kendala kami adalah pembeli," ucapnya.

Rais mengaku cukup terbantu di awal mula proses tanam. Ini karena para petani dibantu bibit dan obat-obatan.

Saat itu, ia dan para petani lain sempat berpikir akan lebih untung. Nyatanya harapan itu terbalik.

Bantuan ini sendiri berasal dari APBN dan penyalurannya biasa diberikan akhir tahun. Namun sekarang program tersebut ditarik ke bulan Juli lalu disuplai bulan Agustus. Hal ini disebutnya omong kosong.

Dari rentang waktu antara Juli dan Agustus disebutnya sangat riskan menanam komoditi ini. Mengingat di Sembalun dalam rentang waktu tersebut debit air sangat minim.

"Jadi ini kan namanya omong kosong. Percuma dong kita tanam," ucapnya.

Hal itu disebutnya kontra dengan keinginan petani setempat. Petani menginginkan penanaman pada saat kondisi persediaan air memadai. Dimana interval waktunya berada antara bulan Februari atau Maret.

Ia kemudian membeberkan bantuan bibit yang biasa diterima para petani. Mereka biasa diberikan beberapa varietas seperti Lembu Kuning, Lembu Kayu, Lembu Hijau, dan Bagong.

Sayangnya dari semua jenis varietas yang diberikan itu bercampur menjadi satu. Sementara saat ini di Sembalun sendiri ada tiga varietas yakni Lembu Kuning, Lembu Kayu, dan Lembu Hijau. 

"Dengan begitu seharusnya ada tiga gudang," ucapnya.

Lantaran kondisi bibit yang campur baur, petani khususnya di Desa Sajang disebutnya menolak bantuan bibit tersebut. Mereka memandang percuma menerima lantaran tak ada petani yang akan menanam bibit tersebut.

Dia menerangkan, bantuan bibit tersebut diakuinya tak ada akad apapun, terlebih pengembalian. Karena tujuannya untuk mempertahankan swasembada bibit nasional di kawasan ini. 

Dia mengaku, Sembalun sebagai sentra bibit bawang putih dalam skala besar ini sudah berjalan dua sampai tiga kali. Namun demikian ketika sudah menanam, diberikan bantuan tapi setelah panen tidak ada yang beli. 

Karena itu, ia berharap pemerintah menyediakan pembeli hasil panen tanaman bernama latin Allium Sativum tersebut. 

"Kalau budidaya Alhamdulillah sudah bagus. Ada buktinya kalau mau lihat, tapi itu ketika panen tidak ada yang beli," keluhnya.

Sebenarnya kata dia, dengan harga pasar sekarang saja, yakni Rp 700 per kwintal, petani sudah untung. Padahal di lain sisi, petani juga harus berhitung beban biaya pengeringan dan pengangkutan.

Karena tak ada pembeli, jalan satu-satunya dijual ke tengkulak dengan harga murah. Hanya saja, ia tak membeberkan secara rinci berapa harga yang diberikan.

Dirinya membandingkan, sebelum ada program tersebut masuk harga bawang putih mencapai Rp 1,5 juta per kwintal. Namun setelah bantuan masuk, harga jadi anjlok.

"Itulah masalah kita petani di sini, dan itu berlaku untuk semua jenis hasil panen," ujarnya.

Di Sajang sendiri, jelasnya, luas pertanian mencapai 400 hektar. Di kelompok taninya saja luas lahan mencapai 15 hektar.

Sedangkan luas perkebunan di lokasi itu ialah 300 hektar. Sehingga luas lahan keseluruhan mencapai 700 hektar.

Untuk bawang putih, ia mengklaim hasil produksi sudah sesuai dengan kriteria kementerian khususnya di Sajang. Produksi para petani Yang memiliki persentasi paling baik di kawasan kaki Gunung Rinjani tersebut.

Persentasi hasil di desa itu mencapai 5 berbanding 2. Artinya, 5 ton basah dan 2 ton setelah dikeringkan.

Selain itu, di wilayah itu jika dijadikan benih tumbuhnya lebih seragam dibandingkan dengan kawasan lainnya di Sembalun.

Ia menjelaskan, untuk biaya sendiri berdasarkan tahun 2010 yang lalu mencapai Rp 60 juta per satu hektare. Saat ini sudah mencapai Rp 90 juta per hektare. Itu include semuanya, dari awal sampai panen.

Dalam satu hektare, ucapnya, jika kualitas super, hasil panen bisa 35 sampai dengan 40 ton. Namun saat terpuruk tak bisa panen. Terlebih saat ini, bawang merah dan putih diserang hama.

Terpisah Sekretaris Desa Sajang, Hidmatul Arif, mengakui jika petani setempat menolak bantuan bibit tersebut. Pasalnya selain tak sesuai waktu tanam, juga benih yang diberikan bercampur atau tak satu varietas.

Tak hanya bawang putih, tapi juga hal serupa terjadi pada bawang merah. Komoditi yang saat ini juga harganya anjlok.

"Kita butuhnya pembeli, pemerintah mungkin bisa gandeng perusahaan untuk beli hasil panen kita, khususnya bawang putih," ujarnya. (kin)

Thursday, June 3, 2021

Jamur Janggel, Jenis Bisnis Baru yang Mulai Dilirik

PERIKSA: Suswadi saat memeriksa perkembangan jamur janggel yang dibudidayanya.

SELONG
-- Sudah pernah mendengar nama jamur janggel? Nama jamur yang satu ini barangkali cukup asing bagi kebanyakan orang.

Jenis jamur yang satu bahan dasar pembuatannya berasal dari bongkol jagung. Dalam bahasa Jawa, bongkol jagung biasa disebut "janggel", itulah kenapa jamur yang satu ini dinamakan demikian.

Di Lombok Timur, jenis jamur yang satu ini bisa dibilang sebagai tanaman budidaya baru. Ada sekitar tiga petani budidaya yang mulai mengembangkan bisnis yang satu ini.

"Ada di Pringgasela, Rempung dan terakhir di sini, di Masbagik ini," ucap pemilik Hany Jamur Masbagik, Suswadi, kepada JEJAK LOMBOK, Jumat (4/6).

Sedianya, Suswadi mengaku merupakan petani ketiga yang melirik komoditi yang satu ini. Ia mengaku tertarik mengembangkan budidaya jamur ini lantaran masih jarang yang menekuninya.

Motivasi lain yang membuatnya tergiur menekuni bisnis ini lantaran peminat atau konsumen jamur dianggap sangat tinggi. Terlebih kehadiran jamur alami hanya bisa dipasok dalam jumlah terbatas. Itupun hanya ketika musim hujan tiba.

Saat ini, ucapnya, varian jamur seperti jenis jamur tiram sudah banyak ditemui dan dibudidayakan. Hanya saja, seiring waktu lantaran sejumlah kekurangan dan tingkat kerumitan, proses budidayanya membuat calon petani terkesan enggan menekuninya.

Dari sisi tekstur rasa dan aroma, jamur tiram juga dinilai kurang sedap. Dari sisi rasa, jamur tiram disebutnya masih meninggalkan sisa rasa kayu. Di lain sisi, aromanya tercium agak apek.

Berbeda dengan jamur janggel. Jamur yang satu justru sebaliknya. Tekstur rasa dan aromanya relatif mendekati jamur yang tumbuh alami.

Suswadi mengaku mulai tertarik membudidaya jamur ini tidak lebih dari dua bulan lalu. Di usia yang sangat singkat itu, peminat masyarakat yang mengonsumsi jamur ini sangat tinggi. 


Buktinya, dari lima wadah pembibitan jamur yang dimilikinya dianggap masih kurang. Ini karena tingkat permintaan hasil panen jamur yang diproduksinya selalu ludes terjual.

Stok jamur janggel yang dipanennya setiap hari sudah dipesan oleh warga sekitarnya. Dirinya mengaku sedikit kelimpungan ketika ada pesanan dari luar lingkungannya.

"Karena kita juga menjual jamur ini lewat media sosial. Sering kita dapatkan order dari luar saat stok kita sangat terbatas," ucapnya.

Tak heran jika pria kelahiran 30 November 1988 ini bertekad terus memperbanyak wadah pembibitan jamur yang dimilikinya. Proses pembibitan ia lakukan di lahan miliknya seluas kurang lebih 1 are.

Suswadi membeberkan, proses budidaya jamur ini sangat sederhana. Diperlukan wadah berukuran 1 x 2,5 meter saja. Di dalam wadah ini nantinya akan ditaburi tongkol jagung sebanyak 3 karung berukuran 1 kwintal.

Dalam proses penaburan atau pembibitan jamur ini terdiri dari dua lapisan. Lapisan pertama dan kedua masing-masing berketebalan 10 cm.

Pada setiap lapisan pertama kemudian ditaburi dengan dedak halus yang dicampuri tape dan pupuk urea. 

"Dibutuhkan 3 kilogram dedak halus, 10 biji tape dan 6 ons pupuk urea sebagai campuran. Lalu di setiap lapisan disiram dengan takaran air dalam kadar tertentu hingga setiap lapisan cukup basah," terangnya.

Sejak proses penaburan bibit, ucapnya, dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk memasuki usia panen. Di usia satu Minggu setelah proses pembibitan, misillium (bakalan jamur) sudah mulai tumbuh dan terlihat di bongkol jagung tersebut.

Suswadi mengaku menekuni bisnis ini karena cukup menggiurkan. Belum lagi karena modal yang dikeluarkan untuk proses budidaya disebutnya sangat murah.

Untuk proses pembuatan wadah disebutnya tidak sampai mengeluarkan uang Rp 50 ribu. Wadah itu terdiri dari kayu, paku, karung dan mulsa.

Sebagai sentrum budidaya jamur, Suswadi mengembangkan bisnisnya di Lingkungan Kebun Lauk Timuk, Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik. Ia tercatat sebagai orang pertama yang mengembangkan bisnis ini di desanya.

"Kalau jamur tiram, sudah banyak di sini," ucapnya.

Suswadi kemudian membeberkan sisi pemasaran jamur yang dilakoninya. Ia menggunakan wadah streopoem untuk memasarkan jamur yang telah dipanen. Per wadah streopoem ini dihargakan Rp 10 ribu.

Sejatinya, Suswadi bukan orang sembarangan. Ia merupakan salah satu mantan pentolan aktivis mahasiswa. Namun dari proses perjalanan hidup yang dilaluinya, ia mengaku lebih tertarik bertani dan bergelut di sektor bisnis.

Dari latar belakang riwayat hidupnya yang pernah diliputi kesusahan, ia mengaku selalu dijadikan cermin. Karena itu, ia tak pernah pelit membagi ilmunya, termasuk proses budidaya jamur janggel.

"Saya berharap dengan membagi ilmu, bisa beramal jariyah dan membantu mereka yang kesulitan secara ekonomi agar tertarik ikut serta membudidaya," tandasnya. (jl)

Lewat E-commerce, Selo Group Bantu UMKM Naik Grade

HANDMADE: Inilah contoh kerajinan tangan yang dipasarkan Selo Group.

PRAYA
-- Selo Group kembali menunjukkan komitmen dalam pembinaan sosial kemasyarakatan. Kali ini perusahaan yang bergerak di bidang properti ini konsen membantu pelaku UMKM Handmade untuk naik kelas melalui platform ecommerce. 

Selo Group bahkan telah melaunching situs ecommerce barunya yaitu www.selofootprints.org.

“Semua orang di seluruh dunia telah merasakan dampak dari pandemi Covif-19 di beberapa hal. Dampak yang sangat besar dirasakan oleh usaha kecil di daerah-daerah seperti di Bali, Lombok dan sekitarnya yang sangat bergantung pada sektor pariwisata," ujar Andrew Corkery, CEO dari Selo Group di hadapan sejumlah awak media dengan skema virtual. 

Menurutnya, berbelanja dari industri lokal akan turut mendukung keberlanjutan, ekonomi bagi semua orang. Di Selo, kepedulian terhadap komunitas dan pembangunan regeneratif menginspirasi perusahaan untuk mengangkat usaha lokal di Indonesia yang menawarkan produk-produk menarik.

Situs ecommerce Selo Footprints milik Selo menampilkan berbagai pilihan produk yang dapat dikirim ke belahan dunia manapun. Mulai dari produk komunitas dan hasil kerja sama dengan bisnis ramah lingkungan hingga makanan seperti selai. 

Produk-produk tersebut adalah buatan tangan perajin lokal Indonesia, seperti Vividerm yang menghasilkan produk tabir surya alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan Yanami Juan Home and Gallery yang membuat lukisan pada tas jinjing, syal dan barang barang lainnya. 

Pembeli juga dapat menemukan pakaian, produk wellness dan aksesoris olahraga yang merupakan buatan tangan para perajin lokal. Termasuk deep tissue bamboo surf roller yang dirancang sebagai alat pijat mandiri setelah berolah raga.

Para perajin tersebut merupakan bagian penting dari usaha komunitas lokal Indonesia. Contohnya Du Anyam yang mempromosikan budaya kerajinan anyaman dari para perempuan berbakat ke masyarakat di seluruh Indonesia dan belahan dunia lain. 

Du Anyam berupaya untuk memberdayakan perempuan dengan membantu mereka agar dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian keluarga mereka. Dengan begitu, memberikan perubahan positif untuk keluar dari kemiskinan. 

Di Desa Sembalun, Lombok Timur, Sembahulun Handmade memberdayakan perempuan dan membuat produk kerajinan tangan dari kain yang ditenun tangan menggunakan pewarna alami. 

Berlokasi di Bali, Awani memproduksi selai buah tropis yang berhasil memenangkan penghargaan internasional, mengambil buah-buahan tropis terbaik dari petani terpercaya di seluruh Indonesia dengan proses pengawetan tanpa mesin. Awani mendukung pengrajin Bali dengan mengemas makanannya dalam kain batik dan wadah anyaman buatan tangan. 

Sebagai bagian dari upaya regeneratif berkelanjutan, Selo bermitra dengan beberapa merek yang memiliki produk berkelanjutan di Indonesia seperti Coconesia, Pinalo, Vividerm, IndoSole dan Awani. Situs Selo Footprints menampilkan produk-produk mereka dengan harga terjangkau di mana pembeli juga dapat menyisihkan keuntungan ke salah satu yayasan nirlaba yang merupakan mitra Selo. 

"Melalui platform ecommerce kami berusaha membantu pelaku UMKM memasarkan produknya. Sasaran utamanya adalah pasar lokal Indonesia," tegasnya.

Melalui Program Selo Footprints, Selo Group telah bekerja keras selama lebih dari 12 tahun untuk mendukung komunitas lokal di Indonesia. Selo menyediakan keberlangsungan lapangan pekerjaan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Selong Belanak, Lombok, serta memberi bantuan bencana alam. 

Selo berkoordinasi dan berpartisipasi dalam aksi bersih pantai, mendukung sekolah lokal dengan mendirikan klub olahraga dan menyediakan infrastruktur penting seperti tangki air dan internet. 

Selo juga merupakan anggota Selong Belanak Community Association yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sampah dan pengembangan komunitas. (aji)

Friday, May 7, 2021

Daging Beku Asal India Ganggu Harga Daging Lokal

Hultatang

SELONG
-- Ketersediaan daging segar lokal di Lombok Timur masih terbilang aman. Hanya saja, harganya terganggu kehadiran daging beku asal India.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Lombok Timur, Drh. Hultatang mengungkapkan, hal berdasarkan hasil survei yang dilakukan bersama timnya beberapa waktu lalu. 

Setiap hari di Lotim Rumah Potong Hewan (RPH) per hari dapat memotong 10 ekor sapi. Terendah RPH dapat memotong 6 ekor sapi. 

"Dari jumlah tersebut, persediaan stok daging hingga lebaran tetap aman," ucapnya, Jum'at (7/5).

Namun, dibalik keamanan stok daging lokal, Hultatang menilai adanya kendala serius yang harus dicari solusinya. Daging beku asal India disebutnya menjadi ancaman serius para RPH. 

Pasalnya, selisih harga daging beku dengan daging segar cukup jauh. Akibatnya, penjualan daging segar di Lotim menurun drastis. 

Ia menyebut selisih harga daging beku dengan daging segar cukup jauh. Harga daging beku berkisar Rp 80 ribu per kilogram, sementara harga daging segar Rp. 120 ribu per kilogram.

Sebelum masuknya daging beku di Lotim, penjualan daging segar di pasaran hingga mencapai 50 kg per hari oleh pedagang. Namun begitu, dengan adanya daging beku asal India tersebut, penjualan daging segar hanya mampu mencapai 30 kilogram saja.

Selain berdampak menurun, kualitas kesehatan daging beku masih diragukan. Hal itu berdasarkan hasil sidak yang dilakukan di sejumlah pasar. 

Ia menyebut, cara penjualan yang tidak efektif mengakibatkan menurunnya kualitas daging. 

Terhadap kondisi ini, Hultatang bakal terus melakukan sosialisasi guna mengimbangi jumlah permintaan daging beku. Untuk mengimbangi harga, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Perdagangan menggelar pasar murah di sejumlah lokasi.

"Cara penjualan di pasar yang becek rentan menurunkan kualitas kesehatan daging," ucapnya. (hs)

Thursday, May 6, 2021

Jelang Lebaran, Stabilitas Harga Pasar Masih Belum Menentu

Hj. Masnan

SELONG
-- Stabilitas harga beberapa komoditi bahan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan. Kondisi ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Lonjakan harga ini dinilai sebagai fenomena rutin tahunan. Ini terjadi akibat tingginya jumlah permintaan di pasaran. 

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hj Masnan mengungkapkan, beberapa komoditas bahan pokok di pasaran untuk sementara harganya masih stabil. Namun begitu, pihak dinas belum menjamin terjadinya stabilitas harga hingga tiga hari sebelum lebaran. 

"Untuk sementara, kondisi harga komoditi bahan pokok masih stabil, namun diprediksi akan mengalami kenaikan tiga hari jelang lebaran," ucapnya, Kamis (6/5).

Ia menyebut beberapa titik di Lotim akan mengalami musim panen. Hal itu menbuat pihaknya optimis kenaikan harga pada tahun ini tidak mengalami lonjakan yang cukup tinggi seperti tahun sebelumnya.

Tidak hanya musim panen, untuk menopang stabilitas harga, pihak dinas tetap melakukan operasi pasar murah. Tujuannya guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok seperti daging, dagkng ayam, telur, minyak goreng, beras dan kacang-kacangan.

Pada komoditas daging, jelasnya, masih mengalami stabilitas harga yaitu Rp 120 ribu. Namun pada pasar murah harga daging dijual sehatga Rp. 100 ribu.

Dibalik itu, ia tidak menapikkan satu komoditas yang belum mengalami stabilitas harga hingga satu minggu menjelang lebaran. Komoditas itu adalah cabai.

Saat ini, harga cabai pada Rp. 65 ribu dinilai tergolong tinggi. Karena itu, ia berharap dengan adanya musim panen di sejumlah wilayah dapat membantu menurunkan harga komoditas cabai tahun ini.

"Kami sudah menyurvei beberapa wilayah penghasil cabai, alhasil sejumlah wilayah itu siap panen, dengan demikian kita berharap harga cabai menurun jelang hari raya," tutupnya. (hs)

Monday, May 3, 2021

Lombok Food Festival Hasilkan 421 Juta Transaksi

PEMENANG: Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat memberi hadiah pemenang lomba food festival.

MATARAM
-- Setelah dilaksanakan selama 14 hari di Lombok Epicentrum Mall, kegiatan Lombok Food Festival akhirnya ditutup, Senin kemarin (3/5). 

Selama dua pekan kegiatan itu terselenggara, ada hal luar biasa yang terjadi. Setidaknya terdapat total transaksi senilai Rp 421 juta.

"Itulah kenapa dari kegiatan ini kita harap menginspirasi perempuan NTB terus berkreasi dan berkarya," ucap Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Selasa (4/5). 

Tak hanya menginspirasi, kegiatan ini dilakukan harap pula menciptakan jejaring yang semakin luas. Dengan begitu, produk-produk olahan makanan hasil NTB dapat semakin dikenal dan diminati pasar. 

Kedepan, ia berharap kegiatan ini dapat semakin terkonsep dengan baik dan semakin sukses.

Sementara itu, Indah Purwanti selaku ketua panitia sekaligus Founder Lombok Womenpreneur Club mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival ini. Ia berjanji Lombok Food Festival ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep acara yang semakin menarik. 

"Insyaallah Lombok Food Festival akan dilaksanakan setiap tahun di Lombok Epicentrum Mall," ungkap Indah.

Penutupan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba fashion show anak, lomba mewarnai, lomba hafidz. Ada juga lomba cipta produk kreatif makanan, lomba rias kanvas, best millenial food, best tradisional food, dan lainnnya. (jl)

Monday, April 26, 2021

Sejumlah Bahan Pokok Turun Harga

Masyhur

SELONG
-- Memasuki Minggu kedua Ramadan, sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga.

Kondisi ini tidak lepas dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ketersediaan pangan terutama menyangkut bahan pokok. 

Pemkab Lombok Timur misalnya, untuk menjaga ketersediaan pangan itu, Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy melalui instruksinya segera melakukan pasar murah bagi masyarakat. Pasar muruh ini khususnya untuk harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur, Masyhur menerangkan, ketersediaan pangan selama bulan suci ini akan tercukupi. Pasalnya harga bahan pokok cenderung turun.

"Seperti beras dan daging yang mengalami penurunan," terang Mansyur saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/4).

Ia merincikan, harga beras yang sebelumnya Rp 10 ribu, saat ini sudah dalam posisi Rp 8.500 per kilogram untuk yang kelas premium. Sementara beras super Rp 12 ribu menjadi Rp 10.500.

Daging dua hari lalu, ucapnya, dari Rp 130 ribu, mengalami penurunan yakni menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Bahan lain seperti cabai, gula dan bahan industri lainnya juga ikut mengalami penurunan harga. Hanya saja, ia tak dapat merincikan persentase penurunannya.

Turunnya harga di beberapa bahan pokok itu disebutnya lantaran cuaca yang telah membaik. Kondisi ini berbuntut pada hasil panen petani yang melimpah.

"Kita berusaha agar stabil, tidak mengalami penurunan juga karena akan menyebabkan pedagang atau petani merugi," ucapnya.

Dirinya mengatakan, hal tersebut juga tak lepas dari upaya telah ditempuh untuk mempertahankan kesediaan pangan, khususnya selama Bulan Ramadan. Yakni melalui kontrol harga yang intensif.

Ia tak memungkiri jika di pasar akan mengalami fluktuatif harga. Lantaran itu pengawasan disebutnya perlu dilakukan untuk menghindari inflasi.

Kegiatan tersebut tentu tak dilakukan sendiri. Namun juga tetap berkoordinasi dengan dinas terkait.

Dirinya berharap agar, pedagang tak menjual barang di atas standar guna mengambil keuntungan banyak. Dirinya juga mengimbau agar tidak ada lagi penumpukan barang di suatu tempat, sebab hal itu disebutnya akan mempengaruhi harga.

''Kepala Pasar (Kapas) kami tetap berkordinasi dan laporannya setiap hari masuk ke Diskapang, terutama berupa harga harga," ujarnya. (kin)

MUI NTB Siap Berdayakan Ekonomi Kawasan KEK Mandalika

AUDIENSI: Jajaran MUI NTB beraudiensi dengan Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM
-- Ketua Tim Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI NTB, Prof Dr  HM Hasil Tamsil mengungkapkan, MUI melalui programnya siap mendukung pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di Provinsi NTB. Hal tersebut diungkapkannya ketika menemui Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, di ruang kerjanya, Senin (26/4).

Di hadapan Wagub, Tamsil menjelaskan, bahwa Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat (KPEU) MUI NTB ingin berbuat maksimal bagi pemberdayaan ekonomi umat. Pemberdayaan ini terutama di sekitar kawasan wisata super prioritas KEK Mandalika. 

Langkah ini dilakukan karena NTB dikenal sebagai kawasan wisata halal. Karena itu, MUI pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di daerah ini. 

Dengan demikian, NTB ke depan bisa dijadikan sebagai contoh atau model pengembangan wisata halal bagi daerah lainnya di Indonesia.

“Pada intinya kita siap mengawal, membina para petani dan peternak kita yang menghasilkan produksi telur, daging ataupun sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dengan hasil produksi yang berkualitas, halal dan bersih," ucapnya.

Dengan keterlibatan seperti ini, disebutnya merupakan wujud kepedulian bersama untuk pemberdayaan ekonomi ummat.

Sementara itu, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini mengungkapkan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat atau ummat sejatinya telah menjadi program prioritas Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten kota se-NTB. Seperti bagaimana upaya mendorong pembangunan destinasi pariwisata super prioritas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dimana pada ekosistem ekonomi di kawasan tersebut masyarakat NTB diharapkan menjadi bagian dari pelaku usaha. Mereka ini nantinya yang mensupport aktivitas industri pariwisata itu sendiri. 

“Masyarakat tak hanya dijadikan penonton. Karena itu masyarakat kita dorong untuk turut terlibat dalam mendukung pengembangan kawasan wisata di KEK Mandalika," ucapnya.

Caranya dengan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sayur-mayur, daging, telur, industri kerajinan dan lain sebagainya agar masyarakat juga secara ekonomi bisa lebih berdaya.

Demikian pula ketika membahas aktivitas riil ekonomi masyarakat NTB. Wagub menyebut usaha unggas dan ayam petelur di NTB sudah semakin bergeliat. Namun kebutuhan akan telur ayam di NTB ini masih defisit kurang lebih 700 ribu telur. 

Karena itu, melalui KPEU MUI NTB, masyarakat harus terus didorong untuk mengembangkan usaha ini. Tujuannya guna memenuhi kebutuhan pangan NTB, terlebih diberbagai kawasan wisata.

“Selain itu masyarakat kita agar terus-menerus dibina dan dilatih agar kebutuhan akan sayur-mayur dan daging di NTB bisa dihasilkan lebih berkualitas. Di samping itu, bisa memenuhi permintaan industri pariwisata secara mandiri.

Dengan terus didorongnya masyarakat, termasuk dari KPEU MUI NTB yang selalu bersinergi dan melakukan pembinaan kebutuhan akan telur ayam, daging, ikan dan sayur-mayur secara bertahap akan bisa dipenuhi masyarakat petani dan peternak.

Ia juga mengaku bersyukur di NTB dampak Covid-19 tidak terlalu dikhawatirkan secara ekonomi. Memgingat andalan ekonomi NTB yakni sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi basis yang bisa menopang ekonomi masyarakat. 

“Bali yang hanya mengandalkan sektor unggulan pariwisatanya ternyata dampak ekonominya begitu besar bagi masyarakat. Kita bersyukur masih ada pertanian, pengembangan industri dan lainnya,” tutupnya. (jl) 

Wednesday, April 14, 2021

Hadapi Kemungkinan Inflasi Ramadan dan Idul Fitri, Begini Langkah TPID

RAKOR: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah saat memimpin rapat koordinasi TPID terkait kemungkinan potensi inflasi.

MATARAM
-- Memasuki bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB bersama Bank Indonesia Perwakilan NTB, menggelar hight level meeting. Ini dilakukan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (14/4). 

Rapat tersebut membahas ketersediaan dan perkembangan harga kebutuhan bahan pokok. Selain itu membahas solusi  menekan inflasi yang sering terjadi pada momen-momen tahunan seperti ini. 

Kepala Bank Indonesia NTB, Heru Saptaji, mengusulkan agar dilakukan operasi pasar. Langkah ini untuk menghadapi komoditi-komoditi tertentu yang mengalami lonjakan harga. 

Ia mengatakan agar TPID NTB harus melakukan sidak langsung melihat pergerakan harga komoditas-komoditas pangan strategis. Dimana komoditas itu harganya meningkat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri kedepan.

“Kami juga akan melakukan koordinasi yang semakin intensif. Baik di level provinsi dan kabupaten dimana pengendalian inflasi ke depan kita harapkan lebih selaras dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat,” kata Heru. 

Dikatakan Heru, beberapa hal yang mempengaruhi hasil komoditas pertanian dan kebutuhan lainnya, diantaranya dipengaruhi cuaca ekstrem dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, gelombang laut yang sering terjadi saat ini juga akan mempengaruhi hasil tangkapan nelayan yang juga menyebabkan hasil-hasil perikanan juga mengalami kenaikan harga. 

"Fenomena alam seperti ini harus diantisipasi dengan menyiapkan ketersediaan pangan sebagai penyangga ketahanan pangan. Kami akan meningkatkan dan mengembangkan kluster-kluster komoditas pangan strategis seperti cabe, bawang merah, beras dan sebagainya agar bisa disiapkan jika sewaktu-waktu dilakukan operasi pasar,” ujarnya. 

Disamping itu, menurutnya pemerintah melalui TPID juga hendaknya menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis pertanian lainnya. Ini dilakukan untuk off taker dengan menyiapkan stok pangan lokal dengan stok pangan yang dikirim ke luar daerah. 

Ini juga salah satu strategi memenuhi ketersediaan bahan pokok komoditi pertanian di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB,  H Fathurrahman, mengutip penekanan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah usai rapat. Ia mengatakan bahwa kedepan TPID memang harus berusaha mencari solusi menghadapi situasi menjelang hari-hari besar keagamaan. 

“Kedepan TPID hendaknya mencarikan solusinya karena memang setiap kegiatan atau hari besar keagamaan selalu diiringi dengan kenaikan harga terhadap komoditi tertentu walaupun ketersediaan komoditas dimaksud selalu ada di lapangan,” katanya.

Fathurrahman menambahkan, TPID NTB ke depan akan lebih berkonsentrasi pada pengendalian dan stabilitasi pada bahan komoditi pangan yang kerap kali dikeluhkan harganya cukup tinggi. Komoditas itu seperti cabe dan kedelai.

Kedepan, komoditi yang kerap dikeluhkan harganya itu didorong agar pengendalian harganya bisa diselesaikan untuk tahun-tahun berikutnya. Misalnya seperti dari Dinas Pertanian yang secara teknis akan melakukan upaya seperti apa agar ketersediaan bahan pangan ini tetap ada atau tidak langka di pasaran, sehingga harganya juga bisa terjangkau.

Fathurrahman tidak mempersoalkan harga bahan pokok lainnya. Ini karena kenaikannya tidak terlalu signifikan. 

Ia menyebut gula pasir harganya di tingkat pengecer tidak lebih dari Rp12.500 per kg, termasuk tepung, minyak goreng dan lainnya terpantau masih stabil. (jl)

Monday, March 29, 2021

Jelang Ramadan, Bahan Pokok Alami Lonjakan Harga

PANTAU: Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi saat memantau kondisi pasar di Aikmel, beberapa waktu lalu.

SELONG
-- Bulan Suci Ramadan sudah dalam hitungan hari. Seiring itu, sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga mengalami lonjakan harga signifikan.

Lonjakan sejumlah bahan kebutuhan pokok ini melonjak harga dipicu sejumlah faktor. Yang utama adalah permintaan yang tinggi sementara persediaan minim.

"Itu salah satu pemicu naiknya harga sembako," ucap Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hj Masnan, Senin (29/3).

Pantauan di pasar, hingga saat ini yang mengalami lonjakan harga yakni telur, daging dan cabai. Beruntung beberapa kebutuhan pokok lainnya masih dalam harga normal.

Untuk cabai misalnya. Harga komoditi yang satu ini tembus hingga Rp 150 ribu per kilogram. Harga ini di luar harapan masyarakat lantaran dianggap terlampau tinggi.

Hj Masnan juga mengutarakan kekhawatirannya terhadap sejumlah kebutuhan pokok tersebut. Ia khawatir harga diperkirakan terus mengalami kenaikan jelang lebaran nanti. 

"Beberapa kebutuhan pokok ini khawatir akan mengalami kenaikan harga jelang lebaran," ucapnya.

Sementara pihaknya bakal menggelar pasar murah. Langkah ini diambil demi mengimbangi harga pasaran.

Pasar murah sendiri rencananya bakal dilaksanakan pada tanggal 1-3 April mendatang. 

Tidak hanya itu, kontrol harga pasca digelar pasar murah tak akan luput dari pantauannya. Ia berharap kedepan harga pasar dapat normal kembali seperti sedia kala. (hs)

Masih Mahal, Harga Cabai Ditaksir Ramadan

Hj. Masnan

SELONG
-- Harga cabai masih mahal hingga saat ini. Imbasnya, masyarakat berharap agar harga jenis komoditi yang satu ini segera normal.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hj Masnan, mengakui jika sampai saat ini harga bahan pokok satu ini masih tinggi. Ia membeberkan, per 28 Maret kemarin harga masih berkisar Rp 150 ribu per kilogram.

Faktor kenaikan harga tersebut, ujarnya,  lantaran permintaan lebih tinggi dari pada penawaran. Dengan kata lain, stok barang lebih sedikit.

Hal itu terjadi, lanjutnya, karena musim penghujan yang berbuntut pada pendeknya masa panen. Tragisnya, tidak sedikit petani mengalami gagal panen.

"Karena hujan buahnya busuk dan batangnya mati. Bahkan mereka mencabutnya dan menaruh di pematang sawah," terang Hj Masnan, Senin (29/3)

Buntut harga cabai ini juga, terangnya, pihaknya telah dikumpulkan oleh pihak terkait. Langkah tersebut diambil untuk membahas persoalan yang ada.

Di kabupaten lain, imbuhnya, harga bahan pokok satu ini mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut bisa jadi sampai masuk Bulan Suci Ramadan nantinya. 

Karena itu, timnya tengah bergerilya setidaknya ke tiga pasar. Ketiga pasar itu yakni Sambelia, Paok Motong dan Keruak. Hal itu dilakukan untuk menyurvei harga di lapangan.

Tak hanya itu, pihaknya dengan berbagai dinas terkait turun langsung ke petani. Itu dilakukan untuk melihat kebutuhan bahan pokok satu ini. 

Keterangan petani, ujarnya, cabai yang ditanam mati lantaran musim hujan. Jelas saja kondisi itu berbuntut pada gagalnya panen.

"Dulu petani panen sampai delapan kali saat ini hanya dua kali," ujarnya.

Selain turun ke petani, pihaknya juga keliling ke pasar dan ke masyarakat. Tujuannya, agar mengeluarkan cabai yang masih tersimpan.

Di masyarakat, terangnya, masih tersimpan cabai kering. Stok barang tersebut masih sampai bertonase.

Bahkan dirinya sendiri mengakui ada pihak menyimpan barang itu. Namun demikian, ia tak merincikan berapa harga bahan tersebut. 

"Di satu sisi ada yang tersenyum, di sisi lain ada yang ingin harga turun," ujarnya. (kin)

Tuesday, March 9, 2021

Laju Kontraksi Ekonomi Lotim Terbaik

HM. Juaini Taofik

SELONG
-- Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per-26 Februari, Lombok Timur menduduki posisi kabupaten dengan kontraksi ekonomi terendah. Data ini meliputi kabupaten kota yang ada di NTB.

Kontraksi rendah ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi positif. Laju pertumbuhan ekonomi daerah ini terbaik dari semua kabupaten kota yang ada.

"Pertumbuhan ekonomi kita yang tertinggi sepanjang 2020 kemarin," ungkap Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, Selasa (9/3).

Rilis ini terungkap dalam rapat koordinasi Pemkab Lombok Timur bersama BPS. Rapat koordinasi ini dilaksanakan guna mengetahui kondisi perkembangan ekonomi Kabupaten Lombok Timur selama pandemi covid-19 dan langkah yang tepat untuk menyikapinya

Menurut Sekda, keunggulan dalam sektor pertanian yang dimiliki Lombok Timur menjadi suatu keuntungan. Ini karena sifatnya yang relatif konsisten.

Berbeda dengan sektor pariwisata yang mengalami penurunan cukup signifikan selama pandemi Covid-19. Karena itu, Sekda berharap kedepan sektor pertanian harus terus dimaksimalkan. 

Selain sektor pertanian, Lombok Timur juga diuntungkan dengan adanya pertambangan galian C. Sektor ini disebutnya berkontribusi meningkatkan sektor perdagangan. 

Galian C tersebut hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh pembangunan sektor pariwisata Lombok Tengah. Pemanfaatannya berfokus di kawasan wisata Mandalika. 

Secara gamblang, Sekda menyebut rendahnya kontraksi ekonomi ini tidak lepas dari kemandirian masyarakat. Hal ini dinilai menjadi faktor pendukung luar biasa.

"Hal ini pantas kita apresiasi," ucapnya.

Kepala BPS Lombok Timur, Lalu Putradi mengatakan, pandemi Covid 19 mempengaruhi ekonomi hampir seluruh dunia. Ekonomi NTB disebutny mengalami kontraksi atau disebut juga pertumbuhan minus sebesar -5,19 persen. 

Angka kontraksi ekonomi provinsi tersebut merupakan rata-rata kontraksi ekonomi seluruh kabupaten kota yang ada di NTB. Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat merupakan penyumbang angka kontraksi tertinggi sebanyak masing-masing -7,44 persen dan -7,04 persen. 

Sementara itu, kontraksi pertumbuhan ekonomi kabupaten Lombok Timur hanya -3,10 persen. Kondisi ini merupakan daerah dengan kontraksi ekonomi terendah dari seluruh kabupaten kota di NTB.

Putradi menjelaskan, kontraksi ekonomi di Lombok Timur disebabkan menurunnya pertumbuhan di 3 sektor. Dimana tiga sektor ini memiliki kontribusi paling besar dalam perekonomian daerah.

Diantaranya yakni, sektor pertanian yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -0,39 persen, sektor perdagangan sebesar -3,65 persen. Terakhir yakni sektor kontruksi sebesar -14,83 persen. 

Sektor pertanian mengalami pertumbuhan minus dikarenakan beberapa komoditas dominan mengalami penurunan produksi. Padi menurun akibat adanya pergeseran waktu tanam.

Begitu juga dengan jagung menurun 35 persen, cabe rawit 45 persen dan tembakau virginia 24 persen. 

Menurunnya produksi tembakau virginia disebabkan berkurangnya luas lahan dan menurun hampir 50 persen dibandingkan dengan tahun 2019. 

Sedangkan untuk sektor perdagangan, nilai tambah yang muncul dipengaruhi nilai jual yang dihasilkan sektor-sektor lain. Sementara itu, sektor konstruksi menurun karena aktivitas konstruksi pemerintah, baik APBD maupun APBN 2020 turun hingga 44 persen akibat pemangkasan anggaran. (hs)

Thursday, March 4, 2021

Pangan Lombok Timur Masih Aman

Ir. Mashur SP

SELONG
-- Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB nampaknya masih menjadi barometer harga pangan di daerah lain.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur, Ir Mashur SP mengatakan, di Lombok khususnya yang menjadi barometer itu ialah Kota Mataram. Menurutnya, andai semua OPD dapat menekan harga di jantung ibukota, ia yakin laju menekan inflasi di daerah.

"Barometernya di sana, begitu ada lonjakan harga di Kota Mataram susah kita, pasti dampaknya ke daerah," katanya, Kamis (4/3).

Lantaran itu pihaknya harus bekerja keras memantau standar harga setiap harinya. Ini karena laporan berupa update harga harian harus dikirim ke pusat yakni ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sampai saat ini, terangnya, pihaknya hanya memiliki empat tenaga pendamping. Mereka ini tugasnya membantu kepala pasar dalam memantau harga komiditi setiap hari.

Dia mengatakan, setiap kepala pasar sebenarnya melaporkan perkembangan harga komoditi secara online. Namun demikian, untuk menguji data pihaknya juga memiliki tim investigasi.

"Sewaktu-waktu kita ingin menguji data ini, maka kita juga tim lain, sebentuk Intelijen atau informan," ujarnya.

Itu dilakukan, terangnya, selain menguji data juga sebagai tim lidik bagi para pedagang nakal. Terutama bagi mereka yang menimbun barang atau komoditi tertentu.

Pada komoditi cabai misalnya yang sering mengalami fluktuasi harga pasar. Ia mengklaim selama dua tahun belakangan harga cukup stabil.

Kendati demikian, salah satu fokus pengawasan yakni beras. Bahkan mengenai bahan pokok satu ini pihaknya terus berkoordinasi dengan penyedia yakni Bulog.

Selama ini, terangnya, selain memantau harga pihaknya juga menekankan agar masyarakat memiliki cadangan pangan masing-masing. Tujuannya guna mempertahankan stabilitas harg di daerah.

"Kita tahu hal ini dari berapa serapan per harinya di pasar," terangnya.

Ia mengaku jika pihaknya telah melalukan pemantauan langsung di pasar. Itu tidak lain ntuk mengetahui serapan di salah satu komoditi.

Pihaknya menemukan, per harinya terserap dari 20 sampai 50 kilogram..dengan kondisi ini, berarti ketersediaan pangan di masing-masing rumah masih aman.

Tapi lain halnya jika, serapan dalam per hari masih mencapai saton ton. Maka kondisi itu tidak wajar.

Namun demikian, dia tak menafikan jika terjadi lonjakan harga di beberapa komoditi. Termasuk salah satunya kacang. Bahan yang satu ini di pasar harganya sampai tembus Rp 27 ribu per kilo.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan harga pada komoditi ini. Antara lain yakni, kekurangan stok dan penyebab lainnya ialah musim penghujan, yang berbuntut pada gagal panen petani.

"Tapi kita sudah koordinasi dengan kabupaten lain untuk menutupi itu. Kita usahakan stabil di kota, sama sih seperti di ibukota kalau Jakarta stabil semua daerah akan mengalami kestabilan harga juga," bebernya.

Faktor hujan ini, terangnya, barang akan mengalami kerusakan dan bahkan keterlambatan pengiriman lantaran cuaca. Meski begitu, ia mengklaim jika pangan Lombok Timur masih aman.

Terbukti, di daerah selatan tak pernah mengalami kekurangan pangan. Stok komoditi berupa beras masih aman.

"Pasca gempa kita selalu deplasi," tandasnya. (kin)

Saturday, February 6, 2021

Bazar UMKM, Ikhtiar Bela Produk Lokal NTB

H. Fathurrahman

MATARAM
--Berbagai upaya dan langkah terus dilakukan Pemprov NTB untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas UMKM. Terutama bagaimana agar produk UMKM NTB bisa mengisi potensi pasar dari perhelatan event internasional MotoGP 2021 di NTB.

Salah satunya melalui Bazar UMKM untuk pengenalan NTB Mall yang dirangkai dengan Window Shopping kalangan perbankan NTB, Sabtu, (6/2) di Halaman Kantor Dinas Perdagangan NTB.

Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi yang membuka kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan bazar dapat memantik UMKM lebih siap, baik dari segi kualitas dan kuantitas produk. 

"Ajang ini merupakan pemanasan untuk melihat prodak-prodak UMKM kita. Apakah layak tampil, memiliki daya saing dan siap untuk menyambut perhelatan besar MotoGP2021 atau tidak, sambil terus dievaluasi," ungkapnya.


UMKM juga, tambahnya, harus mau terus belajar meningkatkan kualitas dan hasil produk. Menurutnya, persaingan UMKM saat ini adalah bagaimana bisa membaca potensi serta bisa memenuhi permintaan pasar dengan kualitas terbaik.

Untuk itu, Gite mengajak pihak perbankan, BUMN dan BUMD serta lembaga lain bersama-sama dengan pemerintah dapat menunjukan keberpihakan dan dukungannya terhadap UMKM. Caranya dengan membeli produk lokal NTB.

"Kegiatan ini sebagai wujud dari komitmen kita mendukung UMKM di daerah. Untuk itu, kita harus lakukan langkah-langkah progresif membantu UMKM. Sehingga spirit "Bela Beli Produk Lokal" dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat ditengah wabah Covid-19," ajaknya.

Senada, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Heru Saptaji mengatakan bahwa perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB akan mendukung program bela beli produk UMKM lokal yang dicanangkan Pemprov NTB.

"Inilah bentuk keberpihakan perbankan terhadap UMKM," kata Heru.

Di tengah keadaan pandemi seperti sekarang, jelasnya, dengan keberpihakan inilah dapat memberikan harapan UMKM untuk terus berkarya. 

Karena itu, ia mengajak perbankan untuk membeli produk UMKM sebanyak-banyaknya. Dintengah kepungan pandemi inilah bentuk empati, kepedulian dan perhatian semua untuk menjaga kondisi perekonomian agar bisa tumbuh dan segera pulih dari keterpurukan.

Apalagi lanjut Heru, NTB telah ditunjuk sebagai salah satu daerah yang dipilih untuk penyelenggaraan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, yang rencana pelaksanaannya pada bulan Maret di Mandalika.

"Ini kesempatan bagi kita untuk menunjukan produk buatan lokal. Baik secara offline dan online kepada dunia," tutup Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB, H Fathurrahman menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19, dan sosialisasi keberadaan serta peran NTBMall.

Pemprov NTB, melalui Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB pertama kali menyelenggarakan acara ini. Pengunjung yang dari gabungan perbankan langsung melakukan aksi beli produk di tempat.

"Ini merupakan salah satu cara kita mempromosikan UMKM NTB, karena tanpa aksi kita tidak maksimal," katanya.

Diakuinya, NTBMall sejak awal memang dihajatkan untuk mewadahi UMKM dengan berbagai varian produknya. Sehingga interaksi pelaku UMKM dan pembeli serta masyarakat pada umumnya lebih cepat dan mengetahui keberadaan Marketplace milik NTB.

"Dipastikan produk yang ada di NTBMall adalah asli hasil karya UMKM lokal di NTB," tegasnya. 

Begitupun kualitas dan kuantitas produk sangat diperhatikan. Selama ini Dinas Perdagangan terus bersinergi dengan OPD dan lembaga lain untuk membina UMKM agar memiliki produk yang berdaya saing.

Bazar UMKM ini juga akan menghadirkan 161 UKM yang produknya telah ditampilkan di NTB Mall offline store, dan tambahan 23 UMKM yang menempati stand untuk display produk. (jl)

Thursday, January 21, 2021

Lapak UMKM di Desa Pringgasela Diresmikan

PERESMIAN: Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat meresmikan lapak UMKM di Desa Pringgasela.

SELONG
-- Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, meresmikan bangunan lapak di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela.

Desa Pringgasela termasuk salah satu dari 14 desa yang memiliki pembangunan lapak penguatan UMKM di NTB.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dalam sambutannya mengatakan, Desa Pringgasela, menjadi salah satu desa yang menunjukan perkembangan yang progresif. 

"Dalam 2,5 terakhir ini, desa ini menunjukan pembangunan yang progresif," terang HM Sukiman Azmy, Kamis (21/1).

Menurutnya, hal ini merupakan bukti kerjasama antar masyarakat setempat. Untuk itu, dirinya berterima kasih kepada warga setempat.

Pembangunan lapak itu, terang Sukiman, menjadi bukti geliat UMKM di desa setempat. Terlebih lokasi itu dikenal sebagai penghasil kain tenun, bahkan telah dikenal dunia.

Untuk itu ia berpesan agar, apa yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia pun berharap agar, Pemprov NTB dapat memberikan perhatian.

"Saya berharap ke depan Pemprov dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar lagi," harap Sukiman 

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah, mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan desa ini. Terlebih kemajuan itu datang dari masyarakatnya.

"Setelah masuk ke Desa Pringgasela ini alhamdulillah sudah maju, bukan karena pemerintah tapi karena masyarakatnya sendiri," ujar Rohmi.

Pemerintah, lanjutnya, dalam hal ini hanya sebagi pemberi support saja. Dirinya juga mengakui, desa ini sudah dikenal dan cukup populis sejak lama. 

Lantaran itu, ia mengajak seluruh masyarakat desa itu terus meningkatkan kualitas produk dan mencari peluang. Tujuannya agar UKM yang ada saat inu semakin maju. 

Salah satunya, menurutnya, penting memanfaatkan teknologi, terutama dalam memasarkan produk. Wagub menyebut Pempriv NTB telah memiliki aplikasi berbelanja secara daring yakni NTB Mall.

Aplikasi itu, imbuhnya, dapat dimanfaatkan untuk memasarkan hasil produk dari UKM dan menjangkau target yang lebih luas.

"Saya tekankan juga, agar selalu ada rasa optimis. Hal itu penting bahkan di masa pandemi seperti saat ini," ujarnya.

Seusai peresmian, Bupati Lotim mendampingi Wagub NTB meninjau bangunan lapak Desa Pringgasela. Di sini ia menanaman pohon sebagai wujud dukungan untuk pembangunan berkelanjutan. (sy)

Sunday, January 10, 2021

Hebat! Pabrik Teh Kelor Sudah Hadir di NTB

TINJAU: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah meninjau pabrik teh kelor usai meresmikan pabrik tersebut.

MATARAM
--Hadirnya pabrik teh kelor menjadi salah satu bukti industrialisasi di NTB sedang bergeliat. Pabrik ini diinisiasi CV. Tri Utami Jaya yang berlokasi di BTN Sweta Indah Kota Mataram.

Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah langsung meresmikan pabrik ini. Kehadirannya diharap mendongkrak kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

"Tanpa industrialisasi, suatu daerah akan sulit berubah tanpa adanya industrialisasi. Kita akan begini-begini saja, kalau tidak ada industrialisasi," ujarnya, Senin (11/1), saat meresmikan pabrik tersebut.

Gubernur mengapresiasi CV Tri Utami Jaya karena hal ini merupakan angin segar bagi NTB. Apresiasi diberikan meski di tengah pandemi, NTB mampu bertahan dan berkembang. 

Tidak hanya itu, hadirnya CV Tri Utami Jaya ini membuktikan bahwa industrialisasi dapat terwujud dan dilakulan oleh siapa saja. 

"Industrialisasi bisa dilakukan oleh siapa saja, orang-orang biasa, yang penting punya keinginan dan tekad yang kuat, untuk merubah nasib," ucapnya. 

Menurut orang nomor satu di NTB ini, hadirnya CV Tri Utami Jaya merupakan sebuah akumulasi pengalaman, kesedihan, perjuangan, keringat dan air mata dari Nasrin H Muhtar pendiri dari usaha teh kelor itu. Menurutnya, kelor merupakan salah satu tanaman yang menakjubkan yang dimiliki oleh NTB. 

"Tanaman-tanaman ajaib, di tangan orang yang tepat, bisa menjelma menjadi komoditas yang sangat mahal," sambung Bang Zul.  

Lebih jauh, Bang Zul mengatakan, Pemprov NTB telah melakukan berbagai upaya dalam mendorong industrialisasi di NTB. Salah satu upaya yakni, pada JPS Gemilang tahap satu, dua dan tiga seluruhnya menggunakan produk lokal. 

"Dengan JPS Gemilang, ternyata kita bisa bikin masker, kita bangga betul bisa bikin masker, bisa bikin sabun, bisa bikin hand sanitizer yang selama ini kita beli," ucapnya.

Terakhir, Gubernur berharap dengan hadirnya industri teh kelor ini, dapat menghadirkan kesadaran pada petani tidak lagi terpaku pada jagung dan komoditas lainnya. Ini karena dengan tumbuhan yang lain, Tuhan menghadirkan insentif ekonomi yang tidak kalah besarnya. 

“Saya ucapkan selamat kepada Pak Dirut, kita menjadi saksi semuanya, mudah-mudahan ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang kita kedepan,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Nasrin H. Muhtar menuturkan bahwa tanaman kelor merupakan simbol dari kemakmuran. Menurutnya, sangat banyak masalah kesehatan yang dapat teratasi dengan kelor. 

“Kelor adalah pohon ajaib,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, ia mengungkapkan rasa terimakaishnya atas kesempatan tampilnya produk-produk lokal dalam JPS Gemilang. Hal itu merupakan sebuah stimulus dan kepercaan diri bagi pegiat industri di NTB.

Hadirnya CV. Tri Utami Jaya telah mampu menampung 50 orang tenaga kerja. “Mudah-mudahan ini juga memberikan devisa bagi provinsi Nusa Tenggara Barat,” tutupnya. (jl)

Wednesday, December 30, 2020

Produk Olahan Berbahan Limbah Minta Dipasarkan Lewat NTB Mall

KERAJINAN: Limbah sampah diolah menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis.

MATARAM
--Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah antusias menerima audiensi Lombok Eco Flea Market/Bambook Studio di ruang kerjanya, Rabu (30/12).

Lombok Eco Flea Market/Bambook Studio memperkenalkan berbagai produk lokal masyarakat NTB yang terbuat dari limbah plastik, rotan, limbah batok kelapa dan lain sebagainya. Limbah ini diolah cantik menjadi berbagai kerajinan seperti keranjang, ikat rambut, sikat gigi, mangkok serbaguna.

Dalam kesempatan ini, Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan harapannya agar produk lokal ini untuk bisa dipasarkan melalui NTB Mall. 

"Produk-produk ini cantik sekali, bisa dimasukkan ke NTB Mall agar bisa dilihat seluruh dunia," ujarnya. 

"PR kita bersama adalah hilirisasinya untuk zero waste NTB dan bagaimana nanti seluruh produk seperti ini bisa disupport supaya nantinya produk ini bisa digunakan di hotel-hotel yang ada di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Wagub juga berpesan agar dinas terkait dapat merangkul Bambook Studio untuk membuat pelatihan berbagai kerajinan bagi warga NTB. 

"Yang kita butuhkan sekarang adalah pelatihan dan pabrik berskala besar. Jadi barang-barang yang dihasilkan memiliki harga jual yang bisa dijangkau/murah sehingga kita bisa memaksimalkan hotel-hotel di NTB menggunakan barang-barang lokal dan nilai jualnya akan meningkat," pungkasnya. (jl)

Friday, December 4, 2020

Ekspor Kopi, Membangkitkan Kembali Masyhurnya Kopi Lombok

DILEPAS: Empat unit truk pengangkut kopi dan komoditi lainnya siap dilepas untuk diekspor.oleh Pemprov NTB.

MATARAM
—Bedug Ashar sebentar lagi terdengar. Siang menjelang sore, sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat kemarin (4/12), puluhan pejabat Pemprov NTB khidmat berkumpul.

Mereka berkumpul di halaman Kantor Gubernur NTB. Tak hanya pejabat, empat unit mobil truk berukuran jumbo dengan skala tonase juga berjejer. 

Bersama di dalam kumpulan itu Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Sekda NTB HL Gita Ariadi serta sejumlah pejabat teras lainnya. Bahkan, sejumlah pejabat BUMN dan Staf Khusus Bidang Kerja Sama dan Perjanjian Perdagangan Internasional Menteri Perdagangan RI, Alexander Yahya Datuk juga ikut nimbrung dalam kumpulan tersebut.

Hari itu para pejabat ini tengah menunggu kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Mereka menghadiri pelepasan ekspor sejumlah komoditi dari tanah air secara daring.

Berpusat di Jawa Timur, ada 16 provinsi di Indonesia yang akan mengirim komoditi yang akan diekspor. Provinsi NTB merupakan salah satu daerah peserta, dimana satu dari empat komoditi yang diekspor yakni kopi.

Khusus kopi, komoditi ini dikirim oleh salah satu pelaku UMKM asal Lombok Barat, UD Berkah Alam. Kopi yang dimiliki perusahaan ini bakal dikirim ke Kanada dan Korea Selatan.

Ekspor kopi kali ini sebenarnya bukan karena faktor kebetulan. Kemampuan produksi kopi di Pulau Lombok punya sejarahnya sendiri. Ekspor kopi pernah berjaya bersama komoditi lainnya, beras, kapas dan kacang kedelai di medio abad ke-18.

“Sebanyak 140 ton kopi yang akan kita ekspor untuk bulan Desember ini,” ucap Kepala Dinas Perdagangan NTB, H Fathurrahman.

Sedianya jumlah kapasitas ekspor kopi tersebut bisa ditingkatkan. Ini karena stok roduksi kopi di Pulau Lombok cukup melimpah. Belum lagi jika ditambah dengan produk kopi asal Pulau Sumbawa.

Selama ini, jelasnya, kopi jenis robusta yang diekspor dikumpulkan dari para petani. Lewat standarisasi yang diterapkan perusahaan, kemudian biji-biji kopi tersebut dipilah kelayakannya. Apakah layak ekspor atau tidak.

Ekspor kopi ini jelas saja menahbiskan kemasyhuran sejarah masa lalu. Kopi Lombok pernah menjadi bagian komoditi unggulan yang dinikmati hingga ke mancanegara.

Belakangan, tren dan geliat kopi sebagai bagian gaya hidup rupanya berandil pula dalam menggerakkan roda perekonomian. Tidak sedikit kedai-kedai kopi berdiri dan rajin disanggongi berbagai kalangan usia.


Kemasyhuran dan keagungan kopi Lombok salah satu satunya tersaji dalam riwayat perjalanan Alfred Russel Wallace. Naturalis dan pelaut asal Inggris mendaratkan kakinya di Lombok sekitar Juni-Juli 1856.

Wallace sendiri menginjakkan kakinya di Lombok melalui Pelabuhan Ampenan. Lewat karyanya The Malay Archipelago, ilmuan ahli biologi ini menuliskan kesan terhadap Ampenan.

Kota pelabuhan yang terletak di ujung barat Kota Mataram ini identik dengan bangunan tua berarsitektur Belanda. Pada waktu itu, Ampenan adalah kota pelabuhan dan salah satu pusat perdagangan.

Dalam catatan sejarah, Ampenan sendiri dibangun sekitar 1924 oleh Belanda. Kota tua ini dibangun untuk mengimbangi eksistensi kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Bali.

Lewat karya Wallace itu pula diketahui bahwa Ampenan pernah menjadi pintu keluar masuk ekspotr kopi. Di masa kejayaannya pelabuhan ini, sekitar tahun 1840, kopi, kapas, beras dan kedelai merupakan komoditi terbesar yang dikirim. 

Semua jenis komoditi ini terbilang unggul di Asia Tenggara dan Asia Timur. Kopi Lombok bersama komoditi lainnya tiada tanding. Semua jenis komoditi ini merajai komoditas serupa.

Demi membangkitkan kejayaan ekspor kopi di masa lalu. Pulau Lombok punya bekal yang memadai. Saat ini, beberapa daerah di Lombok tersebar sebagai penghasil kopi.

Beberapa daerah itu seperti Sajang, Sembalun dan Sapit di Lombok Timur. Di KLU, ada kopi Leong, Gangga dan yang lainnya. Di Lombok Tengah santer dikenal kopi Steling asal Batu Kliang Utara. Sementara di Lombok Barat, kopi banyak dihasilkan terutama dari Kecamatan Gunungsari, Narmada dan Lingsar. (jl)

142 UMKM di Lobar Dapat Bantuan Stimulan

BANTUAN: Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat, HM Fajar Taufik saat memberikan bantuan stimulus kepada UMKM.

GERUNG
—Tercatat sebanyak 142 unit usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lombok Barat dapat bantuan stimulan. Bantuan ini diberikan Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, HM Fajar Taufik saat memberikan sambutan di Bencingah Kantor Bupati Lobar, Jum'at (4/12).

Dia menyebut, jenis bantuan yang diberikan berupa peralatan olahan makanan kering dan basah. Ada pula peralatan keripik, peralatan kemasan produk, peralatan konveksi, peralatan kopi. 

Selain itu, peralatan bengkel las, peralatan tata rias, pertukangan, perbengkelan babershop, olahan bakso dan percetakan batako.

"Pengadaan peralatan yang kita berikan ini bersumber dari anggaran dana insentif  daerah fase satu, fase dua dan bantuan dana tidak terduga," katanya.

Bantuan tersebut merupakan upaya akselerasi untuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu para pelaku UMKM untuk tetap bertahan di tengah melemahnya perekonomian bangsa serta mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

"Produk UMKM kita di Lobar bisa masuk ke dalam ritel modern, dan mampu bersaing dengan produk UMKM dari luar," harapnya. 

Sementara itu Sekda Lobar, H Baehaqi menyebutkan situasi pandemi Covid-19 di semua sektor berjalan tapi sangat lambat. Kata dia, sektor pariwisata turun, termasuk di sektor lain ikut turun, kecuali sektor rill yang merupakan turunan pengelolaan pasca panen seperti pertanian dan sektor lain seperti usaha jahit, masuk menjadi sektor formal.

"Kita juga mendorong terutama pasca panen di bidang kelautan dan perikanan, pertanian termasuk di bidang pertukangan dan konveksi," harap mantan Kepala Bappeda Lobar ini. 

Dia juga minta kepada kadis dan pembina oengembangan UMKM di Lobar terus berkoordinasi dan sering duduk bersama. Tujuannya supaya peningkatan kualitas UMKM lebih baik lagi dengan pembinaan secara produktif dan berkesinambungan sampai hilir.

Selain itu tidak hanya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para UMKM. Melainkan hasil produksi akan dibantu dalam pemasaran dengan diakomodir hasilnya oleh Koperasi Patut Patuh Patju.

Khusus untuk produk makanan dan jajanan untuk dibelanjakan oleh seluruh OPD dan kantor-kantor di Lobar.

Dia menjelaskan, sesuai perintah Bupati Lobar untuk mengakomodir semua UMKM. Ini karena memiliki satu harapan dan satu niat ikhlas sesuai yang tertuang dalam RPJMD bagaimana masyarakat Lobar segera sejahtera. (and)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567