Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Wednesday, January 27, 2021

Sekolah Ditutup, Kepsek Boleh Buka Setelah Penuhi Syarat

HM. Sukiman Azmy

SELONG
--Kembali mengganasnya virus Corona membuat aktivitas belajar di sekolah ditutup lagi. Aktivitas belajar pun dilaksanakan secara daring dari rumah.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, mulai hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, semua Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)  ditutup sementara.

"Mulai hari Rabu ini sampai Sabtu kita tutup sementara sekolah SD dan SMP ini," ungkapnya, Rabu (27/1).

Namun, ketika jika kepala sekolah sanggup melaksanakan belajar tatap muka dengan melaksanakan protokol kesehatan, mereka harus membuat surat pernyataan kesanggupan.

"Jika mereka menyatakan kesanggupan dia harus membuat surat pernyataan," jelasnya.

Usai menyatakan kesanggupan, pihaknya  sanggup dan membuat surat akan mengecek surat pernyataan mengenai kesanggupan tersebut.

Andai semua persyaratan itu telah dipenuhi, jelasnya, pihak sekolah sudah bisa kembali melaksanakan aktivitas belajar. Aktivitas ini sudah bisa dilaksanakan kembali pada 1 Februari.

"Bagi yang tidak sanggup, ya sudah tutup permanen sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Ketika nanti Lombok Timur berubah dari zona orange menjadi ke kuning, sambungnya, otomatis sekolah bisa melakukan tatap muka.

Penutupan total sekolah disebutnya berlangsung selama 4 hari. Sekolah bisa melaksanakan aktivitas belajar setelah melengkapi syarat yang telah ditentukan.

Sejauh ini, dari evaluasi yang dilaksanakan, jelasnya, 85 persen sekolah tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Hanya 15 persen yang melaksanakan Protkes sesuai anjuran pemerintah.

"Setelah kita evaluasi kita putuskan tim gugus tugas covid-19 Lotim menutup semua sekolah SD SMP dan kebawah TK," ujarnya.

Ia juga menyinggung mengenai sanksi. Jika pihak sekolah tidak sanggup melengkapi syarat yang ditentukan, tapi tetap melaksanakan aktivitas belajar, kepala sekolah bersangkutan bukan tidak mungkin harus siap-siap kehilangan jabatannya. (zaa)

Berdayakan Ekonomi Desa, 35 Pengurus PBI Lobar Dikukuhkan

DIKUKUHKAN: Pengurus PBI Lombok Barat saat dikukuhkan oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun


GERUNG
–Sebanyak 35 pengurus Perserikatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Indonesia (PBI) dikukuhkan, Rabu (27/1). Pengukuhan ini guna memberdayakan ekonomi desa di Lombok Barat.

Fasilitator kegiatan, Hery Ramdan mengatakan, pelantikan ini dilatar belakangi keinginan atau itikad baik seluruh pengurus BUMDes se-Lombok Barat. Mereka dinilai sadar untuk berserikat dan bersatu dalam satu wadah yakni organisasi PBI Kabupaten Lombok Barat. 

Wadah ini nantinya diniatkan sebagai sarana komunikasi, edukasi, ekplorasi anggota dan eksternal untuk kesejahteraan masyarakat desa. 

"Selain pelantikan, selanjutnya akan kita gelar rapat koordinasi perdana PBI Lobar untuk membahas isu-isu yang strategis BUMDes termasuk kegiatan kedepannya," katanya.

Selain itu, kata dia, pelaksanaan pelantikan PBI berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020. Kemudian Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 43 Tahun 2011, dan Permendes Nomor 4 Tahun 2015.

Sementara itu, Ketua PBI NTB Putri Mulia mengatakan, organisasi ini muncul dan menyebar ke seluruh Indonesia berlandaskan UU Nomor 6  Tahun 2014. Dimana regulasi ini memberikan kesempatan pada desa menggali potensi semaksimal mungkin bagi desa menuju kemandirian desa. 

"PBI kita dibangun atas prakarsa dan inisiatif masyarakat pengurus BUMDes di seluruh Indonesia serta di dasari prinsip kooperatif, komunikatif, transparansi, emansifatif, akuntabel dan sustainable," katanya. 

Dia menyebut dengan mekanisme meng-update member dari semua pengurus yang terpenting dalam pengelolaan BUMDes di berbagai daerah harus dikelola secara profesional dan mandiri. PBI didirikan pada tanggal 7 Februari 2018 dan dan dideklarasikan pada tanggal 21 april 2018 di kemndes PDT.

Tugas pokok yang akan dilakukan baik PBI kabupaten atau provinsi maupun nasional yaitu mensinergikan dengan semua BUMDes di seluruh Indonesia. Sinergi ini dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya BUMDe dan advokasi dengan pemerintah dalam rangka mewakili kepentingan pengelola BUMDes dalam berbagai forum tingkatan yang akan dilaksanakan oleh PBI 2024 mendatang.

Selanjutnya kata dia, meningkatkan efisiensi pengelola BUMDes, manajemen dan menumbuh kembangkan kewirausahaan pengelola BUMDes serta mengembangkan bisnis. Tugas ini sangat besar pengaruhnya terbukti dengan adanya informasi yang diterima dari Pemprov NTB untuk dikembangkan program Zero Waste. 

"Kita di NTB yang pertama PBI NTB dilantik pada akhir tahun 2020 dan hari ini melantik pengurus PBI Kabupaten Lombok Barat," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wabup Lobar Hj Sumiatun kepada semua pengurus BUMDes yang dikukuhkan mengucapkan selamat. Ucapan ini disampaikan karena pengurus telah dikukuhkan.

"Ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan. Kedudukan Anda sebagai pengurus BUMDes bukanlah jabatan seremonial, bukan hanya sekedar formalitas. Posisi Anda harus ada tindak lanjut melalui aktivitas dan kreativitas sehingga BUMDes bukan sekedar ada tapi juga berkegiatan. Ini penting mengingat Presiden Joko Widodo sendiri pernah menyinggung BUMDes yang masih banyak yang mangkrak alias tidak melakukan kegiatan," sebutnya.

Menurut dia, data tahun 2019, ada 75.436 desa yang ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, jumlah BUMDes yang sudah berdiri baru sekitar 50 ribuan unit. 

Artinya masih ada 25 ribuan yang belum berdiri. Bahkan disebutkan, dari 50-an ribu yang sudah berdiri, hanya kurang dari 1400 yang aktif alias memiliki kegiatan.

"Karena itu, mari kita berjuang agar BUMDes betul-betul menjadi satu organ yang aktif, kreatif dan inovatif," imbuhnya.

Dia menambahkan, potensi ekonomi desa apa yang semestinya menjadi tema utama dari usaha yang dijalankan BUMDes. Kemudian sumber daya alam apa yang dimiliki, serta sumber daya manusia yang seperti apa yang dimiliki dan dibutuhkan. Jangan sampai pendirian BUMDes hanya untuk memenuhi tuntutan peraturan saja tanpa ada arah dan tujuan yang jelas. (and)

Tuesday, January 26, 2021

Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Capai Rp 32,4 Miliar

Made Sukmayanti

SELONG
--Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Selong Lombok Timur menyebut tunggakan peserta mencapai Rp 32,4 miliar. Menumpuknya tunggakan tersebut akibat ketidaktahuan peserta terkait sistem pembayaran BPJS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Made Sukmayanti membeberkan, data kepesertaan BPJS Kesehatan dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sampai bulan November 2020 berjumlah sekitar 44,629 ribu orang. Dari sekian peserta BPJS yang ada itu, masih banyak yang menunggak. Dari jumlah itu, sebayak 42.116 ribu peserta yang menunggak. 

"Jumlah tunggakannya sekitar Rp 32,4 miliar," ucapnya, Rabu (27/1).

Sebenarnya, jelasnya, tingkat kedisiplinan pembayaran peserta ini cukup disiplin. Hanya saja masalah berasal dari segelintir peserta.

"Dari beberapa peserta PBPU ada yang seharusnya menjadi peserta PBI dengan Pemda," sambungnya.

Dari keterlambatan pembayaran iuran juga dapat diakibatkan karena ketidaktahuan peserta. Mereka belum mengetahui bagaimana sistem pembayaran peserta BPJS Kesehatan dan tidak tahu iuran pembayaran harus dilakukan secara kontinu.

"Setelah mereka mendapatkan pelayanan, iuran malah dihentikan,” katanya.

Salah satu cara untuk Pemkab agar penunggak ini berkurang, peserta BPJS Kesehatan dalam kategori PBPU ini dialihkan ke kategori PBI. Namun data yang menunggak ini dialihkan ke Dinas Sosial agar dilakukan verifikasi dan validasi data, apakah dari data penunggak ini ternyata masuk dalam kategori miskin atau baru miskin.

Jika peserta ini masuk dalam kategori miskin dan masuk dalam data DTKS yang ada di Dinas Sosial, jelasnya, itu bisa langsung dialihkan menjadi peserta PBI.

"Tapi tidak semata-mata tunnggakannya akan hilang, kalau dirubah lagi statusnya dari PBI menjadi PBPU maka tunggakannya itu akan kembali muncul," katanya. (zaa)

Peduli Gizi Anak, Aruna Hotel Terjun ke Desa Pusuk Lestari

WAWANCARA: GM Aruna Hotel, Weni Kristanti saat diwawancara wartawan di lokasi pemberian bantuan.

GERUNG
--Persoalan gizi buruk yang dihadapi anak-anak rupanya menjadi perhatian serius jajaran manajemen Aruna Hotel, Senggigi.

Di Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Desa Pusuk Lestari tercatat sebagai desa dengan angka stunting terbanyak. Tak heran jika desa ini menjadi obyek yang disasar sebagai lokasi yang diberikan bantuan.

Kepala Desa Pusuk Lestari, H Junaidi mengatakan, kehadiran Aruna Hotel di desanya dianggap sebagai berkah. Terlebih kehadiran jajaran manajemen hotel ini tidak diduga-duga.

Bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako dan tambahan asupan gizi untuk anak dan lansia merupakan rangkaian dari bantuan CSR Aruna Hotel. Ada ratusan anak dan dan lansia yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Rabu (27/1). 

"Kami tidak pernah berpikir jika pihak Aruna Hotel akan datang ke sini. Sebelumnya juga tidak pernah ada pemberitahuan. Kami sangat berterima kasih atas perhatian ini," ucapnya.

Rasa syukur Junaidi ini rupanya karena desa yang dipimpinnya merupakan pengidap syuting terbanyak di Kecamatan Batulayar. Secara persentase, anak-anak di desa ini mengidap stunting terbanyak dibanding desa lainnya di kecamatan tersebut.

Sebenarnya kata Junaidi, jumlah penderita stunting di desanya relatif lebih sedikit dibanding dari desa yang lain. Namun dari sisi persentase jumlahnya lebih banyak.

"Karena di desa kami ini sangat sedikit penduduknya dibanding desa yang lain," ucapnya.

Tak hanya masalah stunting yang dihadapi di desa tersebut. Akses pendidikan dan kesehatan juga menjadi masalah.

Untuk pendidikan misalnya, anak-anak yang berada di Dusun Kedondong Bawak harus menempuh perjalanan berkilo-kilo agar dapat sekolah. Mereka harus menuruni bukit sepanjang 2 kilometer dan dilanjutkan menuju sekolah dengan jarak tempuh yang sama.

Begitu juga dengan masalah kesehatan, warganya harus menempuh jarak yang tak sedikit. Akses menuju fasilitas kesehatan yang berada di pusat pemerintahan Kecamatan Batulayar dianggap relatif cukup jauh.

Hadirnya Aruna Hotel di tengah-tengah masyarakat Pusuk Lestari dianggap sangat luar biasa. Jarang ada pelaku usaha wisata yang mau berbagi terlebih ditengah situasi pandemi.

"Kita tahu salah satu sektor paling terdampak dengan pandemi Corona ini adalah sektor pariwisata, tapi Aruna Hotel masih mau menyempatkan diri berbagi," ucapnya.

Senada juga disampaikan Sekcam Batulayar, Afgan Kusumanegara. Ia berharap aktivitas sosial kemanusiaan yang dilakukan Aruna bisa menjadi inspirasi serta motivasi bagi pelaku usaha wisata yang lain.

"Kalau di agama itu, dengan rajin bersedekah seperti ini, insyaallah akan banyak mendatangkan rezeki dan sekaligus menolak bala' atau musibah," ucapnya.

Kapolsek Senggigi, Kompol Bowo Tri Handoko mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiasi pihaknya. Bersama dengan Aruna Hotel, kepolisian disebutnya ingin hadir di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, GM Aruna Hotel, Weni Kristanti memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara reguler. Bulan depan, selepas kegiatan ini pihaknya akan kembali menggalang donor darah.

"Ki sangat bahagia bisa berbagi dengan masyarakat. Kita berharap ini menjadi motivasi juga bagi pelaku usaha wisata yang lain," tandasnya. (jl)

Bau Nyale Ditiadakan, Ini Penjelasan Dandim Lotim

DITIADAKAN: Event Bau Nyale ditiadakan tahun ini demi antisipasi penyebaran Covid-19.

SELONG
--Tradisi tahunan Bau Nyale di wilayah pantai selatan Lombok Timur ditiadakan. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa virus corona kembali mengganas.

Demikian dikatakan Komandan Kodim 1615/Lotim, Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny seusai memberikan hadiah lomba bola volly di Makodim 1615/Lotim jalan Prof M Yamin Selong, Selasa (26/1).

Menurutnya, peniadaan acara tradisi Bau Nyale tahun ini semata-mata untuk menghindari kerumunan massa pengunjung. Langkah ini sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari bahaya Covid-19.

"Ini salah satu upaya kita bersama untuk mencegah penularan Covid-19 di NTB khususnya wilayah Lombok Timur," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Agus Donny, pihaknya dari Koramil 1615-04/Keruak akan berkoordinasi dengan Forkopimca Jerowaru dan para kepala desa. Koordinasi tersebut untuk melakukan penyekatan di simpang 3 Dusun Tutuk dan simpang 4 Desa Pemongkong.

Ini dilakukan agar pengunjung tidak bisa memasuki kawasan pantai.

Selain itu, pihaknya melarang pendirian lapak oleh para pedagang. Baik pedagang dari luar maupun pedagang dari Kecamatan Jerowaru sendiri.

"Jadi ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 30 Januari hingga Senin tanggal 1 Februari," terangnya.

Mantan Danyonif 742/SWY itu juga berharap agar masyarakat memahami kondisi seperti ini. Dengan demikian, dapat meminimalisasi penyebaran dan penularan Covid-19. (jl)

Wanita 75 Tahun Tewas di Kolam Ikan

MENINGGAL: Mahnim ditemukan meninggal di kolam milik warga dengan posisi jilbab terlilit.

SELONG
--Hidup Mahnim berakhir dengan cara tak wajar. Ia ditemukan tewas mengapung di kolam ikan milik warga.

Perempuan 75 tahun tditemukan meninggal di kolam ikan di Dusun Gunung Paok, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur,   sekitar pukul 11.30 WITA, Selasa (26/1).

Kasubg Humas Polres Lotim Iptu Lalu Jaharuddin menjelaskan, menurut keterangan saksi Haerul Ihsan, (40) mengatakan, ia menemukan mayat Mahnim di kolam ikan miliknya. 

Kala itu, ia sedang menuju kolam dan hendak memberi pakan ikan-ikan tersebut. Saat itu ia langsung melihat seorang perempuan dalam keadaan mengapung.

Dimana jilbab yang dipergunakan Mahnim terlilit baling-baling kincir air yang telah ada di kolam tersebut.

"Setelah saksi melihat hal tersebut langsung memanggil anak kandung dari korban," jelasnya.

Setelah memanggil anak korban,  kemudian Mahnim dibawa menuju ke Pustu Desa Perian. Sayangnya, setibanya ia dinyatakan sudah meninggal.

"Sesampai di Pustu korban sudah dinyatakan meninggal," terangnya. (zaa)

ICA Harus Mampu Angkat Khazanah Kuliner Lombok

LANTIK: BPC ICA Lombok Barat dilantik ditandai dengan pemasangan toque blanches.

GERUNG
–Badan Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Chef Associasiton (ICA) NTB, melantik dan mengukuhkan ICA Lombok Barat, Senin (25/1).

Pelantikan yang digelar di Hotel Montana Premiere Senggigi itu ditandai dengan pemasangan topi chef yang dikenal dengan toque blanches. Toques ini dipasangkan oleh Anton Sugiono selaku Ketua ICA NTB kepada Agus Irwan sebagai ketua ICA Lombok Barat.

Terhadap pelantikan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H Saiful Ahkam menyampaikan selamat kepada pengurus ICA Lombok Barat. Mereka ya g dilantik diharap bisa menjadi mitra strategis dinas yang dipimpinnya.

"Kehadiran ICA Lobar ini kita harapkan bisa memberi nilai tambah dalam pengembangan industri pariwisata. Sebab kuliner menjadi salah satu alasan wisatawan mau berkunjung ke tempat wisata," katanya.

Wisatawan, lanjutnya, rata-rata memiliki tiga alasan berwisata. Pertama, santai dan liburan. Kedua, ketertarikan akan destinasi, dimana di sana hadir adventure. 

Selanjutnya ada kuliner, bahkan menurut sebagian banyak orang, kuliner menjadi alasan utama orang berkunjung.

“Nah ini yang menjadi penting, bagaimana ICA dan teman-teman yang berprofesi sebagai juru masak mampu menghadirkan kekayaan khazanah dan memajukan kulinernya NTB, Lombok-Sumbawa atau khususnya untuk Lombok Barat,” katanya. 

Ketua ICA BPC Lobar, Agus Irwan usai pengukuhan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ucapan ini disampaikan karena telah dipercaya sebagai ketua pengurus cabang Lobar. 

Dengan diberikan amanah ini, ia berkomitmen akan memajukan dan mengenalkan kuliner Pulau Lombok, khusunya kuliner Lobar. 

Dia mengungkapkan, untuk kegiatan kedepannya, pihaknya nanti akan bermitra dengan lembaga-lembaga dan juga pemerintah daerah dengan maksud memajukan pariwisata di bidang kuliner. Salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan berupa cooking demo, lomba masak atau ukir buah dengan mengundang lembaga atau sekolah- sekolah yang punya kejuruan tata boga.

ICA sendiri bukan hanya perkumpulan yang berisikan tukang masak saja. Namun juga sebagai tempat berkumpulnya para pelaku, pecinta, dan lainnya yang berkaitan dengan kuliner.

"Itu kita maksudkan sebagai edukasi bagi calon-calon chef profesional. Kita berharap banyak chef-chef yang belum bergabung di luar sana agar bisa bergabung bersama kita, dengan maksud bersama-sama memajukan kuliner nusantara,” harapnya. (and)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567