Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Friday, July 16, 2021

Bukit Batu Gendang, Sensasi Halimun dan Matahari Terbit Dalam Satu Waktu

MENAWAN: Pemandangan hijau menawan terhampar lewat salah satu spot view di Bukit Batu Gendang.

GERUNG
-- Pernah dengar nama Bukit Batu Gendang? Bukit yang satu ini berada Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Bukit yang satu ini tercatat sebagai salah satu destinasi terdekat dari ibukota Lombok Barat, Gerung. Hanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk sampai ke destinasi ini dari pusat pemerintahan Lombok Barat tersebut.

Disini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam Gunung Sasak dengan yang hijau terhampar. Selain itu juga ada lembah dan perbukitan serta persawahan yang menjadi daya tarik spot wisata ini.

Di spot wisata ini juga tersedia homestay dan vila. Fasilitas ini disediakan bagi para pengunjung yang ingin bermalam dan merasakan dinginnya suasana pegunungan.

Untuk ke lokasi wisata ini, pengunjung bisa melalui beberapa jalur. Pengunjung yang tiba dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bisa langsung mengikuti jalur ke Lobar-Mataram. Setiba di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, ambil jalur kanan langsung menuju lokasi.

Bisa juga melalui jalur Kantor Bupati Lombok Barat. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Aik Ampat terus ke Tempos. 

Alternatif akses jalan yang lumayan bagus bagi penghobi sepeda, bisa melalui jalur Jembatan Gantung Lembar. Setelah itu bisa menuju Giri Tembesi menelusuri jalan aspal mulus sepajang 2 atau 3 kilometer. 

"Jalan ini melewati persawahan warga yang bisa memanjakan mata pengunjung," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam, Jum'at (17/7), di sela-sela kegiatan bersih-bersih di destinasi ini.

Tak hanya persawahan, pengunjung bisa mengetes adrenalin melalui jalur menanjak perbukitan menuju lokasi. Jalur ini sudah pasti bakal memanjakan pandangan dengan keindahannya.

Setelah melewati rute itu, pengunjung bakal tiba di daerah dataran rendah. Di sini, pengunjung kembali disuguhkan persawahan warga yang hijau menghampar.

Pengunjung dari Lombok Tengah juga mudah ke lokasi wisata ini lantaran lokasinya dekat dengan perbatasan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani mengatakan, ada sensasi yang belum banyak diketahui khalayak di destinasi ini. Sensasi itu berupa halimun dan keindahan matahari terbit di pagi hari.

Biasanya pada waktu pagi, bukit ini akan diselimuti halimun atau kabut. Perlahan sembari menanti matahari terbit menyingsing, kabut akan pergi saat disapu sinar bola api itu.

"Pemandangannya sangat luar biasa saat pagi. Ini pemandangan yang mewah," ucapnya.

Sebenarnya bukan saja pada saat pagi hari. Di tempat ini pengunjung juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam. 

Pemandangan senja di tempat ini disebutnya tak kalah menawan dibanding pagi hari. Tak heran jika di destinasi ini disebutnya ada magis halimun dan bola api sekaligus yang bisa dinikmati.

Sedianya destinasi ini dirintis sejak 2019 lalu. Destinasi ini dirintis oleh pemerintah desa bersama Pokdarwis dan warga.

Saat awal dirintis, semua elemen ini bahu-membahu menata kawasan itu dengan menyiapkan jalur tracking dan spot swafoto.

Kawasan wisata ini sangat ramai dikunjungi. Di akhir pekan, pengunjung yang datang antara 300-400 orang.

Sejak destinasi ini dibuka, pengunjung terus berdatangan. Mereka tidak saja dari Lombok Barat, tapi juga dari Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Desa Giri Sasak, Hamdani mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan keberadaan destinasi ini. Destinasi ini disebutnya sebagai salah satu aset yang bisa mendatangkan pendapatan bagi desa.

"Untuk saat ini, kita hanya tarik tarif parkir untuk kendaraan yang menuju lokasi," ucapnya.

Saat ini ada beberapa spot swafoto yang ada di lokasi ini. Di Bukit Batu Gendang ada 10 berugak. Fasilitas ini tentunya selain homestay, vila dan spot swafoto. (jl)

Thursday, July 15, 2021

Gegara PPKM, 1.439 Kendaraan Diputar Balik Petugas

PENYEKATAN: Petugas saat melakukan penyekatan di tengah situasi PPKM yang diberlakukan di Kota Mataram.

MATARAM
-- Tercatat selama 3 hari berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mataram berdampak serius. Setidaknya ribuan kendaraan diputar balik oleh petugas.

Dari data yang dirilis Polda NTB, ada sebanyak 1.439 kendaraan diputar balik. Jumlah ini terdiri dari roda dua sebanyak 998 kendaraan, roda empat sebanyak 354 kendaraan, bus 40 dan mini bus 47 kendaraan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto menyampaikan, kendaraan-kendaraan tersebut diputar balik di pos penyekatan PPKM darurat. Penyekatan tersebut dilakukan pihak Polresta Mataram bersama TNI, Satpol PP, dan beberapa stakeholder yang lainnya.

"Jumlah tersebut merupakan hasil penyekatan di empat lokasi yang menjadi pintu keluar masuk ke Kota Mataram. Yakni di Gerimak Narmada, Dasan Cermen, Bundaran Jempong dan Bintaro Ampenan," jelasnya, Jum'at (16/7).

Ia juga membeberkan jumlah kendaraan yang diperiksa. Jumlahnya sebanyak 6.605 kendaraan.

Begitu juga dengan warga yang mempunyai surat vaksin juga mengalami peningkatan, jumlahnya 4.478  dan petugas melakukan swab acak kepada 575 orang. Dari 575 orang tersebut 18 diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Artanto menegaskan, kegiatan penyekatan itu akan terus dilakukan hingga pemberlakuan PPKM Darurat dicabut atau dihentikan oleh pemerintah.

"Tugas kami menjalankan aturan yang dibuat pemerintah baik pusat atau daerah. Mudah-mudahan bencana Covid ini cepat selesai dan segala aktivitas normal kembali," pungkasnya. (jl)

1000 Lampion Terbang Bakal Hipnotis Malam Akhir Pekan di Gunung Jae, Kapan?

INDAH: Beginilah keindahan pemandangan yang tersaji di destinasi wisata Gunung Jae.

GERUNG
-- Bayangkan seribu lampion beterbangan di udara menghiasi malam akhir pekan Anda. Indah bukan?

Pemandangan itulah yang bakal disajikan di arena camping ground destinasi wisata Gunung Jae, Desa Sedau Kecamatan Narmada Lombok Barat. Pemandangan itu bakal tersaji di bulan Agustus nanti.

"Rencana kegiatan ini akan kita gelar Agustus nanti. Tapi secara spesifik waktu pelaksanaan masih sedang dikoordinasikan bersama pihak desa," ucap Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Rifandhani, Jum'at (16/7).

Kegigihan Desa Sedau mempromosikan Gunung Jae sebagai destinasi wisata, ucap Dani (penggilan akrabnya, Red), patut diacungi jempol. Desa yang mengandalkan pemandangan muara sungai ini tak henti-hentinya berinovasi menggaet pengunjung.

Dalam malam akhir pekan itu, jelasnya, camping ground tersebut melibatkan komunitas mobil off road. Ada juga para pengusaha agen travel.

1000 lampion terbang di udara disebutnya sebagai pemandangan langka. Terlebih lokasi kegiatan ini berada di destinasi wisata.

Berada di Gunung Jae, jelasnya, pemandangan ini bakal tampak lebih semarak. Terlebih di lokasi itu merupakan muara sungai berbentuk danau yang minim penerangan.

Praktis, minimnya penerangan bakal membuat cahaya yang keluar dari lampion-lampion itu bakal terlihat istimewa.

Bukan hanya seremoni itu yang bakal digelar. Hal esensial dari camping ground itu yakni kehadiran para pengusaha travel agent.

"Ada sekitar 2 bus pengusaha travel agent yang akan hadir juga di sana," ucapnya.

Kehadiran para travel agent ini disebutnya sebagai bagian dari konsolidasi kepariwisataan di Lombok Barat. Rencananya mereka akan dipertemukan dengan pihak manajemen hotel-hotel yang ada di Lobar.

Pertemuan antaran travel agent dan manajemen hotel diniatkan untuk menyamakan persepsi soal paket harga. Mengingat sejauh ini ada kesenjangan harga yang berlaku di sejumlah daerah dengan di Lombok Barat.

"Kita kan berbeda. Di Lobar, khususnya di Senggigi tidak saja jual kamar, tapi juga resort dan pemandangan alam. Ini yang perlu dikomunikasikan," terangnya.

Tak hanya itu, keterlibatan para pengusaha travel agent ini juga tidak lain untuk berbagi kiat selama pandemi. Mengingat ada sejumlah perusahaan travel agent yang masih beroperasi saat pandemi.

Bagi Dhani, kemampuan adaptif pengusaha travel ini beroperasi saat pandemi sangat luar biasa. Pengalaman mereka setidaknya bisa ditularkan sebagai pemantik motivasi bagi pelaku usaha yang lain.

Kendati melibatkan para pengusaha travel agent, mereka dipastikan akan diinapkan di tempat berbeda. Para pengusaha bakal menginap di sejumlah homestay di Desa Suranadi.

Tujuannya, kata Dhani, untuk mengikis kesan buruk terhadap homestay yang ada di desa itu. Selama ini, homestay yang ada di Suranadi kerap diidentikkan sebagai titik hitam rawan tempat maksiat.

Terpisah, Kades Sedau Amir Syarifuddin mengatakan, finalisasi rencana ini masih terus dikoordinasikan dengan Dispar Lombok Barat. Yang jelas, segala urusan teknis penyelenggaraan kegiatan dilimpahkan ke Bumdes dan Pokdarwis setempat.

"Termasuk berapa jumlah tenda yang bakal disiapkan. Semuanya kita limpahkan pada Bumdes dan Pokdarwis," tandasnya. (jl)

Pelaku Penebasan Organ Tunggal Serahkan Diri

Bondo

KOTA BIMA
-- AN alias Bondo (26) terduga pelaku pembacokan di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima akhirnya menyerahkan diri. Ia melakukan aksiny itu saat hiburan organ tunggal Rabu malam kemarin.

Kasi Humas Iptu Jufrin Rama mengatakan, Bondo menyerahkan diri Kamis (15/7), siang kemarin di Mapolsek Ambalawi. Korbannya yakni Haerun (27) yang jari telunjuknya dibuat putus.

Seperti berita sebelumnya, kronologis kejadian berawal ketika mereka menonton organ tunggal pada perayaan ulang tahun. Saat itu korban terlibat cekcok dengan seseorang bernama Ade, hingga berujung perkelahian.

Sejurus kemudian, Bondo langsung menebas korban. Arah tebasan tepat di kepala itu ditangkis dengan kedua tangannya hingga membuat jarinya putus.

“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Ambalawi guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya. (jl)

Tahun Ini 13 Rumah Relokasi Terdampak Banjir Rampung

Ir. Sahri

SELONG
-- Banjir rob yang terjadi di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur beberapa waktu lalu telah merendam sejumlah rumah warga. Diperkirakan, rumah terdampak banjir tersebut kurang lebih berjumlah 70 unit. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Timur, Ir. Sahri, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/7).

Dia menjelaSkan, target yang paling mendesak dari jumlah 70 unit ialah sekitar 33 rumah. Namun, karena anggaran tidak mencukupi, tahun ini hanya dapat memastikan 13 unit relokasi rumah dapat diselesaikan. 

"Selebihnya akan dirampungkan pada tahun berikutnya," ucapnya.

Alasan penataan rumah tersebut untuk mengamankan beberapa rumah dari hantaman banjir rob. Selain itu, bangunan rumah warga sebelumnya dinyatakan telah melanggar aturan. 

Hal itu lantaran rumah warga terlalu mepet dengan bibir pantai. Tak heran jika pimpinan daerah melalui Dinas Perkim Lotim ingin melakukan penataan.

Alasan lainnya, kata Sahri, sebagian besar rumah yang berdiri di bibir pantai tersebut tergolong dalam kategori rumah tidak layak huni. Meskipun, terdapat beberapa rumah tergolong layak huni. 

Selanjutnya, Sahri mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan seluruh rumah akan rampung dibangun. Namun dipastikan masyarakat akan dibangunkan rumah hingga siap ditempati. 

Jika sudah rampung, jelasnya, masyarakat dapat menempatinya.

Adapun model penataan rumah masyarakat tersebut, akan mirip dengan BTN. Saat ini, progres projek tersebut masih dalam tahap persiapan.

Kedepan pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Saya tidak berani janji tahun berapa, namun secara bertahap akan dibangun," tutupnya. (hs)

Wednesday, July 14, 2021

Cekcok Organ Tunggal Berujung Penebasan

TERKAPAR: Haerun terkapar dalam proses perawatan setelah mendapat tebasan dalam insiden organ tunggal.

KOTA BIMA
– Hiburan organ tunggal Rabu (14/7) malam, berakhir ricuh. Para penikmat hiburan yang lepas kontrol emosi dan adu mulut. Ujungnya, jatuh korban karena dibacok.

Peristiwa pembacokan ini terjadi di wilayah hukum Polsek Ambalawi, tepatnya di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima.

Kasi Humas Polres Kota Bima Iptu Jufrin Rama mengabarkan, dalam peristiwa itu, telunjuk jari kiri Haerun (27) putus. Telunjuknya putus akibat menahan serangan bacokan dari Bondo (26) terduga pembacokan.

Kronologis insiden ini berawal saat nonton organ tunggal perayaan ulang tahun. Haerun terlibat cekcok dengan seseorang bernama Ade, hingga berujung perkelahian.

Sejurus kemudian, Bondo langsung membacok korban. Arah bacokan tepat di kepala tapi ditangkis dengan kedua tangannya. Tak urung, jari Haerun pun putus.

“Korban langsung dilarikan ke puskesmas Ambalawi guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Terduga pelaku sambungnya, masih dalam pengejaran petugas. (jl)

Pencuri Sakti Ini Diringkus Berkat GPS

TAK BERKUTIK: Hambali nampak tak berkutik setelah diringkus polisi dan memperlihatkan ajimat miliknya.

MATARAM
-- Hambali di mata para korban aksi pencurian yang dilakukannnya terbilang sakti. Tapi kesaktian pria asal Pringgabaya, Lombok Tengah ini tidak berlaku di mata kepolisian.

Dalam setiap aksi pencuriannya, Hambali senantiasa menyertakan ajimat miliknya. Ajimat itu tak lain untuk melindungi diri.

"Terakhir, pelaku ini mencuri sepeda motor di Perumahan Mahkota, Bertais," kata Kapolsek Cakranegara Kompol Nasrullah, Kamis (15/7).

Hambali tercatat sebagai pencuri yang licin. Namun kepiawaiannya itu berakhir berkat sebuah sepeda motor yang dilengkapi GPS.

Berkat GPS itu keberadaan Hambali diketahui. Kala itu, ia hendak membawa sepeda motor yang dicurinya ke wilayah Lombok Timur.

Saat hendak masuk ke tempat persembunyiannya, Hambali diringkus. Ajimat sakti miliknya tak kuasa menolong. Bahkan saat ditangkap, sosok ini tak sedikit pun memberi perlawanan.

Dari pengakuannya, Hambali beraksi bersama dua orang rekannya, berinisial AS dan MN. Keduanya, masih dalam proses pengejaran. 

”Kita masih buru dua orang rekannya. Kami tetap satroni rumahnya tetapi tidak ada,” kata Nasrullah.

Dari hasil pengembangan, pelaku sudah mencuri sepeda motor di empat lokasi. Ada di wilayah hukum Polresta Mataram dan Polres Lombok Barat (Lobar). 

Sejauh ini Polsek Cakranegara masih berkoordinasi dengan penyidik Polres untuk proses pengembangan.

Kini Hambali mendekam di sel tahanan Mapolsek Cakranegara. Dia dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sementara itu, Hambali mengaku ajimat itu didapatkan dari seseorang. Ajimat miliknya dipercaya memberikan kekuatan saat akan beraksi. 

”Kalau gunakan bebadong (ajimat) bisa lebih kuat dan kalau ada pukulan tidak merasakan sakit,” kata Hambali saat diinterogasi.

Dari pengakuannya, setiap beraksi dia selalu berjalan dengan dua orang rekannya, AS dan MN. Ia bertindak mengambil sepeda motor, sedangkan dua temannya hanya menunggu di luar.

Di depan Kapolsek, Hambali berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dia mencuri karena tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

”Pekerjaan tidak punya. Penghasilan juga begitu. Ini terakhir, kali saya bakal mencuri,” tandasnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567