Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Wednesday, September 2, 2020

Melangkah ke Digitalisasi Merupakan Keharusan

Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah, saat membuka acara Webinar Sosialisasi Televisi Digital di NTB, Rabu (2/9).

MATARAM--Kemajuan zaman harus dibarengi dengan kemajuan digital. Langkah ini penting agar NTB tidak tertinggal.

"Melangkah ke digitalisasi merupakan suatu keharusan yang mesti kita kejar bersama seluruh pihak. Mulai dari regulasi, gerakan dari pemerintah pusat hingga daerah, bersinergi bersama untuk mewujudkan digitalisasi ini," ungkap Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah, saat membuka acara Webinar Sosialisasi Televisi Digital di NTB, Rabu (2/9).

Digitalisasi ini lanjutnya memiliki manfaat besar. Diantaranya meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan efisiensi infrastruktur industri penyiaran.

Selain itu, akan menghemat biaya listrik hingga 94 persen, pengeluaran modal bisa hemat mencapai 79 persen. Begitu juga dengan pengeluaran operasional bisa hemat mencapai 57 persen dibandingkan dengan tetap menggunakan pemancar analog.

Dalam webinar bertema “Indonesia Goes to Digital” tersebut, Wagub mengungkapkan, digitalisasi juga bermanfaat untuk usaha industri konten yang akan berkembang dengan adanya digitalisasi ini. Digitalisasi pada bidang informasi merupakan salah satu instrumen penting dalam memberikan pelayanan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas agar kinerja pemerintah diketahui dengan seksama.

"Berbicara digitalisasi di NTB ini sangat besar peranannya, dari segi pemenuhan informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan di NTB, penyebaran informasi rencana, proses, hingga hasil kerja pemerintah," terangnya.

Selain menyediakan informasi dari pemerintah, digitalisasi di bidang informasi juga menjadi salah satu media informasi potret realitas sosial masyarakat. Media ini sebagai bentuk ceck and balance bagi pemerintah.

Berbicara pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini, lanjut Wagub, digitalisasi sangat bermanfaat untuk mempercepat edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 ini.

Ia berharap digitalisasi di NTB ini segera tuntas agar kemajuan dapat terkejar dengan cepat. Dengna demikian, masyarakat NTB khususnya generasi muda dapat merasakan manfaat dari digitalisasi ini.

"Harapan Pemerintah NTB dengan adanya digitalisasi ini akan semakin terbukanya peluang usaha baru, idustri kreatif bagi generasi muda, tertatanya penyiaran yang berkualitas," harapnya. (jl)

Literasi Digital Penting untuk Tetap Aman dan Produktif Saat Pandemi

I Putu Gede Aryadi.

MATARAM--Teknologi informasi menjadi sarana vital di tengah pandemi covid-19 yang mengharuskan masyarakat banyak berkegiatan di rumah saja. Pemanfaatannya di NTB sendiri sudah semakin berkembang.

Dari 5,4 juta masyarakat NTB, 2,7 juta orang di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial. Ini menunjukan animo masyarakat cukup besar dan perlu dibarengi dengan literasi atau edukasi digital yang baik. Dengan demikian masyarakat bisa aman dan tetap produktif menggunakan sosial media di masa pandemi ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi. Hal itu disampaikan saat mengisi sekaligus membuka secara daring seminar nasional dan workshop literasi digital bertajuk "Aman dan Produktif dengan Adaptasi Kebiasan Baru di Internet", di ruang kerjanya, Rabu (2/9) .

"Animo masyarakat menggunakan media sosial  di tengah pandemi ini besar. Kedepan perlu edukasi lebih luas cara memanfaatkannya yang efektif dan produktif," jelas Gede, panggilan akrab Kadis Kominfotik NTB.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB tersebut menjelaskan pentingnya literasi digital masyarakat. Selain untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga dapat membantu percepatan penangan bencana.

Seperti saat bencana non alam pandemi covid-19 ini. Dimana, banyak disinformasi atau hoaks beredar yang mengakibatkan masyarakat menjadi kurang disiplin hingga abai terhadap protokol kesehatan covid-19.

"Jika pemahaman literasi digital masyarakat baik. Masyarakat akan mencari informasi melalui sumber terpercaya. Karena itu, edukasi pentingnya literasi digital ini sangat penting," jelasnya.

Lebih jauh, Gede menjelaskan untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi digital diperlukan kerjasama semua pihak. Baik akademisi, praktisi, hingga komunitas penggiat teknologi informasi.

Edukasi yang diberikan pun harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Seperti acara seminar nasional dan workshop literasi digital yang digarap ICT Watch yang bekerjasama dengan Universitas Mataram, Kementerian Kominfo RI, dan berbagai stake holder tehnologi informasi terkait.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Semuel A. Pangerapan, pada kesempatan yang sama juga menjelaskan pentingnya perlindungan data pribadi di era media sosial saat pandemi ini. Namun, banyak masyarakat masih abai untuk melindungi data pribadinya.

Ini dibuktikan dengan masih banyaknya warganet yang tanpa sadar membagikan data pribadi pada akun sosial medianya. Pemerintah sendiri telah membuat Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk agar data pribadi masyatakat di sosial media bisa tetap aman.

"Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di tengah pandemi. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang baik terkait hal ini," jelasnya.

Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang merupakan mahasiswa, ASN, komunitas, dan pelaku bisnis online se - NTB. Webinar ini juga menghadirkan pemateri dari perwakilan Kemkominfo RI, Facebook Indonesia, perwakilan organisasi masyarakat, hingga relawan TIK. (jl)

Bansos Beras untuk 339 Ribu KPM di NTB Mulai Disalurkan

SIMBOLIS: Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah didampingi Kadinsos NTB, H Ahsanul Khalik saat memberikan Bansos Beras secara simbolik kepada warga.

MATARAM–Untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan sosial. Salah satunya Bantuan Sosial Beras (Bansos Beras).

Bansos Beras merupakan salah satu program Jaringan Pengaman Sosial (JPS).program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di NTB.

Di NTB sendiri, jumlah Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang memperoleh Bansos beras ini sebanyak 339.588 KPM. Per bulan setiap KPM akan mendapatkan 15 kilogram beras.

“Bantuan ini patut kita syukuri, bersyukur kepada Allah Swt ada program ini. Kuncinya bagaimana program ini tepat sasaran dan juga tidak disalahgunakan,” Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat mengikuti giat peluncuran Bansos Beras secara serentak di 34 provinsi oleh Menteri Sosial melalui live streaming di Kantor Dinas Sosial Provinsi NTB, Rabu (2/9).

Apabila program ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, lanjutnya, akan memberikan efek berganda. Program ini sangat membantu di masa sulit seperti saat ini.

“Pandemi Covid-19 ini harus kita pahami belum berakhir. Butuh betul-betul kesabaran, kedisiplinan yang konsistensi dari kita semua untuk mengawal ini,” ujarnya.

Wagub berharap agar Provinsi NTB terbebas dari resesi ekonomi. Daerah ini hendaknya dapat melalui masa sulit dengan bersama-sama dan bergotong-royong.

Ia  kembali menegaskan, bahwa patuh menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 merupakan kunci menghadapi pandemi.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara melalui live sreaming menerangkan, penyaluran Bansos Beras merupakan bentuk nyata dari sinergitas Kementerian dan lembaga termasuk BUMN dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Kami dari Kementerian Sosial tentunya sebagai salah satu kementerian yang diberikan tugas dan tanggungjawab untuk berada di garda terdepan dalam berperang melawan pandemi Covid-19, menggandeng mitra kami dalam hal ini Bulog untuk bersama-sama memberikan bantuan sosial dalam bentuk beras kepada 10 juta KPM PKH,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jajaran Perum Bulog bekerja bahu membahu dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial di daerah khususnya pada saat penyaluran Bansos Beras. “Karena menyalurkan beras ke 10 juta keluarga dari pintu ke pintu, dari Sabang sampai Merauke dalam waktu tiga bulan bukan pekerjaan yang mudah,”ucapnya

Ia juga berharap dengan program Bansos Beras ini, Bulog juga bisa dengan lebih leluasa menjalankan tugas-tugasnya dalam menyerap hasil panen dari petani. Dengan demikian, kesejahteraan para petani yang juga merupakan salah satu indikator kesejahteraan bangsa, dapat lebih baik lagi.

“Selamat bekerja bagi teman-teman di Kementerian Sosial, sekali lagi kami mohon kerjasamanya dengan seluruh Dinas Sosial yang ada di seluruh kabupaten kota, agar program dari presiden ini bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinsos Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik menyampaikan, untuk NTB Bansos Beras ini sebanyak 5.093 ton lebih per bulan atau dalam tiga bulan sebanyak 15 ribuan ton. “Yang kita harapkan mudah-mudahan bisa menekan kenaikan angka kemiskinan di NTB,” ucapnya.

Salah satu KPM PKH yang hadir dalam kesempatan itu Sumiati mengatakan, dirinya berterima kasih atas bantuan yang diterima. Ia mengakui bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi keluarganya.

“Sangat membantu untuk keluarga miskin, untuk anak sekolah juga,” ungkapnya.

Peluncuran tersebut ditandai dengan pelepasan kendaraan pengangkut Bansos Beras serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan KPM PKH oleh Wagub secara langsung. (jl)

Lombok Barat Serius Jihad Aset

PERIKSA ARSIP: Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat memeriksa arsip aset daerah.

GERUNG--Pemkab Lombok Barat rupanya tidak main-main dengan upaya penertiban aset di daerah ini. Jihad aset terus digencarkan demi menyelamatkan aset ynag ada.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid beberapa hari lalu turun langsung ke sejumlah aset daerah di wilayah Kecamatan Lingsar yang diduga bermasalah. Rabu (2/9), orang nomor satu di daerah itu mendatangi langsung ruang penyimpanan arsip dan dokumen aset yang dimiliki oleh Lombok Barat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Fauzan menyatakan bahwa Lombok Barat melakukan jihad aset untuk menyelamatkan aset daerah. Pihaknya akan menindak semua pihak yang  bermain-main dengan aset daerah.

"Kami tidak main-main dalam hal aset. Kita akan tindak semua yang bermain dan terlibat dalam persoalan aset ini," ujarnya.

Pemkab Lobar, jelasnya, menjalin kerjasama dengan penegak hukum untuk menertibkan aset yang masih tercecer. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Lombok Barat dalam menjalankan jihad aset.

"Kita siap melakukan jihad aset untuk menertibkan aset-aset Lombok Barat yang hingga saat ini terus dilakukan perbaikan,' ujarnya.

Bupati muda dua periode ini mengatakan, pihaknya ingin memastikan segala arsip atau alas hak terkait dengan aset yang dimiliki oleh Lombok Barat tersimpan dengan rapi dan tertib. Hal tersebut sebagai langkah awal untuk melakukan penyelamatan

Menurutnya, jika dokumen-dokumen kepemilikan atau alas hak aset Lombok Barat tersimpan dan diarsipkan dengan baik, maka aset Lombok Barat akan mudah untuk ditertibkan. "Arsip ini adalah sangat menentukan dan penting karenanya kami memastikan semuanya tersimpan dengan aman sebagai salah satu langkah jihat aset yang kami lakukan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Fauzan Khalid meninjau secara langsung lemari arsip anti api yang digunakan menyimpan segala dokumen tentang aset. Ia ingin memastikan keamanan data dan arsip terkait aset yang dimiliki oleh Lombok Barat.

Dalam sidak tersebut Bupati didampingi oleh Sekda Lombok Barat, Dr H Baehaqi, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kominfo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo, Ahad Legiarto yang turut serta dalam sidak tersebut mengatakan, sesuai dengan arahan bupati, pihaknya akan menertibkan dan menata arsip penting utamanya terkait dengan aset daerah. Ia menekankan bahwa Bupati meminta semua organisasi perangkat daerah dapat disiplin dan tertib dalam menata dan menyimpan arsip penting.

"Pemerintah daerah memandang bahwa arsip dan dokumen harus dijaga dan disimpan dengan rapi dan tertib. Karena arsip tersebut dapat memberikan petunjuk dalam menyelesaikan berbagai problem atau masalah yang dihadapi nantinya," ujarnya. (jl)

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Kakek Bejat Cabuli Anak Temannya

BEJAT: Perbuatan bejat yang dilakukan JMR membuatnya dikeler ke Mapolres Kota Mataram.

MATARAM—Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kota Mataram JMR lantraan aksi cabulnya. Kakek berusia 58 tahun ini ditangkap karena tega mencabuli anak temannya yang masih berusia 16 tahun.

"JMR merupakan warga Lingkungan Pagesangan Baru Kelurahan Pagesangan Kecamatan Mataram, Kota Mataram," ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (2/9).

Ihwal pencabulan yang dilakukan JMR bermula lantaran seringnya bertemu dengan orangtua korban. Dari kejadian itu, pelaku juga sering bertemu korban dan iba melihatnya yang dibelit kesusahan.

Rupanya kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku berbuat jahat. Kepada korban, kakek asal Flores NTT itu mengaku kepada bisa menggandakan uang.

Kepada ayah korban, jelasnya,  pelaku memintamya datang ke rumah bersama anaknya. Selain itu, ia meminta ayah korban memasukan uang di sebuah kardus.
"Katanya uangnya bisa bertambah menjadi Rp 500 juta,’’ bebernya.

Ketentuan lainyamg harus dipenuhi ayah korban yakni harus membawa dua botol air mineral dan satu buah kunyit.

Alih-alih menggandakan uang, rupanya modus itu dilakukan demi mendapatkan anak gadis temannya yang masih ranum. Kakek inipun meminta anak rekannya masuk ke kamar

Di dalam kamar, kakek JMR pura-pura memulai ritualnya. Kunyit dikupas dan botol air mineral dibuka untuk dibalur di tubuh korban. Ia pun menggerayangi tubuh korban setelah sebelumnya memint membuka baju dan pakaian lainnya.

Aksi bejat bandot tua ini tak sekedar itu saja. Ia juga menyentil alat vital korban dengan alasan bisa mempercantik gadis ingusan itu.

"Ia juga menjanjikan hadiah kepada korban," terangnya.

Usai kejadian itu, korban diam tak bicara sepatah pun. Ia baru buka mulut setelah tiba di rumah. Kontan hal itu membuat ayah korban berang. Ia pun langsung melapor ke Polresta Mataram.

Laporan itu diproses kepolisian dan mengamankan pelaku. Kini, kakek cabul itu mendekam di balik jeruji akibat aksinya.

Dari kejadian itu, pelaku terancam dijerat pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014. Ia juga diancam UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, JMR di hadapan petugas mengakui semua perbuatannya. Ia juga mengaku jika dirinya tidak bisa menggandakan uang.

Dari penuturannya, ia mengaku sudah tiga kali bertemu dengan korban. Sejak pertama bertemu, hasratnya terhadap korban sudah timbul.

"Sejak melihatnya pertama kali, saya sudah tergiur," ucap kakek yang ditinggal mati istrinya ini. (jl)

Sebelum Tewas, WR Sering Ngaji dan Sujud di Kaki Ibunya

TEWAS: WR ditemukan tewas setelah memotong lengan kirinya menggunakan pisau.


SELONG
--Masyarakat Desa Suntalangu Kecamatan Suela, Lombok Timur digegerkan dengan tewasnya WR, 37 tahun. Perempuan itu ditemukan tewas di dalam kamarnya.

Kabar kematian WR diketahui sekitar pukul 07.00 WITA. Ia tewas dengan kondisi berlumuran darah.

Kematian perempuan ini terbilang mengenaskan. Betapa tidak, darah yang berlumuran di badannya akibat irisan pisau di pergelangan tangan kirinya.

Diduga kematian WR akubat putus asa. Selama ini, ia ditinggal oleh suami. Lantaran itu, hidupnya pun pindah-pindah. Kadang ia di rumah orangtuanya di Dusun Batu Belek, kadang di rumah ibunya di Suntalangu.

"Tidak ada prilaku yang mencurigakan ataupun keluhan. Hanya sering menyendiri dan melamun," ungkap Inaq Yanti, ibu korban, Rabu (2/9).

Beberapa hari debelum kejadian, jelasnya, WR kerap kali bersujud mencium kaki ibunya. Namun ulahnya itu tak sedikitpun mengundang kecurigaan.

Sembari sujud di kaki sang ibu, WR juga menyampaikan permohonan maafnya. Tak hanya itu, ia juga rajin membaca Alquran.

Korban diketahui sebagai orang yang pendiam. Ia  tidak suka bercerita dan tidak terbuka tentang  permasalahan yang dialaminya.

"Kami sekeluarga sudah merelakan kepergiannya. Kami ikhlas," ungkap inaq Yanti menabahkan diri.

Sementara itu, Kapolsek Suela IPDA Rahmadi  SH Menjelaskan, dalam kejadian tersebut korban ditemukan masyarakat. Saat ditemukan, WR sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

"Korban ditemukan sudah tidak benapas lagi dan ditemukan ada luka  di tangan kirinya mengunakan pisau," jelasnya.

Dari hasil pemerikasaan Polres Lombok Timur bersama Polsek Suela beserta pihak kesehatan, kematian WR murni kasus bunuh diri. Tidak ada indikasi pembunuhan dalam kasus tersebut. (cr-zaa)

Tuesday, September 1, 2020

Program Kampung Sehat Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19

KAMPUNG SEHAT: Program Kampung Sehat yang digagas Polda NTB mampu tekan penyebaran virus corona.

MATARAM--Dalam rangka menekan penyebaran Covid-19, Polda NTB bekerjasama dengan Pemprov NTB dan jajaran TNI menggelar lomba Kampung Sehat. Lomba yang sudah berjalan selama tiga bulan ini diikuti oleh 1.136 desa dan kelurahan yang ada di NTB.

“Kampung sehat ini menjadi vitamin untuk kita semua. Kita bersyukur, program Kampung Sehat tersebut mampu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB" ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Analisis dan Evaluasi (Anev) program Kampung Sehat yang diikuti oleh seluruh kabupaten kota se-NTB melalui video conference di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Rabu, (2/9).

Kampung Sehat ini lanjut Wagub, mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagai sektor. Mulai dari kesehatan, perekonomian, keamanan, hingga kebersihan.

Menurutnya, Kampung Sehat terebut menjadi program yang sangat tepat dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB. Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah Polda NTB tersebut. Terbukti, dengan adanya Kampung Sehat ini, penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB terus melandai.

Tetapi, tambah Wagub, dengan kasus melandai tersebut, jangan sampai membuat masyakarat lengah. Ini karena pemerintah menginginkan kasus yang melandai ini membuat masyakarat semakin kuat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dengan begitu, pada HUT NTB bulan Desember mendatang diharapkan kasus positif Covid-19 ini benar-benar berkurang. NTB bahkan diharapkan bisa menjadi zona hijau.

“Jangan sampai karena landai, kita lengah, tapi harus kita kuatkan, kita terus berikhtiar, harapan kita, pada HUT NTB nanti, kita berada pada Zona Hijau,” ujarnya.

Ia melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat harus tetap istiqamah atau konsisten dalam melawan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada pihak yang bosan dalam memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan.

“Mari kita rapatkan barisan, tetap Istiqomah sosialisasi protokol kesehatan. Kita niatkan untuk ibadah,” tutup Wagub.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol.Mohammad Iqbal dalam sambutannya meminta seluruh lapisan masyarakat dari tingkat RT/RW tetap melakukan sosialisasi penerapan masker saat keluar rumah. Karena pada tanggal 14 September nanti, penindakan kepada masyarakat yang tidak pakai masker mulai ditegakkan.

“Tanggal 14 September nanti, yang tidak pakai masker akan kami beri tindakan hukum,” ungkap Kapolda.

Ia melanjutkan, tindakan hukum bagi yang tidak menggunakan masker tersebut menjadi garda terakhir dalam menekan penyebaran Covid-19 di NTB. “Denda bukan tujuan, kita ingin masyarakat sehat, jangan sampai kasus yang landai ini membuat masyarakat lengah,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut jendral bintang dua ini meminta seluruh Kapolres untuk memasifkan sosialisasi. Salah satu caranya yakni mulai dengan keliling menggunakan pengeras suara hingga kendaraan-kendaraan yang dibranding dengan Satgas Patroli Covid-19.

“Satu centi pun kita tidak boleh mundur dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan ini,” tegas Kapolda.

Untuk program Kampung Sehat, Kapolda meminta seluruh pemerintah kabupaten kota untuk memulai melakukan penilaian. Karena, dari ribuan desa/kelurahan yang ikut, akan dijaring menjadi 30 desa kelurahan untuk selanjutnya akan diikutkan dalam lomba Kampung Sehat di tingkat kabupaten kota. Berikutnya pada bulan November akan diumumkan di tingkat provinsi.

“Silahkan mulai lakukan penilaian dengan menerapkan protokol kesehatan, kita optimis, penanganan Covid-19 di Provinsi NTB menjadi percontohan di darah lain,” tutupnya.

Sebelumnya, masing-masing pemerintah kabupaten kota yang ada di NTB melaporkan kondisi masyarakat sebelum dan setelah diluncurkannya Kampung Sehat tersebut. Salah satunya Sekda Kabupaten Lombok Timur HM Juaini Taofik yang melaporkan bahwa Kampung Sehat berkontribusi besar dalam menekan penyebaran Covid-19 di Lombok Timur.

“Program Kampung Sehat selama tiga bulan ini sudah berhasil, jumlah kecamatan yang sudah terkonfirmasi positif mulai menurun,” ungkapnya mengapresiasi Kampung Sehat yang di inisiasi oleh Polda NTB tersebut.

Konsep Kampung Sehat, lanjut Juaini, bukan hanya sebatas lomba, tapi mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, keamanan di masing-masing desa terus meningkat.

“Tidak hanya kesehatan, keamanan juga sudah meningkat,” ungkap Sekda penuh bangga.

Di Lombok Timur sendiri, melalui Kampung Sehat, pemerintah kabupaten telah melakukan screening berbasis masjid, sekolah, hingga berbasis pasar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah, di Lombok Timur, kami telah melaunching ASN Peduli Covid-19, Masjid Peduli Covid, Sekolah Peduli Covid, Pasar Peduli Covid, dan Generasi Muda Peduli Covid,” tambahnya.

Karena menurutnya, menekan penyebaran Covid-19 tidak mudah. Butuh kerjasama seluruh pihak, karena yang dilawan bukan berwujud, bahkan vaksinnya pun belum ada.

“Melawan virus yang tak berwujud ini tidak mudah, butuh konsistensi seluruh pihak. Kami bersyukur, keberadaan Kampung Sehat mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan,” tutupnya. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567