Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Saturday, July 4, 2020

NTB Terbaik Kegiatan Ekonomi dan Penyebaran Corona

VIRUS: Inilah penampskan virus corona lewat alat pembesar.
JAKARTA--Centre for Strategic and International Studies (CSIS) baru saja melangsungkan webinar publik bertema “Monitoring penyebaran Covid-19 dan Perkembangan Ekonomi di Masa Transisi”. Dalam webinar itu, terungkap bahwa NTB berada di kuadran terbaik untuk kegiatan ekonomi dan intensitas penyebaran virus corona.

Peneliti the Department of Economics pada Centre for Strategic and International Studies (CSIS)Jakarta, Haryo Aswicahyono menyampaikan paparan bertajuk “Evaluasi Kegiatan Ekonomi Dan Intensitas Penyebaran Covid-19 di Masa New Normal: Tinjauan atas Beberapa Indikator Cepat” dalam webinar tersebut.

Berdasarkan hasil kajiannya, Haryo memetakan perkembangan ekonomi dan penyebaran corona pada provinsi-provinsi di Indonesia. Pemetaan dilakukan dengan membagi daerah-daerah tersebut dalam empat kuadran, berdasarkan dua variabel utama. Yaitu kegiatan ekonomi dan intensitas penyebaran corona.

Kuadran I yang merupakan kuadran terbaik adalah provinsi dengan, kesehatan membaik dan ekonomi membaik. Kuadran II, provinsi dengan ekonomi membaik, kesehatan memburuk. Kuadran III, provinsi dengan ekonomi memburuk, kesehatan memburuk. Kuadran IV, provinsi dengan ekonomi memburuk, kesehatan membaik.

Dalam peta yang ditampilkan Haryo, terlihat bahwa Provinsi NTB berada di Kuadran I. Dengan kata lain, NTB dan belasan provinsi lainnya di Indonesia, berada pada kondisi dimana kesehatan membaik, dan ekonomi membaik.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy,  bersyukur atas hasil riset CSIS tersebut. Menurutnya, itu semua tidak luput dari kerja keras dan kekompakan Gubernur, Wakil Gubernur beserta seluruh masyarakat NTB.

“Alhamdulillah kita bersyukur, dalan studi CSIS mengenai kondisi indeks ekonomi dan indeks kesehatan, Provinsi NTB berada di Kuardan I,” ujarnya, Sabtu (4/7).

Kandidat doktor Universitas Airlangga tersebut melanjutkan, pencapaian yang diraih Provinsi NTB tersebut harus tetap dipertahankan. Pemberdayaan IKM/UMKM di tengah pandemi Covid-19 harus tetap didorong. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga harus dijalankan di seluruh sektor, terutama sektor pariwisata yang baru-baru ini sudah mulai banyak dibuka.

“Pemberdayaan produk lokal di tengah pandemi virus corona tersebut merupakan langkah tepat yang dilakukan Gubernur NTB. Itu semua, meningkatkan ekonomi kerakyatan di daerah kita tercinta,” tambahnya.

Najam juga menyebutkan provinsi lain di Indonesia yang masuk dalam kuadran I. Dimana kondisi kesehatannya membaik dan ekonomi membaik.

Beberapa provinsi lainnya adalah provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Barat, Bengkulu. Ada juga Sulawesi Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah provinsi lainnya. (jl)

Jelang Dua Tahun, Prestasi Zul-Rohmi Biasa Saja

DISKUSI PUBLIK: Diskusi yang diselenggarakan kalangan aktivis dan akademisi jelang dua tahun kepemimpinan pasangan Zul-Rohmi dianggap biasa saja.
GERUNG--Kepimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah telah hampir dua tahun berjalan. Sepanjang kepemimpinan pasangan ini, programnya dinilai belum ada yang layak ditepuktangani.

Hal itulah yang membuka dala.lm diskusi yang digelar Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTB. Diskusi yang dilaksanakan sengaja di Dasan Ketujur, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung Lombok Barat ini dihajatkan untuk mengevaluasi kinerja keduanya.

Mengawali diskusi, Pembina PGK NTB, Karman BM  mengatakan, tema diskusi diangkat karena PGK NTB fokus pada isu nasionalisme dan kebangsaan. Tak heran jika isu kepemimpinan menjadi hal rutin dikupas.

"Tema ini diangkat karena sebagai masyarakat sipil PGK mengusung ideologi kebangsaan. Isu seputar nasionalisme dan kebangsaan. Isu kepemimpinan bagian isu kebangsaan. Makanya kita angkat jelang dua tahun kepemimpinan Zul-Rohmi," katanya, Sabtu (4/7).

Soal prestasi pemerintah, jelasnya, tidak boleh masyarakat hanya dihidangkan narasi yang dibangun oleh penguasa. Melalui diskusi menjadi sebuah kritik dan saran terhadap kepemimpinan Zul-Rohmi, yang masih tersisa cukup panjang.

"Apa sih prestasi yang sudah dilakukan Zul-Rohmi. Harus dibangun persepsi berbeda, tidak boleh narasi dibangun oleh penguasa," imbuhnya.

Di masa pandemi virus corona misalnya. Masyarakat ingin tahu apa kiat program pasangan tersebut. Seperti apa pula treatment yang dilakukan.

Moderator dialog, Lalu Atharifathullah, memantik diskusi dengan memberikan ruang beberapa narasumber. Ia di awal diskusi mempertanyakan prestasi dua doktor di tengah badai pandemi saat ini.

"NTB paska rehabilitasi gempa, kepemimpinan Zul-Rohmi diterpa musibah pandemi yang membuat sedikit menghambat kinerja. Namun banyak hal di luar yang sudah dilakukan dua doktor ini. Apa prestasi Zul-Rohmi di tengah badai global ini?," tanyanya.
Akademisi Unram, Dr Asrin mengapresiasi media yang terus mengawal roda pemerintahan Zul-Rohmi. Ia mengatakan, media telah berhasil membuka ruang agar masyarakat dapat mengawal dinamika pembangunan di NTB.

"Media punya kontribusi tinggi dalam membangun dinamika pembangunan di NTB ini," ucapnya.

Menjadi kritik adalah soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. Dr Asrin mempertanyakan sejauh mana pembangunan IPM dengan berbagai bidang lainnya.

"Masalah IPM suatu kritik. Pembangunan manusia ini seperti apa. Daya saing kita dari sisi SDM bagaimana, pendidikan bagaimana, dari sisi kesehatan," katanya.

Ia juga mempertanyakan apa yang menjadi fokus pembangunan NTB ke depan. Terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya pendidikan yang rendah otomatis berdampak pada produktivitas. Baik daya ekonomi maupun kemampuan berpikir.

Di lain sisi, ia tidak menampik jika angka harapan hidup di NTB meningkat. Namun demikian, banyak PR yang harus dituntaskan.

"Masalah kesejahteraan bagaimana, meskipun angka harapan hidup di NTB sudah naik. Ketimbang dulu kalau mau pendek umurnya hidup di NTB," imbuhnya.

Ia juga melancarkan kritikny terkait angka prestasi kasar NTB yang naik. Hanya saja, mentalitas masyarakat di NTB masih dalam taraf kultur bekerja lebih senang ke Malaysia.

Mentalitas macam ini,sebutnya harus dikikis. Seharusnya Pemprov NTB menyiapkan tenaga profesional. Dengan begitu, warga NTB yang bekerja di Malaysia tidak hanya menjadi tenaga kasar.

Tak luput dari kritiknya soal industrialisasi pertanian. Sektor ini dianggap sebagai S
sabuk pengaman

Doktor Asrin mengatakan, pemerintah saat ini tengah sibuk dengan sektor pariwisata. Pembenahan terus dilakukan untuk kembali membangkitkan gairah wisata pasca gempa, meskipun saat ini kembali diterpa pandemi.

Namun katanya, pemerintah Zul-Rohmi telah melupakan industrialisasi pertanian. Padahal sektor pertanian dapat menopang NTB saat terjadi bencana.

"Pertanian kita bagaimana ketika semua digunakan ke pariwisata. Ketika bencana datang benar-benar terpuruk. Kalau industrialisasi pertanian sudah mapan, ini liar biasa. Sehingga kita memiliki sabuk pengaman," katanya.

Industrialisasi pertanian yang dimaksud adalah industrialisasi pertanian moderen. "Sebagai negara agraris, sebagian besar masyarakat kita petani. Jika pertanian kita tidak siap, kita akan kolaps. Bukan pertanian konvensional tetapi industrialisasi pertanian," ujarnya

Moderator sekaligus Stafsus Gubernur, Athar, menyambung diskusi dengan mengatakan masalah IPM sedang ditangani Zul-Rohmi dengan berbagai program sektor pendidikan. Salah satunya pengiriman pelajar ke luar negeri.

"Selama ini tantangan kita IPM, artinya lambat laun memang naik dengan perlu mengejar lebih tinggi lagi. Ada singkron dengan program yang digalakkan dua doktor ini. Program beasiswa ke luar negeri. Industrialisasi pertanian menjadi catatan dan masukkan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengatakan, kemenangan Zul-Rohmi di Pilgub NTB 2018 lalu belum merealisasikan program yang sesuai dengan janji kampanye. Tak heran jika tampilnya kepemimpinan mereka tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

"Dengan kemenangan Zul-Rohmi di Pilgub ada ekspektasi masyarakat NTB terhadap program pembangunan yang akan dijalankan sesuai kampanye. Dari RPJMD ketika menang, tapi paska dilantik NTB ada bencana gempa, pandemi," katanya.

Pria yang akrab disapa Didu ini mengatakan, banyak tantangan di era Zul-Rohmi. Terlebih sosok Zul adalah figur pertama dari Sumbawa yang memimoin NTB. Begitu juga wakilnya Rohmi, merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan wakil gubernur.

Ia menilai, banyak program yang ditelurkan masih standar dan belum ada langkah-langkah khusus saat kondisi luar biasa. Kepemimpinan belum menunjukkan prestasi yang menggembirakan karena saya melihat apa yang dilakukan kepemimpinan Zul-Rohmi biasa saja atau standar.

Ia melihat ada kegalauan di pemerintahan Zul-Rohmi. Itu terbukti hingga saat ini pemerintahan Zul-Rohmi telah melakukan 14 kali mutasi.

"Saya melihat ada kecenderungan tidak ada satu aja yang menjadi mercusuar program berkesinambungan. Misalnya isu industrialisasi apa sih kebijakan dalam memajukan," sambungnya.

Selain sisi lemah, pemerintahan dua doktor itu, ada juga sisi positif. Kebebasan berekspresi di massa Zul-Rohmi terjamin. Pemerintah di bawah kendali pasangan ini dinilai tidak "baper". Buktinya, Pemprov NTB mampu menjaga iklim demokrasi yang lebih bebas.

Zul-Rohmi dikatakan mengakomodir banyak orang. Itu terbukti dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang mengakomodir UKM/IKM lokal di NTB.

"Sisi lain saya lihat mengakomodir banyak orang untuk terlibat program dia, contohnya JPS. Tapi setelah selesai what's next jangan sampai hanya semacam menjadi jargon saja," katanya.
Wasekjend PB HMI, Saiful Hadi, menyoroti program beasiswa Zul-Rohmi. Menurutnya, itu belum kongkrit sesuai kebutuhan NTB. Ia mempertanyakan apa hasil akhir nanti ketika program tersebut finish.

"Bicara tentang isu kekinian memang cukup kompleks. Sangat menonjol hari ini Zul-Rohmi apa sih prestasi banyak hal, banyak hal juga menjadi beban," katanya.

Ia meminta agar Zulkieflimansyah lebih fokus bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta menelurkan mahasiwa berprestasi. Kedepan, mereka inilah yang dapat berkonstribusi membangun NTB.

Ia juga mengkritisi sektor pariwisata, pembangunan di kawasan Mandalika masih belum berjalalan sesuai ekspektasi. Buktinya masih banyak lahan yang mangkrak di kawasan ekonomi khusus (KEK) tersebut.

Dalam polemik lahan di kawasan itu, lanjutnya, Zulkieflimansyah berjanji menyelesaikan secara adat. Namun karena persoalan sengketa tanah jangan sampai berimbas pada pemgusira pemuda di wilayah itu.

Aktivis sekaligus calon Ketua Umum PB PMII, Daud Azhari mengungkapkan, Gubernur NTB kurang aktif menemui mahasiswa NTB di Jakarta. Padahal banyak saran dan masukan dari mahasiswa untuk pembangunan NTB.

"Kalau bicara konteks SDM NTB sangat luar biasa. Zul-Rohmi hari ini kurang ramah lingkungan. Setiap beliau ke Jakarta sangat susah ditemui dan berdiskusi dengan teman aktivis di Jakarta," ungkapnya.

"Beasiswa saya pikir tidak usah terlalu berlebih-lebihan dalam menyiapkan SDM. Tinggal urus aja mahasiswa di luar daerah," katanya.

Moderator Athar menetralkan diskusi dengan mengungkap masalah KEK Mandalika kini tengah dibentuk panitia penyelesaian sengketa. Ia membangun optimis persoalan lahan lokasi MotoGP tersebut dapat tuntas.

"KEk Mandalika sudah berbenah di akhir ini sengketa lahan sudah dibentuk panitia sengketa dengan menyelesaikan persoalan di lahan Mandalika," sebutnya.

Ketua PGK NTB, Masyadi, di pengujung diskusi kembali menekankan apa prestasi Zul-Rohmi jelang dua tahun kepemimpinannya. Ia mengatakan berbagai program masih standar dan belum ada yang dapat diberi tepukan tangan.

"Prestasi dalam pemerintahan bukan prestasi tapi standar prosedur yang dijalankan. Kalau saya lihat yang dimaksud terkait otoritas legal," ucapnya.

Sejauh ini, bebernya, tidak ada yang ditemukan prestasi menonjol. Bahkan, rehabilitasi pasca gempa sampai sekarang belum selesai. Begitu juga dengan birokrasi yang bersih, masih ditemukan adanya oknum yang bermain di lapangan. (jl)

Friday, July 3, 2020

Balada Rindu Bersenandung di Bukit Mantong

PANGGILAN GUNUNG: Setiap pendaki yang menjejakkan kaki di Bukit Mantong selalu terpanggil kembali untuk mendaki bukit yang lain.
SELONG--Ilalang-ilalang setengah badan pongah mengangkangi udara yang dingin. Sepanjang setapak pendakian, tumbuhan ini terhampar sejauh pandangan mata.

Begitupun perdu belukar yang tumbuh berselang. Mereka berkoloni dalam jumlah yang tak bisa dibilang sedikit.

Padanan ilalang dan perdu belukar sepertinya tak cukup menjadi teman perjalanan. Kadang di beberapa bagian padanan itu terselip kembang-kembang berwarna putih. Edelweis.

Saban sore, halimun tipis menyergap mengabur pandangan. Kehadiran kabut yang ditingkahi angin mengundang desau dan membuat suasana terasa sangat melankolis.

Belum lagi ketika senja semakin merunduk di ufuk barat. Desiran daun-daun cemara yang ditiup angin siap menyekap pendaki dalam balada yang kian syahdu.

Begitulah, pemandangan yang tersaji. Sebuah pemandangan khas ala gunung. Itulah kesan yang melekat pada Bukit Mantong di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

Bukit berketinggian 1,600 MDPL ini dari kejauhan seolah menjadi satu gugus dengan Bukit Pergasingan. Sebuah bukit yang sudah lebih dulu populer dan menjadi sasaran serbu para pendaki.

Bukit Mantong tingginya sekitar setengah dari Bukit Pergasingan. Dua bukit ini seolah menjadi bukit kakak beradik yang tak terpisah satu sama lain.

Seperti halnya Pergasingan, Mantong ditumbuhi banyak pepohonan pada bagian puncaknya. Dua bukit ini juga sama-sama memiliki area camping ground.
Bagi pendaki pemula, Bukit Mantong sangat direkomendasikan untuk dijejaki. Agar bisa sampai ke puncak, para pendaki tidak perlu menyabung diri dalam pekatnya peluh. Trek pendakian pun relatif ringan dibanding beberapa bukit yang lain di Sembalun.

"Itulah istimewanya Bukit Mantong," ucap pegiat wisata dan pencinta alam asal Sembalun, Rijal Sembapala, Sabtu (4/7).

Keistimewaan lain di bukit ini, yakni adanya pepohonan yang rimbun di puncak. Para pendaki yang telah menggelar tenda tidak perlu buru-buru turun saat cuaca panas menyapu. Pendaki bisa berteduh pada pohon-pohon yang ada sampai puas menikmati keindahan alam Sembalun.

Di puncak bukit ini, pendaki bisa menikmati hamparan petak-petak persawahan warga. Bahkan saat malam hari, lampu penerangan di rumah-rumah warga seumpama bintang yang berada di bawah jejakan kaki.

"Akan semakin indah pemandangannya kalau para pendaki berada dalam hammock sembari ngopi melihat kelap-kelip lampu rumah warga di malam hari," tuturnya.

Bagi Rijal, Bukit Mantong menjadi bukit perkenalan untuk pemula. Ia menjamin, setelah menjejakkan kaki di bukit ini, biasanya para pendaki pemula akan kembali lagi ke Sembalun. Entah kembali mendaki Bukit Mantong atau mendaki bukit yang lain.
Konon, kata Rijal, hawa rindu yang dipancarkan Bukit Mantong selalu memanggil orang-orang yang pernah mendakinya. Mereka terpanggil menjejakkan kaki kembali menjajal bukit-bukit di sekitar Sembalun.

Untuk dapat mendaki bukit ini, pihak pengelola menarik tiket masuk sama dengan bukit-bukit yang lain. Setiap pendaki dikenakan harga tiket Rp 10 ribu per orang per malam. Sementara untuk pelajar hanya dikenakan setengahnya saja, Rp 5 ribu.

"Tentu jika mereka berkelompok. Minimal 5 orang. Jika jumlahnya kurang dari 5 tarif tiket diberlakukan Rp 10 ribu seperti pengunjung umum," ucapnya.

Kendati mengaku sebagai pelajar, pihak pengelola tidak cepat percaya. Para pelajar atau mahasiswa harus menyertakan surat tugas atau izin dari sekolah atau kampus. Selain itu, diharuskan pula bisa menunjukkan kartu pelajar atau mahasiswa.

Saat ini Bukit Mantong dikelola KPLH-Sembapala, Pokdarwis dan Karang Taruna setempat. (jl)

"Kak Bencikak", Pendidikan Anti Hoax dan Corrupt dalam Syai’r Leluhur Orang Sasak

Dr. Jamiluddin MPd
KEMASAN hoax dan haq nyaris sama. Beda tipis, setipis kulit bawang. Kalau tidak sensitive dan cermat, maka keduanya sangat sulit dibedakan. Bila tidak cermat, siapa pun bisa terkecoh dengan modus operandinya. Jika tidak sensitif, siapa pun dapat tertipu oleh siapa pelakunya. Oleh sebab itu, be careful !

Hari ini, “hoax” sangat lazim berdandan “haq.”  Karena hoax intervention dengan desain tipu dayanya, atribut yang tetukar sangat mungkin dihadirkan. Yang hoax bisa seolah-olah menjadi haq dan yang haq dapat pula terkesan seperti hoax. Fakta dan fenomena inilah yang memudahkan “hoax” meresap ke setiap ruang, bahkan ke perangkat pikiran atau perasaan orang-orang yang mulia dan dimuliakan sekalipun.

“Hoax” sumber malapetaka. Dengan sifatnya yang memfitnah, ia menanam benih-benih pertikaian. Dengan sifat dustanya, ia menghancurkan rasa saling percaya. Dengan sifat adu dombanya, ia menabuh genderang perang dan konflik antar kelompok, suku, ras, pemeluk agama, bahkan bangsa-bangsa di belahan dunia. Dengan sifat ke-tak jujurannya, ia dengan mudah dapat membuka akses bagi para maling untuk membobol “ safe deposit box (brangkas harta) yang bukan miliknya. “Hoax” tampaknya menjadi akar terdalam dari kejahatan dan konflik yang extra ordinary.

Hoax and Corrupts are inseparable behaviors. Di negara kita, hoax adalah sisi lain yang tak terpisahkan dengan corrupt. Hoax dengan kelicikannya memainkan peran ketidak-jujuran untuk memberi umpan tarik kepada pelaku corrupt. Umpan-umpan cermat hoax tersebut tidak disia-siakan. Para koruptor dengan lihai menyundul atau menyepak untuk meng-ekskusi. Pembobolan pun mulus tak terbendung. Koruptor mengulum senyum dengan puas, sementara pemilik brangkas menangis sedih dan terpaksa menelan pil pahit karena dibodohi zig-zag para pemain hoax dan corrupt.

Rekayasa kebijakan anggaran, pemetaan proyek, mark up, proses tender proyek, formalitas controlling, gratifikasi, permainan administrasi, penindakan yang syarat serba-serbi scenario,  adalah contoh-contoh hoax yang memperlebar jalan bagi praktek corrupt. Tidak sekedar itu, hoax pun bak ritual yang harus dirayakan. Beberapa media tak ragu mengemasnya sebagai headline sehingga seolah-olah menjadi sesuatu yang haq. Menurut pemberitaan Republika online, sampai tahun 2020, Keminfo mencatat 800.000 situs penyebar konten hoax di Indonesia. Bayangkan jika semua situs itu dalam satu minggu menyebar satu saja konten hoax. Indonesia tidak lagi berharap menjadi “baldatun toyyibatun warobbun ghafur” karena lebih separuh waktunya menghadapi “bala’ fitnah yang menggempur.”   

Hipotesis yang tak terbantahkan jika dinyatakan hoax yang massif menghadirkan corrupt yang meluas dan menghawatirkan. Kompas com- mengabarkan bahwa Transparency International Indonesia (TII) telah merilis Data Indeks Persepsi Korupsi ( Corruption Perception Index) . Dalam rilis tersebut dinyatakan bahwa Indonesia pada tahun 2019 menduduki posisi ranking 85 dari 180 negara dan teritori. Sementara pada tahun 2020, Indonesia mengantongi skor 38-40 point. Jika skor 0 menunjukkan Negara yang paling corrupt dan 100 adalah Negara yang paling bersih, maka Indonesia sampai hari ini masih berada di area Negara-negara dan teritori yang corrupt. Maknanya, Indonesia harus lebih serius lagi berperang melawan hoax dan corrupt.

Memerangi hoax dan corrupt bukan saja menyelematkan Negara dan bangsa. Berperang untuk menumpas hoax dan corrupt adalah menapaki syara’. Alloh SWT berfirman dalam QS. Al-Muthofifin Ayat 1-6, “Celakalah orang-orang yang curang atau orang yang mengurangi takaran. Mereka adalah orang-orang yang apabila menerima barang dengan takaran orang lain akan meminta agar dipenuhi secara maksimal. Sedangkan bila memberikan barang kepada orang lain dengan takaran mereka, takaran akan dikurangi. Tidakkah mereka mengira bahwa sesungguhnya Alloh akan membangkitkan mereka pada suatu hari yang luar biasa. Ketahuilah bahwa saat-saat yang luar biasa tersebut manusia berdiri di hadapan Tuhan Semesta Alam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada QS. al-Baqaah Ayat 188, Alloh menegaskan, “ Janganlah kalian mendapatkan harta yang bersumber dari sekitar kalian dengan cara yang batil juga memperkarakan harta yang batil tersebut di hadapan hakim yang menyebabkan kalian dapat menikmati harta orang lain dengan cara yang kotor, sementara kalian mengetahu. Sementara itu, dalam al-Mukmin Ayat 28, Alloh Ta’ala menegaskan: “Sesungguhnya Alloh tidak memberikan petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan suka berdusta.

Membaca ayat-ayat dalam Firman Alloh SWT di atas, maka hoax dan corrupt adalah dua pekerjaan yang akan mengantar pelakunya berkelindan pada jalan yang sesat lagi menyesatkan. Ketika manusia dalam kesesatan, maka ia sangat mungkin mengambil alternative yang sangat beresiko, baik yang mengancam keselamatan dirinya maupun orang lain. Perilaku orang-orang sesat sebagaimana dijelaskan di atas dipastikan akan menjadi refrence, terutama bagi orang yang mengalami rekam jejak yang penuh dengan hoax dan corrupt. Saat menjadi refrence inilah pelaku  hoax dan corrupt bertindak selaku orang-orang yang menyesatkan.

Kalau tidak karena sangat strategis, mungkin Alloh tidak  sedemikian tegasnya memberikan peringatan tentang dampak extreme hoax dan corrupt.  Hal ini direspon serius secara universal. Tidak terkecuali Bangsa Sasak, jauh sebelum UU anti Korupsi dan ITE, mereka sejak dini membangun nalar bangsanya agar mengatakan “tidak!” untuk hoax dan corrupt. Salah satu cara yang ditempuh adalah memberikan pendidikan anti hoax dan corrupt melalui sya’ir atau lelakak para leluhur. Salah satu contoh sya’ir lelakak itu adalah “Kak Bencikak,” sebagaimana berikut ini:
Ega-ega majid lampak 3x
Klinjik kelanjak
Kemberas lek boun batu
Kungingik kungangak
Ne kembelas gitak aku
Kak bencikak
Sai lekak ie melak
Ha… ha… ha… ha….

Makna yang terungkap setelah membaca sya’ir ini adalah: Ega-ega majid lampak, yang berarti: lihatlah maling-maling yang berjalan kaku dan menakutkan. Kalimat ini dapat dimaknai sebagai penggambaran tentang karakter para maling atau koruptor yang kehilangan petunjuk dalam hidupnya. Mereka kasar dan sangat tidak tekendali. Tujuan harus tercapai, tidak peduli cara memperosesnya. Satu-satunya kepentingan mereka berhasil menipu daya dan mencuri harta pihak lain.

Klinjik kelanjak, berarti berjalan hati-hati dengan berjinjit dan sesekali melompat. Frase ini menggambarkan strategi dan siasat licik yang digunakan oleh para maling. Kemasan-kemasan praktek merampas milik orang lain, temasuk Negara, dibuat serapi dan secermat mungkin. Dengan kemasan yang nyaris menyerupai perbuatan haq, banyak para pihak tertipu daya dan ujungnya menjadi korban pembobolan para maling.

Kemberas lek boun batu, berarti gentong berisi beras atau bahan makanan pokok di atas batu. Kalimat ini memiliki makna yang menjelaskan tentang target modus operandi maling dan koruptor. Target mereka adalah harta perorangan, organisasi, dan Negara. Sisi kenekatan dan kesesatan para maling atau koruptor membangun ketakperdulian terhadap factor kesulitan maupun akibat terburuk yang akan menjadi buah dari perbuatan jahat mereka.

Kungingik kungangak, Ne kembelas gitak aku, berarti aku akan tertawa lebar memperlihatkan taringku yang seram agar kamu para maling dan koruptor takut dan lari terbirit-birit. Dalam rangkaian kalimat ini ditemukan makna yang luar biasa. Kalimat ini menegaskan bahwa setiap perbuatan jahat, maling, korupsi, dan dusta dilihat dan dicatat oleh kekuatan gaib Yang Maha Sempurna. Pada saatnya nanti, semua catatan kejahatan itu akan dibawa ke siding pengadilan yang Maha Adil untuk diberikan balasan dengan siksaan yang sangat pedih.

Kak bencikak, Sai lekak ie melak, Ha… ha… ha… ha….yang artinya, teriakan yang sangat lantang untuk memberikan efek takut yang luar biasa. Selanjutnya teriakan itu pun penuh energy untuk memastikan bahwa pendusta adalah maling atau koruptor. Penegasan dan teriakan tersebut kemudian ditutup dengan lengkingan tawa yang membuat bulu roma setiap orang berdiri dan menghadirkan rasa takut yang tak terbayangkan.

Sya’ir lelakak leluhur bangsa Sasak ini menjadi dongeng pengantar tidur bagi generasi-generasi mereka di masa yang lalu. Seolah menjadi rukun tidur malam. Hal ini dilakukan untuk menanamkan kepada anak-anak Sasak, bahwa hoax dan corrupt atau dusta dan maling adalah haram dan mengancam kelangsungan ketahanan hidup diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan Negara. Bagi penulis, ini adalah pendidikan karakter yang luar biasa. Mari kita lestarikan, moga bermanfaat. Wallohu’alamu.

*Sekretaris Lajnah Kaderisasi PBNW. Dosen IAIH NW Pancor, dan tenaga pendidik di SMA NW Pancor.

Lestarikan Warisan Seni dan Budaya untuk Generasi Penerus

BANTUAN: Istri Gubernur NTB, Hj Niken Saptarini saat memberikan bantuan kepada pelaku seni.
MATARAM--Kesenian dan kebudayaan merupakan warisan nenek moyang yang melambangkan ciri dan kekhas suatu daerah. Begitu pula dengan seni dan budaya Islam yang sudah begitu melekat di masyarakat.

Hanya saja, di era modern seperti sekarang semakin sulit dijumpai kesenian Islam seperti qasidah dan marawis. Padahal dua jenis kesenian ini dulunya selalu tampil di tiap acara besar.

Pelestarian nilai seni dan budaya kepada generasi penerus menjadi hal yang perlu dan harus dilakukan mulai dari sekarang. Pesan itulah yang diserukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB yang sekaligus sebagai Ketua DPW Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Pesan ini disampaikan saat menyapa pegiat seni dan budaya di Kota Mataram di Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Ummah, Jum'at, (3/7).

Kunjungan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan akibat dampak pandemi virus corona kepada pegiat seni dan budaya di Kota Mataram.

"Alangkah baiknya jika kita terus majukan, kita pelihara, kita bina anak-anak dan generasi penerus kita, inilah bentuk dari penyaluran rasa seni yang sejalan dengan agama dan juga budaya kita," ajaknya.

Niken mengaku senang dapat bersilaturahim dengan pegiat seni dan budaya Kota Mataram. Kedepan, ia mengajak para pegiat seni dan budaya agar kompak melestarikan dan memajukan kesenian yang sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat.

"Insyaallah Lasqi di NTB akan kita majukan kembali bersama-sama," ujarnya.

Ia  kemudian menyinggung pandemi virus Corona yang telah menghambat berbagai aktivitas di semua aspek kehidupan. Termasuk dalam bidang kesenian.

Ia meminta agar masyarakat tetap sabar dalam menghadapi kesulitan di masa pandemi. Menurutnya, kesulitan ini harus dihadapi dengan optimisme dan juga semangat, karena wabah corona sendiri telah memberikan banyak pelajaran di dalam kehidupan.

"Mudah-mudahan pandemi ini tidak menghalangi para seniman untuk tetap bisa menghasilkan karya-karya yang nantinya bisa kita nikmati bersama," harap Bunda Niken.

Sementara itu, Ketua DPD Lasqi Kota Mataram, Hj. Noviani Danar Kinastri Mohan Roliskana mengapresiasi bantuan yang diberikan DPW Lasqi Provinsi NTB. Terlebih bantuannitu diberikan kepada para pegiat seni dan budaya yang ada di Kota Mataram.

"Mewakili teman-teman pelaku seni, kasidah dan marawis di Kota Mataram menghaturkan terima kasih dan apresiasi kepada Lasqi Provinsi NTB yang telah memberikan bantuan kepada kami di masa pandemi ini, semoga bantuan ini bermanfaat bagi kita semua," ucapnya.

Adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat menjadi penyemangat di situasi pandemi virus corona. Ia pun berharap agar pandemi virus dapat segera berlalu, sehingga berbagai aktivitas, khususnya dalam bidang kesenian dapat berjalan seperti sediakala. (jl)

Program Revitalisasi Posyandu Butuh Pendampingan Penuh

ARAHAN: Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memberikan arahan terkait program revitalisasi Posyandu.
MATARAM--Revitalisasi Posyandu menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB. Tak heran jika kepala dinas terkait diminta mendampingi penuh program ini.

"Yang mereka (Posyandu) butuhkan adalah pendampingan. Yang mereka butuhkan adalah pembinaan supaya tercapai apa yang kita cita-citakan (revitalisasi posyandu)," kata Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, saat memberikan arahan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Jumat (3/7).

Untuk melakukan pendampingan penuh tersebut, Rohmi juga meminta agar koordinasi antar pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota dilaksanakan dengan baik. Revitalisasi posyandu tersebut, perlu adanya kompetisi antar posyandu agar dapat memotivasi satu sama lain.

"Mendorong kompetisi di antara mereka secara positif, supaya semuanya semangat," imbuhnya.

Ia mencontohkan salah satu kabupaten yang berhasil menciptakan 108 posyandu keluarga dengan cepat yaitu kabupaten Lombok Barat. Ini dilakukan daerah itu hanya dengan jangka waktu dua bulan.

Ia berharap Dinas Kesehatan terus meningkatkan semangat menyelesaikan program revitalisasi posyandu. Ini penting agar tingkat kesehatan masyarakat di NTB ini dapat menjadi lebih baik.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menyampaikan, jumlah posyandu keluarga pada tahun ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya yakni dari 1.050 pada tahun 2019 menjadi 1.514 di tahun 2020 ini.

Untuk memaksimalkan posyandu keluarga ini, para kader posyandu diberikan bekal yang mempuni untuk menjalankan tugas-tugas sebagai kader posyandu. Selain itu, kader posyandu juga diberikan honor minimal 150 ribu per bulan dan diberikan sertifikasi agar tidak diganti sembarangan.

Koordinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan NTB dengan kabupaten kota menghasilkan beberapa masukan untuk memaksimalkan kegiatan posyandu keluarga ini.

"Saran dari kabupaten kota yakni adanya SE Gubernur tentang pelaksanaan posyandu di masa pandemi, adanya sanksi bagi kades yang mengganti kader terlatih tanpa alasan yang jelas," terangnya.

Revitalisasi posyandu adalah satu ikhtiar meningkatkan strata posyandu menuju posyandu keluarga. Sehingga Posyandu bisa melayani semua anggota keluarga dalam bentuk Posyandu Kesehatan Ibu dan anak (KIA), Posyandu Remaja, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Penyakit Tidak Menular, dan Posyandu Lansia.

Selain itu, revitalisasi posyandu ditujukan untuk menjadikan posyandu sebagai ujung tombak penanganan beragam persoalan sosial kesehatan di tingkat dusun. Seperti pendewasaan usia perkawinan, stunting, bahaya narkoba, pendidikan tanggap bencana dan masalah kesehatan dan sosial lainnya. (jl)

Danrem Sebut Pasar Jelojok-Kopang Terbaik di NTB

BERPOSE: Setelah bersepeda, Danrem 162 Wira Bhakti TNI Ahmad Rizal Ramdhani berpose bersama tim di Pasar Jelojok, Kolang Lombok Tengah.
PRAYA--Bangunan megah dengan penataan yang bagus rupanya membuat pasar Jelojok-Kopanhg, Lombok Tengah menjadi pasar terbaik.

Penilaian itu datang dari Komandan Resort Militer (Korem) 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani saat berkunjung ke pasar itu, Jumat (3/7). Penilaian ini dilontarkan bukan karena pasar ini masih baru, tapi pedagang di pasar ini tergolong pedagang yang sadar.

Para pedagang di pasar ini, ungkapnya, terbilang cukup sadar. Ini dibuktikan dengan senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas transaksi jual beli.

“Yang terbaik memang pasar Jelojok ini. Selain baru, tapi Alhamdulillah saya lihat pedagang dan pengunjung sudah melaksanakan protokol kesehatan virus Corona,” paparnya saat mampir menggunakan sepeda bersama tim, Jumat pagi (3/7).

Tim sepeda Korem 162/WB ini, sengaja mampir sambil melihat dari dekat bagaimana penerapan protokol kesehatan ini. Danrem juga meminta, semua yang belanja harus dicek suhunya. Para pembeli harus di bawah 37,5 derajat. Uang belanjapun harus masuk ke box sterilisasi uang yang sudah ada.

“Ini luar biasa, patut dicontoh atau dijadikan percontohan untuk beberapa pasar yang ada di NTB,” sebut Danrem dihadapan Ketua DPRD Lombok Tengah, M Tauhid, Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah, Dandim Lombok Tengah, Perindag dan jajarannya, Camat Kopang, Kapolsek Kopang dan Danramil Kopang.

Menurut Ahmad Rizal, pihaknya bersama TNI, Polri dan Pemda, senantiasa mendorong masyarakat NTB selalu mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan virus corona.

Kata dia, boleh new normal, namun diharapkan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Harapan ini sesuai anjuran dari pemerintah.

Di tempat sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, HM Nursiah mengaku, pasar Jelojok tentu pasar contoh dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Tentu pasar pasar yang lain di Lombok Tengah, harapkan sama seperti pasar Jelojok ini. Demikian juga dengan pembangunan Pasar Renteng, nantinya Danrem, Polres dan pemda terus memonitor penerapan protokol  kesehatan,” harap Nursiah.

Setelah membagi bagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar, Danrem Ahmad Rizal dan rombongan, langsung melanjutkan perjalanan sepedanya menuju Lombok Timur. Agenda bersepeda tiap hari Jumat merupakan program khusus di internal Korem 162/WB. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567