Solusi Digital Marketing Nusa Tenggara Barat

Memberkan pelayanan terbaik untuk anda dan usaha anda, kami mempunyai tenaga profesional dibidang marketing digital.

Layanan Konsultasi

Our Services

Sepenuh Hati

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Great Concept

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Development

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

User Friendly

Solusi Digital Marketing di Nusa tenggara Barat.

Read More

Recent Work

Thursday, July 2, 2020

Polemik Warga dan Pengusaha Tanah Kavling Berlanjut

MEDIASI: Warga RT 10 Babakan Kebon dan pengusaha kavling tanah dimediasi di DPRD Kota Mataram.
MATARAM--Polemik Warga RT 10 Babakan Kebon dengan pengusaha tanah kavling terus bergulir. Masalah itu tidak bisa terselesaikan secara kekeluargaan setelah sebelumnya sempat terjadi proses mediasi.
Rabu (1/7) kemarin, warga dan pengusaha tanah kavling mendatangi kantor DPRD Kota Mataram. Kedatangan kedua belah pihak lagi-lagi untuk keperluan mediasi.

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Kota Mataram tersebut menuai 7 poin kesepakatan. Dinataranya, aset jalan yg dilewati kavlingan pengusaha dari perumahan Mega Indah memiliki implikasi nilai jual tertentu. Pihak pengavling perlu negosiasi secara bisnis dgn pihak perumahan Mega indah.

Pihak pengavling diminta mencermati peraturan yang ada dan hal-hal yang dipersyaratkan dipenuhi. Begitu juga dalam hal kompensasi agar diarahkan untuk kepentingan umum. Tidak ada kompensasi untuk pribadi. Misalnya untuk kuburan.

Selain itu, warga mendesak pengavling tidak boleh beraktivitas hingga masalah sosial tuntas dan perijinan diselesaikan. Termasuk masalah jalan juga perlu terkoneksi dan warga jangan menembok jalan yang ada.

Kesimpulan lain lnya yakni, masalah kavlingan sekarang sepenuhnya ditangani oleh Pemkot Mataram.

"Pihak pengusaha harus segera menyelesaikan segala bentuk permasalahan sosial warga dan mematuhi hasil rapat," ungkap Ketua RT Babakan Kebon, Lalu Sahabudin.

Sementara itu, terhadap tuntutan warga, pengusaha tanah kavling Bambang Khalid mengatakan, akan mematuhi segala bentuk kesepakatan yang telah disepakati pada rapat tersebut.

"Akan patuh pada hasil kesepakatan kita hari ini" ungkapnya

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Gede Sudiarta, meminta secara tegas warga RT 10 Babakan Kebon dan pengusaha tanah kavling sama-sama mematuhi Hasil kesepakatan.

"Jangan sampai yang sudah kita sepakati tidak sama-sama dipatuhi. Di sini iya, tapi di belakang berbeda. Szasnya untuk kepentingan ugmum bukan kepentingan pribadi," tegasnya.

Semntara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan, Dinas PUPR Kota Mataram akan memberikan perhatian khusus terkait polemik tersebut.

"Kami akan mengawasi dan memberikan perhatian khusus terkait permasalahan ini,"  katanya.

Menutup musyawarah tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi SH berharap kedua belah pihak tidak melakukan tindakan yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kesimpulannya tidak boleh ada pertentangan di lapangan. Hindari tindakan yang berpotensi menimbulakan gesekan. Jika ada permasalah untuk tetap saling berkoordinasi," tutupnya. (jl)

Institut Studi Islam Sunan Doe Diresmikan

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah
SELONG--Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, meresmikan Institut Studi Islam Sunan Doe, Yayasan Darussalam Al-Kubro (Yadaro) Moyot, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, (2/7).

Dalam sambutannya gubernur menyampaikan, saat ini sektor pendidikan menjadi salah satu program prioritas pihaknya. Diprioritaskan program ini lantaran potensi generasi muda di NTB perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

"Anak-anak muda NTB ini luar biasa. Jika kita berikan kesempatan untuk berinovasi mengaplikasikan ide-ide besarnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur berjanji akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Institut Studi Islam Sunan Doe, yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Dengan kuliah di luar negeri akan membuka pandangan dan wawasan, serta menumbuhkan sikap nasionalis generasi muda NTB dalam berbangsa dan bernegara.

"Kami berharap dengan terbukanya wawasan mereka, maka tidak ada lagi sikap-sikap primordial pada generasi muda kita di NTB," harapnya. (jl)

Koordinasi dengan Kades, Gubernur Boyong Kadis

RAKOR: Gubernur NTB didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur saat rapat koordinasi dengan Kades.
SELONG--Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menggelar koordinasi dengan kepala-kepala desa (Kades) di Lombok Timur. Tak tanggung-tanggung, semua kepala dinas (Kadis) diboyong saat dalam kegiatan itu.

Rapat koordinasi dihajatkan untuk menuntaskan aspirasi Kades setelah sebelumnya bersilaturahmi ke Kantor Gubernur belum lama ini. Hanya saja, rapat koordinasi ini berbeda dari biasanya. Pertemuan dikemas penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.

Dimulai dari wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur, Gubernur bertemu dengan para Kades di lima kecamatan. Diantaranya yakni Sakra, Sakra Timur, Cakra Barat, Keruak dan Jerowaru.

Pasca itu, agenda serupa dilanjutkan bertemu dengan para Kades se- Kecamatan Sikur dan berakhir dengan bertemu Kades se-Kecamatan Suela.

Kepala Desa diberikan kesempatan bertatap muka langsung dengan Kadis terkait. Para Kades bisa langsung berkoordinasi terkait semua permasalahan di desa mereka. Mulai dari masalah infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan BUMDes, untuk kemudian dicarikan solusi dan penyelesaiannya secara bersama-sama.

Gubernur mengatakan, para Kadis diminta  khusus mulai dari pagi hingga malam untuk menuntaskan seluruh aspirasi para Kades. Ini karena banyak persoalan-persoalan besar yang dapat dituntaskan dengan diskusi-diskusi dalam suasana yang tidak formal, namun penuh rasa kekeluargaan.

"Tidak perlu kita pidato panjang-panjang, kades bisa langsung bicara dengan Kadis bersangkutan, agar apa yang menjadi aspirasi langsung bisa di eksekusi untuk diselesaikan," ujarnya.

Kades Semaya, Kecamatan Sikur, Masriadi, sangat mengapresiasi dengan budaya baru yang dibangun Gubernur NTB dalam menyelesaikan permasalahan di tingkat desa ini. Menurutnya, dengan adanya tatap muka langsung dengan Kadis terkait, maka para Kades tidak perlu lagi membuang-buang energi banyak untuk menyampaikan aspirasinya.

Para kades mengaku sangat senang diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi langsung kepada kepala dinas terkait. Mereka berharap dengan pertemuan langsung ini akan menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.

"Kami sangat senang dapat bertatap muka langsung dengan gubernur dan para Kepala Dinas terkait, kami berharap persoalan kami di tingkat desa dapat dituntaskan," ujarnya. (jl)

Jejak Purba di Pesisir Selatan Pulau Lombok Bernama Semeti

BATUAN PURBA: Bebatuan yang mengitari Pantai Semeti diduga berasal dari magma gunung berapi purba. (Foto: Istimewa)

PRAYA--Sepanjang pesisir selatan Pulau Lombok, Tuhan anugerahkan pantai-pantai dengan keindahan surgawi. Mulai dari Bangko-Bangko di Lombok Barat, hingga di Pantai Pink Lombok Timur. Semua gugusan pantai itu sanggup membuat mata siapa saja takjub.

Dari banyak gugusan pantai itu, ada satu yang tak lazim. Ia berbeda dibanding pantai-pantai lainnya. Jika sebagian besar pantai di wilayah pesisir selatan Lombok terkenal karena berpasir putih, maka pantai yang satu ini terkenal karena struktur bebatuan di sekelilingnya. Pantai Semeti namanya.

Pantai yang berada di antara Selong Belanak dan Mawi di Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah ini menyuguhkan keindahan dalam versi lain. Menapaki sekeliling pantai ini sanggup membawa berpasangan-pasang mata yang menyaksikannya seolah berpetualang menerobos ke dalam dimensi waktu 20 juta tahun lalu. Sebuah masa dimana peradaban di Pulau Lombok belum ada.

Jangankan peradaban, umur pulau yang karib disebut Seribu Masjid inipun barangkali belum terbentuk. Setidaknya pada rentang masa 20 juta tahun yang lalu itu merupakan masa purbakala.

Ya. Di rentang masa itu dalam babakan geologi disebut masa Oligosen. Suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung ditandai dengan kepunahan massal. Masa itu ditandai pula dengan minimnya mamalia.

Kepunahan massal pada masa itu, konon akibat tumbukan benda luar angkasa. Tumbukan inilah yang menyebabkan kepunahan.

Tidak berlebihan memberi deskripsi demikian. Ini karena pemandangan di pantai itu menghamparkan bebatuan andesit berwarna hitam kelabu. Jenis batuan yang susun menyusun di pantai ini besar dugaan merupakan bekas lava gunung berapi masa purba.

Batuan andesit sendiri diambil dari nama Pegunungan Andes. Sebuah gunung dengan gugus terpanjang di dunia yang membentang sepanjang pantai barat Amerika Selatan. Dengan panjang 7000 kilometer, pegunungan ini melewati negara-negara macam Bolivia, Chile, Brazil, Colombia dan beberapa negara lainnya.
Geolog menyimpulkan, andesit lazim ditemukan di lingkungan subduksi tektonik wilayah perbatasan lautan. Atau jika tidak, andesit umumnya ditemukan di daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi.

Penegasan ihwal latar belakang purbakala pada jenis andesit ini ada pada formasinya. Bukit-bukit batu yang mengitari Pantai Semeti oleh para geolog menyebutnya sebagai rekahan meniang atau kekar tiang. Formasi rekahan ini lazim berasal dari masa Oligosen akhir hingga Miosen awal.

Geolog kenamaan, Spry A.H (1962) misalnya. Kekar tiang menurutnya ditandai dengan penampakan batuan yang vesikuler atau banyak rongga. Kondisi ini terjadi akibat lepasnya gas ke udara. Dari rongga itu pula diketahui bahwa jenis batuan yang ada merupakan magma.

Dugaan sementara, gunung api berada tidak jauh di sekitar perairan dangkal pantai itu. Aliran lavanya diduga pula mengalir menuju daratan.

Dalam laman Geopark Rinjani, keberadaan gunung api ini masih membutuhkan penelitian lanjutan. Mengingat sejauh ini belum ditemukan kemungkinan adanya gunung api di sekitar tempat itu.

Yang pasti, jenis bebatuan andesit kekar tiang di Pantai Semeti merupakan satu-satunya di Pulau Lombok. Sementara di Indonesia, hanya beberapa daerah saja yang memilikinya. Di antaranya yakni, Situs Megalitikum Gunung Parang di Cianjur dan ada juga di Kebumen, Jawa Tengah.

Di belahan dunia lain, andesit rekahan tiang seolah menjadi berkah. Tidak saja sebagai jejak purba, tapi juga sebagai situs destinasi wisata berbasis geologi.

Di Irlandia Utara, masyarakat setempat begitu bangga menjadikan The Giant Causeway sebagai obyek wisata nasional. Obyek destinasi ini merupakan rekahan tiang yang formasinya tidak jauh berbeda dengan bebatuan di Pantai Semeti.

Kebanggaan serupa juga diagungkan masyarakat Amerika dengan Devil's Tower milik mereka. Andesit rekahan tiang yang mereka miliki ini justru tersohor lantaran dibumbui keberadaan legenda beruang raksasa.

Batuan rekahan tiang lazim juga disebut struktur sarang laba-laba. Dalam formasi paling sempurna, rekahan tersebut bisa membentuk kolom-kolom persegi. Puncak kesempurnaan kolom itu bila membentuk 6 persegi.

Dari banyak kekar tiang yang ada, umumnya membentuk kolom 3, 4, hingga 5 persegi.

Salah seorang pejabat teras lingkup Pemprov NTB, Chairul Mahsul dalam laman Facebook-nya 20 April 2018 lalu menulis keberadaan Pantai Semeti. Dalam salah satu penggalan kalimatnya mengatakan, batuan andesit rekahan tiang di pantai itu sangat berharga dan harus dilindungi.

"Kedepan batuan ini harus masuk situs dan menjadi destinasi pariwisata berbasis geologi," tulisnya.
Tentang keberadaan Pantai Semeti, tidak sedikit yang dibuat penasaran. Tak heran jika traveller kalangan millenial sempat memburu pantai ini sebagai obyek berswafoto.

Hasrat menjadikan pantai ini sebagai latar belakang foto sangat dimaklumi. Tidak saja karena keindahannya, tapi juga karen adanya unsur magis purbakala yang terkesan aneh.

Untuk bisa sampai ke pantai ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Kota Mataram. Sementara dari Bandara Internasional Abdul Madjid (BIZAM), membutuhkan waktu tempuh sekitar setengah jam saja. (jl)

Wednesday, July 1, 2020

Pengrajin dan Seniman Kasidah Diminta Persiapkan Diri

BANTUAN: Ketua Lasqi NTB, Hj Niken Saptarini saat memberikan bantuan kepada pengurus Lasqi Lombok Tengah.
MATARAM--Pengrajin dan seniman qasidah terdampak virus korona diberikan bantuan. Bantuan datang dari Ketua Lembaga Seni Kasidah Indonesia ( Lasqi NTB).

Ketua Lasqi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga Ketua TP PKK NTB memberikan bantuan di Pendopo Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (2/7).

Hj. Niken menyampaikan, selama hampir empat bulan selama pandemi corona telah membatasi semua gerak. Tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga berdampak pada segi sosial dan ekonomi.

Untuk itu, Hj. Niken terus memberikan semangat kepada para pengrajin dengan menggunakan momen ini untuk berkarya di rumah.

“Sebagai pengrajin tentu saja sudah banyak mengalami naik dan turunnya dalam usaha, ini bisa dijadikan sebagai momen mempersiapkan diri dengan karya baru, desain baru, kualitas baru yang nantinya akan kita sajikan setelah new normal ini berlaku," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Hj. Niken mengaku senang karena Lasqi Kabupaten Lombok Tengah sudah kembali menggeliat, bahkan sudah mengikuti banyak kegiatan dan lomba. Diharapkan terus melakukan kegiatan-kegiatan agar seni kasidah terus berkembang.

"Masyarakat, di sekolah-sekolah semua memiliki qasidah dan marawis. Jadi kita tentu saja melestarikan hal ini sebagai sebuah saluran atau sebuah pengetahuan seni islam yang sudah kita miliki," tuturnya

Selanjutnya, Hj. Niken menginginkan agar Lasqi di NTB tidak hanya secara tradisional saja tetapi berani untuk mengikuti lomba qasidah kolaborasi. Hal ini guna mengeksplorasi kearifan lokal dengan memadukan kesenian musik dan tari.

"Saya pikir NTB memiliki budaya seni musik dan tari yang bermacam-macam yang bisa digabungkan dalam sebuah kolaborasi kasidah," harap Hj. Niken.

Terakhir Hj. Niken menyampaikan agar semua pihak dapat bersinergi dan berkarya dengan bidang masing-masing untuk memajukan dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah, Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili menyampaikan rasa terima kasih dan semangatnya. Ini disampaikan karena di tengah wabah pandemi Covid-19 ini para UMKM dan pengrajin tidak hanya berdiam diri saja.

"Walaupun tidak seperti kemarin-kemarin usahanya berjalan, kita ambil saja hikmahnya dulu. Siapa tahu setelah corona ini akan mencuat lagi kegiatan atau tamu-tamu yang datang di Kabupaten Lombok Tengah," ucapnya.

Ketua Lasqi Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Aini Pathul Bahri melaporkan, semenjak adanya Covid-19, kepengurusan Lasqi Kabupaten Lombok Tengah belum berjalan. Namun kegiatan seperti kasidah, marawis dan hadrah tetap berjalan khususnya di lingkungan sekolah, baik tingkat SMP maupun tingkat SMA.

"Alhamdulillah, di semua yayasan termasuk di sekolah-sekolah umum seperti SMP dan SMA masing-masing sudah punya marawis dan hadra," katanya.

Setelah usai memberikan sambutan, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan tanda kasih kepada pengrajin dan seniman di Kabupaten Lombok Tengah. (jl)

Setelah Latihan Mandiri, Atlet PON NTB Dievaluasi

EVALUASI: Atlet dari empat cabor dievaluasi kebugarannya oleh Tim Monev Panitia Pelatda KONI NTB. (Foto: KONI NTB)

MATARAM--Pandemi virus corona memaksa jajaran KONI NTB menerapkan latihan mandiri bagi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). Proses latihan mandiri berlangsung terhitung Maret lalu.

Sejak Rabu (1/7) pagi tadi, Tim Monev (Monitoring-Evaluasi) KONI NTB mengecek kondisi para atlet. Ini dilakukan setelah para atlet menjalani pelatihan secara mandiri selama tiga bulan.

Ada empat cabang olahraga (cabor) yang dites. Keempat cabir itu adalah futsal, balap motor, atletik dan panjat tebing.

Para atlet ini dites di Padepokan Silat dan Lintasan Atletik GOR Turide Cakranegara - Kota Mataram. Saat proses kegiatan berlangsung, nampak para atlet serius mengikuti semua arahan pelatih.

Ada serangkaian tes yang dilakukan atlet. Diantaranya yakni pengukuran kondisi atlet. Tes yang jalankan ini merupakan penutup dari kegiatan sebelumnya di Pulau Sumbawa.

"Kita memulainya lebih dulu di Pulau Sumbawa pada Minggu terakhir Juni kemarin," ungkap Ketua KONI NTB, Andy Hadianto.

Kegiatan tersebut disaksikan pula oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora NTB, Hj Husnanidiyati Nurdin.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelatda KONI NTB, M Nur Haidin mengatakan, serangkaian tes tersebut sangat penting untuk mengetahui kondisi perkembangan atlet. Lewat tes tersebut pembenahan apa saja yang akan dilakukan.

"Makanya kita cek kebugaran mereka dan yang lain-lainnya," ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Edo ini mengatakan, sejauh ini hasil tes tersebut belum diterima dari Tim Monev. Hasil tes tersebut sangat penting untuk menentukan tahapan dan program yang akan diberikan kepada atlet.

Diketahui, NTB akan mengirimkan 101 atlet di ajang PON 2021 mendatang. Jumlah ini terbesar diisi oleh atlet cabang olahraga atletik. (jl)

Cegah Corona, Sinergi Polri dan Pemkab Lobar Cukup Baik

SINERGI: Pemkab dan Polres Lobar bersinergi sangat baik mencegah virus corona.
GERUNG--Selama pandemi virus corona, Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan Polres setempat bersinergi dengan baik.

Lontaran ini disampaikan Sekda Lobar H Baehaqi dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 74, Rabu (1/7). Pemkab Kobar merasa sangat terbantu dengan hadirnya kepolisian di dalam Tim Satgas Pananggulangan dan Penanganan Covid-19.

"Kami ucapkan selamat HUT Bhayangkara ke 74. Semoga personil dan institusi kepolisian semakin maju dan profesional dalam menjalankan tugasnya," ungkapnya.

Baehaqi menegaskan, kepolisian khususnya Polres Lombok Barat selama ini selalu berjalan seiring dan satu langkah dalam kebersamaan. Ini sangat terasa terutama sama-sama membangun daerah.

Baehaqi menunjukkan bukti jika keterlibatan Polri khususnya jajaran Polres Lombok Barat dalam upaya penanganan  dan pencegahan Covid-19. Kedua belah pihak saling bahu-membahu dan bekerja bersama.

“Kita berharap bersama Polri ataupun dengan TNI sinergitanya semakin diperkuat dan terus dibangkitkan menuju Lombok Barat yang angka penurunan positif Covid-19 ini mencapai angka nol," harapnya.

Tentu isemua itu, jelasnya, bisa terwujud bila kerjasama dan kekuatan yang terjalin selama ini terus dipadukan dengan lebih baik lagi.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S Wibowo pada perayaan bersama HUT-74 Bhayangkara di hadapan seluruh jajarannya di Lapangan Mapolres mengucapkan terima kasih kepada anggota Forkompinda Lombok Barat. Ucapan ini disampaikan karena telah memberikan dukungan kepada seluruh anggota Polres Lombok Barat dalam melaksanakan tugasnya menciptakan ketertiban dan keamanan yang kondusif.

“Peringatan HUT Bhayankara ke-74 ini dilakukan secara sederhana dan tidak menggelar upacara seperti peringatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan mengingat wabah Covid-19 saat ini masih mengancam kesehatan masyarakat," ujarnya.

Karena itu, seluruh anggota Poles Lombok Barat diharapkan tetap bersemangat dan tidak pernah lelah dalam mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19. Kerja-kerja melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat harus tetap ditingkatkan. (jl)

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Rizki Handika Putra
CEO
Laela Rosanti
Creative Designer
Sopian Haris
Sales Manager
Syamsu Rizal
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567