Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Friday, January 1, 2021

Tidak Diberi Uang, Jukir Tusuk Pengunjung

LUKA: Ady menunjukkan tangannya yang mengalami luka robek akibat tusukan jukir berinisial BN.

PRAYA
--Ulah juru parkir (jukir) berinisial BN, 40 tahun, tak pantas ditiru. Gara-gara tidak diberi uang, ia nekat menusuk pengunjung Alfamart.

Penusukan BN yang merupakan warga Desa Kopang Rembie Kecamatan Kopang Lombok Tengah ini terjadi Kamis (31/12) lalu. Ia menusuk korbannya sekitar pukul 22.00 WITA.

Buntut ulahnya, warga melaporkan insiden penganiayaan tersebut. Polisi pun bergerak ke rumah BN dan meringkusnya.

Kapolsek Lopang, AKP Suherdi membeberkan, BN melakukan aksinya di gerai Alfamart Lopang Rembiga. Korbannya adalah Muhammadiyah Ady, 37 tahun, warga Desa Dasan Baru yang baru keluar dari ritel modern tersebut.

Pada saat korban akan pergi menggunakan motornya tiba-tiba dimintai uang parkir oleh pelaku. Namun korban bilang memintanya bersabar dan akan membayar lain waktu.

"Merasa tidak terima, pelaku marah dan langsung menganiaya dengan cara menusuk korban menggunakan pisau," jelasnya, Sabtu (2/1).

Atas kejadian itu, korban mengalami luka gores di bagian pundak. Jari tangan korban pun robek. Beruntung korban bisa menyelamatkan diri dan pulang ke rumahnya serta melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. 

"Korban mengalami luka di bagian pundak dan jari tangan," katanya.

Suherdi mengatakan, kala mendapat laporan, pihaknya sedang razia gabungan bersama TNI. Aparat gabungan itu menggelar razia pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Setelah mendapat laporan, pelaku langsung ditangkap di rumahnya malam itu juga. Hanya saja, kepada petugas BN mengaku melakukan aksinya di bawah pengaruh minuman keras alias sedang mabuk. (jl)

Lagi, Bocah Ditemukan Tewas di Kolam

TEWAS: Olif mengembuskan nafas terakhirnya dengan cara tak terduga. Ia meninggal di sebuah kolam dekat rumahnya.

SELONG
--Malang nian nasib Olifatul Hidayah. Sekitar pukul 18:00 WITA, jasadnya ditemukan tenggelam di sebuah kolam wisata Pantai Pengayoman, Menanga Baris, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur yang tak jauh dari rumahnya, Jum'at (1/1). 

Sebelum kejadian tersebut, Olifa diketahui sedang bermain oleh orang tuanya sejak pukul 15:30 WITA di lokasi kejadian. Saat waktu mengaji tiba, orang tuanya (Mismawati) 25, mencarinya di sekitaran lokasi bermain, namun ia tidak ditemukan juga.

"Saya baru sadar kalau Olif sudah tidak ada di lokasi bermainnya," ucap ibu korban, Mismawati.

Atas peristiwa tersebut, pada pukul 16:00 WITA orang tua korban lalu mencarinya dengan dibantu oleh masyarakat setempat dan Tim SAR Lombok Timur.

Alhasil, tepat pada pukul 18:30 WITA atau ba'da Magrib jasad Olif ditemukan sudah tak bernyawa di dasar kolam tempat ia bermain siang itu. Pada saat kejadian, bocah empat tahun itu diduga kepeleset hingga terjatuh ke dalam kolam.

"Olifa ditemukan ba'da magrib setelah melakukan pencarian bersama masyarakat dan tim SAR," tutupnya. 

Sebelumnya, di hari yang sama kasus serupa juga terjadi. Namun kasus tersebut terjadi di Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading. 

Dalam kasus itu, bocah berusia 1 tahun atas nama Narajati menjadi korbannya. (hs)

Pulang, Aparat Gabungan Pastikan 180 PMI Dikarantina

RAKOR: Beginilah suasana rapat koordinasi membahas kepulangan 180 PMI asal NTB.

MATARAM
– Rencana kedatangan 180 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB di Bandara Internasional Lombok (BIL), Sabtu hari ini (2/1), akan mendapat pengawalan ketat personel Polda NTB. 

Kesiapan pengawalan itu sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) 13 institusi terkait, Jumat (1/1), di Ruang Rapat Sekda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto melalui siaran persnya menyampaikan, rakor membahas rencana kedatangan 180 PMI yang dipimpin Sekda NTB HL Gita Aryadi tersebut, digelar untuk mengantisipasi sekaligus menekan kurva peningkatan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dimana beberapa hari terakhir menjelang pergantian tahun sempat mengalami kenaikan.

“Dari keterangan Sekda NTB, masyarakat NTB yang terpapar Covid-19 tercatat sudah mencapai angka 5.600 lebih. Karenanya, pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kembali penyebaran Covid-19 tersebut,” ungkapnya.

Pengawalan yang dilakukan bersama TNI dan pihak terkait ini sebagai langkah antisipasi semata.

Pamen Polri melati tiga itu mengatakan, para PMI akan diberangkatkan dari Bandara Singapore dan langsung mendarat di BIL sekitar pukul 12.45 Wita. Dari BIL selanjutnya para PMI akan dibawa menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok di Jalan Lingkar Selatan, untuk dilakukan test swab dan karantina.

“Jadi, pihak Angkasa Pura I meminta bantuan penguatan pengamanan di BIL baik dari Polri maupun TNI, mengingat pasti ada PMI yang tidak mau dikarantina sementara sudah dipastikan bahwa penjemput sangat banyak, sekitar 1.800 orang dengan estimasi 10 orang penjemput untuk 180 orang PMI,” katanya.

Disebutkan, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 nantinya para PMI akan dikarantina selama lima hari, dengan pengamanan selama karantina akan dilaksanakan oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) NTB.

“Semua fasilitas baik transportasi sampai konsumsi, dari penjemputan dari BIL hingga karantina selama lima hari, difasilitasi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Karena itu, Kabid Humas Polda NTB mengimbau dan meminta kepada keluarga PMI yang akan melakukan penjemputan, menahan diri serta bersabar dan melakukan penjemputan di Asrama Haji Embarkasi Lombok, setelah masa karantina berakhir.

“Kami mengimbau kepada keluarga PMI yang akan menjemput, agar bersabar dan menjemput para PMI nanti setelah selesai karantina. Ini kami lakukan untuk keselamatan kita semua, agar kita tidak terpapar Virus Corona,” imbau Kombes Artanto.

Diketahui, dalam kegiatan rakor tampak hadir Karo Ops dan perwakilan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) mewakili Kapolda NTB, perwakilan unsur TNI dari Korem 162/Wira Bhakti, Asisten I Setda NTB, para kepala dinas dan instansi terkait, perwakilan Angkasa Pura I BIL, dan Kepala KKP NTB. (jl)

Ditinggal Tidur, Bocah 1 Tahun Tewas Terapung

 

MALANG: Bocah 1 tahun ini ditemukan tewas di dalam kolam setelah ditinggal tidur orangtuanya.

SELONG--Malang nian nasib anak Narajati. Bocah berusia 1 tahun ini ditemukan tak bernyawa dalam kondisi terapung di kolam penampungan ikan.

Kasus kematian bocah asal Dusun Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Lombok Timur ini terjadi sekitar pukul 14.30. WITA.

Kasubag Humas Polres Lombok Timur IPTU Jaharuddin mengatakan, kematian Narajati bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, ia bersama ibunya sedang tidur sambil disusui di sebuah kamar di rumahnya. 

Kamar tersebut berjarak sekitar 8 meter dari kolam penampungan ikan tersebut. Namun karena sang ibu tertidur lelap, ia tak sadari jika Narajati tak berada di sisinya.

Selepas siuman dari tidurnya, sang ibu terheran. Pintu kamar yang semula tertutup ditemukan terbuka. Kontan tanpa pikir panjang, sang ibu pun mencari Narajati.

"Sekitar 30 menit ibu korban terbangun dan melihat anaknya sudah tidak ada. Ia kemudian berusaha mencarinya," jelasnya.

Setelah dicari, sang ibu kaget terperanjat. Di hadapannya, di kolam penampungan ikannya sudah ditemukan Narajati dalam kondisi terapung.

Melihat anaknya di kolam dengan posisi m mengambang, sang ibu pun membangunkan suaminya yang tidur di kamar berbeda. Sang sui lantas mengangkat anaknya dari dalam kolam.

"Narajati sempat dilarikan ke klinik Asyifa di Montong Betok, tapi petugas medis menyatakan jika si anak telah meninggal," ucapnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga dan orang tua korban menerima dan menganggap ini musibah. Mereka juga tidak bersedia untuk dilakukan otopsi. (zaa)

Kecelakaan Maut Renggut Nyawa Seorang Remaja

DIGILAS: Sepeda motor milik korban digilas dump truk Saari arah timur ke barat di simpang empat Mantang.

PRAYA
--Kecelakaan maut terjadi di jalan raya simpang empat Desa Mantang, Kecamatan Batukliang Lombok Tengah memakan korban. Seorang remaja 14 tahun bernama Astiana menjadi korban dalam insiden itu.

Ihwal tragedi maut ini bermula dari dump truk bernomor Polisi DR 8731 A yang dikemudikan Badri, 57 tahun, laki-laki warga Kota Mataram. Mobil itu menghantam sepeda motor Honda Vario bernopol DR 2924 UC. 

Akibatnya pengendara yang dibonceng atas nama Astiana (14) perempuan, warga Desa Jago Kecamatan Praya meninggal dunia. 

Tidak hanya itu, dua korban Hazinawati (14) (pengendara) dan Silawani (5) warga Desa Jago Kecamatan Praya Lombok Tengah mengalami luka-luka. Mereka  kini dirawat di Puskesmas Desa Mantang. 

Kapolsek Batukliang, IPTU Gisi Yasa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 Wita bermula ketika dump truk melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi kejadian, dump truk menghantam sepeda motor yang dikendarai ketiga korban yang datang dari arah selatan menuju ke utara. 


"Peristiwa tersebut terjadi seketika. Dari keterangan sopir bahwa dia tidak melihat sepeda motor yang melintas lantaran terhalang oleh mobil lain yang berhenti di depannya," ujarnya, Jum'at (1/1).

Ia menjelaskan, korban meninggal sempat dibawa ke puskesmas oleh warga setempat. Namun nyawanya tidak bisa tertolong. 

Pihaknya yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi. Ini dilakukan untuk membantu evakuasi dan melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian agar tidak terjadi kemacetan.

"Mendapat laporan, personel langsung menuju lokasi untuk lakukan evakuasi dan pengaturan arus lalulintas disekitar TKP," pungkasnya. (jl)

Malam Tahun Baru 2021, Pelaku Usaha Kompak Taati Aturan

GALA DINNER: Inilah suasana gala dinner yang diselenggarakan di Aruna Sengggigi Hotel.

GERUNG
--Perayaan malam Tahun Baru 2021 di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat tampak berbeda. Senggigi menjelma menjadi tempat sepi. Tak ada kemeriahan konser musik, pesta kembang api dan hiruk pikuk suara trompet yang saling bersahutan merayakan pergantian tahun.

Sesuai dengan Maklumat Kapolri, Gubernur NTB, dan Bupati Lombok Barat, seluruh pelaku usaha diimbau tidak menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19 selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021.

Pintu masuk menuju Senggigi dan di beberapa titik dijaga ketat aparat gabungan. Pemantauan di lokasi seperti hotel, restoran, tempat hiburan, dan lainnya juga dilakukan petugas dan jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat.

"Kebijakan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 apalagi posisi kita saat ini sangat waspada dengan gelombang kedua varian baru, tentu ini menjadi warning bagi semua pihak termasuk diantaranya para pelaku usaha," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H Saiful Ahkam, Jumat (1/1).

Selaku instansi yang menangani pariwisata, jelasnya, Dinas Pariwisata Lobar memantau kawasan Senggigi dan di beberapa kawasan lainnya. Tujuannya supaya sesuai dengan arahan maklumat yang diedarkan Kapolri, Gubernur dan Bupati.

Pemantauan tersebut demi memastikan tidak ada aktivitas khusus di perayaan tahun baru. Beruntung dari upaya itu ditaati oleh banyak pihak pelaku wisata.

Ahkam mengatakan, situasi kawasan wisata Senggigi pada malam Tahun Baru 2021 aman dan terkendali. Hampir seluruh tempat hiburan yang ada di sepanjang jalan raya Senggigi tampak tutup. 

Tempat hiburan yang buka pun dapat dihitung jari. Jam operasionalnya juga hingga pukul 21.00 WITA saja. Beberapa hotel besar hanya menggelar kegiatan sebatas gala dinner khusus bagi tamu yang menginap. Itupun dibatasi sampai pukul 21.00 WITA saja.

Seluruh pengelola hotel, restoran, dan tempat hiburan di kawasan Senggigi terlihat sangat patuh kepada aturan pemerintah. Walaupun dirasakan berbeda, malam pergantian tahun baru dijalani dengan tertib protokol kesehatan dan tanpa menggelar kemeriahan kembang api, petasan, dan sebagainya.

Sementara itu, GM Jayakarta Hotel, Cherry Abdul Hakim mengatakan, semalam pihaknya mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak merayakan pergantian tahun. Pihaknya hanya menggelar makan malam bersama tamu hotel.

"Sempat ada musik pengiring tapi berhenti pada jam 9 malam. Sementara makan malam kita batasi sampai jam 10 saja," ucapnya.

Cherry menekankan, pihaknya tidak melayani tamu dari luar, melainkan khusus tamu hotel yang menginap saja. Kapasitas yang disediakan hanya untuk 100 orang saja. 

Dari 171 kamar yang dimiliki, tidak semuanya dioperasikan. Langkah itu untuk membatasi jumlah hunian agar tidak terjadi keramaian.

Penerapan protokol kesehatan dikatakannya sudah diterapkan dengan sangat ketat. Dimulai pada saat tamu hingga menikmati hidangan.

Demi memastikan tertib protokol kesehatan, jelasnya, sejak tamu masuk sudah disiapkan handsanitaizer dan mereka harus menjaga jarak serta memakai masker. Kemudian di dalam area pada saat mengambil makanan, disiapkan sarung tangan plastik.

Langkah ini diambil agar peralatan makan tidak terkontaminasi dengan tangan tamu-tamu yang lain. Selain itu, ia memastikan tidak ada perayaan kembang api seperti tahun sebelumnya.

Sama seperti The Jayakarta Lombok, Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort, Aruna Senggigi Resort, Puri Saron, dan beberapa hotel lainnya juga menerapkan hal yang sama. Pihak hotel menggelar gala dinner yang hanya dikhususkan bagi tamu yang menginap. Segala hal sudah disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

GM Sheraton Senggigi Beach Resort Tizar Mirza mengatakan, pihaknya mengadakan dinner di dua restoran yang berakhir pada jam 10 malam. Sebelumnya ia juga sudah menyampaikan kepada para tamu secara tertulis di setiap kamar untuk tidak melakukan selebrasi pergantian tahun baru. Untuk malam tahun baru ini, jumlah okupansi di Sheraton mencapai 80 persen.

Di Aruna Senggigi, kegiatan makan malam bertema "maskerid" digelar hingga jam 10 malam. Dari 100 persen okupansi di malam tahun baru, Aruna membatasi tamu yang dapat mengikuti gala dinner hanya untuk 100 pack saja. 

Dari 100 pack itu terbagi menjadi dua tempat dengan setup di table maksimal untuk lima orang saja.

"Mengangkat tema dengan maskerid karena memang dengan kondisi seperti sekarang kita semua wajib menggunakan masker. Harapannya kedepan pariwisata di Lombok Barat semakin maju dan semakin meningkat dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan," tandas GM Aruna Sengggigi, Weny Kristanti. (jl)

Istri Kabur dari Rumah, Masran Nekat Gantung Diri

TEWAS: Mastan ditemukan tewas gantung diri lantaran diduga frustrasi.

PRAYA
--Marsan, 38 tahun, warga Dusun Otak Dise Bat, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria ini ditemukan tergantung salah seorang warga setempat, sekitar pukul 19.00 WITA, Kamis malam (31/12).

Sontak kejadian itu membuat geger dusun tersebut. Usut punya usut, ternyata dia rela mati diduga lantaran ditinggal sang istri. 

Salah seorang warga Dusun Otak Desa Bat, Ari Hidayat menuturkan, korban ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Ia ditemukan dengan posisi masih menggantung. 

"Awalnya saya curiga dengan kondisi rumah korban yang sampai malam tak satu pun lampu menyala," tutur Ari Hidayat, Jum'at (1/1).

Kecurigaan Ari cukup mendasar lantaran selain gelap, pintu rumah korban terkunci dari dalam. Kondisi ini membuat dirinya semakin khawatir.

Karena itu, dirinya mecoba menengok ke dalam rumah korban melalui lubang angin yang berada di sebelah selatan. Dirinya naik menggunakan tangga. 

Di dalam rumah tersebut, nampak seorang berdiri dalam posisi menggantung. Masran menggantung di dekat tiang penyangga rumah.

Melihat kejadian itu, ia berupaya menjebol pintu samping rumah milik korban sambil meminta bantuan warga sekitar. Ia dan warga menurunkan serta melepasnya dari ikatan tali rafia berwarna hitam.

Tak lama setelah kejadian, ia menginformasikan peristiwa itu kepada aparat setempat.

"Terakhir bertemu dengan dengan Marsan kemarin malam sekitar pukul 23.00 WITA dan ia mengatakan, akan beristirahat," ungkap Ari.

Kapolsek Batukliang, Iptu Gede Gisiyasa mengatakan, informasi yang didapatinya dari keluarga, bahwa korban memiliki permasalahan internal dengan istrinya. Sang istri meninggalkan rumah dengan membawa tiga anaknya. 

"Diduga hal itulah membuat korban frustasi, sehingga nekat gantung diri dengan tali," bebernya

Begitu mendapatkan informasi, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian perkara. Di lokasi, ia mengidentifikasi kejadian dan kondisi korban.

Dari hasil pemeriksaan, sebutnya, peristiwa tersebut murni kasus gantung diri yang mengakibatkan nyawa korban melayang. 

"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa itu sebagai musibah," tandasnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567