Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Thursday, June 25, 2020

Ombudsman NTB Sarankan Bangun Posko Pengaduan JPS

BANTUAN: Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik saat memberikan bantuan JPS Gemilang.
MATARAM--Distribusi Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II sudah tuntas. Dikabarkan akan ada penyaluran JPS tahap berikutnya.

Koordinator Posko Pengaduan Covid-19 Ombudsman NTB, Ikhwan Imansyah mengatakan, pembangunan posko pengaduan distribusi JPS sangat penting. Ini tidak lepas dari banyaknya laporan yang masuk ke pihaknya.

"Untuk penyaluran tahap II kemarin, distribusi JPS Gemilang ini cukup baik dibanding sebelumnya," ungkapnya, Jumat (26/6).

Pada penyaluran tahap kedua, JPS Gemilang jauh lebih tertib. Selain itu, komoditas bantuan yang diserahkan kepada penerima juga lebih baik.

Pada penyaluran sebelumnya, adanya komoditi yang rusak sangat santer terdengar. Sebut saja seperti adanya beras kutuan dan telur yang busuk.

"Tapi tahap kedua ini jauh lebih baik," ulangnya.

Kendati demikian, dalam penyaluran JPS kemarin, terangnya, masih ada masalah yang ditemukan pihaknya. Masalah itu berupa banyak pengaduan dari masyarakat.

Dalam catatan yang masuk ke Ombudsman, sedikitnya sekitar 80 laporan lebih yang diterima. Laporan ini terbanyak datang dari Lombok Tengah.

Rerata dari laporan itu terkait banyaknya warga yang tidak terdata bantuan. Padahal yang bersangkutan masuk dalam kategori layak menerima bantuan.

Temuan Ombudsman di lapangan, jelasnya, sebagian besar bantuan terutama mengakomodir keluarga dan konstituen kepala desa. Kondisi dinilai menjadi persoalan cukup serius.

Temuan lain, dalam penyaluran bantuan masih ada pemotongan yang dilakukan oknum-oknum perangkat desa. Kasus terbaru yang ditangkap basah petugas adalah pemotongan yang dilakukan salah seorang kepala dusun di Paok Motong Lombok Timur.

Demi menghindari hal tersebut, Ombudsman menyarankan agar pemerintah daerah membuat posko pemgaduan. Komposisi petugas yang bekerja dalam proses pengawasan nantinya bisa melibatkan aparat kepolisian dan yang lainnya.

Dengan adanya posko pengaduan, diharap ulah nakal perangkat desa bisa ditekan. Selain itu, penyaluran bantuan relatif lebih merata.

Ikhwan mengatakan, selama masa pandemi virus corona terlalu bnayak jenis bantuan ynag diterima masyarakat. Sedikitnya sekitar 7 jenis bantuan yang disalurkan. Diantara jenis bantuan itu yakni, JPS Gemilan, BLT-DD dan banyak lagi.

"Lewat posko itu nanti, paling tidak ada upaya kanalisasi pengaduan masyarakat, dan kita tahu jenis bantuan yang mana yang dikeluhkan," paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik mengatakan, proses perbaikan dalam distribusi bantuan JPS terus ditingkatkan. Baik itu menyangkut proses distribusi, pengaduan dan komoditi yang diberikan.

"Untuk distribusi kita upayakan cepat dan tepat sasaran. Sasaran utama yang ditarget bantuan terutama bagi masyarakat yang benar-benar terdampak," ucapnya.

Kendati demikian, ia tidak .e ampok jika masih ditemukan adanya komoditi dalam paket bantuan yang rusak. Terhadap kerusakan itu, warga diminta melaporkan secepatnya kepada petugas.

Ia menjamin, komoditi yang ditemukan rusak akan diganti. Namun demikian, kerusakan komoditi pada paket bantuan harus dilaporkan agar petugas mengetahui.

Ia juga menyinggung terkait alur layanan pengaduan. Pihaknya telah menurunkan tim Tagana di lapangan menyerap persoalan yang terjadi.

"Bahkan mereka (Tagana) yang turun langsung meminta warga melaporkan jika ada keluhan," ucapnya.

Selain Tagana, pengaduan masyarakat bisa ditampung pihaknya. Warga sudah disediakan email dan web di instansi yang dipimpinnya sebagai alur pengaduan.

Khalik juga menegaskan, pada distribusi JPS tahap berikutnya dipastikan akan terus dibenahi. Langkah ini diambil demi memuaskan masyarakat dakam pelayanan yang diberikan. (jl)

Dinas PUPR Harus Sentuh Kebutuhan Langsung Masyarakat

PENCANANGAN: Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat mencanangkan Program PU Maksimal, NTB Senang.
MATARAM--Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta Dinas PUPR NTB bisa melakukan program yang betul-betul menyentuh kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat.

"PU itu menyetuh betul-betul yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti jalan, kemudian jembatan, irigasi dan lain sebagainya," ucapnya, Kamis (25/6).

Gubernur menjelaskan salah satu indikator keberhasilan kepala daerah membangun daerahnya apabila jalannya baik, irigasinya lancar serta tersedianya bendungan. Karena itu, penting bagi Dinas PUPR memperhatikan kebutuhan langsung masyarakat tersebut.

"PU ini kenapa menarik, karena Kementerian PUPR itu memberikan perhatian khusus di NTB ini, karena kita akan menjadi tuan rumah MotoGP, ada jalan, mulai bulan depan, dari bandara ke Mandalika" sambungnya.

Bang Zul juga menjelaskan, pembangunan Mandalika untuk menyambut MotoGP 2021 itu telah berjalan sesuai rencana atau on the right track. Meski pandemi Covid-19 seperti saat ini, tapi pembangunan KEK Mandalika masih sesuai rencana.

"Secara umum masih pada track yang direncanakan," ungkapnya.

Selain itu, Zul uga memberikan semangat kepada seluruh jajaran PUPR senantiasa membangun hubungan baik dengan siapapun di lingkungan kerja. Termasuk juga senantiasa menciptakan suasana kerja yang nyaman, aman dan penuh kekeluargaan. Dengan brgitu produktivitas kerja meningkat.

Gubernur mengimbau seluruh jajarannya saling mengunjungi di rumah sebagai salah satu cara membangun hubungan emosional yang tidak formal. Sebab, kalau pertemuannya formal seperti di kantor, maka itu cenderung kaku dan mekanistik.

"Kalau sudah saling mengunjungi, kita bisa saling membantu, saling memahami karena kita sudah saling mengenal," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, H. Sahdan MT melaporkan program yang menjadi tanggung jawabnya saat ini. Laporannya berisi tentang pembangunan jalan, jembatan dan irigasi.

"Tadi Pak Gubernur sudah menulis, PU Maksimal, Masyarakat Senang," ungkapnya. (jl)

Tingkatkan Predikat SAKIP, Pemprov NTB Bersinergi dengan Daerah

WEBINAR: Karo Humas dan Protokol Pemprov NTB, Najamuddin Amy saat mengikuti webinar SAKIP.
MATARAM--Pemprov NTB bertekad terus meningkatkan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di tahun mendatang. Dimana pada tahun 2019 lalu, NTB meraih predikat BB untuk SAKIP tahun 2018.

"Alhamdulillah NTB telah mencapai predikat BB. Kami berkomitmen terus bersama kabupaten kota dengan semangat dan agar menjadi baik di tahun-tahun yang akan datang," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB, Najamuddin Amy, Kamis (25/6).

Lontaran Najamuddin itu disampaikan dalam sambutannya mewakili Sekretaris Daerah Provinsi NTB pada Rapat Sosialisasi Reformasi Birokrasi melalui webinar. Dimana kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN & RB) RI.

Dalam rapat sosialisasi terkait reformasi birokrasi lingkup Pemprov NTB itu, Najamuddin menyebutkan, NTB akan memaknai semua data yang disampaikan MenPAN & RB sebagai bahan untuk terus berbenah.  Banyak hal penting yang harus menjadi atensi dan menjadi perhatian, khususnya di masa pandemi virus corona saat ini.

Najamuddin menjelaskan, reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus Pemprov NTB saat ini. Terutama peningkatan sumberdaya aparatur agar selalu produktif dan aktivitas pelayanan publik tetap berjalan dengan baik di masa pandemi saat ini.

Kepada Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Drs. H. Jufri Rahman, M.Si,  Najamuddin menuturkan, saat ini Pemprov NTB sedang dalam proses perjuangan dari zona merah menjadi zona hijau wabah corona. Namun demikian, kualitas pelayanan publik tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

"Indeks reformasi birokrasi perlu terus dilakukan peningkatan dan perbaikan," ujarnya.

Menurutnya, bencana pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini harus mampu dimaknai sebagai sebuah momentum terus melakukan penataan agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini saja, Pemprov NTB sedang melakukan penyelesaian nomenklatur organisasi sesuai dengan Permendagri, No. 56 tahun 2019.

NTB disebutnya merupakan salah satu provinsi yang belum melakukan penyesuaian nomenklatur. Namun sebagian kabupaten kota di daerah ini telah melakukan penyesuaian penataan organisasi baru sesuai amanat pemerintah pusat.

Ia menilai, penataan dan reformasi birokrasi menjadi hal yang sangat urgen di tengah pandemi saat ini. Provinsi NTB dan kabupaten kota akan segera melaksanakan penyesuaian dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu, ia mengajak kabupaten kota untuk terus meningkatkan kolaborasi dan kerjasama. Karena semangat kebersamaan semuanya akan berjalan baik.

"Kalau sudah kita memiliki semangat kebersamaan. Insyaallah semua akan bisa kita lewati dan selesaikan dengan baik," katanya. (jl)

Anggota BPBD Rencana Dikirim Latihan ke Australia

PERIKSA: Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat memeriksa inventaris perlengkapan milik BPBD NTB.
MATARAM--Tingginya intensitas bencana alam belakangan ini menjadi atensi Pemprov NTB. Tak heran jika para personil Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat harus ditingkatkan kapasitasnya.

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah berencana mengirim para personil BOBD ke Australia. Langkah ini dianggap menjadi salah satu cara meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki institusi itu dalam bidang kebencanaan.

Di Negeri Kanguru itu nantinya para personil BPBD NTB diniatkan bertukar pikiran dengan Tim SAR di Darwin, Australia. Pelatihan ini dianggap penting demi membangun pengertian serta kemampuan penanganan kebencanaan di daerah.

"Mohon kepala BPBD untuk menindaklanjuti ini," kata Gubernur  saat bersilaturahim dalam rangka halalbihalal dan pembinaan ASN di Kantor BPBD NTB, Kamis (25/6).

Gubernur menilai anggota BPBD yang terlatih dan memiliki skill di bidang kebencanaan bisa langsung bergerak membantu masyarakat ketika terjadi berbagai bencana. Apalagi posisi NTB tidak jauh dengan Darwin, sehingga membuat komunikasi dan mobilitas saat pelatihan terbilang mudah.

Pelatihan ini juga kata Gubernur diperlukan untuk mendukung peralatan kebencanaan yang saat ini tersedia di BPBD. Sebut saja seperti kendaraan operasional, baik untuk dipergunakan di daerah perairan maupun darat. Termasuk kendaraan yang dimanfaatkan untuk dapur umum.

Sementar itu, Plt Kepala BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi menyambut bahagia tawaran Gubernur melatih anggotanya ke Australia. Menurutnya, antara Indonesia, khususnya Provinsi NTB memiliki banyak kesamaan. Termasuk kesamaan iklim yang dapat mendukung peningkatan keterampilan para anggota.

"Itu suatu tawaran yang luar biasa. Biasanya kami banyak bekerjasama dengan Jepang. Nah, sekarang ada Australia lebih bagus karena secara iklim atau kondisi mirip," ungkapnya.

Ia berharap, pelatihan kebencanaan itu dapat meningkatkan kemampuan, kecerdasan dan keahlian anggotanya. Dengan demikian, kapasitas personil di BPBD NTB terus mengalami peningkatan.

Kunjungan Gubernur ke BPBD itu juga dalam rangka memberikan arahan serta semangat kepada seluruh jajaran di OPD tersebut. Salah satu isi arahannya yakni semua ASN harus berupaya menciptakan suasana kerja yang nyaman, penuh kekeluargaan serta persahabatan.

"Maka kuncinya adalah senantiasa melakukan silaturahim secara informal di rumah. Dengan demikian akan muncul cara pandang yang berbeda terhadap seseorang serta silaturahim ini dapat meningkatkan produktivitas kerja," katanya. (jl)

RSUD NTB jadi Rumah Sakit Rujukan Corona

MATARAM--Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mengatakan untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di kabupaten/kota, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota saling support.

Pihaknya memastikan apabila ada pasien yang tidak dapat ditangani di RSUD kabupaten/kota, barulah dirujuk ke RSUD NTB. Seperti pasien ibu dan anak yang biasanya ditangani di RSUD NTB. Karena beban tenaga kesehatan di RSUD NTB cukup berat untuk penanganan pasien Covid-19.

Maka sekarang dapat ditangani dulu di RS Unram dan RS Bhayangkara. Apabila RS Unram dan RS Bhayangkara tidak mampu menangani, barulah dirujuk ke RSUD NTB.

"Itu lumayan menyaring pasien yang ke RSUD NTB. Dan juga mengurangi penolakan-penolakan. Karena RSUD NTB sekarang pasien sudah penuh, ndak bisa menerima lagi. Sementara pasien butuh perawatan," katanya.(jl)

Konjen Australia Apresiasi Kinerja Nakes di RSUP NTB

MATARAM - Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Konsulat-Jenderal Australia di Bali yang juga membawahi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerjasama dengan Ikatan Alumni Australia di Lombok, NTB menyampaikan apresiasi kepada tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUDP Provinsi NTB di Mataram.

Ketua Ikatan Alumni Australia NTB, Romy Hidayat menyampaikan apresiasi dari Konsul-Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin secara simbolis kepada Direktur RSUDP Provinsi NTB, Bapak Dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS pada Selasa (9/6).

Walaupun Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini sulit bagi banyak keluarga, Konsulat Jenderal Australia berharap bahwa Tenaga Kesehatan NTB dapat merayakan bersama Konsulat. Konsul-Jenderal Griffin juga menyampaikan harapannya untuk dapat menikmati buka puasa dan merayakan Idul Fitri bersama tahun depan di NTB.

Selain memuji kerja keras dan dedikasi yang diperlihatkan oleh tenaga kerja medis NTB dalam menangani COVID-19, Konsul Jenderal Griffin berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi di bidang pendidikan, manajemen tanggap darurat, kesehatan dan melanjutan kerjasama antara Konsulat-Jenderal Australia dan Pemerintah serta masyarakat. Nusa Tenggara Barat.

Konsul-Jenderal juga menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan bagaimana Australia telah mengubah orientasi program pembangunannya di Indonesia untuk langsung merespons COVID-19, termasuk tambahan 21 juta dollar Australia untuk mendukung respon kesehatan, kemanusiaan, dan ekonomi Indonesia. Bekerjasama dengan mitra kesehatan internasional, Australia mendukung gugus tugas nasional COVID-19 Indonesia untuk mengurangi penyebaran virus dan mengelola respon. Ini termasuk membantu memperkuat pengawasan dan pencegahan infeksi, meningkatkan kapasitas laboratorium dan meningkatkan perlindungan bagi petugas kesehatan.

Bersama-sama, Australia dan Indonesia mendukung peningkatan penyampaian program perlindungan sosial Indonesia dan bekerja dengan mitra organisasi kemasyarakatan - termasuk NU, Muhammadiyah dan Palang Merah Indonesia - untuk memastikan kelompok yang paling rentan, terutama perempuan dan anak perempuan, dapat mengakses dukungan dan mencari alternatif peluang kerja.

Bagi Australia, Indonesia adalah tetangga, salah satu tujuan wisata paling populer dan teman dekat kami. Bekerja bersama menanggapi COVID-19 akan mendukung kawasan Indo-Pasifik yang stabil dan makmur dan merupakan contoh lain dari kuatnya ikatan antara Pemerintah dan lembaga non-pemerintah kita, pesan Konsul-Jenderal Griffin. (jl)

RSUP NTB Dapat Tambahan Nakes dari Pusat

MATARAM–Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim 19 tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu penanganan Covid-19 di NTB. Pasca banyaknya tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19, NTB juga sedang membuka rekrutmen relawan tenaga kesehatan yang akan dikontrak selama tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menyebutkan, sebanyak 19 tenaga kesehatan yang dikirim Kemenkes ke NTB untuk membantu menangangi pasien Covid-19. Terdiri dari satu dokter, satu perawat, satu apoteker dan sisanya tenaga farmasi.

Mereka ditugaskan di RSUD Provinsi NTB dan RS Darurat Covid-19 Asrama Haji, kata Eka di Mataram, Minggu (31/5).

Dengan melihat perkembangan kasus positif Covid-19 di NTB, kata Eka, sedang dilakukan rekrutmen tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19 sesuai dengan kebutuhan. Tenaga kesehatan hasil rekrutmen ini akan dikontrak jangka pendek, yakni selama tiga bulan. Mereka ini merupakan relawan tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19 di NTB.

Rekrutmen ini untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dikes NTB mencatat, jumlah tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 hingga saat ini sebanyak 67 orang. Dimana, tiga orang sudah sembuh dan 64 orang masih dirawat.

Sebanyak 67 tenaga kesehatan yang terjangkit virus Corona sebanyak 35 orang di Rumah Sakit 1, 3 orang di Rumah Sakit 2, 23 orang di RSUD 3, 1 orang di Puskesmas 1, 1 orang di RSUD 4, 1 orang di RSUD 5 dan 3 orang di Rumah Sakit 6. Sebanyak 3 tenaga kesehatan yang sudah dinyatakan sembuh yakni mereka yang bertugas di Rumah Sakit 2.

67 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut terdiri dari dokter dan dokter gigi 8 orang, paramedis 54 orang, ahli gizi 1 orang, apoteker/farmasi 3 orang dan radiologi 1 orang.

Eka menyebutkan, secara keseluruhan jumlah perawat yang ikut terlibat dalam menangani Covid-19 di NTB sebanyak 7.648 perawat.

Kemudian dokter umum 200 orang. Selain itu, dokter spesialis paru 9 orang, dokter spesialis anak 42 orang, dokter spesialis penyakit dalam 48 orang, dan dokter spesialis lainnya seperti anestesi dan radiologi sebanyak 60 orang.

Terpisah, Dirut RSUD NTB dr Lalu Hamzi mengapresiasi bantuan nakes dari Kementerian Kesehatan RI.

"Alhamdulillah bantuan tambahan Nakes ini sangat membantu. Namu tetap ada penyesuaian dan pengaturan pelayanan di internal sesuai beban kerja dan ketersediaan tenaga," tandasnya.(jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567